Pada malam itu dengan rasa penasarannya yang sangat kuat.
Fatir kembali teringat kata kata sang kakek kalau dirinya telah di pilih oleh elang sang malaikat sebagai seseorang yang telah terpilih untuk di berikan kekuatan oleh elang tersebut.
Fatir pun menanyakan kepada sang kakek sebab kenapa bisa dirinya di pilih oleh elang sang malaikat tersebut.
Apa gerangan yang menjadikan dirinya terpilih.
Kakek tua itu pun tersenyum sambil berkata "kau ini terlalu penasaran fatir. Dari awal sejak kau sadarkan diri hingga sekarang apakah kau sudah tau siapa namaku?" Ucap kakek tua itu dengan nada bercanda kepada fatir.
Dengan pelan dan malu fatir mun menjawab "i i i iy ya kakek. Maaf kan aku. Aku belum tahu nama kakek tapi aku sudah bertanya terlalu jauh kepada kakek. Maafkan aku kek. Kalau aku tidak sopan terhadap kakek." Fatir tertunduk malu.
Kakek pun hanya menimpali jawaban fatir dengan tertawa ringan sambil berkata "tidak apa apa fatir. Kau mungkin hanya terlalu penasaran makanya kau sudah tidak sabar ingin mengetahui jawabannya. Baiklah fatir kakek akan perkenalkan dulu nama kakek adalah mukhlis al amin. Biasanya orang orang sekitar memanggil kakek dengan sebutan kakek kayu. Karena kakek sering mencari kayu untuk di jual ke pasar. Silahkan kau panggil kakek cukup dengan kakek amin saja tidak apa apa". Ucap kakek.
Fatir pun mengangguk faham.
Kemudian kakek melanjutkan ceritanya. "Nah, tentang mengapa kamu bisa terpilih itu di sebabkan karena konon katanya elang sang malaikat akan memilih hanya kepada salah seorang anak yang ketika dulunya ia disusui oleh ibunya dalam keadaan suci yakni dalam keadaan berwudhu. Nah, kira kira bagaimana dulu ibumu menyusui mu ketika kecil apakah benar ibumu selalu menyusui mu dalam keadaan suci?" Kakek pun bertanya.
Fatir pun dengan segera menjawab "benar kek, ibu ku itu adalah ibu yang selalu menjaga wudhu nya di setiap waktunya kek. bahkan saat menyusuiku juga ibu dulu pernah menceritakannya juga padaku. Karena itulah yang selalu beliau amalkan yakni menjaga wudhu di setiap waktu kek." Ucap fatir dengan semangat.
namun ada kesedihan di hatinya ketika membicarakan tentang ibunya karena sejak kejadian itu dia belum bisa kembali pulang dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Ketika fatir sedih mengingat kedua orang tuanya terutama ibunya.
Kakek amin pun mencoba menenangkan fatir dan berkata "tenanglah fatir pasti kedua orang tuamu menanti kepulangan mu. Begitu juga mereka pasti selalu menyayangimu dan berdoa agar kau kembali ke rumah dengan selamat. Sembuhkan lah dulu lukamu agar kau bisa kembali pulang ke rumahmu." Ucap kakek meyakinkan fatir.
Fatir pun menyeka air matanya yang basah di pipinya.
Kemudian fatir teringat apa sebab dirinya berada di luar menemui kakek amin karena suara ledakan tadi fatir pun kembali bertanya "kakek ini sebenarnya siapa apa kakek ini orang sakti? Bagaimana cara kakek bisa membuat batu sebesar itu berlubang dan menimbulkan suara ledakan begitu nyaring hingga aku terkejut tadi kek? Apa yang kakek lakukan sebenarnya?" Tanya fatir penasaran.
Kakek pun berucap "Ssttttt, jangan keras keras. Ayo kita masuk ke dalam rumah nanti kakek ceritakan semuanya padamu" ucap kakek sambil memegang tangan fatir dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Fatir dan kakek pun berjalan menuju ke dalam rumah di malam itu sambil di temani bulan dan gemerlap nya bintang nan indah pada malam itu.
Ketika baru saja di depan pintu rumah.
Fatir pun sudah tidak sabar mendengar cerita kakek sehingga fatir pun berkata "ayo lah kek ceritakan padaku kek. Aku sudah tidak sabar mendengar cerita kakek tentang hal yang aku tanyakan tadi" ucap fatir dengan nada memohon.
Kakek pun kembali tersenyum "baiklah fatir, begini ceritanya. Kakek sebenarnya adalah santri dari pondok pesantren Al Amin yang terkenal dengan ilmu bela diri dan agamanya. Nah di sanalah kakek belajar menimba ilmu agama dan bela diri. Di Sana kakek diajarkan tentang ilmu ilmu agama dan juga bela diri dari yang paling dasar begitu juga dengan bela dirinya. Ketika kakek sudah berada di sana selama 4 tahun menuntut ilmu. Guru kakek yang bernama Kyai Mursyid Al Fattah memberikan kakek satu amalan kunci yang kata beliau silahkan digunakan jikalau hanya dalam keadaan terdesak dan atas izin Allah semuanya bisa terjadi itulah yang kau lihat tadi mengapa bisa batu itu berlubang." Ucap kakek amin kepada fatir.
Fatir pun bersemangat mendengarkan apa yang di sampaikan kakek mengenai hal itu.
Semenjak hari itu ibu fatir tidak mau makan karena terus menerus mengingat fatir yang tak kunjung pulang.
Sehingga wajah ibu nya fatir nampak pucat & lesu.
Ibu fatir pun hanya terbaring di tempat tidurnya karena berada dalam kondisi lemah badannya.
Namun karena mereka orang yang tak punya, Maka ayah fatir pun hanya merawat ibu fatir dengan kondisi seadanya.
Dan hanya berharap kepada pertolongan Allah ta'ala saja agar fatir segera kembali pulang ke rumah & bertemu mereka berdua.
Pada saat fatir mulai bersemangat ingin tahu kesaktian apa saja yang dimiliki kakek amin.
Kakek amin langsung berkata kepada fatir "Ini sudah hampir dua hari semenjak dirimu aku obati. Sekarang sudah saatnya membuka perban yang di gunakan untuk membalut luka di matamu yang telah diobati. semoga atas izin Allah kesembuhan bisa kau dapatkan" ucap kakek kepada fatir.
Ketika itu fatir di minta kakek untuk duduk bersila dan kakek akan membukanya balutan perban kain itu secara perlahan.
lapisan Pertama kakek membuka kain putih yang di lapisi tanaman obat obatan yang membalut mata fatir, setelah itu kakek membuka balutan yang kedua yaitu kain kuning yang menutupi mata fatir dengan lapisan rempah rempah, & kemudian kakek membuka lapisan ketiga yakni lapisan terakhir yaitu kain berwarna coklat yang di lapisi kertas kecil bertuliskan huruf "LAM ALIF".
Kemudian setelah itu kakek meminta fatir untuk mencoba membuka mata kanannya perlahan sambil membaca Basmalah.
Setelah fatir membuka mata kanannya perlahan.
Rasa perih ketika matanya di buka pun masih terasa dimata fatir.
Namun perlahan rasa perih itu pun hilang.
Dan ketika itu mata fatir pun telah bisa melihat lagi karena pengobatan nya berhasil.
Fatir pun dengan semangat dan senang berkata "Akhirnya mata kananku bisa melihat lagi, terimakasih kek atas pertolongan kakek terhadapku. Aku sangat berterima kasih kepada kakek karena telah menolongku kek. Sekali lagi terimakasih kek." Ucap fatir gembira.
Kakek amin pun berkata "semua ini berkat pertolongan Allah mata kananmu bisa kembali melihat lagi. Dan semuanya tinggal tergantung pada dirimu fatir. Apakah kau ingin meraih keberuntungan yang sebelumnya pernah kakek sampaikan kepadamu Ataukah tidak kau pedulikan tentang hal itu. Semuanya tergantung pada dirimu fatir. Kakek tidak bisa memaksakan" ucap kakek lembut.
Fatir pun berkata "Iya kek benar. Syukur Alhamdulillah semuanya karena Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat dengan kedua mataku ini kek. Dan mengenai keberuntungan itu aku masih bingung kek. Ke mana aku harus meminta pencerahan tentang hal itu kek. Tapi, sebelum itu aku sudah sangat ingin pulang ke rumah dulu kek. Aku ingin bertemu kedua orang tuaku. bisakah kakek mengantarku pulang ke rumah kek. Aku merindukan mereka." Ucap fatir memohon.
Kakek pun tersenyum "jika ada yang ingin kau tanyakan tentang hal yang membingungkan mu maka tanyakanlah pada kakek. Insya Allah kakek akan jelaskan semuanya. Semoga Allah karuniakan kemudahan kepada kakek untuk menjawab setiap pertanyaan yang kau tanyakan nantinya tentang hal itu fatir." Kakek pun berhenti sejenak dan kembali melanjutkan perkataannya "Baiklah fatir, besok pagi setelah sholat subuh kakek akan mengantarmu pulang ke seberang sungai ini. Semoga besok cuacanya cerah fatir. Mari kita istirahat dahulu karena hari sudah terlalu malam. Agar tidak kesiangan nanti kita subuhnya" Ucap kakek kepada fatir sambil memegangi tangan fatir dan membawa masuk rumah untuk segera istirahat mengembalikan tenaga untuk kepulangan fatir besok setelah subuh.
Episode 2
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Sipppp...
2023-07-06
1