Ibu Fatir sedang berada di dapur dan lagi menyiapkan bahan bahan untuk masakan persiapan makan nanti malam
"IBUUUUU" Teriak Fatir dari luar rumahnya tergesa-gesa.
Ibu Fatir pun kaget dan beranjak dari tempat duduknya dan segera meninggalkan kerjaannya di dapur setelah mendengar teriakan anaknya itu
Kemudian ibunya Fatir pun berkata "ada apa Fatir apa yang terjadi padamu hingga harus berteriak seperti itu" Ucap ibunya khawatir
"Ayah bu ayah" Ucap Fatir sambil mata berkaca - kaca pada ibunya
"Kenapa dengan ayahmu nak? Dia tidak apa-apa kan? Bukan kabar buruk kan nak yang ingin kau sampaikan pada ibu tentang ayahmu? " Ucap ibunya dengan mata berkaca kaca menahan tangis
"Ayah selamat bu, kini ayah telah melarikan diri dari sanderaan pasukan bambu kuning bu, dan ayah sekarang sedang berada di persembunyian nya di dalam hutan bersama seorang temannya bu" Ucap Fatir haru sambil memegang tangan ibunya.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah terimakasih ya Allah" Ucap ibu Fatir sambil menghela nafas panjang mendengar kabar tentang suaminya itu dan tak terasa air matanya membasahi wajahnya karena terharu bahagia mengetahui keberadaan suaminya yang saat ini masih hidup.
"Aku akan menemukan ayah bu dan akan membawanya bersama kita disini bu dan ibu jangan bersedih lagi" Ucap Fatir meyakinkan ibunya bahwa ia telah siap untuk menyelamat ayahnya.
"Benarkah itu Fatir? Apakah kau sudah mengetahui tempat ayah mu bersembunyi dimana nak?" Tanya ibu Fatir penasaran kepada fatir
"Ayah pernah memberi tahukan kepadaku tempat persembunyian nya padaku saat ayah bercerita di malam hari sebelum aku tidur bu, insya Allah aku akan menemukan tempat ayah bersembunyi dari pasukan bambu kuning bu, ibu doakan aku agar nanti dimudahkan menemukan dan membawa ayah kesini bu untuk berkumpul bersama sama kita kembali lagi" Ucap Fatir menatap ibunya dengan penuh keyakinan meskipun nafasnya masih terengah-engah karena berlari.
"Baiklah nak, ibu akan selalu mendoakan keselamatan atasmu dan doa yang terbaik untukmu juga ayahmu disana, semoga Allah selalu melindungimu dan ayahmu dari segala marabahaya yang akan menimpa kalian nak, semoga engkau dan ayah kembali kesini dengan selamat nak" Ucap ibu Fatir mendoakan nya dengan penuh haru sambil mengusap air matanya yang tak sanggup ia tahan.
Tak berapa lama datanglah kakek amin dan Sinta yang menyusul Fatir, kakek amin dan Sinta yang melihat Fatir dan ibunya yang sedang bercerita tentang keadaan ayahnya pun hanya memandangi mereka berdua.
Karena mereka tidak ingin merusak momen kebahagiaan mereka saat ini yang baru mengetahui beradaan ayahnya.
"Fatir, kemarilah" Ucap kakek amin berkata lembut memanggil Fatir yang masih bersama ibunya.
"Iya kek ada apa memanggilku" Ucap Fatir sambil mendekati kakek amin
"Kakek telah berkata kepadamu bahwa waktu kita semakin menipis yaitu kita harus segera melakukan dua hal secara bersamaan, karena kalau terlambat bisa berbahaya diantara keduanya, pertama kita harus segera menemukan keberadaan ayahmu agar dapat segera diselamatkan, kemudian yang kedua kita juga harus segera ke pondok pesantren al amin agar memberitahu rencana pembakaran pondok pesantren al amin agar dapat di cegah, kita akan sangat memerlukan kekuatan penuh mata elangmu Fatir agar bisa menyelamatkan keduanya" Ucap kakek amin kepada Fatir serius.
"Baik kek, insya Allah aku akan berusaha semampu dan sekuat ku kek agar bisa menyelesaikan kedua masalah ini" Ucap Fatir
Mereka pun berencana untuk segera mencari dan menemukan ayah mereka setelah mereka selesai menyiapkan perbekalan untuk berangkat.
Sinta diperintahkan kakek amin untuk menjaga ibu Fatir dirumah dan jangan pergi kemana mana kalau tidak mendesak.
Karena saat ini keadaan sedang genting maka jangan pernah mengurangi kewaspadaan terhadap sekitar begitulah yang dikatakan kakek amin kepada Sinta dan ibu Fatir
Setelah mereka selesai bersiap menyiapkan segala perbekalan yang harus mereka bawa untuk berangkat.
