Chapter 5 - Kasihan

☘️POV DIMAS☘️

Aku masih saja memikirkan Linda. Bagaimana nasibnya sekarang sampai bisa setragis ini. Aku tidak menyangka bahwa Roby tega menyia-nyiakan Linda. Padahal wanita itu sangat berharga bagiku.

Aku masih ingat saat dulu Roby selalu menyuruhku memberikan bunga, cokelat, serta hadiah lainnya kepada Linda. Ya, aku memang menjadi perantara cinta mereka. Padahal aku yang pertama kali melihat dan jatuh cinta padanya. Namun, pesona Roby sukses membuat Linda tak melihat atau sekadar menyadari keberadaan ku. Jelas saja, baginya aku hanya seorang pria pendiam yang tidak mau bicara.

Padahal aku tidak seperti itu. Aku hanya gugup setiap kali bertemu dengannya. Namun aku tidak mungkin menikung Roby yang jelas-jelas mengatakan padaku bahwa dia tertarik dengan Linda.

Aku mengerti. Apalagi wajah Roby yang sangat tampan tentunya lebih menarik daripada aku yang bertampang ala kadarnya ini. Aku dengan ikhlas merelakan Linda untuk Roby karena ku lihat Linda sangat bahagia ketika bersamanya. Namun apa yang aku lihat? Roby malah menyia-nyiakan Linda.

"Eh, Mas. Bengong aja lo. Kerja!" tegur seseorang yang baru saja aku pikirkan, yaitu Roby. Cih, jika saat ini aku sedang tidak menyamar, pasti sudah ku kerjai dia habis-habisan.

"Eh, iya Rob. Maaf." Aku berusaha tersenyum padanya.

"Makanya nikah, jadi nggak melamun aja," cibirnya.

Astaga, kalau bukan karena Linda yang sudah kamu ambil, aku pasti sudah menikah dan bahagia dengannya. Tidak hanya itu, pasti saat ini Linda sedang jadi ratu di rumahku.

"Nggak mikirin itu kok," jawabku singkat.

"Jadi mikirin apa? Jangan-jangan mikirin hutang ya? Makanya jangan boros. Kayak gue dong, hemat. Jadi bisa beli ini itu yang gue mau." Roby tersenyum dengan bangganya.

Aku benar-benar eneg melihat sikapnya yang sok suci itu. Aku beralih memperhatikan sepatu yang dipakai Roby. Sepatu itu harganya ratusan ribu.

"Sepatu baru lo."

"Oh iya, ini gue habis dapet rezeki nomplok kemarin. Gue beliin sepatu dong. Habis itu gue nongkrong sama temen-temen gue di cafe mahal," ucapnya dengan bangganya.

"Rezeki nomplok?" Aku mengernyitkan dahi. Aku kembali mengingat uang yang didapat Linda kemarin. Apa dia memintanya?

"Iya, dong. Si Linda dapet duit banyak banget. Jadi gue ambil ajalah. Ngapain dia pegang uang banyak-banyak. Uang yang gue kasih kan cukup."

Tanganku mengepal kuat mendengar ucapannya. Jadi dia mengambil uang yang ku berikan pada Linda? Dasar suami tidak berguna kamu Roby!

"Emangnya duit yang Lo kasih tiap bulan cukup buat kebutuhan rumah tangga lo?" Ku pancing dia agar bercerita.

"Gue kasih dia banyak kok. Empat juta sebulan. Tapi tetep aja habis dan nggak kelihatan buat apa. Ngurus diri enggak, beli baju enggak, entah dikemanain tuh duit. Dasar Linda!"

Apa? Dasar pria gila. Aku sendiri mendengar dia memberi satu juta perbulan pada Linda. Tapi di depanku dia berkata bahwa dia memberi empat juta pada Linda. Orang macam apa yang tega memfitnah istrinya sendiri agar terlihat jelek di mata orang lain?

"Mungkin aja dia nabung. Uang sebanyak itu lebih dari cukup untuk kebutuhan rumah tangga kalian kan? Kalau yang kamu kasih satu juta, baru deh nggak cukup."

Aku melirik ekspresi wajah Roby yang seperti tersudut.

"Hahaha ya enggak lah. Gue kan peduli keluarga. Lagian jadi istri tuh harusnya kan menghemat pengeluaran meski yang yang dikasih sedikit."

"Iya, sih. Tapi kalau kedikitan ya keterlaluan namanya 'kan. Jaman sekarang mana ada suami ngasih istrinya satu juta 'kan. Kalau ada itu namanya suami tidak berguna. Gaji banyak malah pelit sama istri. Untung temen gue yang satu ini jujur sama istri. Jadi patut dibanggakan."

Aku sengaja mengatakan hal itu agar dia malu dan sadar atas apa yang dia lakukan pada Linda selama ini. Gila saja. Anak dua, mau makan enak, istri malah dikasih uang belanja sedikit.

"Udah, kerja yuk." Roby sepertinya merasa risih dengan obrolan yang sebenarnya tentang dirinya.

Kami pun melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti karena obrolan itu.

Saat jam istirahat, aku bermaksud mengajak Roby makan di warung dekat kantor tempat kami bekerja. Namun, Roby menolak dan memilih makan di cafe yang harganya lumayan mahal. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.

Aku pun segera pergi ke rumah Linda yang sebenarnya tak seberapa jauh dari kantor tempat kami bekerja. Hanya berjarak sekitar lima belas menit jika ditempuh naik motor atau angkutan umum.

Sesampainya di sekitar rumah Linda, aku melihat aktivitasnya. Ah, aku jadi seperti penguntit saja. Ku lihat Linda tengah menjemur pakaian dengan raut wajah sedih penuh beban. Anaknya Dion sedang bermain di bawah jemuran kainnya, sedangkan Dela dia gendong. Ah rasanya sakit sekali melihat wanita yang kucintai harus menderita seperti ini.

Aku hanya berharap Roby akan berubah dan Linda bisa bahagia dengannya. Namun, jika Roby tak kunjung berubah, bolehkah aku ganti harapan ku menjadi pengganti Roby dan membahagiakan dirinya? Ah, aku munafik sekali.

Aku kembali menatap Linda yang kini sedang menyeka air matanya. Aku kembali berpikir, bagaimana caranya aku menolong Linda lagi. Jika kemarin perantaranya adalah klinik, lantas hari ini apa?

Aku melihat seorang kurir datang ke sebuab rumah di dekat rumah Linda. Dia mengantar barang kepada pelanggan berupa paket. Muncul ide dalam pikiran ku.

Saat kurir itu melintas, aku memanggilnya. Memberinya sejumlah uang dan menyuruhnya membelikan sembako untuk Linda. Jika itu sembako, pasti Roby si berengsek itu tidak akan mengambilnya.

Kurir itu mengerti. Aku kembali memberinya uang sebagai upah untuknya. Dia pun pergi ke toko grosir untuk membeli sembako dan membungkusnya dengan kotak. Nantinya paket itu akan diatasnamakan sebagai bentuk bantuan dari orang kaya untuk warga yang terpilih.

Setelah menyaksikan Linda menerima paket berupa sembako itu, aku pun pergi dengan perasaan lega karena melihat Linda tersenyum saat menerima paket itu.

Terpopuler

Comments

Fi Fin

Fi Fin

kali ini gw dukung pebinor ..ayo semangat buat linda bahsgia

2024-04-10

0

Ayas Waty

Ayas Waty

udah tikung manja aja mas

2023-01-24

1

Lie naa

Lie naa

sampe kpn Dimas bantu diem" kyk gitu

2023-01-22

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!