"Makasih traktirannya."
"Sama-sama."
"Hati-hati."
"Oke."
"Ya, sudah, sana."
"Kinan masuk dulu."
"Kamu dulu yang pergi."
"Kamu masuk, aku pergi."
"Ya, sudah, aku masuk."
"Ya, nanti aku hubungi."
"Tidak usah! Aku mau langsung tidur."
Hatinya cenat cenut tidak karuan karena memikirkan wanita seperti apa kira-kira yang menjadi wanita incaran Beni. Kinan juga merasa kesal pada pria itu karena bersikap sangat manis terhadapnya.
Membuat salah faham saja!
Bagaimana tidak salah faham, setiap malam, Beni selalu mendatangi rumahnya. Jam 21.30, pria itu akan pulang dan acara akan berlanjut dengan saling mengirim pesan. Jadi, kapan Beni melancarkan aksinya jika pria itu begitu sibuk dengannya. Atau apakah Beni sangat pintar mengatur jadwalnya?
Sepintar apa pun Beni mengatur jadwalnya, tidak seharusnya Beni memberi perhatian padanya jika Beni sudah memiliki gadis incaran.
"Oh, Kinan sudah mengantuk?"
"Ya."
"Okelah, nanti aku tinggalkan pesan jika sudah sampai di rumah. Met bobo, Kinan. Mimpi indah."
"Hmm."
Kinan segera masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi ke belakang. Ia bertekad tidak akan membalas pesan atau pun menjawab panggilan Beni untuk menghindari dirinya dari korban PHP atau pun dari HTS-an. Hubungan tanpa status.
Ya ampun, sejak kapan aku mengharapkan Beni. Apakah aku sedang jatuh cinta?
Kinan menggeleng dengan tegas. Ia tidak merasakan getar-getar asmara sama sekali saat bersama Beni. Jantungnya juga normal-normal saja saat berada di dekat pria itu. Lantas, apa penyebab dia begitu was was jika Beni pada akhirnya menjauh darinya.
Apakah karena ia tidak bisa menerima bahwa untuk kesekian kalinya dirinya bukanlah prioritas bagi seseorang.
Tanpa membasuh wajah, Kinan merebahkan tubuh di atas kasur yang dialasi dengan seprei murahan yang sudah sangat memudar. Ia meletakkan ponsel di atas meja belajar.
Disaat ia hendak tertidur, ponselnya bergetar disusul dengan deringan yang sangat khas. Kinan sudah bisa menebak siapa yang sedang mengirim pesan kepadanya. Siapa lagi jika bukan Beni.
💬 Aku sudah sampai dengan selamat. Met istirahat, Kinan.
Kinan hanya membacanya sepintas lalu tanpa berniat untuk membalas pesan tersebut. Buang-buang pulsa!
💬 Benaran sudah tidur, ya?
💬 Ya, sudah, met mimpi indah, Kinan.
💬 Padahal aku masih mau cerita.
💬 Tapi sepertinya Kinan memang lagi tidak ingin diganggu.
Kinan membaca semua pesan tersebut, tangannya sudah gatal ingin menjawab, bahkan jemarinya sudah mengetik beberapa kata di atas keypad. Tapi karena gengsi, Kinan kembali menghapus pesan tersebut.
💬 Tipe cowok yang Kinan inginkan itu seperti apa?
Kinan mengernyitkan dahi ketika ponselnya berdenting untuk kesekian kalinya dan kali ini ia membaca berulang kali kata-kata yang tertulis di layar.
💬 Aku harus bagaimana lagi biar Kinan mengerti.
"Memangnya apa yang harus kumengerti?"
💬 Balas dong. Jangan cuma dibaca.
"Hah? Bagaimana dia bisa tahu kalau aku sudah membaca pesannya?
💬 Aku tahu Kinan belum tidur.
Kinan pun akhirnya menarikan jemarinya kembali.
💌 Berisik.
Hanya satu kata yang ia kirim sebagai jawaban.
