"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, ayo masuk, Roby, Linda." Dimas membuka pintu dan mempersilakan para tamunya masuk.
Mereka langsung menuju ruang makan atas permintaan Dimas. Mata Dion membulat sempurna saat melihat beranekaragam makanan yang sering ia lihat di iklan televisi namun belum pernah ia makan sama sekali.
Ada ayam kaefci, pizza keju, steak, cumi dan udang crispy dan masih banyak lagi makanan yang lainnya.
"Ayo silakan duduk. Kita makan sama-sama," ujar Dimas.
Mereka pun langsung memakan semua hidangan di atas meja. Terlihat Dion makan begitu lahap. Terlebih lagi ayam kaefci yang sering ia lihat di televisi terasa sangat enak. Setelah menyantap sepiring ayam dengan nasinya, Dion beralih mengambil pizza keju yang memang dibelikan untuknya yang tidak suka pedas.
Roby yang melihat cara makan Dion langsung memelototi dirinya. Dion langsung berhenti mengunyah dan tertunduk.
"Lho Dion? Kok nggak dilanjut makannya. Makan dong. Sengaja beliin ini khusus buat kamu," ujar Dimas.
"Mungkin Dion udah kenyang, Mas," sahut Roby.
"Ya udah, kalau udah kenyang. Nanti bungkus aja bawa pulang ya. Soalnya Om pesen cuma buat kamu. Om nggak suka keju."
Dengan penuh semangat Dion mengangguk. Ia memakan sisa pizaa dan meminum segelas susu yang sengaja dibuatkan untuknya.
Sementara Linda makan dengan pelan. Sebenarnya ia ingin sekali menambah porsi. Namun ia tidak ingin Roby memarahinya nanti.
"Ayo dong Lin, tambah lagi. Aku beliin khusus buat kamu yang lagi menyusui. Kata Roby kamu kurus karena menyusui, 'kan. Ayo makan yang banyak. Tante aku juga ada yang lagi menyusui. Porsi makannya bisa sampai tiga kali lipat dari biasanya. Wajar kalau wanita menyusui itu makan banyak." Dimas melirik Roby yang hanya diam sambil terus melanjutkan makannya.
Linda hanya mengangguk saja namun tak ingin menambah porsi padahal ia masih lapar. Terang saja, sore tadi lauk dan nasi telah habis. Ia sengaja tidak memasak lagi karena jamuan makan malam Dimas. Namun jika begini ceritanya, sama saja, ia akan tetap kelaparan.
"Tapi ini masih banyak banget lho. Nanti bawa pulang, ya. Mama mungkin aku makan semua makanan ini."
Linda mengangguk pelan dengan penuh rasa senang. Sedangkan Roby hanya menatap Linda dengan tatapan malas. Entah kenapa jika melihat Linda, ia langsung merasa kesal dan benci. Mungkin karena penampilan Linda yang sangat jelek dan rasa sesalnya menikahi Linda dan mempunyai dua anak yang harus ia cukupi.
Setelah makan malam selesai, mereka mengobrol di ruang tamu. Saling mengenang masa lalu saat masih kuliah dulu. Dimas melihat mata Linda yang mulai sayu meski baru jam setengah sembilan malam. Bahkan Dion pun masih betah bermain dengan robot yang diberikan Dimas sebagai hadiah tetangga baru. Sedangkan Dela diberikan sebuah boneka kecil berbentuk kucing yang bisa bernyanyi. Pasti Linda sangat lelah setelah bekerja seharian.
Akhirnya Dimas mengakhiri obrolan karena kasihan melihat Linda. Padahal ia ingin lebih lama lagi melihat wajah dari wanita pujaan hatinya itu. Memang tak secantik dulu, namun Dimas masih menganggapnya wanita paling cantik di dunia ini.
Setelah berpamitan, akhirnya Roby sekeluarga pulang dengan membawa banyak makanan untuk mereka di rumah. Dimas tersenyum puas, ia berhasil membuat Dion dan Linda makan enak malam ini. Sesuatu yang sangat membuat hatinya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Ayas Waty
semoga Dimas berjodoh dengan Linda
2023-01-24
2
Lie naa
Dimas baik banget
2023-01-24
0