Episode 3 "Awal Mula Bencana"

Keesokan harinya ketika memasuki waktu subuh. Kakek amin membangunkan fatir untuk berangkat ke Masjid di ujung jalan rumah kakek. Agar sama sama melaksanakan sholat subuh berjamaah di sana.

Fatir pun bersegera bangun dan bangkit dari tidurnya dan segera mengambil air wudhu. Ketika fatir selesai berwudhu dan kembali ke Kamar untuk mengambil sajadah. ternyata di atas tempat tidur itu telah siap pakaian putih , peci , sajadah dan sarung yang di sediakan kakek untuk dirinya kenakan ke Masjid.

Fatir pun berkata "ini pakaian siapa kek,?".

Kakek pun menjawab "itu pakaian cucu kakek, dia sekarang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren yang sama dengan yang kakek ceritakan kemarin malam".

Fatir pun berucap "ternyata kakek punya cucu? Berapa tahun umurnya kek?" Tanya fatir penasaran.

Kakek pun dengan cepat menjawab "sudahlah nanti kakek ceritakan fatir, Yang pasti segeralah pakai pakaian itu agar kita bisa segera berangkat ke Masjid, Kalau semakin lama nanti kita bisa terlambat" ucap kakek kepada fatir.

Fatir pun langsung mengambil pakaian itu dan segera memakainya sembari berucap "iya kek segera ku pakai" Ucap fatir cepat.

Tak berapa lama fatir pun telah siap dan mereka berdua pun segera berjalan kaki menuju Masjid dan memenuhi panggilan adzan yang di kumandangkan tak berapa lama setelah mereka keluar dari rumah kakek amin.

Sekitar setengah jam berlalu mereka baru pulang dari masjid dan di tengah jalan fatir melihat seperti ada yang memperhatikan mereka.

Kemudian fatir menengok kearah atas pohon ternyata ada elang sang malaikat dengan matanya yang berwarna coklat ke emasan dan bersinar memandang kearah fatir di kegelapan waktu subuh itu.

Lantas saja fatir berkata "KEK, ADA ELANG SANG MALAIKAT MEMANDANG KU DI ATAS POHON" sambil fatir menepuk badan kakek.

Kemudian ketika kakek memandang keatas. Kakek pun tidak melihat apa apa kecuali hanyalah dahan pohon kosong saja.

Kakek pun berkata "Tidak ada apa apa di atas sana fatir, Mungkin engkau hanya terlalu kelelahan karena tadi malam hanya tidur sebentar".

Tapi fatir masih merasa bahwa yang di lihatnya tadi adalah memang benar elang sang malaikat.

Sambil berjalan pulang menuju rumah kakek fatir pun masih dalam keadaan bingung apa sebenarnya yang di lihatnya tadi.

Apakah memang benar elang sang malaikat ataukah bukan.

Fatir pun terus bergumam dalam hatinya.

Ketika mulai terbit matahari. Maka fatir telah bersiap untuk pulang ke rumahnya dengan di antarkan oleh kakek amin menyeberangi sungai.

Fatir dan kakek amin telah bersiap menuju sungai dan menaiki perahu kakek amin yang biasanya di gunakan untuk membawa kayu.

Fatir pun berkata "terima kasih ya kek telah banyak menolongku dan juga merawat ku di tempat kakek, Aku pasti akan merindukan kakek nantinya" ucap fatir dengan mata berkaca kaca.

Sambil kakek menaiki perahu dan mulai mendorong perahu sambil mengayuh menjauh dari daratan kakek pun berkata "iya fatir sama sama Sesama manusia harus saling tolong menolong, Kakek pun juga akan merindukan kamu fatir Karena kakek akan tinggal sendirian lagi di rumah setelah kamu pulang ke rumah mu lagi, Tapi bila ada waktu nanti lain kali jangan lupa datang lah untuk main main ke tempat kakek lagi." Ucap kakek menahan sedih.

Fatir pun memahami pula perasaan kakek yang juga tinggal sendirian. Kemudian fatir teringat bahwa kakek punya cucu.

Kemudian fatir bertanya "iya kek aku pasti akan main main ke tempat kakek lagi nanti kek, Oh iya kakek kan tadi sebelum subuh bilang kalau kakek itu punya cucu dan kakek belum menjawab pertanyaan ku kek.

Siapa nama cucu kakek itu dan berapa umurnya kek apakah seumuran dengan ku?" Ucap fatir penasaran.

Kakek pun menjawab "Amin semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu lagi nantinya fatir, kamu masih penasaran dengan cucu kakek rupanya, Cucu kakek bernama Guntur & Ayahnya adalah anak kakek yaitu musthofa Al amin yang sudah meninggal setelah Guntur dilahirkan akibat sakit yang di deritanya, Ibunya pun meninggal ketika melahirkan guntur disebabkan kehabisan banyak darah saat itu, Guntur sekarang menjadi anak yatim piatu dan sekarang masih menyelesaikan belajarnya di pondok pesantren al amin tempat kakek belajar dahulu juga" lanjut kakek

"Guntur lah satu satu nya keluarga kakek yang tersisa dan harapan kakek pula, Begitu bertemu dengan mu fatir, maka kakek langsung teringat guntur karena guntur seumuran dengan mu mungkin dia juga sudah sebesar kamu sekarang ini fatir" kakek meneruskan

"Katanya guntur mau menemui kakek tidak lama lagi tapi kakek masih menunggu kabarnya semoga benar kabar yang kakek dengar itu, Karena kakek sudah rindu pula padanya" ucap kakek sambil meneteskan air mata.

Fatir pun berkata "Ternyata guntur namanya kek, Aku penasaran bagaimana guntur itu mungkin lain kali nanti aku ingin menemuinya ketika dia sudah pulang bersama kakek, Insya Allah kakek pasti berjumpa dengan guntur aku yakin kek." Ucap fatir menyemangati kakek.

Kakek pun menyeka air mata nya dan tak terasa mereka berdua telah sampai di tepi sungai seberang tempat rumah fatir.

Fatir pun turun dari perahu kemudian fatir berkata "Terima kasih kek telah mengantarkan ku, Akan selalu ku ingat budi baik kakek padaku, Oh iya apakah kakek mau singgah ke rumah ku sebentar agar ku kenalkan dengan kedua orang tuaku kek? Mereka pasti sangat gembira kek." Ucap fatir menawarkan.

Kakek pun menjawab "tak usah fatir kakek masih ada urusan lagi untuk mencari kayu lagi, Oh iya ini kakek ada sesuatu buatmu" sambil menyodorkan bungkusan hitam dan kakek pun melanjutkan perkataannya "ini buatmu dan jangan kau buka kecuali hanya pada saat kondisi terdesak saja."

"Ingat pesan kakek baik baik, Jikalau ada sesuatu temui saja kakek di rumah, Insya Allah jika Allah mengizinkan kakek pasti akan membantumu." Ucap kakek.

Fatir pun dengan gembira menerima hadiah kakek amin dan berkata "lagi lagi terimakasih banyak kek. Aku telah banyak merepotkan kakek, Terima kasih kek akan selalu ku ingat pesan kakek kepadaku tentang hal ini" sambil menunjuk bungkusan hitam itu.

Kakek pun berkata "baiklah sepertinya kau sudah tidak sabar bertemu orang tuamu, Semoga mereka dalam keadaan baik baik saja, Kalau begitu kakek pamit ya fatir jaga diri baik baik, Assalamu alaikum" ucap kakek sambil melambaikan tangan dan mendorong perahu kembali ke sungai.

Fatir pun berkata "hati hati juga kek, jaga kesehatannya, Walaikumsalam kek" ucap fatir sambil melambaikan tangan pula.

Dengan perasaan senang fatir pun berjalan menuju rumahnya. Karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang tuanya. Ketika ia berjalan memasuki desa tempat tinggalnya.

Fatir pun merasa seperti ada hal yang aneh. Terus fatir berjalan pelan di desanya ia melihat rumah rumah tertutup rapat. Dan tak ada seorang pun yang terlihat berjalan di luaran. Fatir pun mulai curiga seperti ada sesuatu yang telah terjadi di desa tempat tinggalnya ini.

Semakin cepatlah ia berjalan menuju rumahnya. Ketika sudah berada didepan rumahnya. Ia mendapati rumahnya tertutup rapat pula seperti tidak ada penghuninya. Fatir pun mulai khawatir apakah gerangan yang menimpa kedua orang tua nya. Fatir mencoba mengetuk pintu rumahnya namun tak ada jawaban.

Ia mencoba melalui pintu belakang rumahnya juga tak ada jawaban. Lantas ia mencoba memaksa masuk melalui pintu belakang dan mendobrak nya. "GUBRAAAAAK" begitu lah suara pintu yang di paksa fatir untuk membukanya. Ketika ia masuk di dalam rumah masih tak terlihat ada orang.

Perlahan fatir berjalan dan berkata "Ibuuu, ayaaah" berkali kali iya ucapkan masih tak ada jawaban. Ketika ia memasuki kamar orang tuanya di dalamnya pun masih sepi tak ada suara. Ketika itu terdengar suara "Kretekkkk" dari bawah tempat tidur.

Fatir pun memberanikan diri untuk mencoba mendekat. Perlahan ia mendekatinya dan ketika di bukanya ternyata itu adalah ibunya fatir yang berada didalam sebuah kotak kayu dibawah tempat tidur. Fatir pun langsung menangis dan memeluk ibunya.

Ibunya pun memeluk fatir yang sudah begitu lama merindukannya hingga sakit sakitan.

Dengan perasaan terkejut dan sedih Fatir pun berkata "ibuuuu, apa yang terjadi ibu, kenapa ibu bisa berada di bawah sini bu, di mana ayah bu? Aku tidak melihat ayah." Ucap fatir.

Ibunya pun menangis dan berkata "sejak dirimu menghilang hari itu, tak berapa lama datanglah rombongan penjahat memasuki desa kita dan menangkap semua laki laki yang berada di desa ini. Mereka mengenakan penutup wajah dan menamakan diri mereka sebagai Kelompok Bambu Kuning".

"Mereka menjadikan semua laki laki sebagai budak untuk melayani mereka. Sebelum para penjahat itu datang ke rumah kita. Ayahmu menyembunyikan ibu di dalam kotak kayu karena ayah takut ibu di apa apakan oleh mereka. Setelah mereka menangkap ayah mu tadi malam mereka pun langsung membawa ayahmu ke tempat orang orang di jadikan budak di sana." Ucap ibunya melanjutkan sambil menangis.

Episode 3

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus....

2023-07-06

1

Nikmah

Nikmah

maaf thor. setelah tanda petik 2. jangan letakin tanda baca lagi.
tanda baca letakin setelah percakapan, baru tanda petik.

"Aku padamu," ucapnya

semangat😍😍😍

2023-03-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!