Episode 10 "Senjata Rahasia"

Setelah fatir dan kakek selesai melakukan sholat maghrib berjamaah dimasjid. Mereka berdua pun kembali kerumah.

Setibanya mereka dirumah, ibu fatir pun sudah membuatkan mereka makanan untuk malam itu yaitu singkong rebus panas.

Fatir pun senang karena ini pertama kalinya ia kembali memakan singkong rebus kesukaan buatan ibunya setelah kejadian yang lalu menimpanya kini ia bisa memakan makanan kesukaan lagi. Fatir pun sangat senang dan mengajak kakek makan singkong itu bersama sama serta ibunya.

Pada malam itu suasana hangat meliputi mereka bertiga. Kemudian ketika ibu fatir itu mau menyuapkan singkong itu ke mulutnya entah kenapa pada saat itu ibu fatir jadi terdiam menatap singkong itu dan Matanya pun berkaca - kaca kemudian air matanya pun pecah pada saat itu juga.

Fatir pun bingung melihat itu kemudian ia pun bertanya "ibuu, ibuu, kenapa ibu menangis? Apakah ada kesalahan yang telah ku perbuat terhadap ibu?" Tanya fatir kebingungan.

Ibu fatir pun menangis dan kemudian sambil berkata "tidak fatir, kamu tidak ada kesalahan pada ibu. Ibu hanya teringat ayahmu, Ibu semakin hari semakin khawatir mengenai keadaan ayahmu. Bagaimanakah keadaannya hari ini, Apakah dia sudah makan atau belum? Ibu pun tidak tahu fatir." Ucap ibu fatir sambil menangis.

Kemudian fatir pun berusaha menenangkan ibunya dan berkata "iya bu aku juga mengkhawatirkan ayah bu. Insya Allah ayah tetap dalam lindungan Allah dan dalam keadaan sehat saja bu" ucap fatir.

Kemudian kakek pun menyela dan berkata "begini saja, nanti tengah malam aku akan menyelinap ketempat pasukan bambu kuning untuk melihat kondisi suamimu. Agar setidaknya kau lega mengetahui kondisi suamimu setelahnya" ucap kakek.

Kemudian ibu fatir pun berkata "Terimakasih paman, keluarga kami telah banyak merepotkan paman" ucap ibu fatir sambil menyapu air matanya.

Fatir pun berkata "Benarkah kakek ingin pergi kesana? Bukankah itu berbahaya kek untuk masuk ke Markas pasukan bambu kuning kek? Pengamanan mereka sangat ketat kek? Aku khawatir terjadi sesuatu terhadap kakek" ucap fatir menahan kakek.

Kakek pun berkata "sama sama sudah sepantasnya sebagai sesama muslim untuk membantu saudaranya yang mengalami kesusahan" ucap kakek tersenyum pada ibu fatir.

Kemudian kakek pun melanjutkan "tenang saja fatir. Insya Allah kakek akan pulang dengan selamat. Kakek akan membawa kabar ayahmu nanti malam." Ucap kakek.

Fatir pun berkata "kalau kakek berangkat malam ini, aku juga harus ikut kakek. Aku akan menemani kakek kesana" ucap fatir.

Kakek pun berkata "jangan fatir disana sangat berbahaya. Yang kakek takutkan kalau kau ikut malah akan membuat kau tertangkap nantinya kau tidak bisa menyelamatkan ayahmu. Untuk malam ini kau harus melanjutkan latihan selanjutnya fatir. Persiapkan dirimu agar siap untuk melawan mereka dan menyelamatkan ayahmu fatir. Ingat pesan kakek bahwa kau lah sekarang satu satunya yang bisa menolong ayahmu dengan membangkitkan mata elang yang ada padamu. Kau harus berusaha sekuat tenaga membangkitkannya, semoga Allah mudahkan dalam niatan kita menyelamatkan ayahmu dan seluruh warga desa serta mengembalikan semua kebahagiaan warga desa kembali." Ucap kakek serius pada fatir.

Fatir pun menatap kakek dengan penuh keyakinan dan mengangguk faham akan perintah kakek padanya.

Ketika semua pasukan bambu kuning berkumpul dihalaman untuk mendengarkan penyampaian dari ketua mereka. Semua pasukan tinggal menunggu apa yang akan disampaikan ketua pasukan bambu kuning.

Pada saat itu semua terdiam tidak ada satupun yang berbicara,  dan pada saat itu keluarlah ketua mereka dan berkata "Wahai Pasukan ku semuanya. Kita telah banyak menguasai desa desa yang kita datangi dan merebut kekuasaan dari desa yang kita temui, hingga sekarang Tidak ada satupun dari penduduk desa yang berani menentang kita. Namun sekarang sepertinya ada seseorang yang berani menentang kita Dan kita harus menyerang mereka hingga lenyap dari muka bumi ini. Siapakah mereka itu?????? Ini lah mereka!!!! " Ucap ketua bambu kuning seraya mengangkat benda yang berada ditangannya.

