"Dasar botak playboy cap badak!!" Kinan menangis tersedu-sedu ditemani Nuri yang ikut serta menangis.
"Sudah jelek, sok kegantengan, pembohong, hidup pula," Nuri menimpali. Begitulah memang yang diharapkan seorang teman yang sedang patah hati. Saat ia memaki, pasti mengharapkan dukungan dari temannya dengan melayangkan makian kepada sosok penjahat hati tersebut. Nuri teman yang baik dalam hal ini. Umpatan dan makiannya terhadap Fadly bahkan lebih garang dari Kinan.
"Tega dia!" Kinan membersitkan hidung ke baju hingga ingusnya tercetak di sana.
"Huek! Jorok!" Nuri melayangkan protes.
"Dasar lelaki, dimana-mana sama saja! Sukanya main perempuan!"
"Betul, mau enaknya saja!"
Keduanya menangis hingga tertidur. Tidak ada yang tahu siapa diantara mereka berdua yang tepar terlebih dahulu, karena begitu Kinan bangun, ia sudah tidak menemukan Nuri di kamarnya. Hari juga sudah senja. Pun ia beranjak untuk mandi. Cukup sehari ia menangisi kisah cintanya yang berakhir tidak enak.
Hari berganti, Kinan selalu menghindar jika berpapasan dengan Fadly. Dia juga sudah memblokir nomor pria itu. Maaf dari Fadly ia abaikan.
Satu tahun berlalu, Kinan benar-benar menjomblo. Saat masyarakat Indonesia sedang demam facebook, Kinan belum paham menggunakan aplikasi tersebut. Nuri, Novi, sering bercerita tentang betapa banyaknya kenalan mereka dari aplikasi tersebut. Terkadang, tergoda ingin ikut serta menggunakan aplikasi itu, tapi ponselnya tidak mendukung.
Hari-hari Kinan berjalan dengan flat. Pagi-pagi, ia harus bangun lebih cepat dari ayah dan kedua adiknya. Semua pekerjaan rumah ia kerjakan. Ayahnya benar-benar tidak pernah meninggalkan mereka lagi walau ayahnya masih berhubungan dengan si Rani, tapi Kinan tidak mengambil pusing hal itu lagi. Semakin ia dewasa, ia pun mulai mengerti bahwa ada beberapa hal kebutuhan ayahnya yang tidak bisa ia penuhi. Ia hanya bisa mengurus ayahnya sebatas menyediakan makanan dan memastikan pakaiannya bersih dan rapi.
Tidak ada warna dalam hidupnya. Itulah yang kerap ia rasakan. Selain bentuk fisiknya yang kurang menarik, ia juga bukan gadis gaul, bukan gadis zaman now. Pulang kampus, ia akan langsung pulang ke rumah dan jam 20.00 ia sudah berada di atas ranjang. Selalu begitu. Terkadang, ingin rasanya ia memiliki teman yang banyak yang bisa diajak nongkrong dan jalan-jalan.
Nuri mungkin memiliki banyak teman, tapi ya itu, semuanya datang pas ingatnya saja. Ia dan Nuri, duo gadis yang tidak bisa menggunakan motor, kemana-mana selalu naik angkot. Dompet mereka juga sangat tipis, saat makan gorengan saja mereka membayar masing-masing. Semiskin itu memang keadaan mereka. Tidak ada nilai plus-nya sama sekali.
"Haii..." Novi dan Bintang menyapa dirinya yang baru memasuki ruangan.
"Haii...." Kinan menyapa tanpa semangat.
"Kok lesu? Bukannya kemarin habis kencan dengan Roy?"
Tiga bulan lalu, Kinan dan Novi berkunjung ke rumah Bintang. Kebetulan teman SMA Bintang juga datang ke sana. Namanya Roy. Pertemuan tidak disengaja itu kembali membawa kisah baru bagi Kinan. Roy menyampaikan ketertarikannya terhadap Kinan kepada Bintang dan Bintang pun menyampaikan hal itu kepada Kinan.
Singkat cerita, Kinan dan Roy resmi menjalin hubungan satu minggu yang lalu. Kemarin sore adalah kencan pertama mereka.
"Aku putus."
Novi dan Bintang saling melempar pandang. Kemarin mereka masih mendapat telepon dari Kinan agar mengisi absennya karena sedang pergi berkencan.
"Hah? Kok bisa?" Novi menggeser posisi duduknya menghadap Kinan.
"Dia punya pacar lain."
"Bangsyat!" Bintang mengumpat kasar yang membuat mereka menjadi pusat perhatian teman-teman mereka.
Kinan pun memaparkan bagaimana cerita jelasnya ia meminta putus kepada Roy. Tadi pagi, Roy menghubunginya, memintanya datang ke rumah pria itu karena Bapak pacarnya itu sedang sakit. Kinan beralasan bahwa dia tidak bisa datang. Namun, kenyataannya ia datang untuk memberi kejutan. Yang terjadi justru sebaliknya, Kinan lah yang terkejut karena menyaksikan secara langsung Roy bermesraan dengan kekasihnya yang lain.
"Jangan sedih, Kinan," Novi mengusap pundaknya. "Masih banyak cowok di luar sana yang lebih layak untukmu. Percaya padaku."
"Aku tidak sedih, hanya kecewa." Ia memang tidak menangisi nasib percintaannya yang kembali gagal untuk kedua kalinya meski Roy pria yang sangat tampan, tinggi dan lumayan kaya. Keluarganya berbisnis buah yang dioper ke berbagai kota. Selain keadaan finansial yang cukup menunjang tersebut, Roy juga seorang petinju, badannya benar-benar kekar. Seperti aktor India. Kinan lupa nama aktor tersebut siapa.
"Ya, tidak ada gunanya menangisi pria brengsek." Bintang menggenggam tangan Kinan, merasa bersalah karena memiliki andil.
"Ya. Single happy."
Dua kali menjalin kasih, keduanya berakhir karena pengkhianatan. Ini seperti kutukan baginya.
Hatinya berbisik lirih, apakah karena fisiknya yang kurang menarik membuat para pria memandang remeh kepadanya. Ia berdiri di depan cermin, melihat lengannya yang cukup besar juga lipatan di perut yang terlihat seperti sedang bunting.
"Apa aku harus diet biar dijadikan prioritas."
Karena ucapan pria yang mengatakan hati wanita lah yang membuat mereka tertarik adalah omongan bullshit semata. Faktanya, pria suka keindahan. Cassing lah hal pertama yang akan mereka lihat. Menarik tidak di mata mereka, bukan hati seperti yang sering mereka paparkan. Namun bukan berarti mereka tidak mempertimbangkan hati. Karena sejatinya, setelah mereka merasa senang dengan keindahan, maka mereka akan menuntut kenyamanan, di sini lah hati wanita itu berperan. Ini lah pria, egois dan serakah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Reksa Nanta
heleh .. perempuan juga sama serakahnya kok.😅
2024-04-03
0
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
laki² memang spt itu ...
pait kenyataan nya
2023-02-06
0
Kenny sihyanti
Sharukh Khan sepertinya yg mau di sebut Abang tadi 😅😅😅
2023-02-04
0