Semua para warga yang disandera dan dijadikan budak diminta terus melayani pasukan bambu kuning yang tengah berpesta. Para laki laki diminta bekerja serba bisa, mulai mencari kayu kemudian memotongnya dengan kapak Dan menghidupkan api untuk memasak hidangan pesta.
Mereka para budak juga harus bisa memasak dan menyajikan makanan kepada para pasukan bambu kuning. Para Wanita desa yang tertangkap oleh mereka dimasukkan kedalam penjara bawah tanah yang mereka buat. Dan para wanita itu akan dijadikan makanan peliharaan ketua bambu kuning yaitu harimau dan buaya ketika mereka kelaparan.
Pasukan bambu kuning yang dipimpin oleh si Harimau Hitam yang menjadi julukannya itu memang terkenal bengis dan kejam. Ia telah merampas kebahagiaan 29 desa, Semua desa tersebut mengalami kesengsaraan hidup semuanya.
Karena kehidupan mereka yang sebelumnya penuh dengan kebahagiaan kini semuanya hidup đibawah bayang bayang kematian dan kesengsaraan menjadi seorang budak dari pasukan bambu kuning.
Ayah fatir di sana diperintahkan untuk mencari kayu di hutan dengan kaki diikat rantai dan diawasi para prajurit bambu kuning selalu. Begitulah hari hari yang dijalani ayahnya fatir.
Mereka bisa beristirahat hanya untuk makan saja, itu pun hanya dijatahkan 2 kali dalam sehari. Saat istirahat itulah para prajurit penjaga juga meninggalkan mereka dari penjagaan dan dibiarkan makan.
Dan makanan yang diberikan pun tentunya layaknya makanan seorang budak yang sangat jauh dari kata layak. Namun itu lah yang dialami oleh ayah fatir dan warga yang lainnya. Ketika beristirahat ayah fatir dan seseorang yang juga sama sama ditangkap menjadi budak.
Ayah fatir bercerita tentang keinginan melarikan diri dari sanderaan pasukan bambu kuning. Mereka pun berbicara sambil berbisik dan pelan pelan agar tidak didengar prajurit penjaga.
Ayah fatir pun berkata "sudah berhari hari kita disini aku belum tahu namamu siapakah namamu? perkenalkan aku adalah syamsuri. Panggil saja syam. Apakah kamu memiliki keluarga?" Ucap ayah fatir.
Seseorang itu pun berkata "Aku sekarang seorang yatim piatu dan tidak memiliki keluarga lagi. Karena kedua orang tuaku telah dibunuh oleh pasukan bambu kuning ketika orang tuaku mencoba melawan sewaktu ditangkap didesa. Sehingga sekarang Aku hanya hidup untuk menghidupi diriku saja. Panggil saja aku jaka. Bagaimana denganmu apakah kau memiliki keluarga" tanya jaka.
Ayah fatir pun berkata "maafkan aku karena tidak tahu mengenai keluargamu. Aku masih memiliki seorang istri yang masih kusembunyikan entah bagaimana kabarnya sekarang semoga dia selalu dalam lindungan Allah ta'ala. Aku juga memiliki seorang anak laki laki namun dia hilang sebelum datangnya pasukan kuning kedesaku. Akupun masih tidak tahu bagaimana keadaan anakku sekarang. Aku berharap istri dan anakku semoga dalam keadaan baik baik saja. Dan Aku sekarang hanya berpikir bagaimana caranya melarikan diri dari tempat kumuh ini. Agar segera bertemu dengan keluargaku."ucap ayah fatir tertunduk sambil meneteskan air matanya.
Jaka pun berkata "berarti kau masih ada harapan untuk bertemu keluargamu. Bagaimana kalau kita berdua mengatur strategi untuk keluar dari penjagaan pasukan bambu kuning ini? Aku akan membantumu jika kau mau." Ucap jaka pada ayah fatir.
Ayah fatir pun berkata "benarkah?? Kau mau menolongku? Bagaimana kalau kau juga ikut bersamaku menemui keluargaku. Mereka pasti senang bertemu denganmu. Tapi masih ada yang aku pikirkan. Bagaimana cara kita keluar dari sini" Ucap ayah fatir sambil menopangkan tangannya kedagu.
Jaka pun berkata "baiklah aku juga akan ikut bersamamu. Bertemu dengan keluargamu. Aku berharap mendapatkan keluarga baru yang mau menerimaku. Untuk caranya nanti kita bicarakan karena para prajurit penjaga sudah datang" Ucap jaka pada ayah fatir sambil mengisyaratkan matanya kalau prajurit penjaga sudah datang.
Ketika prajurit penjaga mulai datang maka mereka pun mengalihkan pembicaraan kepada hal lain agar tak dicurigai oleh para prajurit yang menjaga mereka.
Disiang hari itu sebelum dzuhur tatkala fatir masih beristirahat untuk mengembalikan tenaganya agar dapat pulih untuk persiapan latihan sore nanti setelah ashar. "Praaaaaaangggg" Terdengar suara didalam kamar ibunya fatir.
Fatir pun terkejut dengan kepala masih sedikit pusing dan sedikit lemas fatir pun kemudian berkata "Suara apa itu kek? seperti suara pecahan kaca" ucap fatir.
Namun ketika fatir memalingkan wajahnya, ternyata fatir memandang disamping tempat istirahatnya jikalau saat itu kakek sedang melakukan sholat dan sedang dalam posisi sujud.
Fatir pun mencoba mengangkat badannya yang sedikit pusing dan lemas itu untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi.
Baru saja fatir hendak beranjak dari tempat tidurnya dan ingin keluar dari tempat istirahatnya. Ternyata saat itu kakek juga telah menyelesaikan sholatnya.
Kakek pun membawa fatir ketempat asal suara itu. Nampaknya suara itu berasal dari tempat istirahat ibu fatir.
Ketika mereka membuka pintu kamar ibu fatir, ternyata nampak pecahan kaca berserakan dilantai. Dan ibu fatir yang tengah berusaha duduk dari istirahatnya tadi ternyata ingin berusaha mengambil air minum digelas yang ada dimeja samping tempat tidur.
Namun tanpa sengaja ibu fatir terlepas pegangan tangannya dari gelas air minum itu sehingga pecahlah gelas dan juga tumpah air yang didalamnya sehingga membasahi lantai pada saat itu.
Kemudian fatir dan kakek pun bersyukur ternyata bukan sesuatu yang mengkhawatirkan telah terjadi.
Kakek pun membersihkan pecahan kaca itu dan fatir pun duduk disamping ibunya seraya berkata "bagaimana keadaan ibu sekarang apakah sudah mulai baikan?" Tanya fatir.
Ibunya pun menjawab "Alhamdulillah ibu mulai baikan nak, tapi tadi ibu ingin minum dan tidak sengaja terlepas dari genggaman ibu sehingga memecahkan gelas itu jadinya, maafkan aku ya kek tidak sengaja" ucap ibu fatir.
Kakek pun menjawab "tidak apa apa dan itu juga hanya sebuah gelas saja. Semuanya hanyalah ketidaksengajaan dan semuanya pun juga telah terjadi jadi jangan dipikirkan" ucap kakek tersenyum sembari membersihkan pecahan kaca dilantai.
Fatir pun yang masih sedikit pusing berkata "kakek, tadi sedang sholat apa kek? Sholat sunnah dhuha ya kek?" Tanya fatir.
Kakek pun tersenyum sambil berkata "bukan, yang kau lihat tadi kakek sedang sholat sunnah taubat, & sebelumnya kakek sholat sunnah dhuha setelah itu sholat sunnah tasbih kemudian barulah kakek sholat sunnah taubat" ucap kakek.
Kemudian fatir berkata "ternyata bukan hanya sholat sunnah dhuha saja ya kek yang bisa dikerjakan pada pagi hari? Bukankah sholat sunnah dhuha itu untuk melancarkan rejeki ya kek?" Tanya fatir penasaran.
Ibunya pun hanya tersenyum melihat fatir yang penasaran bertanya. Kakek pun menjawab "betul fatir, sholat sunnah dipagi hari itu banyak yang bisa kita kerjakan selain sholat sunnah dhuha, tapi banyak jenis sholat sunnah yang lainnya juga seperti sholat sunnah tasbih dan sholat sunnah taubat tadi.
Nah, mengenai sholat sunnah dhuha terkadang banyak orang salah mengartikan dengan apa yang dimaksud melancarkan rejeki itu. Rejeki yang dimaksud itu tidak selalu harus berupa harta, namun dilancarkannya rejeki kita sebagai makhluk hidup yaitu untuk bernafas dengan bebas dan lancar itu merupakan rejeki terbesar dari Allah ta'ala kepada kita. Sehingga itu salah satu maksud dari lancarnya rejeki dan masih banyak lagi pengertiannya" ucap kakek.
Kemudian kakek melanjutkan "oh iya, bagaimana keadaanmu sekarang fatir apakah sudah mulai baikan?" Tanya kakek.
Fatir pun berkata "benar yang dikatakan kakek ternyata itu maksud mengenai dilancarkannya rejeki itu. Maha luas rejeki Allah namun terkadang banyak salah mengerti maksudnya. Termasuk aku sendiri kek." Ucap fatir sambil menundukkan kepalanya.
Kemudian fatir pun melanjutkan "Alhamdulillah aku sudah mulai baikan kek. Hanya agak sedikit pusing saja. Sepertinya sebentar lagi juga baikan kek" ucap fatir sambil tersenyum. Tak berapa lama adzan dzuhur pun berkumandang sehingga mereka segera bersiap siap menuju masjid untuk sholat berjamaah.
Episode 7
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments