Saat ini ayah Fatir dan jaka sahabatnya tengah berhasil melarikan diri dari tempat pasukan bambu kuning dan kini mereka bersembunyi di dalam sebuah gua yang menjadi tempat rahasia ayah Fatir sewaktu sering berburu di hutan dan hanya dialah yang mengetahui tempat itu yang berada dibawah tanah yang tersembunyi.
Mereka berdua pun berhasil melarikan diri di saat semua orang pasukan bambu kuning terfokus pada rencana penyerangan pondok pesantren al amin yang di waktu sebelumnya yang berakhir pada kegagalan itu.
Mereka berhasil melarikan diri karena memanfaatkan kelengahan para penjaga pasukan bambu kuning yang sebagian besar ditugaskan oleh ketua harimau hitam untuk membantu penyerangan ke pondok pesantren al amin itu.
Hingga pada akhirnya penjagaan yang berkurang pengawasannya itu dimanfaatkan oleh ayah Fatir dan jaka untuk mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dengan bersembunyi dibawah kereta kuda yang membawa peralatan di bagian paling belakang rombongan pasukan bambu kuning untuk menyerang ke pondok pesantren al amin sebelumnya meskipun jaka harus tetap menahan rasa sakit yang ia alami hingga mereka benar benar berhasil melarikan diri dari pasukan bambu kuning.
"Syam, berapa lama kita harus bersembunyi dibawah kereta kuda ini" Ucap jaka berbisik kepada syam
"Tidak terlalu lama, kita hanya akan bersembunyi hingga sampai ke sisi hutan yang terdapat semak semak dan pohon besar yang menjadi penanda bahwa itu telah mendekati tempat gua persembunyian ku" Ucap syam kepada jaka penuh yakin.
"Baiklah syam, aku akan mengikutimu, sssttthh" Ucap jaka kepada syam sambil menahan rasa sakitnya.
"Bertahanlah jaka sebentar lagi kita akan terbebas dari para pasukan bambu kuning yang tidak bermoral ini" Ucap syam kepada jaka menguatkannya agar jaka bisa bertahan lebih lama untuk rencana pelarian mereka berdua ini hingga mereka sampai di tempat yang direncanakan syam.
Setelah mereka sudah berada di posisi hutan yang ayah Fatir rencanakan, maka mereka berdua langsung menjatuhkan diri ke tepi semak semak yang ada di hutan itu dan pasukan bambu kuning pun tidak ada yang menyadari pelarian mereka berdua karena pada dasarnya mereka bersembunyi di bagian kereta kuda paling belakang yang luput dari perhatian para pasukan bambu kuning yang sedang fokus untuk menyerang pondok pesantren al amin saja.
Kemudian ayah Fatir memapah jaka yang masih terluka sekuat mungkin membawa mereka berdua bersembunyi ditempat rahasia ayah jaka itu yakni gua yang saat ini mereka gunakan untuk bersembunyi dari para pasukan bambu kuning itu.
Kini mereka berdua sudah bisa sedikit bernafas lega karena sudah terhindar dari siksaan perbudakan oleh pasukan bambu kuning terhadap mereka, meskipun para penduduk desa yang lain masih tetap dipaksa untuk terus bekerja seperti binatang oleh pasukan bambu kuning.
"Alhamdulillah akhirnya kita berdua bisa terbebas dari pasukan bambu kuning sementara ini jaka" Ucap ayah Fatir kepada jaka sambil menyeka keringat yang ada di dahinya karena kelelahan dari pelarian mereka berdua
"Benar syam, Alhamdulillah setidaknya kita sudah tidak di suruh bekerja paksa lagi untuk mereka para penjahat kejam yang tak tahu belas kasihan itu" Ucap jaka sedikit kesal karena masih teringat siksaan para anggota pasukan bambu kuning terhadapnya yang membuatnya luka luka seperti sekarang ini.
"Kita akan bermalam disini dulu beberapa hari jaka hingga sakitmu sembuh kembali, dikarenakan kalau kita melanjutkan perjalanan dengan kondisimu seperti sekarang ini aku takut kita tidak bisa berlari lebih jauh lagi dari mereka dan mungkin kita berdua akan tertangkap lagi dan bisa mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat lagi nantinya" Ucap ayah Fatir kepada jaka tentang rencananya.
