Episode 14 "Kedatangan Seseorang"

Kakek amin dan sinta pun terkejut melihat apa yang terjadi pada tubuh fatir. Tubuh fatir yang sebelumnya terkelupas kemudian perlahan lahan kembali menjadi seperti sediakala.

Tubuh fatir pun nampak lebih bugar dari sebelumnya. Kemudian matanya pun tak henti hentinya mengeluarkan cahaya. Fatir pun sepertinya masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya.

Hanya nampak pada wajahnya yaitu ekspresi kesakitan. Kakek amin pun terus memanggil manggil nama fatir untuk menyadarkannya. Sinta pun hanya terdiam kebingungan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Sementara qitmir hanya berada disamping fatir sambil mengelus eluskan kepalanya ketubuh fatir. Fatir pun perlahan membuka matanya.

Kakek amin pun berkata "Apa yang terjadi padamu fatir? Kenapa kau bisa sampai masuk kedalam telaga sutra ini. Bukankah kakek memintamu istirahat saja" Ucap kakek amin terlihat panik.

Fatir pun yang masih merasa kesakitan dan sudah mulai sadar pun berkata "Aku tadi kembali bertemu dengan elang sang malaikat kek. Dia berkata untuk mulai membangkitkan mata elang itu aku harus menceburkan diri kedalam telaga sutra itu kek. Memang awalnya aku ragu.

Namun ku coba yakinkan hati ini sehingga aku masuk kedalamnya. Dan benar saja saat aku masuk kedalam telaga sutra didalamnya aku melihat berbagai hal yang baru ku ketahui.

Dan saat ini pun mata kanan ku ini terasa berbeda kek, sepertinya mata elang ini benar benar telah bangkit dan bisa ku gunakan. Hanya saja aku belum mengerti bagaimana cara penggunaannya kek" ucap fatir sambil memegang mata kanannya.

Kemudian ia pun melihat sinta yang berada disamping kakek dan hanya terdiam saja fatir melihatnya. Sinta pun juga terdiam dan tidak berkata satu kata pun terhadap fatir.

Saat mereka berdua terdiam. Kakek amin pun berkata "Ini namanya sinta, dia juga kehilangan keluarganya oleh pasukan bambu kuning. Dia akan tinggal bersama kita." Ucap kakek pada fatir.

Kemudian kakek melanjutkan "ini cucu kakek yang tadi kakek ceritakan padamu sinta, namanya adalah fatir, semoga kalian bisa akrab nantinya" ucap kakek tersenyum pada sinta.

Sinta pun hanya tersenyum pada fatir. Dan fatir pun membalas senyuman sinta. Kemudian kakek pun kembali berkata "mari kita kembali kerumah, kasian ibumu sendirian disana" ucap kakek.

Fatir yang masih lemas pun kemudian digendong oleh kakek hingga pulang kerumah. Fatir pun merasa kelelahan yang begitu dahsyat hingga terkuras tenaganya dan tak bisa berjalan sendiri.

Saat perjalanan menuju rumah, fatir pun seolah olah seperti melihat sesuatu yang terjadi. Namun semua itu nampak samar samar, Sehingga apa gerangan yang dilihatnya masih tidak terlalu nampak dalam penglihatannya.

Makin berusaha ia mencoba melihat hal itu makin terasa sakit mata kanannya. Hal itu dikarenakan kondisinya yang terlalu lelah sehingga belum siap menggunakan mata elang itu sepenuhnya.

Namun dalam penglihatannya ia melihat seorang wanita berpakaian hitam namun masih tak nampak jelas wajahnya dalam penglihatannya. Fatir pun tak menceritakan hal itu pada kakek dan sinta.

Dia mencoba mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya dia lihat. Tak berapa lama mereka bertiga pun sampai dirumah kakek amin. Dan pada saat itu pun Suara adzan subuh pun berkumandang menandakan telah masuknya waktu subuh berjamaah.

Dikala menjelang terbitnya matahari pagi itu, pasukan bambu kuning telah bersiap siap untuk berangkat menyerang pondok pesantren Al Amin.

Mereka menyiapkan pasukan berkuda yang lengkap dengan para pasukan yang memiliki kehebatan bela diri masing masing.

Semua pasukan bersegera menyusun barisan untuk keberangkatan dalam penyerangan pagi itu. Mereka semua dikumpulkan di lapangan untuk mendengarkan intruksi pimpinan dari pasukan bambu kuning yaitu harimau hitam yang sudah tidak sabar mengintruksikan penyerangan terhadap pondok pesantren Al Amin yang telah mengganggu mereka menurutnya.

Harimau hitam pun mengutus pendekar buaya Putih sebagai pemimpin pasukan penyerangan ke pondok pesantren Al Amin hari itu. Karena pendekar buaya putih merupakan tangan kanan dari harimau hitam sehingga ialah yang diutus oleh harimau hitam untuk menghancurkan pondok pesantren Al Amin beserta Santri Santrinya.

Pendekar Buaya Putih pun menyanggupi hal itu dan mereka pun segera berangkat beserta rombongan pasukan berkuda dengan total 50 orang pasukan berkuda yang siap menyerang pondok pesantren  Al Amin kala itu.

Di Pondok pesantren Al Amin kyai abdullah pun sudah mengatakan kepada seluruh santri nya untuk membaca Amalan dan dzikir yang telah beliau sampaikan kepada mereka ketika selesai mereka tahajjud di sepertiga malam tadi.

Sehingga semua santri santri termasuk guntur juga sudah memulai bacaan amalan dan dzikir didalam pondok sejak bada subuh hingga pagi menjelang. Kyai abdullah pun tetap berada didalam mihrabnya sendirian.

Suasana pondok pesantren Al Amin pun sepi dari aktifitas lalu lalang santri seperti biasanya karena mereka sibuk membaca Amalan dan dzikir didalam pondok sehingga tidak sempat keluar dari pondok.

karena mereka juga sudah tahu bahwa kedatangan pasukan bambu kuning akan menyerang pondok pesantren mereka seperti yang dikatakan kyai abdullah pada mereka.

pasukan bambu kuning pun berangkat menuju pondok pesantren Al Amin dan tak lama kemudian mereka sudah mendekati kawasan pondok pesantren Al Amin karena mereka adalah pasukan berkuda yang cepat dan beringas.

Namun ketika mereka memasuki kawasan pondok pesantren Al Amin, mereka seperti berada dalam lingkaran labirin yang membingungkan. Kuda yang mereka pacu hanya berkeliling dijalan yang sama seperti ada sesuatu yang membuat kuda kuda itu kebingungan dalam berjalan.

Dan pasukan bambu kuning pun semuanya seperti diserang rasa kantuk yang berat sekali sehingga tanpa sadar satu persatu dari mereka roboh ketanah dari atas kudanya masing masing karena tidak sanggup menahan rasa kantuknya.

Satu persatu dari pasukan bambu kuning yang ingin menyerang pondok pesantren Al Amin jatuh dari kudanya ketanah karena tidak sanggup menahan rasa kantuknya yang menyerang mereka.

Ternyata benar saja apa yang dikatakan kyai abdullah bahwa pertolongan Allah akan datang tepat pada waktunya. Sehingga seluruh dari pasukan bambu kuning yang terjatuh mereka pun tak sadarkan diri semuanya.

Pendekar buaya putih yang menyadari serangan itu pun hampir tak sadarkan diri, namun karena kesaktiannya lebih tinggi dari yang lain sehingga Ia masih bisa melawan namun hanya setengah sadar.

sehingga dirinya yg setengah sadar dan lemas badannya itu pun terbaring diatas kudanya dan kemudian ia pun berbalik arah kembali ketempat pasukan bambu kuning karena kejadian itu dan melaporkan situasi yang terjadi.

Kuda yang dipegangnya pun membawanya pulang kemarkas pasukan bambu kuning. Didalam perjalanan pun ia terjatuh dari kudanya dan menghantam tanah wajahnya. Sehingga berlumur tanah diwajahnya dan juga luka akibat terjatuh pada wajahnya.

Pendekar buaya putih pun tetap mencoba kembali bangkit dan berjalan kembali menuju markas pasukan bambu kuning. Terseok seok ia berjalan dalam keadaan lemas hingga akhirnya ia sampai didepan pintu gerbang markas pasukan bambu kuning dan sesampainya dimarkas ia terjatuh dan pingsan.

Pasukan yang melihatnya pun segera membawanya kedalam markas dan melaporkan kepada ketua mereka yaitu harimau hitam. Saat ia bangun dan sadar nantilah dirinya akan melaporkan seluruh apa yang menimpa diri dan pasukannya saat itu.

Episode 14

Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!