Keesokan harinya ketika memasuki waktu subuh. Kakek amin membangunkan fatir untuk berangkat ke Masjid di ujung jalan rumah kakek. Agar sama sama melaksanakan sholat subuh berjamaah di sana.
Fatir pun bersegera bangun dan bangkit dari tidurnya dan segera mengambil air wudhu. Ketika fatir selesai berwudhu dan kembali ke Kamar untuk mengambil sajadah. ternyata di atas tempat tidur itu telah siap pakaian putih , peci , sajadah dan sarung yang di sediakan kakek untuk dirinya kenakan ke Masjid.
Fatir pun berkata "ini pakaian siapa kek,?".
Kakek pun menjawab "itu pakaian cucu kakek, dia sekarang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren yang sama dengan yang kakek ceritakan kemarin malam".
Fatir pun berucap "ternyata kakek punya cucu? Berapa tahun umurnya kek?" Tanya fatir penasaran.
Kakek pun dengan cepat menjawab "sudahlah nanti kakek ceritakan fatir, Yang pasti segeralah pakai pakaian itu agar kita bisa segera berangkat ke Masjid, Kalau semakin lama nanti kita bisa terlambat" ucap kakek kepada fatir.
Fatir pun langsung mengambil pakaian itu dan segera memakainya sembari berucap "iya kek segera ku pakai" Ucap fatir cepat.
Tak berapa lama fatir pun telah siap dan mereka berdua pun segera berjalan kaki menuju Masjid dan memenuhi panggilan adzan yang di kumandangkan tak berapa lama setelah mereka keluar dari rumah kakek amin.
Sekitar setengah jam berlalu mereka baru pulang dari masjid dan di tengah jalan fatir melihat seperti ada yang memperhatikan mereka.
Kemudian fatir menengok kearah atas pohon ternyata ada elang sang malaikat dengan matanya yang berwarna coklat ke emasan dan bersinar memandang kearah fatir di kegelapan waktu subuh itu.
Lantas saja fatir berkata "KEK, ADA ELANG SANG MALAIKAT MEMANDANG KU DI ATAS POHON" sambil fatir menepuk badan kakek.
Kemudian ketika kakek memandang keatas. Kakek pun tidak melihat apa apa kecuali hanyalah dahan pohon kosong saja.
Kakek pun berkata "Tidak ada apa apa di atas sana fatir, Mungkin engkau hanya terlalu kelelahan karena tadi malam hanya tidur sebentar".
Tapi fatir masih merasa bahwa yang di lihatnya tadi adalah memang benar elang sang malaikat.
Sambil berjalan pulang menuju rumah kakek fatir pun masih dalam keadaan bingung apa sebenarnya yang di lihatnya tadi.
Apakah memang benar elang sang malaikat ataukah bukan.
Fatir pun terus bergumam dalam hatinya.
Ketika mulai terbit matahari. Maka fatir telah bersiap untuk pulang ke rumahnya dengan di antarkan oleh kakek amin menyeberangi sungai.
Fatir dan kakek amin telah bersiap menuju sungai dan menaiki perahu kakek amin yang biasanya di gunakan untuk membawa kayu.
Fatir pun berkata "terima kasih ya kek telah banyak menolongku dan juga merawat ku di tempat kakek, Aku pasti akan merindukan kakek nantinya" ucap fatir dengan mata berkaca kaca.
Sambil kakek menaiki perahu dan mulai mendorong perahu sambil mengayuh menjauh dari daratan kakek pun berkata "iya fatir sama sama Sesama manusia harus saling tolong menolong, Kakek pun juga akan merindukan kamu fatir Karena kakek akan tinggal sendirian lagi di rumah setelah kamu pulang ke rumah mu lagi, Tapi bila ada waktu nanti lain kali jangan lupa datang lah untuk main main ke tempat kakek lagi." Ucap kakek menahan sedih.
Fatir pun memahami pula perasaan kakek yang juga tinggal sendirian. Kemudian fatir teringat bahwa kakek punya cucu.
Kemudian fatir bertanya "iya kek aku pasti akan main main ke tempat kakek lagi nanti kek, Oh iya kakek kan tadi sebelum subuh bilang kalau kakek itu punya cucu dan kakek belum menjawab pertanyaan ku kek.
Siapa nama cucu kakek itu dan berapa umurnya kek apakah seumuran dengan ku?" Ucap fatir penasaran.
Kakek pun menjawab "Amin semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu lagi nantinya fatir, kamu masih penasaran dengan cucu kakek rupanya, Cucu kakek bernama Guntur & Ayahnya adalah anak kakek yaitu musthofa Al amin yang sudah meninggal setelah Guntur dilahirkan akibat sakit yang di deritanya, Ibunya pun meninggal ketika melahirkan guntur disebabkan kehabisan banyak darah saat itu, Guntur sekarang menjadi anak yatim piatu dan sekarang masih menyelesaikan belajarnya di pondok pesantren al amin tempat kakek belajar dahulu juga" lanjut kakek
"Guntur lah satu satu nya keluarga kakek yang tersisa dan harapan kakek pula, Begitu bertemu dengan mu fatir, maka kakek langsung teringat guntur karena guntur seumuran dengan mu mungkin dia juga sudah sebesar kamu sekarang ini fatir" kakek meneruskan
"Katanya guntur mau menemui kakek tidak lama lagi tapi kakek masih menunggu kabarnya semoga benar kabar yang kakek dengar itu, Karena kakek sudah rindu pula padanya" ucap kakek sambil meneteskan air mata.
Fatir pun berkata "Ternyata guntur namanya kek, Aku penasaran bagaimana guntur itu mungkin lain kali nanti aku ingin menemuinya ketika dia sudah pulang bersama kakek, Insya Allah kakek pasti berjumpa dengan guntur aku yakin kek." Ucap fatir menyemangati kakek.
Kakek pun menyeka air mata nya dan tak terasa mereka berdua telah sampai di tepi sungai seberang tempat rumah fatir.
Fatir pun turun dari perahu kemudian fatir berkata "Terima kasih kek telah mengantarkan ku, Akan selalu ku ingat budi baik kakek padaku, Oh iya apakah kakek mau singgah ke rumah ku sebentar agar ku kenalkan dengan kedua orang tuaku kek? Mereka pasti sangat gembira kek." Ucap fatir menawarkan.
Kakek pun menjawab "tak usah fatir kakek masih ada urusan lagi untuk mencari kayu lagi, Oh iya ini kakek ada sesuatu buatmu" sambil menyodorkan bungkusan hitam dan kakek pun melanjutkan perkataannya "ini buatmu dan jangan kau buka kecuali hanya pada saat kondisi terdesak saja."
"Ingat pesan kakek baik baik, Jikalau ada sesuatu temui saja kakek di rumah, Insya Allah jika Allah mengizinkan kakek pasti akan membantumu." Ucap kakek.
Fatir pun dengan gembira menerima hadiah kakek amin dan berkata "lagi lagi terimakasih banyak kek. Aku telah banyak merepotkan kakek, Terima kasih kek akan selalu ku ingat pesan kakek kepadaku tentang hal ini" sambil menunjuk bungkusan hitam itu.
Kakek pun berkata "baiklah sepertinya kau sudah tidak sabar bertemu orang tuamu, Semoga mereka dalam keadaan baik baik saja, Kalau begitu kakek pamit ya fatir jaga diri baik baik, Assalamu alaikum" ucap kakek sambil melambaikan tangan dan mendorong perahu kembali ke sungai.
Fatir pun berkata "hati hati juga kek, jaga kesehatannya, Walaikumsalam kek" ucap fatir sambil melambaikan tangan pula.
Dengan perasaan senang fatir pun berjalan menuju rumahnya. Karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang tuanya. Ketika ia berjalan memasuki desa tempat tinggalnya.
Fatir pun merasa seperti ada hal yang aneh. Terus fatir berjalan pelan di desanya ia melihat rumah rumah tertutup rapat. Dan tak ada seorang pun yang terlihat berjalan di luaran. Fatir pun mulai curiga seperti ada sesuatu yang telah terjadi di desa tempat tinggalnya ini.
Semakin cepatlah ia berjalan menuju rumahnya. Ketika sudah berada didepan rumahnya. Ia mendapati rumahnya tertutup rapat pula seperti tidak ada penghuninya. Fatir pun mulai khawatir apakah gerangan yang menimpa kedua orang tua nya. Fatir mencoba mengetuk pintu rumahnya namun tak ada jawaban.
Ia mencoba melalui pintu belakang rumahnya juga tak ada jawaban. Lantas ia mencoba memaksa masuk melalui pintu belakang dan mendobrak nya. "GUBRAAAAAK" begitu lah suara pintu yang di paksa fatir untuk membukanya. Ketika ia masuk di dalam rumah masih tak terlihat ada orang.
Perlahan fatir berjalan dan berkata "Ibuuu, ayaaah" berkali kali iya ucapkan masih tak ada jawaban. Ketika ia memasuki kamar orang tuanya di dalamnya pun masih sepi tak ada suara. Ketika itu terdengar suara "Kretekkkk" dari bawah tempat tidur.
Fatir pun memberanikan diri untuk mencoba mendekat. Perlahan ia mendekatinya dan ketika di bukanya ternyata itu adalah ibunya fatir yang berada didalam sebuah kotak kayu dibawah tempat tidur. Fatir pun langsung menangis dan memeluk ibunya.
Ibunya pun memeluk fatir yang sudah begitu lama merindukannya hingga sakit sakitan.
Dengan perasaan terkejut dan sedih Fatir pun berkata "ibuuuu, apa yang terjadi ibu, kenapa ibu bisa berada di bawah sini bu, di mana ayah bu? Aku tidak melihat ayah." Ucap fatir.
Ibunya pun menangis dan berkata "sejak dirimu menghilang hari itu, tak berapa lama datanglah rombongan penjahat memasuki desa kita dan menangkap semua laki laki yang berada di desa ini. Mereka mengenakan penutup wajah dan menamakan diri mereka sebagai Kelompok Bambu Kuning".
"Mereka menjadikan semua laki laki sebagai budak untuk melayani mereka. Sebelum para penjahat itu datang ke rumah kita. Ayahmu menyembunyikan ibu di dalam kotak kayu karena ayah takut ibu di apa apakan oleh mereka. Setelah mereka menangkap ayah mu tadi malam mereka pun langsung membawa ayahmu ke tempat orang orang di jadikan budak di sana." Ucap ibunya melanjutkan sambil menangis.
Episode 3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus....
2023-07-06
1
Nikmah
maaf thor. setelah tanda petik 2. jangan letakin tanda baca lagi.
tanda baca letakin setelah percakapan, baru tanda petik.
"Aku padamu," ucapnya
semangat😍😍😍
2023-03-08
0