Berbagi Dosa

"Kak, minta jajan, dua ribu saja." Valdi yang sudah duduk di bangku kelas 1 SMP memasuki kamar Kinan yang sedang bersiap-siap hendak berangkat ke kampus.

"Uang Kakak habis."

"Cuma dua ribu."

"Pasti mau main ke warnet." Kinan mendelik kesal. Kemunculan facebook beberapa tahun belakangan membuat warnet menjamur di mana-mana. Di gang rumah Kinan sendiri juga ada.

"Mau main PS."

Kinan menghentikan aktifitasnya memasang hijab, kemudian melenggang melintasi kamar kecil untuk mengambil tasnya. Pun ia mengeluarkan pecahan uang seribu sebanyak dua lembar. Valdi langsung pergi setelah menerima uang tersebut tanpa mengucapkan terima kasih.

Omong-omong soal hijab, Kinan bukan gadis muslimah yang baik. Dalan arti, belum bisa menjalankan syariat agama dengan benar. Sholatnya juga masih bolong-bolong. Palingan cuma subuh dan magrib yang ia kerjakan. Yang rakaatnya sedikit. Ketika setan tidak berbisik, ya dia sholat. Tapi sialnya, setan lebih sering berbisik. Mengenai hijab, dia mengenakannya hanya ke kampus saja. Ia termasuk salah satu gadis yang setuju dengan trend istilah, hatinya dulu dihijab-in. Dasar sesat! Istighfar lu, Kinanti!

"Assalamualaikum. Hellow, anybody home, spada?"

"Kinan, oi, Kinan."

"Di kamar. Masuk saja." Kinan tidak menyambut tamunya karena dari suaranya ia sudah bisa menebak siapa gerangan yang datang. Nuraini alias Nuri. Satu-satunya teman SMP-nya yang masih menjalin komunikasi dengannya.

Kisah hidup Nuri juga sangat miris. Tapi bukan saatnya membahas kisah hidup gadis manis itu. Lapaknya bukan di sini.

"Wuidih, mau kemana, Men?" tanpa merasa sungkan, Nuri langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang kasurnya sudah tidak empuk lagi.

"Kampus."

"Hais, kedatanganku salah jadwal dong?"

"Ya, iya. Kamis, jumat, sabtu, jadwalku kuliah dari siang hingga sore. Biasanya kamu menghubungi sebelum datang."

"Aku sudah kirim CM," ucapnya dengan enteng.

Adakah yang masih ingat dengan CM? Ya, Call Me, pesan operator yang disediakn provider tertentu. Fitur ini antara berguna dan tidak berguna. Bagi Kinan sendiri ini cukup mengusik dan menjengkelkan. Ponsel Nokia 11 12 miliknya memang sangat jarang berbunyi. Maklum, masih jombol. Sekalinya berbunyi palingan SMS dari temannya si Nuri ini. Tapi dasar si Nuri memang sepertinya tidak memiliki teman yang bisa diajak susah bersama seperti Kinan. Alhasil, Kinan adalah pelarian disaat gundahnya. Nah, disaat tidak memiliki pulsa dan ongkos untuk mendatangi Kinan, Nuri akan membombardir ponselnya dengan SMS operator tersebut.

"Miskin!"

"Hallah! Kamu punya pulsa?"

"Tidak. Tapi aku punya banyak stok SMS gratis. Aku curi poin Om-ku tadi siang pas dia lagi berak di toilet." Kelaharin tahun 2000 tidak akan mengerti tentang hal ini. Karena sekarang zaman semakin modern. Beli pulsa sudah mudah bagi anak sekolah sekalipun. Beuh, zaman dulu, pulsa berisi satu bulan sekali sudah syukur. Jika tidak diisi, kartu SIM yang digunakan akan non aktif secara otomatis. Kinan termasuk gadis yang sering gonta ganti nomor karena tidak mampu memperpanjang masa aktif kartu.

"Poinmu masih sisa? Bagiiii..."

"Sisa 10. Mana bisa dibagi. Beli pulsa sana. Setelah 10 SMS kan dapat gratis 100 SMS."

"Itu aku juga tahu! Tidak usah diajarin."

"Kenapa datang?" Kinan menyemprotkan parfum Pucel ke seluruh tubuhnya. Nuri sampai mengibaskan tangan menghalau bau menyengat tersebut.

"Mau curhat."

"Tunda dulu. Aku harus ke kampus." Kinan memasukkan buku binder ke dalam tas kulit murahan yang ia beli seharga 25.000 rupiah. Baginya itu sudah sangat mahal.

"Enak saja! Hari ini Pak Ali Hardana masuk," Kinan mengerling nakal.

"Ish! Dosen pendek itu." Ya, Nuri mengenal beberapa dosen di kampus karena sebelumnya ia juga mendaftar di universitas yang sama dengan Kinan mengambil jurusan sastra inggris. Hanya saja, Nuri berhenti di bulan ke tiga karena tidak mampu membayar biaya kuliah sebesar 200 ribu per trimester.

Pertanyaannya, kenapa Kinan mampu bertahan sedangkan Pak Mus tidak memiliki pekerjaan. Biaya hidup mereka hanya dari uang kost. Ya, Ayahnya membangun rumah seadanya dari hasil penjualan sawah warisan. Rumah itu diisi dengan anak kost pria. Perbulannya 60.000 rupiah. Ayahnya memiliki 10 orang anak kost. Drama anak kost tidak pernah tepat waktu. Ada saja alasannya.

Kembali ke pertanyaan kenapa Kinan masih kuliah? Puji syukur, di semester ke dua tingkat pertama, Kinan dinyatakan sebagai salah satu mahasiswi yang beruntung mendapatkan beasiswa. Artinya, Kinan hanya perlu membayar biaya ujian saja.

"Pendek-pendek begitu 'kan lumayan buat digoda. Nilai TIK aman kalau dia senang. Dengar-dengar dia pelit kasih nilai."

"Ya ampun sejak kapan Kinan-ku menjadi ganjen begini."

"Sejak berteman denganmu. Pulang sana, aku mau berangkat."

"Aku ikut." Nuri segera beranjak dari atas ranjang. "Aku tunggu di kantin."

"Ya sudah, terserah." Keduanya keluar dari dalam kamar. Jarak antara rumah ke kampus hanya memakan waktu 10 menit jika ditempuh berjalan kaki.

"Ada apa?" Kinan bertanya untuk mengisi kekosongan sepanjang perjalanan. Terik matahari begitu menyengat hingga membuat Kinan sesekali melindungi wajahnya dengan tangan dari sengatan matahari. Gerakan refleks bukan karena penggunaan skincare rutin yang mahal. Dia tidak mengenal skincare, andai ia kenal sekali pun mungkin ia lebih membutuhkan skincare untuk masa depan yang glowing.

"Aku putus dengan Rian."

Wajah sahabatnya itu berubah lesu, lunglai, tidak bersemangat. Seperti kekurangan hormon testosteron.

"Apa pasal?" Kinan sudah menebak jika kedatangan Nuri untuk berbagi dengannya tentang kasus percintaannya. Sejak SMP, Nuri sudah mulai berpacaran. Tidak tanggung-tanggung, bahkan saat kelas dua, Nuri sudah memiliki pacar seorang polisi! Gile. Ya, walau pun polisinya juga masih baru. Tapi bisalah buat ajang sombong. Yang penting seragamnya. Urusan pangkat, anak SMP mana faham.

Nuri memang sangat manis, pintar berkata-kata dan sangat humble. Body-nya aduhai, sekalipun Nuri makan tiga bakul nasi ditambah bakso, mie ayam, batagor, cilok, gorengan beserta jajarannya tidak akan lantas membuat berat badannya bertambah. Ouh, Kinan sangat iri dengan hal ini.

Kinan bahkan harus mengurangi jatah makannya yang harusnya tiga kali sehari menjadi dua kali hanya agar adik-adiknya bisa makan lebih banyak. Tetap saja dari hari ke hari lemak di tubuhnya berkembang biak dengan makmur. Ibarat kata, Kinan bernapas saja bisa jadi lemak.

"Rian selingkuh dengan Ana."

"Jangan fitnah."

"Aku memergoki mereka!" Nuri membentak setengah merengek. Gadis itu terlihat benar-benar kesal. Ya, Rian, pria yang memiliki kendaraan beroda empat. Wajahnya tidak ganteng, tapi menanglah di gaya. Walau Kinan yakin sebenarnya mobil itu milik orang tua Rian. Salah satu sifat buruk Nuri yang tidak disukai Kinan, tapi tidak mengurangi rasa sayangnya pada sahabatnya itu, Nuri selain suka bergonta ganti pasangan, temannya itu sangat matre alias mata duitan, haus kekayaan. Dia mempunyai selera tinggi dalam hal memilik pacar, tidak minder dengan kondisi keluarganya yang berantakan.

"Dimana?"

"Cipo-kan di kafe remang-remang."

Kinan terbatuk-batuk meski ia tidak tahu persis seperti apa cipo-kan itu di usianya yang sudah menginjak 19 tahun. Yang ia tahu cipo-kan itu ya ciuman.

"Yang benar?"

"Dari dulu si perrek itu memang sudah mengincar Rian. Sialan, apa Rian seleranya seperti wanita murahan itu?"

"Ana 'kan temanmu juga, tetanggamu juga..."

"Ya, terus?" Nuri melotot tajam ke arahnya.

"Terus..."

"Terus maksudmu, aku harus rela bagi-bagi begitu?"

"Ya, tidak ada salahnya berbagi dosa."

"Kinaaaannnnn!!!!"

Terpopuler

Comments

Reksa Nanta

Reksa Nanta

bahasa gaul tahun 90 an bertebaran di mana mana. ketika aku masih pakai seragam putih merah.

2024-03-31

0

Reksa Nanta

Reksa Nanta

hahaha ... astaga

2024-03-31

0

Reksa Nanta

Reksa Nanta

Apa itu CM ?

2024-03-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!