Episode 8 "Rencana Pelarian"

Siang itu ayah fatir dan temannya jaka masih harus bekerja keras untuk mencari kayu di hutan dengan kaki masih di ikat rantai dan di sertai penjagaan 2 orang dari pasukan bambu kuning.

Mereka harus melakukan itu terus menerus hingga persediaan kayu mereka tercukupi setiap harinya.

Tatkala penjagaan dari pasukan yang menjaga mereka mulai lengah, jaka mulai berbisik mendekati ayah fatir mengenai rencana melarikan diri mereka berdua.

Namun ketika baru saja mereka mau membicarakannya. Pasukan penjaga bambu kuning yang mengetahui mereka sedang berbisik langsung melayangkan pukulan dengan cemeti yang begitu keras sehingga mengenai punggung jaka dan berdarah dan begitu pula ayah fatir juga terluka di bagian lengannya yang melindungi pukulan cemeti kearah wajahnya sehingga terluka di bagian lengannya juga.

Ayah fatir pun memohon kepada penjaga untuk tidak melanjutkan pukulannya karena tidak tega melihat jaka yang sudah berdarah di bagian punggungnya terkena pukulan cemeti itu.

Pasukan penjaga pun menghentikan pukulannya dan menunjukkan jarinya kearah mereka sambil melototi mereka berdua seraya berkata "JANGAN KALIAN BERBISIK BISIK LAGI SAAT SEDANG BEKERJA DI DEPANKU. AKU TAK AKAN SEGAN SEGAN MENYIKSA KALIAN DAN MELEMPARKAN KALIAN KEDALAM KANDANG BUAYA UNTUK DI JADIKAN SANTAPAN, INGAT ITU BAIK BAIK" ucap pasukan bambu kuning emosi.

Ayah fatir dan jaka pun bersujud sambil memohon dan berkata "Baik tuan kami tidak akan mengulanginya lagi" ucap mereka berdua sambil menahan sakit.

Pasukan bambu kuning pun kembali menyuruh mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Ayah fatir dan jaka pun kembali melanjutkan pekerjaannya walaupun dalam keadaan kesakitan.

Ketika mereka berdua masih melanjutkan pekerjaannya. Ternyata jaka yang sudah kesakitan dari tadi tidak mampu menahan sakitnya dan kemudian dia terjatuh pingsan di samping pohon yang sedang iya tebang.

Ayah fatir pun berkata kepada penjaga sambil memegangi tubuh jaka "Tuan, dia sepertinya tidak sadarkan diri, bagaimana ini tuan? Apakah kita harus membawanya kembali?" Ucap ayah fatir memohon.

Pasukan bambu kuning pun berkata "APAAA??? BEGITU SAJA SUDAH PINGSAN, AAAHH DASAR TIDAK BERGUNA, SUDAHLAH SEKARANG KAMU GENDONG DAN BAWA DIA PULANG, AKU TIDAK MAU ADA MAYAT DI DAERAH KAWASAN KU INI" ucap pasukan bambu kuning itu sambil memalingkan wajahnya tidak peduli.

Ayah fatir pun merangkul dan menggendong jaka yang sedang pingsan dan bersegera membawanya pulang ke tempat mereka di jadikan budak.

Ayah fatir berjalan Sambil menahan air mata rasa kasihan kepada jaka yang darahnya terus mengalir dari punggungnya hingga mengenai tubuhnya ketika menggendong jaka. Ayah fatir hanya bisa berharap dalam hati semoga jaka baik baik saja dan bisa kembali normal kondisinya.

Sambil terus berjalan hingga ketempat mereka, ayah fatir pun menangis. Kemudian terdengar suara "tenanglah aku tidak apa apa, aku tetap akan membantumu melarikan diri dari tempat ini. Akan ku jaga janjiku kepadamu" ucap jaka sambil tersenyum kepada ayah fatir dari belakang dengan wajah pucat.

Ayah fatir pun terkejut dan juga bahagia sambil berkata "Alhamdulillah ternyata kamu masih sadar jaka. Aku akan berusaha menolong mu. Terimakasih kamu tetap menjaga janjimu. Tapi jangan pikirkan dulu akan hal itu. Yang penting sembuhkan dulu luka di punggung mu. Sebentar lagi kita sampai" ucap ayah fatir.

Jaka pun hanya tersenyum walaupun dalam keadaan menahan sakit sambil merebahkan kepalanya di punggung nya ayah fatir.

Waktu sore pun tiba. Fatir & kakek telah selesai melaksanakan sholat ashar. Dan mereka pun bersiap - siap untuk melakukan latihan seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Fatir yang sudah bersiap dari tadi & telah cukup pulih staminanya menjadi tidak sabar apa yang akan menjadi bahan latihannya sore ini. Fatir pun menyiapkan bekal untuk latihan yaitu air minum & barang lainnya.

Ibu fatir pun yang sudah mulai membaik kondisinya bertanya kepada fatir "Nak, apa yang sedang kau persiapkan?" Tanya ibu fatir.

Fatir pun menjawab "Ini untuk latihan bersama kakek sore ini bu" ucap fatir.

Ibunya pun berkata "semoga di lancarkan latihan mu nak, ibu hanya bisa mendoakan mu." Ucap ibu fatir sambil tersenyum namun seperti ada yang di pendam dari raut wajahnya.

Fatir pun berkata "Amin Allahumma Amin bu. Terima kasih doa ibu padaku. Ibu kenapa? Seperti ada yang sedang ibu pikirkan?" Tanya fatir.

Ibu fatir pun berkata "ibu hanya memikirkan bagaimana keadaan ayahmu sekarang ini fatir, ibu khawatir pada ayahmu" ucap ibu fatir.

Fatir pun berkata "aku pun juga memikirkan ayah terus bu. Inilah tujuan latihan ku bu agar aku bisa menyelamatkan ayah bu. Untuk itu aku memohon doa ibu agar latihan ku ini menjadi jalan untuk kita menyelamatkan ayah bu. Ibu teruslah berdoa kepada Allah demi keselamatan ayah. Semoga Allah selalu senantiasa melindungi ayah di sana bu" ucap fatir menenangkan ibunya.

Ibunya pun berkata "betul nak apa yang kau katakan. Hanya kepada Allah lah sekarang kita berharap keselamatan ayah mu. Tiada tempat bergantung lagi selain kepada Allah. Karena hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan." Ucap ibu fatir.

kemudian ibunya pun melanjutkan "Oh iya, sudah selesai kah persiapan mu untuk latihan nak? Di mana kakek sekarang nak?" Tanya ibu fatir.

Baru saja ibu bertanya, kakek pun menjawab sambil berjalan menghampiri mereka berdua "aku ada di sini, mari kita segera berangkat fatir agar latihan bisa segera kita mulai" ucap kakek sambil tersenyum.

Kakek pun melanjutkan "kami berangkat dulu. Kamu hati hati di rumah. Assalamu alaikum" ucap kakek sambil mengisyaratkan tangannya kepada fatir untuk segera berangkat.

Fatir pun mengerti maksud kakek dan iya pun mencium tangan ibunya sembari berkata "aku berangkat dulu bu. Ibu hati hati di rumah. Jangan berhenti doakan aku bu. Assalamu alaikum" ucap fatir sambil menatap ibunya.

Ibu fatir pun berkata "berangkatlah, Semoga Allah bersamamu nak, walaikumsalam." Ucap ibu fatir sambil mempersilahkan fatir berangkat latihan.

Fatir pun bersegera mengikuti kakek ketempat latihan. Setibanya mereka ditempat latihan yang tak jauh dari rumah kakek. Kakek pun langsung menuju sebuah gubuk di samping tempat latihan itu sembari mengajak fatir ke gubuk tersebut.

Kakek pun mengatakan kepada fatir "di sinilah tempat kamu akan latihan fatir." Sambil menunjuk dalam gubuk.

Fatir pun berkata "apa yang akan aku lakukan di sini kek?" Tanya fatir penasaran.

Kakek pun berkata "Masih ingatkah kau tasbih pemberian kakek kepadamu didalam bungkusan hitam?" Ucap kakek dan Fatir pun mengangguk.

Kakek pun melanjutkan "tasbih itulah yang akan menemanimu di gubuk ini selagi kau latihan" ucap kakek.

Fatir pun bingung dan bertanya "apa yang harus ku lakukan kek?" Tanya fatir.

Kakek pun menjawab "pertama tama kamu harus melatih kesabaran dan fokus mu dulu dalam bertahan di gubuk ini. Akan banyak gangguan yang nanti akan menggangu fokus mu baik itu serangga seperti nyamuk, semut & hal lainnya. Nah apakah kau mampu bertahan ataukah tidak kita lihat saja nanti." Ucap kakek.

Fatir pun terdiam dan mencoba mengartikan maksud perkataan kakek kemudian berkata "jadi aku harus berdzikir di dalam gubuk ini tanpa harus terganggu dengan gangguan serangga atau binatang yang datang mengganggu ku di gubuk ini ya kek?" Tanya fatir.

Kakek pun menjawab "benar sekali, karena untuk melatih fokus itu diperlukan dzikrullah sehingga segala sesuatu yang kita perbuat nantinya adalah semata mata karena Allah. Apakah kau mengerti? Jika mengerti mari kita mulai" Ucap kakek.

Fatir pun mengangguk faham dan memulai masuk ke gubuk.

Episode 8

Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!