Kemudian berkata lagi "tahukah kalian, ini adalah jarum sakti,  jarum ini adalah jarum dari salah satu senjata rahasia perguruan Al Amin, hanya mereka yang menggunakan jarum sakti ini, sudah pasti mereka yang menyerang pasukan penjaga berkuda kita hingga pingsan dan tak ingat apa apa tentang kejadian itu. Para Ahli senjata rahasia kita telah mengidentifikasi jikalau jarum ini adalah jelas senjata rahasianya perguruan Al Amin. Kita harus menyerang perguruan Al Amin karena telah berani beraninya mengusik kesenangan kita, MARI KITA SERANG MEREKA" teriak ketua pasukan bambu kuning dengan lantang.

Kemudian berkata lagi "kuperintahkan setengah dari pasukan elite berkuda kita untuk menyerang perguruan Al Amin dan menghancurkan perguruan mereka, dan setengahnya lagi berjaga jaga didaerah markas dan desa desa kekuasaan kita. Untuk itu Bersiap siaplah untuk menyerang mereka besok pagi, aku hendak melihat dan mendengar jikalau perguruan Al Amin telah dihancurkan besok hari" ucap ketua pasukan bambu kuning sambil tertawa dan mata merah menyala.

Semua pasukan bambu kuning pun serentak berkata "SIAAAAP KETUA" mereka pun penuh semangat berapi api untuk segera melaksanakan perintah penyerangan dari ketua mereka ke perguruan Al Amin.

Pada malam itu setelah ba'da isya kakek membawa fatir ketempat latihan lagi untuk melakukan latihan selanjutnya. Mereka berdua berpamitan dari rumah meninggalkan ibu fatir dirumah seorang diri.

Fatir dan kakek pun sampai ditempat latihan diikuti pula qitmir yang selalu mengikuti kemanapun fatir berjalan.

Pada saat itu kakek membawa fatir sedikit berjalan menjauh dari tempat latihan, fatir pun berkata "mau kemana kita kek? Bukan kah tempat latihan kita ada disana" tunjuk fatir kearah belakang.

Kakek pun berkata "ikuti saja kau akan latihan cukup keras malam ini, bersiaplah" ucap kakek terus berjalan membawa fatir.

Fatir pun mengikuti langkah kakek selangkah demi selangkah. Tak lama kemudian, kakek berhenti disebuah pohon besar. Kakek pun berkata "disinilah kau akan latihan" ucap kakek.

Fatir pun bingung dan berkata "tempat apa ini kek, apa yang harus ku lakukan ditempat ini?" Tanya fatir penasaran.

Kakek pun berkata "duduklah kau diatas batu itu fatir" ucap kakek sambil menunjuk batu yang tepat berada disamping pohon besar itu.

Fatir pun tanpa betanya langsung menaiki batu itu dan duduk diatasnya.

Kakek pun berkata "Sekarang yang harus kau lakukan adalah menimba air. Nah,tepat berada dilurusan batu yang kau duduki ini terdapat sumber air yang disebut telaga sutra yang dimana air didanau itu selalu mendidih dan panas. Nah yang harus kau lakukan adalah timba air yang ada ditelaga sutra itu ke dalam 7 gentong yang ada diseberang sana" tunjuk kakek kearah 7 gentong besar yang tak jauh dari mereka disitu.

Kemudian kakek berkata "gunakanlah apapun yang bisa kau pakai untuk mengambil air ditelaga sutra itu" ucap kakek tanpa memberikan benda apapun untuk digunakan fatir mengambil air didanau itu.

Fatir pun berkata "bagaimana caranya aku mengambil air itu kek, sedangkan tidak ada alat apapun untuk mengambilnya?" Tanya fatir bingung.

Kakek pun berkata "lakukanlah semuanya atas apa yang ada dihati nuranimu. Pikirkanlah semuanya pasti bisa kau lakukan. Selalu minta pertolongan Allah ta'ala. Lakukanlah sekarang!!!" Ucap kakek sambil melompat terbang keatas pohon besar disamping batu tadi.

Kakek pun berkata "kakek akan menunggu diatas sini sampai kau berhasil mengisi semuanya baru panggil kakek" ucap kakek sambil melakukan dzikrullah diatas sana.

Fatir pun masih kebingungan, ia pun berjalan pelan menuju telaga sutra untuk mengambil air. Sesampainya di depan telaga sutra, hawa panas sudah mendatangi tubuh fatir hingga banyak berkeringat karena hawanya yang panas.

Fatir pun tetap menahan rasa panas itu ia pun melihat sekeliling telaga untuk mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk mengambil air yang panas mendidih itu.

Ia pun melihat ada sebuah gentong terbuat dari kemarik tanah yang biasa digunakan untuk mengambil air. Ia pun tersenyum dan segera mengambil gentong itu untuk digunakan mengambil air itu.

Baru saja fatir mencelupkan gentong itu kedalam telaga sutra untuk menimba airnya. Ketika ia mengangkat gentongnya dari dalam air telaga sutra itu ternyata gentong itu hancur seketika karena tidak sanggup menahan panasnya dari telaga sutra.

Fatir pun berkata "Hah, gentong ini hancur, ternyata benar yang kakek bilang jikalau air telaga ini memang sangat panas dan mendidih, sekarang apa yang harus kulakukan untuk membawa air ini?" Ucap fatir yang masih kebingungan  bagaimana cara membawa air dari telaga sutra itu.

Ia pun hanya terduduk bingung memandang sekeliling sambil berfikir apa yang harus ia gunakan untuk membawa air dari telaga sutra yang panas dan mendidih itu.

Episode 10

Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!