"Aku setuju denganmu syam, aku akan menurutimu karena aku juga sudah tidak memiliki tenaga lagi saat ini dikarenakan badan ku yang memang masih penuh luka ini, Terima kasih syam telah membantu ku melarikan diri dari sini, padahal sebelumnya akulah yang berniat membantumu melarikan diri tapi sekarang malah akulah yang merepotkan mu dalam pelarian ini hingga harus merawatku seperti sekarang ini" Ucap jaka tertunduk merasa bersalah karena menjadi beban ayah Fatir.
"Sudahlah jaka, aku tidak pernah menganggap dirimu sebagai beban atas pelarian ini, justru aku bersyukur karena berkat kamu lah aku jadi memiliki semangat lagi untuk hidup dan menemukan keluargaku lagi disaat keputusan asaan tengah melandaku di sana kemarin, dan aku juga sangat senang sekali karena telah memiliki teman sepertimu karena itulah aku tidak akan pernah meninggalkan mu di sana meskipun aku harus mengorbankan nyawaku juga untuk menyelamatkanmu juga bersamaku" Ucap ayah Fatir menyemangati jaka.
"Kamu memang orang baik syam, aku tidak salah telah mempercayai mu, sungguh kau menjadi malaikat penyelamat bagiku syam, aku sangat berterima kasih padamu syam" Ucap jaka penuh haru kepada ayah Fatir yang telah membawanya melarikan diri sejauh ini dari cengkeraman pasukan bambu kuning yang telah membawa petaka bagi mereka semua.
"Berterima kasihlah kepada Tuhan jaka, karena sesungguhnya kita bisa berhasil melarikan diri saat ini itu semua berkat Tuhan yang telah menolong kita berdua hingga selamat saat ini, tiada yang bisa menolong kita berdua hingga sampai ketempat ini selain Allah Ta'ala yang memberikan perlindungan kepada hambanya yang memohon pertolongan kepada-NYA" Ucap ayah Fatir kepada jaka yang masih diliputi rasa haru dalam hatinya.
"Benar sekali syam, Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah karena telah menyelamatkan kami berdua dari kejahatan orang-orang yang berbuat jahat kepada kami, lindungi lah kami selalu agar selalu berada dalam keselamatan. Amiin Allahumma Amiin" Ucap jaka sambil menengadah kan tangannya dan menghadap ke langit sambil meneteskan air mata.
Hal itu pun disaksikan oleh ayah Fatir yang juga ikut terharu karena kata kata jaka yang menyentuh hatinya.
Kemudian mereka berdua pun bersalaman dan saling bertatapan penuh haru atas keberhasilan mereka berdua yang saat ini membuat mereka bisa bernafas lega dari sebelumnya dan mereka pun berencana beristirahat karena kelelahan yang sangat mereka rasakan dari hari - hari sebelumnya dibawah siksaan pasukan bambu kuning sebelumnya yang membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak.
Namun baru saja mereka hendak beristirahat terdengar suara samar - samar dari luar gua tempat mereka bersembunyi seperti ada suara langkah kaki.
mereka berdua pun tidak jadi tidur bahkan mereka terlihat gugup dan takut kalau - kalau persembunyian mereka diketahui oleh pasukan bambu kuning
"syam apakah tempat ini telah diketahui mereka?" tanya jaka kepada syam dengan berbisik
"tidak mungkin jaka, tidak pernah ada yang tahu tempat ini dan gua ini pun tampak dari depan tidak seperti sebuah tempat dan mustahil mereka mengetahui nya" ucap syam dengan mengernyitkan dahinya.
syam pun melangkahkan kaki nya dan mencoba mengintip dari balik gua tempat ia bersembunyi dan ternyata itu hanyalah seekor kambing hutan yang memakan rumput yang tumbuh di depan gua mereka.
"AAAH, hampir saja aku kaget, ku pikir kita telah ketahuan, ternyata itu hanya seekor kambing hutan yang kelaparan" ucap syam terkekeh kepada jaka
jaka pun tertawa tanpa suara sambil menutup mulutnya dikarenakan mengetahui hal itu.
mereka berdua pun akhirnya kembali melanjutkan rencana istirahat mereka yang sempat tertunda tadi
tak beberapa lama hujan deras pun turun di tempat mereka dan hal itu membuat mereka tampak lebih mudah untuk beristirahat.
namun mereka berdua tidak sadar ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang memandang mereka dari dalam gua mereka bersembunyi.
episode 17
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments