"Selamat malam, Kinan."
"Selamat malam, Ardi."
"Mimpi indah, ya."
"Mimpi indah juga," Kinan melipat bibirnya menahan tawa. Jangan tanya keadaan jantungnya, tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Ya sudah, Kinan masuk sana."
"Ardi pulang dulu baru Kinan masuk."
"Kinan yang masuk dulu biar Ardi lihat dengan jelas kalau kamu sudah aman."
"Aman, Kinan 'kan sudah di rumah. Sana pulang."
Ardi menggelengkan kepala, "Ardi tidak akan bergerak sebelum Kinan masuk."
"Ya ampun."
"Masuk, ya."
"Hm, baiklah. Hati-hati di jalan, ya. Terima kasih untuk traktirannya. Sering-sering, ya."
Ardi tergelak, "Iya, kapan-kapan Ardi ajak lagi."
"Kinan masuk, ya?"
"Iya, Kinan."
"Bye, Ardi."
"Bye, Kinan."
Keesokan harinya, tetangga Kinan yang berteman dekat dengan Putra teman satu kamar Ardi mengajak untuk berenang ke kolam. Kinan sebenarnya malas karena tidak bisa berenang, tapi Vita adiknya meminta ikut. Mau tidak mau Kinan pun akhirnya ikut. Nasib baik dia ikut, ternyata eh ternyata Ardi juga ikut. Mereka menyewa satu angkot untuk membawa mereka ke kolam yang jaraknya 30 menit perjalanan. Sepanjang perjalanan, Kinan mual dan muntah. Lagi dan lagi Ardi memberi perhatian yang sangat manis. Memijat tengkuknya dengan lembut juga memberinya minyak angin.
Berkat perhatian tersebut, rasa mual itu tidak begitu menyiksa.
"Cie... Cie... Ardi perhatian sekali sama Kinan. Kalian berdua pacaran?" Putra menyeletuk dengan tatapan mata menggoda. Yang lain kemudian ikut menggoda.
Ardi hanya tersenyum menimpali semua gurauan mereka dan Kinan hanya bisa diam tidak berani memberi komentar. Ia juga penasaran seperti apa sebenarnya perasaan Ardi terhadapnya.
Sesampai di kolam, semua sibuk dengan acara masing-masing. Sudah jelas Kinan bersama Ardi. Laki-laki itu mengambil fotonya beberapa kali. Ardi juga mengajak Kinan foto berdua. Mengabadikan kebersamaan mereka.
"Nanti Ardi cetak fotonya. Yang ini, ini dan ini," Ardi menunjukkan dua foto mereka dan satu foto Kinan.
"Lalu?"
"Ardi simpanlah untuk kenang-kenangan. Kinan mau? Nanti Ardi cetak double."
"Mau." Kinan mengangguk sambil tersipu. "Kenapa foto Kinan di simpan. Nanti ada yang marah?" Kinan mulai memancing, tidak tahan untuk mengetahui perasaan pria pujaannya itu.
"Marah?" Ardi mengernyit bingung. "Siapa?" Keduanya kini duduk di ayunan besi yang di depan warung penjual gorengan yang ada di kawasan kolam tersebut. Ardi mengambil tahu goreng dan memberikannya pada Kinan.
"Mungkin pacar Ardi." Deg... Deg... Dentuman jantungnya. Menurut Kinan, ini sikap yang terlalu berani untuk membahas topik ini.
"Pacar?"
"Iya. Masa Ardi menyimpan foto Kinan, bagaimana nanti perasaan pacar Ardi kalau tanpa sengaja melihat hal itu."
Ardi mengulum senyum, menatap Kinan teduh dan penuh arti. "Ardi tidak punya pacar. Belum pernah pacaran juga."
"Bohong."
"Serius."
"Masa sih?"
"Iya, Kinan."
"Naksir sama cewek?"
"Pernah."
"Terus?"
"Ya, tapi tidak pacaran. Masih cinta-cinta kanguru-lah istilahnya."
"Cewek yang suka Ardi juga pasti banyak. Di kampus juga banyak cewek-cewek cantik." Kinan mulai dibakar cemburu begitu Ardi mengaku pernah menaksir gadis lain.
"Ardi tidak tahu. Kinan suka tidak sama Ardi?" Pria itu tersenyum geli.
"Hah?"
"Ardi tanya, Kinan suka sama Ardi?"
"Kenapa pertanyaannya begitu?" Kinan mengibaskan tangan di depan wajahnya. Sumpah, ia merasa pipinya terbakar bara api.
"Ya, Ardi ingin tahu."
"Kenapa?"
"Karena Ardi suka sama Kinan."
Tahu goreng yang belum sempat dicicipi pun jatuh dari genggaman Kinan. Detik berikutnya ia terbatuk-batuk hingga pipinya semakin merah.
Ardi segera menepuk-nepuk punggungnya dan sesekali mengusapnya. "Ya ampun, Kinan, kenapa menggemaskan begini."
"Ar-Ardi bilang apa tadi?"
"Bilang suka."
"Se-serius?" Kinan seketika melambung tinggi. Ardi, pria idamannya, cinta pertamanya memiliki perasaan yang sama dengannya. Kinan tidak bertepuk sebelah tangan. Ouh, bahagia sekali rasanya.
"Seriuslah, masa bohong. Sudah tenang?"
Kinan menganggukkan kepala.
"Omongan kita bisa dilanjut?"
"Bisa."
"Jadi?"
"Jadi kita pacaran?" Kinan menjawab spontan yang membuat mimik wajah Ardi terkejut hingga mata pria itu melebar. "Eh?" Kinan menyadari sesuatu yang salah.
"Artinya Kinan juga suka sama Ardi?"
"Su-suka. Kinan juga suka."
Ardi tersenyum, "Baguslah kalau begitu. Ardi suka Kinan, Kinan juga suka Ardi. Tapi, Ardi tidak bisa pacaran."
Pernyataan Ardi sontak saja membuat Kinan yang sedang berada di atas awan terjun bebas tanpa pengaman sama sekali. Kebingungan menyelimutinya. Jika sudah suka sama suka, lantas kenapa Ardi mengatakan tidak bisa pacaran. Lidah Kinan mendadak kaku untuk menanyakan hal itu. Ia hanya bertanya melalui tatapan matanya.
"Ardi masih sekolah, Kinan juga begitu. Kita fokus pada kuliah masing-masing dulu. Ardi janji, jika Ardi sudah sukses, Ardi akan datang menemui Kinan dan melamar Kinan untuk dijadikan istri. Kinan mau?"
Kinan tidak tahu harus menjawab apa. Situasi macam apa ini sebenarnya. Apakah Ardi sedang menyatakan cinta kepadanya atau justru sedang menolaknya atau malah sedang melamarnya. Otak Kinan terlalu tumpul untuk mengartikannya. Jadi yang ia lakukan hanya menganggukkan kepala yang disusul senyum sumringah dari Ardi.
Tapi kenapa hatiku berdenyut sakit?
Setelah perbincangan tersebut, Kinan lebih sering mengurung diri di kamar, ia juga menghindar bertemu dengan Ardi. Kesimpulannya, ia merasa jika Ardi menolak perasaannya. Istri? Baginya kata itu masih terlalu tabu. Saat ini yang Kinan butuhkan adalah pacar bukan sebuah janji untuk menjadi suami.
Di tengah kegalauan yang melandanya, Fadly mendekat menawarkan sandaran. Mulanya, ia hanya menemani Nuri berbincang dengan pria itu. Lama kelamaan, Kinan mulai menimbrung. Benar kata Nuri, Fadly sosok teman yang enak diajak berbincang. Pria itu bisa mengimbangi perbincangannya yang terkadang sangat kekanakan bersama Nuri.
"Dek, kamu pacaran sama Ardi, ya?" Fadly bertanya di suatu sore.
"Tidak." Kinan menggeleng seraya menundukkan kepala. Sudah tiga bulan berlalu sejak perbincangan antara dirinya dan Ardi. Sejak itu juga mereka amat sangat jarang bertemu. Ardi terlihat sangat sibuk, tidak pernah terpantau nongkrong di depan kost. Kinan juga pernah mendengar bahwa Ardi dekat dengan cewek di kampusnya. Membuat hati Kinan terasa disayat-sayat.
"Benar tidak pacaran?" Fadly memastikan.
"Benar."
"Kalau begitu, jadi pacar Abang, ya."
"Hah?" itu bukan pertanyaan atau pun permintaan melainkan pernyataan yang terdengar seperti perintah.
Sejak saat itu, gosip beredar bahwa mereka berpacaran. Awalnya Kinan tidak menampik, ia ingin melihat reaksi Ardi terhadap berita tersebut. Tapi, tidak ada respon dari Ardi. Kinan pernah mencoba menghubungi Ardi dari nomor yang di private, ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi.
Sakit hati, Kinan akhirnya benar-benar menerima perasaan Fadly. Keduanya pun resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Fadly, laki-laki dewasa yang mengayomi. Dalam sekejap, Kinan benar-benar dibuat luluh oleh sikap Fadly yang terkadang sangat cool tapi perhatian.
"Nah, gini dong, Kinan itu lebih cocok dengan Bang Fadly dibandingkan bersama Ardi," Putra, laki-laki bencong itu merengsek masuk, duduk diantar Kinan dan Fadly.
Kinan hanya diam, apa kabar Ardi? Pria itu pindah kost tanpa permisi padanya.
"Kenapa memangnya si Ardi? Kinan tidak pacaran dengannya," Fadly lah yang menjawab.
"Bagus kalau tidak pacaran. Biar Kinan tahu, ya, Ardi itu bencong, Dek. Gay."
"Gay? Apa itu?" Kinan bertanya dengan polosnya.
"Penyuka sesama jenis, Dek," Fadly terkikik geli.
"Seperti lesbong?" Kinan memastikan.
"Ya, ini versi prianya."
Kinan seketika shock. Hati kecilnya menolak kenyataan itu, tapi pernyataan beberapa orang yang pernah melihat Ardi membuatnya galau. Semua membenarkan hal itu. Apakah Ardi sedang difitnah atau bagaimana, Kinan tidak pernah tahu karena mereka tidak pernah bertemu lagi. Kinan berharap berita itu tidak benar. Ayolah, Ardi pernah melamarnya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Reksa Nanta
kalau memang belum mau pacaran, lebih baik dipendam saja perasaannya, dan jaga jarak dengan perempuan. jangan memberi harapan palsu.
2024-04-03
0
Reksa Nanta
Hahaha
cinta kanguru melompat lompat kesana kemari
2024-04-03
0
ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞
sering banget dulu kalo mau ngerjain pacar nomornya d private ..🤣🤣🤣🤣
2023-02-06
0