💬 Akhirnya :)
💌Kinan mengantuk, sudah, ya.
Sebuah senyum terukir di bibirnya melihat emoticon yang sengaja Beni selipkan.
💬 Ya, kok sudah? Aku tidak bisa tidur sebelum mendapat jawaban dari Kinan.
💌 Jawaban apa? Pulsaku tinggal 500.
Tidak berapa lama ponselnya berdenting. "Cepat benar jawabnya," gumamnya sambil membuka kotak pesan. Ternyata bukan Beni, melainkan 858. Beni mentransfer pulsa 20 ribu untuknya.
💬 Sekarang tidak ada alasan pulsa habis. Besok aku isi lagi.
💌 Idih.
💬 Kok idih? Makasihnya mana?
💌 'Kan aku tidak minta?
💬 Ya tetap saja kita harus mengucapkan terima kasih atas rezeki yang didapat.
💌 Iya, iya, Pak haji, makasiiihhh ya
💬 Masa cuma makasih doang?
💌 Lah, apa lagi?
💬 Jadi pacar Abang, ya.
Ponsel Kinan terjatuh ke wajahnya. Spontan ia segera duduk. Apakah ia salah baca? Kinan membaca pesan tersebut secara berulang kali dan kata-katanya masih sama. Abang. Pacar. Hei... Ava-avaan ini?! Jantung Kinan berdegup tidak karuan.
"Apakah Beni sedang menyatakan perasaannya? Menembakku?"
"Ta-tapi, dia 'kan sudah punya cemceman. Maksudnya apa ini?"
"Oke, Kinan, kamu harus tenang dulu. Ini hanya ketikan semata, bisa saja ia hanya bergurau. Jangan menganggapnya serius."
Kinan menarik napas panjang sebelum kembali menarikan jemarinya di atas keypad yang mulai memudar, dimana angka-angkanya mulai tidak terlihat.
💌 Apaan? Gara-gara pulsa 20 ribu aku harus bayar mahal.
Balasannya datang dengan segera. Tidak pakai lama.
💬 Abang serius, Kinan. Masa Kinan tidak sadar bahwa Abang sudah lama suka sama Kinan.
💌 Bukannya kamu sudah punya gebetan.
💬 Yang Abang maksud itu Kinan. Sumpah.
💌 Kualat lho main sumpah-sumpah segala.
💬 Jadi Abang harus bagaimana biar Kinan percaya sama Abang?
💌Percaya itu sama Tuhan
💬 Ya itu wajib. Bagaimana, Kinan terima ya perasaan Abang. Abang maksa lho ini.
Kinan menggigit bibirnya, bingung harus menjawab apa. Jika dipikir-pikir, Beni memang sangat bersikap manis.Tapi, ia belum memiliki perasaan apa-apa pada pria itu.
💬 Kita jalani saja dulu, nanti kalau Kinan tetap tidak srek sama Abang. Kinan boleh ambil sikap. Mau ya?
💌 Ya, sudah kalau kamu maksa.
💬 Benaran? Ya ampun, makasih ya, Sayang. Hari ini, Kinan resmi jadi pacar Abang, ya.
Deg!
Jantung Kinan menggila membaca kata sayang. Belum pernah ada yang memanggilnya dengan cara yang begitu manis seperti cara Beni memanggilnya.
💌 Ya. Sudah larut. Bobo, yuk.
💬 Oke, Sayang. Met bobo n mimpi indah. Luv U.
Wajah Kinan merona, panas seolah terbakar. Ia menahan tawanya yang hendak lepas dan akhirnya ia berguling-guling ke sana kemari membuat Vita kesal hingga menendang bokongnya sampai terjatuh ke lantai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Reksa Nanta
gimana sih Beni, mosok nembak cewek lewat ponsel. 😅
2024-04-11
0
Reksa Nanta
authornya punya ingatan yang luar biasa.
2024-04-11
0
mbok e Gemoy
kurang lengkap bang,
bisanya ILU IMU INU🤣
pasti taulah bahasa ini
2023-02-20
0