Mereka pun berpamitan dan mengucapkan salam kepada Sinta dan ibu Fatir untuk keberangkatan dan mereka pun memohon doa agar perjalanan yang mereka lakukan selalu dalam lindungan Allah Ta'ala.
Kemudian mereka berdua yaitu kakek amin dan Fatir bersiap menaiki perahu untuk menyeberangi sungai dan mereka pun saling melambaikan tangan mereka sebagai bentuk doa kepada mereka masing - masing.
perlahan perahu mereka pun menjauh dari pandangan Sinta dan ibunya.
"kek, apakah mereka akan baik baik saja kita tinggal kan mereka berdua kek?" ucap Fatir khawatir
"tenang saja insya Allah mereka berdua akan baik baik saja" ucap kakek menenangkan Fatir agar tidak berpikiran yang macam-macam tentang Sinta dan ibunya.
"fokuslah kepada tujuan kita saat ini, bahwa kita akan mencari dan menemukan ayahmu serta menyelamatkannya" ucap kakek mengingatkan Fatir tentang tujuan mereka berangkat
"iya kek aku mengerti, aku hanya diliputi rasa takut didalam hatiku meninggalkan ibuku dan Sinta berdua di sana kek" ucap Fatir tertunduk
"sesungguhnya keragu-raguan dihati itu datangnya dari syetan karena itu pegang lah dadamu dan memohon lah perlindungan kepada Allah agar syetan menghilangkan keragu-raguan itu didalam hatimu" ucap kakek kepada Fatir menasihati tentang keraguan yang ada di hati Fatir saat ini.
"iya kek aku akan melakukan yang kakek perintah kan" ucap Fatir sambil memegang dadanya dan sambil memejamkan matanya.
kemudian didalam penglihatannya ia melihat sesosok bayangan hitam itu lagi berada di depannya dan terus menatapnya.
kemudian Fatir pun terus mengucapkan dzikir dan sambil terus memegang dadanya dan ternyata sosok bayangan hitam itu terbakar dan berteriak sejadi-jadinya kemudian ia berkata "Aaaaarrgh lagi lagi aku harus terbakar dibuatnya, padahal ia sudah hampir terjatuh pada jurang keragu-raguan yang aku selalu bisikan dihatinya namun ternyata dia lebih kuat dari perkiraan ku untuk keluar dari keragu-raguan nya itu, Aaaaargggh panassss" teriak sosok bayangan hitam itu hingga berubah menjadi sebuah asap yang perlahan - lahan menghilang dari pandangan Fatir.
Fatir pun terkaget dan membuka matanya, dengan tangan yang masih menempel di dadanya, ia pun menyampaikan kepada kakek ternyata benar selama ini yang membuatnya terus menerus dihantui rasa keragu-raguan itu ternyata ulah dari syetan yang tidak henti - hentinya membisikkan di dalam hatinya agar ia terjebak di dalam rasa keragu-raguan dan jurang ke putus asaan di dalam hati Fatir selama ini.
"sungguh tipu daya syetan itu tidak akan berhenti begitu saja bahkan dia akan terus - menerus membisikkan hal - hal yang akan membuat kita semua jauh dari mengingat Allah" ucap kakek yang kembali menasihati Fatir yang saat ini telah tersadar dari tipu daya syetan yang terus menggodanya untuk terus berada pada keragu-raguan itu.
"benar kata kakek, hati yang dipenuhi rasa kekhawatiran berlebih ternyata dapat menjadi target syetan dalam menyesatkan hati manusia untuk tenggelam pada rasa khawatirnya itu sehingga ia tidak merasa memiliki Tuhan yang mampu menghilangkan rasa kekhawatiran nya itu, dan dia akan melupakan Tuhan sebagai penolong dari rasa khawatir nya itu, maka disitulah letaknya syetan mampu membuat hatinya terjebak pada kegelisahan hati seperti yang aku alami kek" ucap Fatir membenarkan perkataan kakek.
"karena itu memohon lah perlindungan kepada Allah terus menerus agar hati kita selalu dikuatkan dan tidak mudah diseret syetan kedalam hal hal yang menjauhkan kita dari mengingat Allah" ucap kakek kepada Fatir
"iya kek aku sekarang mengerti" ucap Fatir sambil menganggukkan kepalanya.
tak berapa lama mereka berdua kini hampir sampai diseberang dengan perahu itu dan mereka akan menuju tepian hutan untuk singgah dan melanjutkan perjalanan mereka untuk menemukan ayahnya Fatir yang saat ini sedang bersembunyi bersama temannya jaka.
episode 20
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments