Kakek amin dan sinta pun terkejut melihat apa yang terjadi pada tubuh fatir. Tubuh fatir yang sebelumnya terkelupas kemudian perlahan lahan kembali menjadi seperti sediakala.
Tubuh fatir pun nampak lebih bugar dari sebelumnya. Kemudian matanya pun tak henti hentinya mengeluarkan cahaya. Fatir pun sepertinya masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya.
Hanya nampak pada wajahnya yaitu ekspresi kesakitan. Kakek amin pun terus memanggil manggil nama fatir untuk menyadarkannya. Sinta pun hanya terdiam kebingungan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Sementara qitmir hanya berada disamping fatir sambil mengelus eluskan kepalanya ketubuh fatir. Fatir pun perlahan membuka matanya.
Kakek amin pun berkata "Apa yang terjadi padamu fatir? Kenapa kau bisa sampai masuk kedalam telaga sutra ini. Bukankah kakek memintamu istirahat saja" Ucap kakek amin terlihat panik.
Fatir pun yang masih merasa kesakitan dan sudah mulai sadar pun berkata "Aku tadi kembali bertemu dengan elang sang malaikat kek. Dia berkata untuk mulai membangkitkan mata elang itu aku harus menceburkan diri kedalam telaga sutra itu kek. Memang awalnya aku ragu.
Namun ku coba yakinkan hati ini sehingga aku masuk kedalamnya. Dan benar saja saat aku masuk kedalam telaga sutra didalamnya aku melihat berbagai hal yang baru ku ketahui.
Dan saat ini pun mata kanan ku ini terasa berbeda kek, sepertinya mata elang ini benar benar telah bangkit dan bisa ku gunakan. Hanya saja aku belum mengerti bagaimana cara penggunaannya kek" ucap fatir sambil memegang mata kanannya.
Kemudian ia pun melihat sinta yang berada disamping kakek dan hanya terdiam saja fatir melihatnya. Sinta pun juga terdiam dan tidak berkata satu kata pun terhadap fatir.
Saat mereka berdua terdiam. Kakek amin pun berkata "Ini namanya sinta, dia juga kehilangan keluarganya oleh pasukan bambu kuning. Dia akan tinggal bersama kita." Ucap kakek pada fatir.
Kemudian kakek melanjutkan "ini cucu kakek yang tadi kakek ceritakan padamu sinta, namanya adalah fatir, semoga kalian bisa akrab nantinya" ucap kakek tersenyum pada sinta.
Sinta pun hanya tersenyum pada fatir. Dan fatir pun membalas senyuman sinta. Kemudian kakek pun kembali berkata "mari kita kembali kerumah, kasian ibumu sendirian disana" ucap kakek.
Fatir yang masih lemas pun kemudian digendong oleh kakek hingga pulang kerumah. Fatir pun merasa kelelahan yang begitu dahsyat hingga terkuras tenaganya dan tak bisa berjalan sendiri.
Saat perjalanan menuju rumah, fatir pun seolah olah seperti melihat sesuatu yang terjadi. Namun semua itu nampak samar samar, Sehingga apa gerangan yang dilihatnya masih tidak terlalu nampak dalam penglihatannya.
Makin berusaha ia mencoba melihat hal itu makin terasa sakit mata kanannya. Hal itu dikarenakan kondisinya yang terlalu lelah sehingga belum siap menggunakan mata elang itu sepenuhnya.
Namun dalam penglihatannya ia melihat seorang wanita berpakaian hitam namun masih tak nampak jelas wajahnya dalam penglihatannya. Fatir pun tak menceritakan hal itu pada kakek dan sinta.
Dia mencoba mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya dia lihat. Tak berapa lama mereka bertiga pun sampai dirumah kakek amin. Dan pada saat itu pun Suara adzan subuh pun berkumandang menandakan telah masuknya waktu subuh berjamaah.
Dikala menjelang terbitnya matahari pagi itu, pasukan bambu kuning telah bersiap siap untuk berangkat menyerang pondok pesantren Al Amin.
Mereka menyiapkan pasukan berkuda yang lengkap dengan para pasukan yang memiliki kehebatan bela diri masing masing.
Semua pasukan bersegera menyusun barisan untuk keberangkatan dalam penyerangan pagi itu. Mereka semua dikumpulkan di lapangan untuk mendengarkan intruksi pimpinan dari pasukan bambu kuning yaitu harimau hitam yang sudah tidak sabar mengintruksikan penyerangan terhadap pondok pesantren Al Amin yang telah mengganggu mereka menurutnya.
Harimau hitam pun mengutus pendekar buaya Putih sebagai pemimpin pasukan penyerangan ke pondok pesantren Al Amin hari itu. Karena pendekar buaya putih merupakan tangan kanan dari harimau hitam sehingga ialah yang diutus oleh harimau hitam untuk menghancurkan pondok pesantren Al Amin beserta Santri Santrinya.
Pendekar Buaya Putih pun menyanggupi hal itu dan mereka pun segera berangkat beserta rombongan pasukan berkuda dengan total 50 orang pasukan berkuda yang siap menyerang pondok pesantren Al Amin kala itu.
Di Pondok pesantren Al Amin kyai abdullah pun sudah mengatakan kepada seluruh santri nya untuk membaca Amalan dan dzikir yang telah beliau sampaikan kepada mereka ketika selesai mereka tahajjud di sepertiga malam tadi.
Sehingga semua santri santri termasuk guntur juga sudah memulai bacaan amalan dan dzikir didalam pondok sejak bada subuh hingga pagi menjelang. Kyai abdullah pun tetap berada didalam mihrabnya sendirian.
Suasana pondok pesantren Al Amin pun sepi dari aktifitas lalu lalang santri seperti biasanya karena mereka sibuk membaca Amalan dan dzikir didalam pondok sehingga tidak sempat keluar dari pondok.
karena mereka juga sudah tahu bahwa kedatangan pasukan bambu kuning akan menyerang pondok pesantren mereka seperti yang dikatakan kyai abdullah pada mereka.
pasukan bambu kuning pun berangkat menuju pondok pesantren Al Amin dan tak lama kemudian mereka sudah mendekati kawasan pondok pesantren Al Amin karena mereka adalah pasukan berkuda yang cepat dan beringas.
Namun ketika mereka memasuki kawasan pondok pesantren Al Amin, mereka seperti berada dalam lingkaran labirin yang membingungkan. Kuda yang mereka pacu hanya berkeliling dijalan yang sama seperti ada sesuatu yang membuat kuda kuda itu kebingungan dalam berjalan.
Dan pasukan bambu kuning pun semuanya seperti diserang rasa kantuk yang berat sekali sehingga tanpa sadar satu persatu dari mereka roboh ketanah dari atas kudanya masing masing karena tidak sanggup menahan rasa kantuknya.
Satu persatu dari pasukan bambu kuning yang ingin menyerang pondok pesantren Al Amin jatuh dari kudanya ketanah karena tidak sanggup menahan rasa kantuknya yang menyerang mereka.
Ternyata benar saja apa yang dikatakan kyai abdullah bahwa pertolongan Allah akan datang tepat pada waktunya. Sehingga seluruh dari pasukan bambu kuning yang terjatuh mereka pun tak sadarkan diri semuanya.
Pendekar buaya putih yang menyadari serangan itu pun hampir tak sadarkan diri, namun karena kesaktiannya lebih tinggi dari yang lain sehingga Ia masih bisa melawan namun hanya setengah sadar.
sehingga dirinya yg setengah sadar dan lemas badannya itu pun terbaring diatas kudanya dan kemudian ia pun berbalik arah kembali ketempat pasukan bambu kuning karena kejadian itu dan melaporkan situasi yang terjadi.
Kuda yang dipegangnya pun membawanya pulang kemarkas pasukan bambu kuning. Didalam perjalanan pun ia terjatuh dari kudanya dan menghantam tanah wajahnya. Sehingga berlumur tanah diwajahnya dan juga luka akibat terjatuh pada wajahnya.
Pendekar buaya putih pun tetap mencoba kembali bangkit dan berjalan kembali menuju markas pasukan bambu kuning. Terseok seok ia berjalan dalam keadaan lemas hingga akhirnya ia sampai didepan pintu gerbang markas pasukan bambu kuning dan sesampainya dimarkas ia terjatuh dan pingsan.
Pasukan yang melihatnya pun segera membawanya kedalam markas dan melaporkan kepada ketua mereka yaitu harimau hitam. Saat ia bangun dan sadar nantilah dirinya akan melaporkan seluruh apa yang menimpa diri dan pasukannya saat itu.
Episode 14
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments