Sesaat pendekar buaya putih itu terbangun dan sadar sepenuhnya. Maka wajah dari ketua harimau hitam pun nampak sangat geram dan merah menyala kemudian berkata "APA YANG TERJADI PADA KALIAN SEHINGGA KAU KEMBALI DALAM KEADAAN SEPERTI INI HAAH???" Ucap ketua harimau hitam yang terlihat di liputi rasa penuh amarah yang berkobar kobar.
Pendekar buaya putih pun kemudian menjawab untuk menjelaskan "maafkan hamba ketua, pasukan kita semuanya habis roboh tiada berdaya saat rencana penyerangan itu di kawasan pondok pesantren Al Amin ketua.
hamba pun berusaha melarikan diri dengan sisa sisa tenaga yang ada untuk melaporkan kejadian ini pada ketua. Nampaknya mereka sudah mengetahui kedatangan kita. saat itu hal aneh terjadi, kami semua di selimuti asap tebal entah datang dari mana yang membuat kuda kuda kami kebingungan berjalan hingga membuat banyak pasukan yang terjatuh dari kuda kudanya.
Dan kami pun sepertinya di serang dengan rasa kantuk yang amat dahsyat. Sehingga kami tidak sadar jikalau banyak pasukan kita semuanya sudah roboh tanpa perlawanan di kawasan pondok pesantren Al Amin itu ketua.
Kita harus segera mengatur strategi kembali untuk menyerang mereka secepatnya ketua, agar tidak menimbulkan korban lagi dari pasukan kita nantinya" ucap pendekar buaya putih.
Harimau hitam pun berkata "AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI MEREKA SEMUA, SEPERTINYA MEREKA MENABUH GENDERANG PERANG TERHADAP KITA SAAT INI, JIKA ITU YANG MEREKA INGINKAN MAKA BAIKLAH AKAN KU KABULKAN PERMINTAAN MEREKA UNTUK PULANG KE ALAM BAKA, KERAHKAN SEMUA PASUKAN KITA UNTUK MENYERANG PONDOK PESANTREN AL AMIN. NAMUN SEBELUM ITU KITA HARUS MENGATUR SIASAT TERLEBIH DAHULU AGAR PENYERANGAN KALI INI TIDAK KEMBALI GAGAL SEPERTI INI LAGI" ucap ketua harimau hitam kepada pendekar buaya putih yang nampak tertunduk karena merasa bersalah atas kegagalan penyerangan ke pondok pesantren Al Amin yang di perintahkan kepadanya.
Kemudian pendekar buaya putih pun di bawa untuk di obati dari luka luka yang ia alami sejak kejadian penyerangan yang gagal itu.
Dan pendekar harimau hitam pun memanggil seluruh penasehatnya untuk menyusun strategi penyerangan kembali ke pondok pesantren Al Amin untuk membalas dendam dan menghancurkan mereka semua tanpa tersisa sedikit pun dengan kondisi dirinya yang masih sambil diobati itu.
Di Pagi hari itu fatir pun sudah dalam keadaan pulih kembali dan baru saja pulang ke rumah bersama kakek amin yang berangkat ke masjid semenjak subuh tadi.
Sinta yang juga sudah berada di rumah itu pun langsung memasak makanan di dapur untuk mereka semua. Ibu fatir yang melihat kehadiran sinta pun terkejut melihatnya karena baru melihat orang asing yang ada di dalam rumah mereka pagi itu tengah berada di dapur mereka.
Kakek amin dan fatir yang melihat hal itu pun kemudian langsung menjelaskan kepada ibu fatir bahwa namanya adalah Sinta yakni seorang anak yang keluarganya telah di bunuh oleh pasukan bambu kuning juga.
Dan mereka pun sama sama merasakan akibat dari kekejaman pasukan bambu kuning yang telah menghadirkan rasa luka di hati mereka semua.
Fatir pun di kala pagi itu kepalanya mendadak terasa sangat pusing seperti ada yang mengganggunya saat itu Kakek amin pun memegangi fatir dan mendudukkan nya agar tidak terjatuh ke lantai yang di akibatkan rasa pusingnya.
Ternyata mata bagian kanan fatir pun memperlihatkan sesuatu hal kepada fatir yaitu jatuhnya pasukan bambu kuning dari kuda - kuda mereka. Ia pun melihat bahwa pasukan bambu kuning semuanya terkapar di atas tanah bersama dengan kuda tunggangan mereka yang sudah tidak berdaya.
Saat itu fatir pun tersadar dan kemudian Fatir pun menceritakan apa yang ia lihat kepada kakek amin tentang sesuatu tangkapan mata yang ia lihat dengan mata kanannya. Kemudian fatir menanyakan hal itu kepada Kakek amin tentang apa gerangan yang ia lihat itu.
Kakek pun menjelaskan kepada Fatir tentang rencana penyerangan pasukan bambu kuning ke pondok pesantren Al Amin pagi ini karena mereka mengira jikalau pondok pesantren al Amin lah yang menyerang pasukan mereka dengan jarum sakti pada saat itu sehingga pimpinan mereka langsung mengerahkan pasukannya untuk menyerang Pondok pesantren al Amin.
Namun ternyata Allah senantiasa menolong hamba hambanya sehingga pondok pesantren al Amin pun dapat terselamatkan oleh penyerangan pasukan bambu kuning pada pagi ini yang membuat mereka tumbang dan berakhir kegagalan pada aksi penyerangan mereka tersebut.
Ketika kakek Amin Menjelaskan tentang penyerangan pasukan bambu kuning terhadap Pondok pesantren Al Amin pagi ini rupanya membuat fatir bertanya kenapa kakek amin mengetahui tentang penyerangan pagi ini. Kakek amin pun menceritakan semuanya kepada fatir jikalau pada malam kakek hendak melihat keadaan ayahnya pada malam itu.
Kakek amin pun tak sengaja mendengar percakapan tentang penyerangan mereka terhadap pondok pesantren Al Amin pagi ini yang di karenakan mereka menemukan jarum sakti yang kakek gunakan untuk melumpuhkan pasukan bambu kuning pada saat itu.
Karena jarum sakti itu adalah satu satunya senjata ciri khas dari pondok pesantren Al Amin Sehingga mereka mengambil kesimpulan bahwa pondok pesantren Al Amin lah yang menyerang pasukan mereka hingga tak sadarkan diri itu.
Di situlah penyebab pertemuan kakek dengan sinta karena sinta memiliki ikatan keluarga terhadap org yang menghadang kakek amin saat menuju pondok pesantren al amin untuk menyampaikan info namun di hadang orang orang yang disebabkan karena kelaparan.
Namun nasib sial menimpa mereka, karena mereka tewas oleh tangan tangan jahat pasukan bambu kuning yang telah membunuh mereka dengan kejam. Namun yang paling penting kakek amin telah mengetahui jikalau keadaan ayah fatir masih sehat sehat saja.
Lantas ibu fatir yang mendengar hal itu pun langsung meneteskan air mata penuh harapan ingin berjumpa dengan suaminya.
Saat itu fatir pun hendak segera menyelamatkan ayahnya dari sanderaan pasukan bambu kuning. Ia pun bergegas keluar pintu rumah ketika mendengar apa yang telah di ceritakan kakek amin tentang hal tadi malam.
Namun kakek amin pun menghentikan langkah fatir untuk berangkat. Karena kakek amin menjelaskan kepada fatir jikalau fatir saat ini sedang belum siap untuk menghadapi pasukan bambu kuning.
Fatir pun segera hendak bergegas berangkat karena rasa emosi dan harapan di dalam hatinya ingin berjumpa ayahnya makin berkecamuk menjadi satu.
Namun kakek amin mencoba menenangkan fatir hingga fatir pun tersadar jikalau yang ia lakukan sekarang adalah sebuah kesalahan karena ia memang masih belum siap untuk menghadapi pasukan bambu kuning dari banyak hal.
Sehingga ia harus segera mengasah kemampuannya itu untuk menyiapkan dirinya untuk terus latihan bersama kakek amin. Saat itu fatir pun makin bersemangat untuk latihan yang akan ia lalui setiap harinya hingga hari itu tiba waktunya.
Episode 15
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments