Chapter 6 - Tak berguna

🔥POV ROBY🔥

Namaku Roby Agustiawan. Aku adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang lumayan besar. Sahabatku, Dimas membantuku hingga aku bisa masuk kerja di sana dengan gaji lima juta perbulan.

Aku sangat senang dengan kehidupan ku sekarang. Uangku banyak, aku bisa memberi orang tuaku uang setiap bulan senilai dua juta dan aku juga bisa pergi nongkrong dengan teman-temanku dengan uang sebanyak dua juta juga. Untuk istri dan anak-anakku, hanya ku beri satu juta setiap bulan. Pintar kan, aku. Aku bilang pada Linda kalau gajiku hanya satu juta lima ratus ribu. Dan dengan bodohnya dia percaya begitu saja.

Tapi aku merasa menyesal menikah dengan Linda, istriku. Dulu dia begitu cantik, seksi, dan bersih. Namun sekarang, aku melihat dia seperti nenek lampir. Rambut acak-acakan, pakaian lusuh hanya berdaster saja, bandannya kurus seperti tengkorak, wajahnya kusam, kulitnya gelap, dan bau dapur. Setiap pulang ke rumah, rasanya aku eneg melihat penampilannya.

Tidak bisakah dia berdandan untuk suaminya? Masa uang yang aku beri kurang? Satu juta tentu cukup untuk makan, susu anak-anak, air listrik, dan bensinku. Masa untuk membeli produk kecantikan tidak bisa. Dasar pemalas.

Apa dia tidak bisa belajar dari Indah, tetangga kami? Duh kalau melihat si Indah, mataku langsung segar. Kulitnya halus, tubuhnya montok dan seksi, wajahnya bersih. Ah, beruntung sekali jadi Adam, suaminya yang bekerja sebagai manager itu. Nasibku saja yang sial mendapatkan istri tidak berguna seperti Linda.

Terlebih lagi setelah dia melahirkan, seolah aku tidak dia pedulikan lagi. Hanya mengurus anak saja. Itupun masih ku dengar Dela, anak kedua kami menangis karena dia tinggal mencuci pakaian. Aku lihat dia mondar-mandir dari dapur ke kamar. Huh, bosan sekali aku melihatnya.

"Kamu ngapain sih, mondar-mandir kayak orang linglung. Ganggu banget tau!" gerutuku pada Linda.

"Mas, aku minta tolong jagain Dela ya. Aku mau cuci pakaian dulu," pintanya.

"Apa? Enak aja. Urusan anak dan rumah kan udah jadi urusan kamu. Ya kamu harus pandai-pandai lah bagi waktu," ucapku sambil terus memainkan ponselku. Aku sedang berseluncur ria di sosmed. Melihat Isti teman-temanku yang pekerjaannya rata-rata manager dan direktu itu sangat cantik dan terawat. Berbeda dengan Linda si nenek lampir itu.

"Mas aku minta tolong. Aku nggak bisa bawa Linda ke kamar mandi. Ini udah jam sembilan malam."

"Jam sembilan malam aja kamu belum siap beres-beres rumah. Seharian ngapain aja sih kamu? Tidur? Dasar pemalas! Istri nggak berguna!" bentak ku.

Linda terdiam saat itu juga. Ia masuk ke dalam kamar dan mencoba menidurkan Dela yang terus saja menangis. Ah, berisik sekali anak itu. Dasar Linda nggak becus. Mendiamkan anak aja nggak bisa." Aku pergi ke depan rumah dan duduk di teras sambil memainkan ponselku.

"Loh, Mas Roby kok di luar? Itu saya dengar anaknya nangis loh, apa nggak ada yang jaga?" tanya Indah yang kebetulan baru pulang dengan suaminya. Astaga, dia cantik sekali.

"Oh, itu lagi diurusin Linda. Memang biasa, si Linda itu nggak becus jagain anak. Padahal setiap pulang kerja saya selalu bantu jagain."

"Ya ampun kasian banget ya Mas, si Dela. Oh ya, ini ada martabak. Kasih sama Dion dan Linda ya." Indah menyerahkan sekotak martabak kepadaku.

"Wah, makasih, ya Ndah, Adam."

Indah dan Adam, suaminya yang tampang pas-pasan itu mengangguk sembari melangkah masuk ke dalam rumahnya.

Aku membuka bungkusan itu dan langsung memakannya sampai habis. Masa bodo dengan Linda dan Dion. Mereka kan sudah makan dengan tempe dan tahu dari uangku. Setelah kenyang, aku pun masuk ke dalam.

Ku lihat Dela sudah tertidur. Di sampingnya ada Linda yang juga tertidur. Dengan penuh emosi, aku menariknya dari ranjang menuju luar kamar.

"Dasar istri nggak berguna! Bukannya cuci pakaian, malah tidur."

"Mas, aku capek. Nyucinya besok saja ya."

"Halah banyak alasan kamu. Dasar istri nggak becus!" Aku meninggalkan dirinya yang kini sedang menangis. Cih, dasar cengeng.

*****

Pukul dua belas malam, ku dengar tangisan Dela yang kencang. Aku terbangun dan mendapati Linda tidak ada di sampingku. Sedangkan Dion masih tertidur pulas. Aku keluar mencari Linda.

Samar-samar ku dengar suara orang sedang memberus pakaian di kamar mandi. Aku pun mendatanginya. "Ngapain kamu disini! Itu si Dela nangis. Diemin dong! Aku nggak bisa tidur."

Buru-buru Linda keluar menuju kamar dan menyusui Dela. Aku melihat pakaian yang berjumlah tiga ember besar. Sepertinya milik tetangga. Linda kan buruh cuci jika ada panggilan. Dasar istri tidak berguna, bisanya hanya menjadi buruh cuci saja.

*****

Keesokan harinya, aku dikejutkan dengan kedatangan Linda ke kantor. Aduh bikin malu saja. Dia datang dengan penampilannya yang seperti nenek lampir itu. Dia meminta uang untuk berobat Dela. Halah, itu hanya alasannya saja, bukan? Dia memang manja sekali.

Akhirnya aku memberinya uang senilai dua puluh ribu. Sebenarnya uangku masih banyak, tetapi aku tidak sudi memberikan kepadanya. Nanti kebiasaan dan manja.

Setelah itu dia pulang. Namun, sepulang aku bekerja, aku melihat dia sedang bersiap hendak pergi. Setelah aku tanya , ternyata dia mau bayar hutang dengan uang yang ia dapat dari klinik. Enak saja dia dapat uang sedangkan dia tidak bekerja. Dia hanya menjadi benalu di hidupku. Maka aku ambil uangnya lalu aku belikan sepatu yang mahal untuk menunjang penampilanku. Pintar kan aku.

Terpopuler

Comments

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

yg tak berguna tuh sebenernya kamu Roby bukan Linda...kan kamu seorang suami,trus kmu juga pekerja kantoran...sudah kewajiban kamu menafkahi istri dan anak kamu,apalagi anak kamu masih kecil-kecil


ih aku kok gregetan yah 🤭

2023-07-26

1

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Bukannya Linda yg tidak berguna,kamunya aja yg gak bersyukur memiliki istri seperti Linda...Linda istrimu juga pasti cantik klo di dandanin...hadeeehhhh Roby...Roby...😏😏😏

2023-07-26

0

Windarti08

Windarti08

sumpah bikin emosi baca cerita ini...
gimana kalo di Roby ini kita santet online aja. kalo depan mata gue gampar pake teplon tuh mulut sampah 😡😡😡

2023-02-02

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!