Pada saat kakek amin kembali menuju rumahnya setelah pulang dari pondok pesantren Al Amin. ditengah jalan ia melihat 3 orang tergeletak dijalan bersimbah darah.
Dan disana juga terlihat dua orang yang berada diatas kuda dengan pakaian seperti pasukan dari bambu kuning dan Kemudian dua orang berkuda itu pun memacu dengan kencang kudanya meninggalkan 3 orang yang sudah tidak bernyawa ditengah jalan itu sambil membawa gumpalan kain hitam ditangannya.
Kakek amin pun merasa seperti tak asing dengan mayat yg tergeletak dijalan tersebut. Setelah 2 orang pasukan bambu kuning itu sudah tak terlihat lagi.
Maka semakin penasaranlah dirinya, kemudian ia mendekati 3 mayat itu, dan betapa terkejutnya kakek amin ternyata 3 orang yang telah menjadi mayat itu adalah satu laki laki tua dan dua anaknya yang dalam perjalanan sebelum berangkat ke pondok pesantren Al Amin tadi ia temui juga.
Ternyata mereka meninggal dalam keadaan mengenaskan oleh pasukan bambu kuning. Kondisi ketiganya pun sangat parah, semua leher mereka hampir putus dan juga semua mata kanan mereka dicongkel dan diambil oleh pasukan bambu kuning Hingga mayat mereka terlihat menyeramkan.
Kakek Amin pun merasa kasian terhadap ketiga orang itu yang sudah menjadi mayat. Lalu kakek amin pun membawa mayat itu kesamping jalan dan mencoba menguburkan mereka bertiga. Kakek amin pun mencoba menggali lubang dengan apa apa yang ada ditempat itu karena setidaknya mereka bertiga harus dikuburkan.
Setelah cukup lama ia menggali lubang dengan alat seadanya maka ia pun memasukkan ketiga mayat itu dan kembali menimbunnya dengan tanah pula. Kemudian setelah selesai kakek amin pun membacakan doa untuk ketiga mayat itu agar ditempatkan ditempat yang terbaik disisi Allah subhanahu wa ta'ala.
Kemudian kakek amin pun menitikkan air mata, seraya berkata "Ya Allah terimalah amal ibadah mereka dan Matikanlah Aku dalam keadaan sebaik baiknya keadaan dan dalam keadaan husnul khotimah" ucap kakek amin sambil meneteskan air matanya.
Kemudian ia pun mengusap air matanya dan berdiri, setelah itu ia pun memandangi kuburan mayat 3 orang sebentar sambil kembali mengusapkan tangannya kewajahnya yang menandakan ia telah selesai berdoa dan kemudian ia pun meninggalkan tempat itu dan segera melanjutkan perjalanannya pada saat itu juga ia bergegas menuju tempat latihan fatir berada.
Kakek Amin yang sudah sampai ditepian sungai pun bersegera menaiki perahunya untuk bergegas menemui fatir yang masih berada ditempat latihan sebelum ia meninggalkan fatir sendirian karena kelelahan.
Pada saat ia hendak melewati sungai dengan menaiki perahunya pun nampak semuanya terlihat lancar lancar saja, Namun ternyata tak disangka kakek Amin yang dari tadi terlihat sendirian itu nampaknya telah diikuti oleh orang asing.
Kakek amin pun berhenti sejenak sebelum memulai menjalankan perahunya dan berkata "Siapa disana? Tampakkan wujudmu?" Ucap kakek Amin.
Kemudian keluarlah seseorang berpakaian hitam dan menggunakan tutup kepala mendekati kakek Amin seraya berkata "Assalamu alaikum.Mohon maaf kek, aku tidak bermaksud mengganggu kakek. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih saja." Ucapnya yang suaranya nampak seperti seorang wanita.
Kakek amin pun bingung dan berkata "walaikumsalam.berterima kasih untuk hal apa? Aku tidak merasa berbuat apa apa terhadapmu." Ucap kakek amin.
Seseorang itu pun semakin mendekati kakek amin dan sambil membuka penutup wajahnya. Sehingga nampaklah parasnya yang cantik itu melihat kakek amin seraya berkata "Aku berterima kasih kepada kakek. Karena telah memberikan kepada ayahku uang untuk keluarga kami makan, dan aku pun juga berterima kasih karena kakek juga telah menguburkan mayat ayah dan kakak kakak ku yang telah tewas dibunuh oleh pasukan bambu kuning. Aku melihat kakek pada saat itu sehingga aku mengikuti kakek untuk mengucapkan terima kasih pada kakek karena telah menolong keluargaku. Walaupun akhirnya semua keluarga tewas oleh pasukan bambu kuning" ucap wanita itu sambil menangis.
Kakek amin pun terkejut mengetahui wanita itu adalah anak dari seseorang yang tadi telah ia kuburkan. Kemudian kakek pun bertanya "iya sama sama, aku melakukan itu karena sudah jadi kewajiban sesama muslim. Terus kau sekarang mau kemana?" Ucap kakek Amin.
Wanita itu pun berkata "Aku sekarang sudah tidak memiliki siapa siapa lagi kek. Keluargaku semuanya telah tewas. Mungkin aku akan pergi ketempat lain kek." Ucap wanita itu sambil menangis dan tertunduk.
Lantas kakek pun berucap "kalau begitu mau kah kau tinggal bersama kakek ditempat kakek. Disana ada cucu kakek dan kau bisa berteman dengannya. Bagaimana?" Ucap kakek Amin menawarkan.
Wanita itu pun tersenyum dan sambil mengusap air matanya seraya berkata "benarkah yang kakek ucapkan? Tapi apakah aku tidak merepotkan kakek?" Ucap wanita itu.
Kakek pun berkata "tentu saja tidak merepotkan, Kemarilah ikut naik ke perahu bersama kakek, hapuslah air matamu jangan biarkan air mata itu merusak wajah cantikmu" ucap kakek sambil mempersilahkan wanita yang belum memperkenalkan namanya itu untuk naik.
Wanita itu pun berjalan menaiki perahu kakek sambil tetap mengusap wajahnya yang dibasahi air mata.
Ketika perahu telah berlayar disungai menuju rumah kakek Amin. Kakek Amin pun bertanya kepada wanita yang masih menangis dan mengusap air matanya itu "sudahlah jangan menangis, kau harus menerima semuanya. Karena semua itu adalah takdir yang maha kuasa. Siapa namamu nak?" Ucap kakek amin bertanya.
Wanita itu pun menghentikan tangisannya dan berkata "iya kek, terima kasih telah mau menerimaku untuk tinggal dirumah kakek. Aku berhutang budi pada kakek. Namaku Sinta kek, Aku anak ketiga kek." Ucap wanita itu.
Kemudian kakek pun menjawab "Tidak apa apa kakek hanya menolong semampu kakek saja. Berterima kasihlah kepada Allah ta'ala. Oh jadi namamu sinta. Sungguh itu nama yang indah. Nanti kau akan bertemu dengan cucu kakek disana dia juga seumuran denganmu." Ucap kakek sambil membuat wanita itu melupakan kesedihannya.
Mereka pun asik bercerita berdua dan tak sadar mereka telah sampai ditepi sungai. Kemudian kakek pun berkata "Nanti kau akan kakek antar kerumah kakek saja dan beristirahat saja disana. Kakek ingin menemui cucu kakek ditempat latihan sebentar" ucap kakek Amin.
Kemudian wanita itu pun berkata "aku ikut kakek saja. Aku takut sendirian kek. Aku bersama kakek saja kerumah nanti" ucap wanita itu.
Kemudian kakek pun berkata "baiklah mari ikut kakek" ucap kakek amin sambil mengikat perahunya.
Setelah selesai mengikatnya mereka berdua pun menuju tempat latihan dimana fatir ditinggalkan kakek untuk beristirahat tadi.
Sesampainya disamping batu dan pohon besar itu kakek tidak menemukan fatir. Kemudian kakek pun bingung mencari keberadaan fatir.
Namun saat itu terdengar suara kucing yang terus bersuara nyaring dari telaga sutra seperti suara qitmir. Maka Kakek dan sinta pun berlari menuju telaga sutra itu melihat apa yang telah terjadi.
Sesampainya mereka ditelaga sutra, kakek amin pun terkejut melihat fatir yang keluar dari dalam air telaga sutra itu seolah olah terbang dan perlahan naik kepermukaan air telaga sutra itu dalam keadaan berasap dan diterangi oleh cahaya keemasan yang sangat terang.
Dan ketika itu disekeliling telaga sutra nampak terang benderang dan pada mata kanan fatir pun nampak bercahaya dan huruf lam alif yang ada dimatanya pun bersinar kemerahan.
Fatir pun hanya berteriak kesakitan. Badannya pun berwarna kemerahan seperti daging yang telah matang. Kemudian fatir pun segera ditangkap kakek amin dan merebahkannya ditanah disamping telaga sutra itu.
Tubuh fatir pun masih panas dan berasap, namun cahaya dimatanya yang bertuliskan lam alif itu nampak makin bersinar dan juga perlahan setiap bagian tubuhnya yang terbakar oleh panasnya telaga sutra itu pun berangsur angsur membaik dalam sekejap seperti sebuah keajaiban sampai semua bagian tubuhnya yang melepuh itu kembali normal lagi.
Episode 13
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Putra_Andalas
Aamiin Allahumma Aamiin...🤲
2024-10-18
2