🌺POV AUTHOR🌺
"Kamu masih inget temenku yang pendiam kayak orang bodoh itu? Yang namanya Dimas." Roby meletakkan helmnya di lemari sambil terus berbicara kepada Linda yang tengah melipat pakaian di atas sofa kecil yang usang.
"Dimas? Ingat, Mas. Kenapa?"
"Dia ngundang kita ke rumahnya nanti malam. Aku mau kamu pakai baju yang paling bagus. Begitu juga dengan Dion dan Dela. Pakaikan mereka baju yang bagus. Terus bilangin Dion jangan bikin malu di rumah orang." Roby melangkah pergi menuju kamar. Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan baju yang berbeda namun begitu wangi dan rapi.
"Mas mau kemana?" tanya Linda.
"Bukan urusan kamu!" Roby pergi meninggalkan Linda yang terlihat biasa saja. Sikap Roby yang seperti itu memang sering ia terima.
Roby pergi dengan motor miliknya. Tanpa memperdulikan Dion yang terus menatapnya seakan ingin ikut namun tak berani meminta.
Setelah Roby pergi.
"Bu, kapan kita naik motol. Dion nggak pelnah naik motol. Dion pengen," rengek Dion.
Linda hanya bisa menahan air matanya agar tidak tumpah. "Sabar ya, Nak. Suatu hari nanti nanti pasti kamu bisa naik motor. Kita berempat pasti akan naik motor jalan-jalan keliling kampung," ujarnya.
"Sekarang ayo kita siap-siap. Nanti malam kita mau ke rumah tetangga." Linda mengajak Dion agar ikut mandi ke belakang. Sedangkan Dela yang masih tidur akan dimandikan saat ia bangun.
Roby melajukan motornya menembus jalanan yang telah ramai pengendara karena hari semakin sore. Ia berhenti di sebuah rumah yang untuk akses masuknya saja harus melewati beberapa gang.
Pelan Roby mengetuk pintu rumah itu hingga keluar lah seorang wanita yang sangat cantik dan seksi.
"Sayang, aku kangen." Wanita itu langsung menarik Roby ke dalam rumah lalu memeluknya.
"Maaf, ya sayang. Mas kemarin nggak sempat ngunjungin kamu." Roby mengusap pelan pipi wanita itu.
"Mas, kapan kamu akan menceraikan si Linda dan menikah denganku," rengek wanita itu.
"Sabar ya, sayang. Mas belum nemu waktu yang pas."
"Tapi aku pengen banget jadi istri kamu. Kamu inget 'kan kata papa aku. Kalau kamu mau nikahin aku, dia akan bantu kamu jadi manager di perusahaan tempat kamu kerja. Papaku 'kan orang dalam, dia pasti bisa membuat kamu naik jabatan dan kita akan hidup bahagia, Mas."
"Yulia, kamu sabar ya, sayang. Mas bisa aja menceraikan dia. Tapi Mas belum menemukan alasannya. Dia belum punya kesalahan sama Mas."
"Terus gimana dong, Mas." Yulia menyilangkan tangannya di dada diikuti wajahnya yang cemberut.
"Mas akan cari cara." Roby mengelus kepala Yulia dan mencium keningnya. Tampaknya ia sangat mencintai wanita itu. Caranya memperlakukan Yulia sangat baik, berbeda dengan Linda.
"Ya udah, tapi Mas janji, ya. Bakalan secepatnya menceraikan Linda. Biarin aja dia luntang-lantung di jalanan sama anaknya. Siapa suruh dulu dia rebut kamu dari aku." Yulia masih ingat saat ia mati-matian mengejar Roby, namun ia kalah saing dengan Linda sang primadona kampus. Dulu Yulia tak secantik sekarang sehingga Roby lebih memilih Linda.
Namun, sejak pertemuan mereka beberapa bulan lalu, Roby tertarik dengan Yulia karena penampilannya yang jauh lebih cantik dari Linda yang sekarang seperti nenek-nenek.
"Ya udah, Mas pulang dulu, ya. Mas ada janji mau ke rumah Dimas. Sekarang kita tetanggaan."
"Hah? Dimas yang culun itu 'kan Mas. Yang dulu sering kamu suruh-suruh!"
"Iya."
"Jadi dia sekarang tetanggaan sama kamu?"
"Iya, makanya aku harus pulang sekarang."
"Ya udah kamu hati-hati, ya. Jangan lupa. Besok minggu, kita jalan-jalan."
"Iya, sayang. Aku pulang ya." Roby mencium kening Yulia lalu pulang ke rumahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Desyi Alawiyah
oooohhhh jadi Roby punya selingkuhan...🤔🤔🤔
2023-07-27
1
Ayas Waty
yaeelaah ternyata punya simpanan ta
2023-01-24
0
Lie naa
walah* ternyata diem" punya simpanan.....dasar laki gk tau diri
2023-01-24
0