Sementara itu penjaga pasukan bambu kuning berlari tergopoh-gopoh menuju ketua harimau hitam dan ingin menyampaikan sesuatu dengan ketakutan.
"Maaf ketua harimau hitam, sepertinya ada 2 sandera yang kita tangkap telah berhasil melarikan diri, mereka adalah syamsuri dan jaka yang kemarin telah terluka badannya oleh anggota pasukan kita yang menghajarnya dikarenakan ketidakbecusan nya bekerja ketua" Ucap penjaga itu sambil terengah-engah dan tertunduk takut menyampaikan hal itu kepada ketua harimau hitam matanya melotot ke arahnya.
"APAAAA?? LAGI LAGI KALIAN SEMUA TIDAK BECUS MENJAGA PARA CECUNGUK ITU, BAHKAN SAMPAI MEREKA BISA MELARIKAN DIRI DARI TEMPAT INI!!!! TEMUKAN MEREKA BERDUA DAN BAWA MEREKA KESINI HIDUP HIDUP KARENA AKU YANG AKAN MEMBUNUHMU MEREKA LANGSUNG DENGAN TANGAN KU INI" Ucap ketua harimau hitam sambil mengepalkan kedua tangannya yang dipenuhi rasa amarah itu bahkan terlihat kilat memancar dari sorot matanya yang menyala seolah-olah ingin menerkam.
Ketua harimau hitam pun memberikan kode kepada penjaga itu dengan mengarahkan telunjuk tangan nya yang menunjukkan bahwa ia harus segera mencari mereka berdua yang telah melarikan diri dari tempat nya dengan tatapan yang beapi-api seperti api neraka.
"Ba-ba-baik ketua harimau hitam, kami akan segera menemukan mereka berdua secepatnya" Ucap penjaga yang ketakutan itu sambil bersegera berjalan mundur dari hadapan ketua harimau hitam yang tengah marah itu.
"AKU TIDAK MAU LAGI MENDENGAR KALAU ADA YANG MELARIKAN DIRI LAGI DARI TEMPAT INI, KALAU TIDAK MAKA KALIAN LAH YANG AKAN MENERIMA HUKUMANNYA KARENA TELAH CEROBOH DALAM MENJAGA MEREKA DARI TEMPAT INI" Ucap ketua Harimau Hitam penuh amarah kepada seluruh pasukan bambu kuning yang ada dihadapannya.
"BAAAAIKKKK KETUA HARIMAU HITAM" Ucap seluruh pasukannya bersama sama hingga gema suara mereka menjadi satu.
Penjaga itu pun langsung berlari keluar dan segera memberikan perintah kepada 10 pasukan bambu kuning berkuda untuk menangkap mereka berdua yang telah melarikan diri yakni syam dan jaka yang telah berani melarikan diri dari tempat mereka ini.
Dirinya pun mengatakan bahwa mereka tidak boleh pulang sebelum mereka menemukan mereka berdua yakni syam dan jaka dalam keadaan masih hidup karena ketua harimau hitam menginginkan mereka berdua dibawa hidup-hidup kehadapannya.
Karena ketua harimau hitam ingin memberikan pelajaran kepada para sandera yang lain agar tidak coba-coba berani kabur lagi dari cengkeraman ketua harimau hitam.
Penjaga itu juga mengatakan kalau waktu mereka hanya 3 hari untuk segera menemukan mereka karena jika tidak maka mereka bersepuluh itulah yang akan menerima hukuman yang diberikan oleh ketua harimau hitam.
Tak berapa lama kemudian 10 pasukan bambu kuning berkuda pun berangkat untuk mencari dan menemukan keberadaan mereka berdua dan berjalan masuk menuju hutan untuk menangkap mereka kembali dan membawanya ke hadapan ketua harimau hitam untuk dieksekusi.
"Kemanakah kiranya mereka berdua melarikan diri ya? " Ucap salah satu pasukan kepada temannya
"Mereka berdua pasti tidak akan bisa berlari jauh dari hutan ini, karena aku lah yang telah membuat badannya jaka terluka hingga seperti itu kemarin, dan aku lebih berharap mereka mati di makan binatang buas di dalam hutan ini agar kita tidak perlu capek-capek membawa mereka kembali ke hadapan ketua harimau hitam yang sedang marah" Ucap pasukan bambu kuning yang melukai jaka itu sambil terkekeh kepada temannya.
"Ternyata dirimu yang menyiksa syam dan jaka, hahaha, kau memang tahu cara bermain dengan para cecunguk itu yah ternyata" Ucap temannya kemudian mereka berdua pun tertawa terbahak bahak sambil berjalan diatas kuda mereka dan melanjutkan pencarian mereka terhadap syam dan jaka.
"Eeeits, tapi kita harus segera menemukan berdua agar hukuman itu tidak diberikan kepada kita semua, Ayo kita segera temukan mereka berdua yang kurang ajar itu" Ucap pasukan bambu kuning yang lain mengingatkan mereka berdua yang tertawa.
"Benar juga perkataanmu, kita tidak boleh bersantai santai dalam mencari mereka agar kita tidak kena getahnya," Ucap pasukan bambu kuning yang melukai jaka.
"Aaaaaaarrh kurang ajar, kalau ku temukan mereka akan ku patahkan kaki mereka berdua" Ucap pasukan bambu kuning yang lain dengan geram hingga terdengar gemeretak giginya yang diliputi rasa kesal.
"AYOOO KITA TEMUKAN MEREKA BERDUA DAN SEGERA SERET MEREKA KEMBALI KEHADAPAN KETUA HARIMAU HITAM" Ucap salah satu pasukan bambu kuning memberi mereka semua komando.
Mereka pun langsung memacu kuda kuda mereka dengan kencang didalam hutan dan berharap segera menemukan ayah Fatir dan temannya yaitu jaka yang sedang bersembunyi ditempat persembunyian yang hanya ayah Fatir dan jaka lah yang mengetahui tempat persembunyian merek.
Dan dari kejauhan ternyata kakek amin yang tengah memantau pasukan bambu kuning itu mendengar tentang hal itu.
Yang dimana ternyata ayah Fatir dan temannya jaka telah berhasil melarikan diri dari tempat pasukan bambu kuning yang menyiksa mereka.
"Alhamdulillah ternyata ayah Fatir telah berhasil melarikan diri," Ucap kakek amin
Karena hal ini akan menjadi kabar gembira untuk Fatir dan ibunya kalau mereka mengetahui nya, dan berita itu bisa mengobati rasa gelisah Fatir yang belum mengetahui keadaan ayahnya dan juga akan membuat ibunya tenang dari kegelisahan memikirkan keadaan suaminya.
Meskipun belum diketahui di manakah ayah Fatir bersembunyi, setidaknya hal ini cukup untuk membuat mereka bersemangat kembali.
"Tapi ke manakah kiranya mereka berdua bersembunyi" Gumam kakek amin didalam hati.
"Apakah mungkin mereka akan tertangkap lagi oleh pasukan bambu kuning" Pikir kakek amin sejenak, namun pikiran itu langsung ditepis kakek amin dan berharap semoga ayah Fatir dan temannya tidak ditemukan oleh pasukan bambu kuning yang mencari mereka didalam hutan ini.
Kemudian kakek amin pun kembali melanjutkan pantauannya menuju tempat pasukan bambu kuning untuk mencari tahu rencana apa yang sebenarnya tengah direncanakan mereka lagi untuk menyerang pondok pesantren al amin nanti
perlahan-lahan kakek amin memasuki tempat mereka tanpa diketahui para penjaga bambu kuning yang tengah berjaga menjaga para sandera agar tidak ada lagi dari mereka yang melarikan diri dari tempat mereka.
itu juga disebabkan karena mereka takut kalau ada sandera yang melarikan diri lagi dari sana maka mereka lah yang harus menanggung akibatnya dan tentunya akan dihukum ketua harimau hitam karena ke teledoran mereka dalam berjaga.
karena itu penjagaan terhadap para sandera makin diperketat semenjak laporan 2 sandera yang melarikan diri dari tempat mereka itu.
kakek amin pun masuk lebih dalam dan menyelinap ke dalam dan tak diduga ternyata kakek amin sudah berada didepan kamar pendekar buaya putih dan mendengar bahwa mereka akan berencana kembali menyerang pondok pesantren al amin karena telah mempermalukan mereka semua hingga tak berdaya kemarin dengan rencana membakar pondok pesantren al amin itu hingga habis tak tersisa pada tengah malam besok hari.
mendengar hal itu sontak saja kakek amin terkejut mendengar rencana itu yang akan berlanjut mereka lakukan untuk membakar pondok pesantren al amin.
"PRAAAAAANG" kemudian kakek amin tidak sengaja menyenggol sebuah guci yang ada di samping kamar itu hingga terjatuh dan pecah.
kakek amin pun bersegera bersembunyi dari tempat itu agar ia tidak di ketahui oleh pasukan bambu kuning.
mereka pun keluar dan menuju asal suara itu dan mencari tahu apa penyebab guci itu pecah, dan nasib baik pun masih berpihak pada kakek amin karena tanpa di duga datang seekor kucing hitam tidak jauh dari tempat guci itu jatuh yang akhirnya mereka semua berpikir kalau kucing itulah yang menjadi penyebab pecahnya guci itu.
seketika itu juga ketegangan itu menjadi kembali tenang disebabkan kucing hitam itu yang menjadi fokus para pasukan bambu kuning yang tertuju kepada kucing hitam itu karena mengira kucing itulah penyebab pecahnya guci didepan kamar pendekar buaya putih, dan kakek amin pun bisa bernafas lega dan menarik nafas panjang karena telah terbebas kecerobohan yang dirinya perbuat itu.
"Alhamdulillah" gumam kakek amin di dalam hatinya yang masih diliputi rasa ketegangan yang telah berkurang, bahkan wajah kakek amin pun dipenuhi keringat rasa panik yang membuat wajahnya basah karena ketegangan yang terjadi beberapa saat tadi.
episode 18
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments