Lalu pada suatu malam yang hening, sayup sayup suara desiran angin menghembus pelan.
Fatir duduk termenung memandangi cahaya bulan yang saat itu sedang indah indahnya, bahkan ia tak sadar bahwa sudah hampir 2 jam ia memandangi bulan itu tanpa henti
Sembari memikirkan apa yang akan ia lakukan nantinya untuk menyelamatkan ayahnya yang saat ini tidak tahu keadaannya apakah masih hidup ataukah sudah tak bernyawa
Tapi semua pikiran itu lenyap begitu saja setelah ia melihat bahwa bulan yang ia pandangi itu ternyata terbelah menjadi dua bagian
Fatir pun nampak aneh dibuatnya kemudian ia mulai mengusap - usap matanya dan berharap semua itu hanyalah hayalan nya saja
Namun setelah ia mengusap matanya bulan yang telah terbelah menjadi dua itu kemudian terbakar dan kemudian meleleh di hadapannya
Fatir pun makin bingung dan gemetar apa yang sedang terjadi dengan bulan yang ia lihat itu menjadi meleleh seperti sebuah lilin di pandangannya
Kemudian bintang - bintang pun nampak berjatuhan dan berhamburan satu persatu tak beraturan
Bahkan langit malam yang hitam pun kini berubah menjadi merah menyala seperti mau kiamat, gumam Fatir dalam hatinya.
Lalu nampak gerombolan burung burung berterbangan lalu lalang mengelilingi Fatir
Ia pun makin bingung dan sangat takut di buatnya hingga badan Fatir pun gemetaran hebat saat itu karena ketakutannya yang makin menjadi jadi di buatnya atas kejadian itu
Kemudian Fatir pun menatap burung burung itu dan berkata "Enyah Lah kalian semua dari sini dan jangan mengganggu ku" Teriak Fatir.
Burung burung itu terus bertambah banyak mengelilingi Fatir dan kemudian muncullah sosok bayangan hitam diantara burung burung yang mendekati nya
"Hey, Siapakah dirimu? kenapa engkau melakukan ini terhadapku?" Teriak Fatir pada sosok itu.
kemudian sosok itu hanya menatap fatir dengan mata merah menyala dan sosok itu pun memanggil nama fatir, kemudian suaranya pun menggema hingga sepertinya suaranya menggema di seluruh alam dunia ini.
"Apa yang kau inginkan cepat beritahu aku apa sebenarnya yang kau inginkan dariku ini" Kembali fatir berteriak pada sosok itu.
Kemudian badan fatir pun menjadi kaku dan mulutnya pun terbuka entah kenapa tidak bisa di kendalikan seluruh badannya saat itu,
seluruh burung itu pun satu persatu masuk kedalam mulut fatir atas perintah sosok itu dengan telunjuknya yang menunjuk fatir
Fatir pun saat itu hatinya makin diliputi rasa takut dan kesakitan karena tidak bisa menahan burung burung itu yang telah memasuki mulutnya hingga seluruh gerombolan burung yang mengelilingi fatir itu pun habis memasuki mulut fatir
"ARRRRGGGGH" teriak Fatir, dan akhirnya Fatir pun terbangun dan kaget dari tidurnya. Ternyata yang di alami itu adalah mimpi, namun nampak nyata di bayangan Fatir.
Keringat deras pun bercucuran di wajah dan badan Fatir saat itu, detak jantung yang makin cepat pun ia rasakan seperti orang ketakutan yang sangat takut,
Nampak kakek berada dihadapan Fatir yang saat itu sedang terbangun karena bermimpi buruk dari tidurnya. Kakek pun menenangkan Fatir dan mengatakan bahwa apa yang ia alami itu hanyalah mimpi.
"Aku bermimpi sangat aneh dan mengerikan kek" Ucap Fatir yang masih gemetaran
"Tenanglah itu hanya sebuah mimpi, tak perlu engkau ceritakan ketika engkau mengalami mimpi buruk, karena mimpi buruk itu sejatinya datang dari syetan yang mengganggu kita umat manusia" Ucap kakek menenangkan Fatir yang masih syok.
"Kamu hanya terlalu stress memikirkan untuk menyelamatkan ayahmu sepertinya" Ucap kakek melanjutkan
"Benar kek, sepertinya aku memang benar benar terlalu stress karena memikirkan keselamatan ayahku saat ini" Ucap Fatir sedikit tenang
"Tenanglah kakek akan terus menemanimu hingga kita benar benar bisa menyelamatkan ayahmu nantinya Fatir" Ucap kakek menenangkan.
"Terimakasih kek, aku sangat beruntung memiliki kakek amin yang mau membantuku dan ibuku yang saat ini sedang dalam Masalah di desaku" Ucap Fatir sambil mata berkaca kaca.
"Tenanglah Fatir ini semua sudah kehendak Tuhan, kakek hanya berusaha membantu menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, sungguh kakek hanya berusaha semampu dan sebisa kakek untuk menolong kalian, teruslah memohon kepada Tuhan agar kita semua selalu dalam lindungan Tuhan" Ucap kakek menjelaskan kepada Fatir
"Iya kek, aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah dipertemukan dengan kakek yang bahkan baru mengenalku mau menolong ku hingga sejauh ini" Fatir pun tertunduk menangis menceritakan nya kepada kakek.
"Rahasia Tuhan tidak ada yang tahu Fatir, kita hanya bisa menjalani apa yang telah Tuhan takdir kan kepada hidup kita semua, karena sesungguhnya pertemuan dan perpisahan serta hidup dan mati seseorang itu telah Tuhan tentukan waktunya karena itu kita harus terus berdoa dan memohon kepada Tuhan dan jangan sampai berlepas hati untuk terus berharap dan memohon kepada Tuhan yakni Allah Ta'ala dan bukan berharap kepada selain NYA untuk segala sesuatu yang ada di dunia ini fatir" Ucap kakek menasihati Fatir yang masih menangis.
"Benar yang kakek katakan, aku harus terus memantapkan hatiku agar selalu bisa ikhlas dalam menjalani hidup ini dan tetap terus bersangka baik kepada Tuhan atas semua yang terjadi karena tiap - tiap kejadian pasti ada rahasia terbaik yang Tuhan rencanakan untuk ku ya kek" Ucap Fatir sambil mengusap air matanya
"Benar sekali fatir, kamu sepertinya telah menjadi seorang laki laki yang telah mengenal dan memahami hidup ini atas semua yang terjadi, tiada tempat kita mengadu selain kepada Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, semoga Allah terus merahmati dan melindungi kamu dan keluargamu selalu Fatir" Ucap kakek mendoakan.
"Amiiiin Allahumma Amiiin kek, terima kasih atas doa doa kakek yang begitu indah untuk diriku dan keluarga ku, semoga Allah juga membalas kebaikan kakek dan selalu merahmati kakek pula" Ucap Fatir mendoakan balik kakek amin.
Fatir yang saat itu masih menyeka wajahnya dari air mata ternyata dirinya itu terbangun di tengah malam di tempat latihannya.
Dan kakek pun kemudian memerintahkan fatir untuk segera membersihkan dirinya kemudian berwudhu dan melakukan sholat malam dua rakaat untuk menenangkan dirinya dari kejadian mimpi yang membuatnya tidak tenang itu.
Fatir pun bersegera membersihkan dirinya dan kemudian berganti pakaian serta mengambil air wudhu dan bersiap melakukan sholat malam dua rakaat yang di perintahkan kakek kepadanya untuk menenangkan hatinya.
"Sholat lah Fatir tenangkan hatimu, dan mohon lah perlindungan dari Tuhan agar kita bisa menyelamatkan ayahmu dan desamu dari serangan orang orang jahat itu nantinya" Ucap kakek tersenyum kepada Fatir
Fatir pun mengangguk mengerti apa yang di katakan kakek padanya dan dirinya pun melakukan sholat malam disaat itu dan tenggelam lah ia didalam kekhusyukan sholatnya di selimuti keheningan malam yang tengah beradu dengan desiran angin malam yang menyapa mereka dimalam itu.
Di kejauhan nampak seseorang memandangi kakek amin dan Fatir di gubuk tempat mereka berdua dengan pandangan misterius
episode 16
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments