Fatir yang sedang kelelahan pun masih berbaring di tanah di samping pohon. Keringat yang begitu banyak keluar dari tubuhnya saat itu. Begitu juga qitmir yang saat itu tengah asyik bermain di samping pohon tempat fatir tidur.
Fatir pun mencoba bangun dari rasa lelahnya. Fatir pun bangun kemudian duduk, terdengar jelas suara terengah-engah keluar dari mulutnya menandakan bahwa dia sedang lelah.
Kemudian pada saat ia duduk, fatir pun seperti melihat cahaya dikejauhan yang mendekatinya. Tak lama cahaya itu mendekat kemudian berubah menjadi seorang laki laki yang berjubah putih dan memakai surban di kepalanya.
Wajah lelaki itu terang benderang cahayanya, saat itu fatir teringat bahwa ternyata laki laki itu adalah elang sang malaikat yang sebelumnya sudah pernah ia temui.
Kemudian elang sang malaikat itu berkata kepada fatir "Untuk membangkitkan aura mata elang yang ada pada matamu itu, kau harus berendam didalam telaga sutra itu selama 1 malam pada hari ini hingga menjelang subuh nanti. Maka aura mata elang itu akan terbuka nantinya" ucap elang sang malaikat.
Kemudian ia pun berubah menjadi cahaya dan mengecil kemudian menghilang. Fatir pun masih bertanya tanya benarkah apa yang dikatakan elang sang malaikat itu. Antara benar dan tidak fatir pun masih ragu.
Namun saat itu juga ia meyakinkan dirinya dan kemudian ia kembali mengangkat badannya yang lemas lalu berjalan menuju telaga sutra itu perlahan. Fatir pun berjalan terseok seok menuju telaga sutra itu.
Sesampainya didepan telaga sutra, fatir pun kembali meyakinkan dirinya untuk masuk kedalam telaga sutra itu. Kemudian ia pun memohon kepada Allah atas apa yang akan dilakukannya dan fatir pun mengucapkan basmalah dan perlahan lahan ia masuk kedalam telaga sutra itu sambil memejamkan matanya.
Diperjalanan menuju pesantren Al Amin, Kakek terus berlari secepatnya menuju pesantren Al Amin untuk memberitahukan tentang penyerangan pasukan bambu kuning ke pondok pesantren Al Amin besok pagi.
DiTengah perjalanan kakek Amin bertemu dengan sekelompok penjahat bertopeng. Jumlah penjahat bertopeng itu ada 3 orang. 2 masih muda dan 1 orang lebih tua dari keduanya. Ternyata yang lebih tua itu adalah pimpinan kelompok penjahat itu.
Kakek Amin pun dihentikan oleh mereka dan berkata "BERHENTI KAU, MAU PERGI KEMANA KAU? SERAHKAN DULU HARTA BENDAMU JIKA INGIN MELEWATI JALAN INI" Ucap salah satu penjahat yang lebih tua.
Kakek Amin pun tersenyum menjawab "Maafkan Aku, aku hanya ingin lewat jalan ini untuk pergi ke pondok pesantren Al Amin, silahkan saja ambil jikalau bisa. Kalau boleh tahu kalian ini siapa?" Ucap kakek amin santai.
Salah satu penjahat itu pun berteriak dan berkata "SUDAH JANGAN BANYAK OMONG, AYO KITA HABISI DIA" ucap penjahat itu sambil mengisyaratkan rekan rekannya yang lain untuk menyerang kakek amin juga.
Pada saat itu terjadilah perkelahian antara mereka berempat ditengah jalan itu. Kakek amin terus menghindari pukulan mereka dengan mudah. Satu persatu dari para penjahat itu berjatuhan ketika dipukul oleh kakek amin.
Hingga tersisa satu orang, kemudian kakek amin pun membuatnya tersungkur ditanah dan dalam kondisi terkunci tangan dan kakinya oleh kakek amin.
Kakek Amin pun membuka topeng mereka dan bertanya "Siapa kalian ini sebenarnya?" Ucap kakek Amin.
Ia pun berkata "Ampun tuan, kami hanya orang miskin yang ingin mencari uang untuk membeli makan dan Mereka berdua adalah anak anakku. Karena Desa kami telah hancur dan tidak ada yang tersisa dari penduduk desa kami semuanya ditangkap pasukan bambu kuning. Kami bertiga berhasil melarikan diri saat pasukan bambu kuning menyerang desa kami karena saat sebelum datang pasukan bambu kuning kami sedang keluar desa untuk mencari kayu dihutan. Itulah sebabnya kami kelaparan sehingga kami berbuat begini. Ampuni kami tuan kami hanya ingin mencari uang untuk makan, Ampuni tuan" ucap lelaki itu memohon.
Kemudian kakek amin pun melepaskan dan berkata "Masya Allah, ternyata kalian korban dari pasukan bambu kuning juga, ternyata mereka begitu beringas menghancurkan desa desa yang mereka datangi. Ini ada sedikit uang silahkan ambil dan gunakan seperlunya untuk kalian makan, semoga bisa membantu, dan ingat jangan pernah kalian berbuat seperti ini lagi. Karena Allah akan melaknat orang orang yang berbuat jahat kepada sesama makhluknya. aku sekarang ingin segera berangkat karena ada berita penting mengenai pasukan bambu kuning juga yang harus aku sampaikan. Kalau begitu sampai jumpa semoga Allah memberkahi kalian semua. Assalamu alaikum" ucap kakek amin sambil memberikan uang dan bergegas kembali melanjutkan perjalanan kepondok pesantren Al Amin.
Kemudian tak berapa lama setelah itu kakek amin pun sampai dilingkungan pondok pesantren, kemudian kakek amin pun terus berjalan menuju pintu gerbang pondok pesantren.
sesampainya kakek didepan pintu gerbang pondok pesantren Al Amin. Kakek amin pun disambut oleh cucunya yaitu guntur yang kala itu kebetulan hendak mencari angin malam diluar pondok karena belum mengantuk pada malam itu.
Kemudian guntur yang masih dalam keadaan terkejut karena kakeknya datang ke pondok, langsung ia pun memeluk kakeknya itu. Sambil berkata "Ada apa kakek kesini malam malam? Apakah kakek rindu padaku hingga berangkat kesini tengah malam?" Ucap guntur tersenyum.
Kakek amin pun menjawab "tentu saja aku rindu padamu cucuku, namun yang menjadi sebab aku datang kesini bukan karena kakek hanya rindu padamu. Tapi karena ada sesuatu yang mendesak yang harus kakek sampaikan karena ini kondisi gawat darurat" ucap kakek amin serius.
Kakek pun melanjutkan "dimana kyai sekarang? Apakah beliau sudah tidur?" Tanya kakek.
Guntur pun menjawab "Hal gawat darurat apakah itu kek? Kyai masih berkhalwat seperti biasanya ditengah malam seperti ini kek.
Tapi jika sesuatu itu mendesak mungkin bisa saja kyai kita temui kek untuk membicarakan hal ini" ucap guntur. Belum sempat mereka berjalan hendak menuju tempat kyai berkhalwat.
Terdengar suara dari balik pintu dan berkata "Assalamu alaikum, bagaimana kabarmu Amin? Apakah sehat sehat saja?" Ucap kyai abdullah tersenyum.
Kakek amin pun segera menjawab salam kyai abdullah dan langsung mendatangi kyai seraya mencium tangan beliau.
Kemudian kakek amin pun berkata "Alhamdulillah sekarang dalam keadaan sehat wal afiat kyai. Ada yang mau saya sampaikan kepada kyai tentang hal penting kyai" ucap kakek amin tertunduk.
Kyai pun menjawab "Alhamdulillah tabarakallah, semoga Allah selalu memberi kesehatan padamu, aku sudah tahu apa tujuan kedatanganmu dan juga apa yang ingin kau sampaikan, kita semua di pondok pesantren Al Amin ini insya Allah akan Allah lindungi dari bala esok pagi, yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita. Pulanglah kau dulu muridmu membutuhkanmu" ucap kyai tersenyum.
Kakek amin pun tertunduk kembali dan memahami maksud apa yang disampaikan kyai abdullah terhadapnya. Kakek amin pun kembali mencium tangan kyai dan berpamitan untuk kembali pulang pada malam itu juga dan berpamitan pula kepada cucunya guntur.
Guntur pun kembali memeluk dan mencium tangan kakeknya. Kemudian kakek amin pun mengucapkan salam dan dijawab oleh kyai abdullah dan cucunya guntur. Pada saat itu juga kakek amin berangkat kembali menuju rumahnya dengan perasaan tenang karena telah mendengar jawaban kyai.
Episode 12
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments