Episode 9 "Tipu Daya Iblis"

Baru saja fatir masuk kedalam gubuk. Dan hendak duduk tiba tiba ia dikejutkan oleh sesuatu didalam gubuk. Dan fatir pun melompat sambil berteriak dan terjatuh kebelakang seraya memanggil kakek yang masih ada disamping gubuk "AAAaAaaakkkk, kek apa itu yang ada didalam gubuk. Matanya merah menyala kek!!!" Ucap fatir kaget.

Kakek pun tertawa sambil berkata "Hahaha itu hanya seekor kucing hutan fatir. Ia peliharaan kakek dan tak akan mengganggumu. Ia akan menemanimu didalam gubuk Namanya adalah Qitmir." Ucap kakek sambil tersenyum.

Fatir pun yang terjatuh hanya tersenyum malu. Sambil ia berdiri dan membersihkan badannya dari tanah ketika jatuh tadi.

Fatir pun berkata "ternyata hanya kucing. Aku kira tadi sesuatu yang menyeramkan kek" ucap fatir tersenyum malu kemudian ia pegang kepala kucing itu dan berkata "Ayo qitmir temani aku latihan fokus didalam gubuk." Ucap fatir.

Kucing itu pun dengan lucunya mengikuti fatir kedalam gubuk. Kemudian kakek pun berkata "baiklah sekarang kau sudah siap memulainya. Kakek akan tinggalkan kau sebentar apakah kau bisa bertahan ataukah tidak kita lihat saja nanti, kakek hanya berpesan berhati hatilah jangan sampai kau tertipu. kakek berangkat dulu Assalamu alaikum" ucap kakek sambil berjalan.

Fatir pun berkata "baik kek aku akan mencobanya, walaikumsalam" ucap fatir.

Fatir pun memulai dzikirnya. Hawa didalam gubuk itu terasa aneh. Tidak seperti diluar gubuk. Hawanya terasa sejuk seperti ditempat yang nyaman.

Didalam gubuk itu pun tercium aroma harum wewangian yang semerbak seperti berada dikolam wewangian. Didalam dzikirnya fatir pun melihat sesuatu cahaya.

Kemudian cahaya itu pun mendekat dan berkata "wahai fatir, hentikanlah dzikirmu, aku adalah tuhanmu yang akan memberikan kekuatan kepadamu, maka berhentilah berdzikir" ucap cahaya itu kepada fatir.

Fatir pun merasa bingung namun ia terpikir perkataan kakek tadi yang berkata bahwa dirinya harus berhati hati dan jangan sampai tertipu. Ia berfikir ini pasti adalah jin yang berpura pura untuk mengelabui dirinya.

Kemudian ia pun berkata "Wahai jin yang terkutuk enyahlah kau dari hadapanku. Tuhanku takkan pernah melarangku berdzikir, Itu hanyalah tipu dayamu" ucap fatir.

Kemudian cahaya itu pun berubah menjadi kehitaman dan berkata "HAHAHA Aku akan terus menyesatkan kalian wahai manusia. Sudah banyak yang ku sesatkan dengan cara seperti ini. Berhati hatilah kalian wahai bangsa manusia, Aku akan terus kembali HAHAHA" ucap cahaya hitam itu dan perlahan menghilang menjadi asap.

Ternyata benar inilah yang dimaksud kakek bahwa dirinya harus berhati hati jangan sampai tertipu, salah satunya oleh tipu daya jin.

Karena fatir berfikir bahwa tidak mungkin Allah ta'ala melarang manusia untuk berdzikir sedangkan Allah ta'ala sangat menyukai orang orang yang berdzikir.

Jika segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat maka itu adalah tipu daya jin. Fatir pun bermohon dalam dzikirnya agar Allah senantiasa melindunginya dari tipu daya jin yang mengganggu dirinya.

Ia pun terus tak berhenti mengucapkan dzikir didalam gubuk itu. Qitmir pun tertidur berada disamping fatir menemaninya didalam gubuk itu.

Pada saat ayah fatir sampai ketempat mereka. Ayah fatir pun bergegas merebahkan jaka yang sudah berlumur darah dipunggungnya. Darah jaka pun juga membasahi punggung ayah fatir yang dari tadi menggendongnya pulang.

Jaka pun masih pucat dan setengah tidak sadarkan diri. Namun ia berusaha untuk tetap berada dalam kondisi sadar walaupun sebenarnya dia sudah dalam kondisi lemas.

Pada saat ia masih dalam kondisi setengah sadar. Ayah fatir pun sudah menyiapkan segala tumbuh tumbuhan obat untuk menghentikan pendarahan dari punggung jaka. Ayah fatir yang juga ahli dalam pengobatan itu pun dengan mudah meracik tanaman obat untuk mengobati luka pada tubuh jaka.

Jaka pun sambil berkata tidak jelas dan terus berulang ulang "kau akan keluar, kau akan selamat, kau akan ku bawa pergi, kau akan keluar dari sini" ucap jaka terus menerus.

Ayah fatir pun terus mengucapkan kata kepada jaka "Sadarlah jaka, sadarlah kau akan segera sehat kembali" ucap ayah fatir.

Namun jaka terus saja meracau tak jelas. Setelah ramuan obat itu selesai diolah oleh ayah fatir. Ia pun segera menempelkan tanaman yang telah ditumbuk itu kelukanya jaka yaitu bagian punggungnya.

Pada saat itu jaka berteriak karena kesakitan "Aaaarrrgh masya Allah sakitnya" ucap jaka mengaduh kesakitan.

Ayah fatir pun menyuruh jaka meminum ramuan obat yang telah dibuatnya juga untuk mengembalikan stamina tubuhnya yang terkuras hingga lemas tadi.

Setelah jaka meminumnya, ayah fatir pun menyuruh jaka beristirahat untuk mengembalikan tenaganya. Saat baru saja jaka hendak beristirahat, penjaga yang tadi telah melukai jaka pun juga telah sampai menemui mereka dan berkata "Apakah dia sudah mati? Jika sudah mati segeralah kuburkan saja. Aku tidak mau mencium bau busuk mayat disini." Ucap penjaga dari pasukan bambu kuning itu sambil acuh tak menghiraukan keadaan jaka yang masih terlihat pucat.

Ayah fatir pun hanya tertunduk diam ketika melihat pasukan bambu kuning itu berkata dan berjalan meninggalkan mereka. Kemudian ayah fatir pun berkata "Apakah aku harus mati ditempat ini?" Ucap ayah fatir sambil menghadapkan wajahnya keatas, kemudian berkata "Ya tuhan tolonglah hambamu ini, aku tidak ingin membusuk ditempat ini tuhan tolonglah aku dan jaka tuhan agar bisa meninggalkan tempat ini" ucap ayah fatir sambil menitikkan air mata.

Pada saat ayah fatir menangis hingga membasahi tanah. Kemudian terdengar suara "SEMUA PASUKAN DIHARAPKAN BERKUMPUL" ucap pasukan penjaga memberitahukan kepada seluruh pasukan untuk berkumpul.

Kemudian para pasukan penjaga pun terus bergegas untuk berkumpul dihalaman untuk mendengarkan sesuatu hal yang penting untuk disampaikan oleh ketua mereka.

Kakek pun kembali ketempat latihan untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan latihan fatir. Kakek yang juga sambil berlatih pun bersegera kembali menuju gubuk tempat fatir latihan.

Tak memerlukan waktu lama kakek pun sudah sampai ditempat latihan. Namun alangkah terkejutnya kakek ketika baru saja sampai ditempat latihan fatir.

Kakek mencium aroma wewangian yang begitu semerbak harumnya. Kakek pun mencari asal aroma harum wewangian itu. Semakin kakek berusaha mencari aroma harum itu indera penciuman kakek tertuju kegubuk tempat latihan fatir.

Kakek pun bingung apakah mungkin aroma harum wewangian itu datangnya dari gubuk itu. Semakin dekat kakek kegubuk itu semakin berkecamuk rasa tidak percaya pada diri kakek ternyata fatir yang berada didalam gubuk itu telah memasuki Tingkatan fokus tertinggi hingga mengeluarkan aroma wewangian yang semerbak seperti aroma dari syurga.

Kakek pun terkejut dan berkata dalam hati "Masya Allah, subhanallah walhamdulillah wallahu akbar, ternyata ia telah berhasil memasuki tingkatan fokus tertinggi hanya dalam waktu sebentar, sungguh ini suatu kekuasaan Allah yang maha kuasa menunjukkan hal ini padaku" gumam kakek didalam hatinya.

Kakek pun membiarkan fatir terus melanjutkan latihannya. Qitmir yang senantiasa menemani fatir pun masih tertidur lelap karena terlalu nyaman bersama fatir.

Kakek pun tersenyum sambil memandang wajah fatir dan berkata "ternyata inilah keajaiban anak yang terpilih oleh elang sang malaikat sehingga hanya memerlukan waktu sebentar untuk latihan dia telah mencapai tingkatan tertinggi begitu cepat" ucap kakek berbicara pada dirinya sendiri perlahan karena tidak mau mengganggu latihan fatir.

Kakek pun hanya duduk dikejauhan sambil masih takjub memperhatikan perkembangan fatir yang begitu pesat. Kakek pun berkata "Sepertinya cahaya untuk menumpas kemungkaran sudah mulai terlihat, kebatilan akan selalu dapat dilenyapkan oleh kebenaran." Ucap kakek tersenyum sambil bersandar dibawah pohon menunggu fatir.

Fatir pun terus berada dalam kondisi fokus terbaiknya. Tak berapa lama waktu hampir mendekati senja dan fatir pun menyelesaikan latihannya. Tatkala ia keluar dari gubuk bersama qitmir yang masih berada dipangkuannya.

Ia melihat kakek sedang tertidur lelap seperti kelelahan. Kemudian fatir pun berjalan mendekati kakek dan membangunkan kakek perlahan "Assalamu alaikum, kek bangun, waktu sudah hampir senja mari kita pulang kek, kita bersiap untuk ibadah sholat maghrib" ucap fatir sambil menggoyangkan tubuh kakek.

Kakek pun terkejut dan terbangun kemudian berkata "wa'alaikumsalam, Masya Allah, ternyata aku tertidur, tak sadar mata ini terlelap begitu saja tanpa sadar, mari kita pulang waktu sudah hampir senja fatir" ucap kakek sambil terkejut.

Fatir pun tersenyum dan berkata "aku tadi baru saja berkata itu kepada kakek tapi kakek malah mengulang perkataanku" ucap fatir sambil tersenyum dan kakek pun tertawa kemudian ia pun tertawa juga sembari berkata "mari kek kita pulang dan bersiap" ucap fatir sambil membawa qitmir yang masih tertidur dan mengajak kakek untuk pulang disore yang hampir senja itu.

Ketika berjalan pulang kakek hanya diam dan tersenyum memandang fatir mengingat jika ia telah mencapai titik fokus tertinggi artinya semakin terlihat harapan untuk menyelamatkan ayahnya dan warga desa dari kejahatan pasukan bambu kuning yang terkenal keberingasannya.

Episode 9

Terpopuler

Comments

Rusliadi Rusli

Rusliadi Rusli

👍👍👍👍

2023-03-31

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!