Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"

Ketika pertemuan haru antara fatir dan ibunya. Mereka berdua pun melepaskan tangisan bersama karena kerinduan antara ibu dan anak. Setelah semua itu reda fatir pun berkata "ibu, kita berdua harus keluar dari desa ini untuk mencari tempat yang aman bu" ucap fatir.

Ibunya pun menjawab "pergi kemana kita fatir, tidak ada tempat bersembunyi lagi untuk kita berdua fatir." Ucap ibunya sambil ketakutan. Fatir pun berkata "kita harus pergi ke tempat kakek amin bu.

Dia yang telah menolongku ketika aku terjatuh bu, dan kakek amin pula lah yang mengobati luka di mataku bu, pasti kakek amin menerima kita di sana bu" ucap fatir meyakinkan ibunya. Ibunya pun berkata "Alhamdulillah kalau memang masih ada tempat untuk kita bersembunyi dari kejahatan kelompok bambu kuning ini fatir.

Lantas bagaimana cara nya kita pergi ke rumah kakek yang kau maksudkan itu fatir" ucap ibu fatir. Fatir pun berkata "kita harus segera meninggalkan rumah kita bu, apakah ibu masih kuat berjalan bersamaku?" Tanya fatir.

Ibu pun menjawab "baiklah nak, ibu akan mengikuti mu. Insya Allah badan ibu masih kuat berjalan walaupun masih lemas. Namun atas izin Allah insya Allah semua nya bisa saja" ucap ibu nya meyakinkan fatir walaupun masih dalam keadaan lemas.

Fatir pun berkata "ayo bu kita berangkat segera" ucap fatir sambil membantu ibunya berdiri. Ketika mereka berdua hendak keluar rumah baru saja beberapa langkah ternyata terdengar dari kejauhan suara kuda yang sedang di tunggangi oleh seseorang.

Ketika mereka intip dari balik jendela rumah ternyata itu adalah salah seorang pasukan dari kelompok bambu kuning yang sedang berkeliling untuk memantau situasi desa apakah masih ada laki laki di dalam desa ini ataukah sudah tidak ada.

Ibu fatir pun langsung berkata "kita tidak bisa keluar sekarang nak, karena di luar masih ada pasukan kelompok bambu kuning yang sedang berjaga mengelilingi desa ini. Kita harus bertahan di dalam rumah ini sampai mereka selesai berjaga" ucap ibu fatir.

Fatir pun bingung dengan situasi yang di hadapinya. Di tengah kebingungannya ia teringat bungkusan yang di berikan kakek amin padanya. Pada waktu itu kakek berkata bukalah jika kamu berada dalam kondisi terdesak.

Sepertinya inilah saatnya kondisi terdesak itu menurut fatir. Lantas ia segera mengeluarkan bungkusan itu dan pada saat fatir hendak membukanya, timbul rasa gugup dan penasaran di hatinya sebenarnya apakah yang ada didalam bungkusan itu hingga membuat dirinya makin penasaran.

Ketika fatir membuka bungkusan itu. Ternyata isinya adalah sebuah tasbih hitam kecil yang bertuliskan nama Allah dan Muhammad pada tiap - tiap biji tasbihnya.

Dan di dalamnya terdapat pula kertas kecil yang bertuliskan pesan yang isinya adalah "Assalamu alaikum. Fatir, kakek tahu ketika kamu membaca tulisan ini berarti kamu sedang berada dalam bahaya. Untuk itu gunakan lah tasbih ini untuk berdzikir kepada Allah setiap kamu berada dalam kesulitan. Niscaya pertolongan Allah akan datang pada dirimu. Yakin lah pertolongan Allah itu maha luas. Wassalam" itu lah isi dari pesan yang ada di kertas kecil yang terdapat di dalam bungkusan hitam itu.

Fatir pun lantas langsung memulai berdzikir sambil duduk bersila dan memohon kepada Allah akan pertolongan atas dirinya dan ibunya untuk melewati para penjaga yang berada mengelilingi rumah mereka. Tak berapa lama setelah itu seperti suatu hal yang kebetulan saja yaitu terdengar suara "Gubraaak" ternyata itu suara penjaga berkuda yang terjatuh dari atas kuda.

Ibu fatir mencoba melihat melalui lubang jendela karena penasaran dengan hal apa yang terjadi diluar. Ternyata betapa terkejutnya ibu fatir melihatnya. Bahwa penjaga berkuda yang dari tadi memantau rumah dan berkeliling desa itu ternyata telah terjatuh dari atas kudanya dan bahkan masih dalam keadaan tertidur pulas di atas tanah setelah penjaga itu terjatuh.

Ibu fatir pun menggoyangkan tubuh fatir yang sedang berdzikir sembari berkata "masya Allah nak,pertolongan Allah sepertinya telah datang kepada kita. Penjaga diluar telah tertidur pulas di atas tanah sekarang. Ini kesempatan kita untuk melarikan diri nak." Ucap ibunya dalam keadaan senang sekaligus kaget.

Fatir pun berkata "Allahu Akbar, Alhamdulillah ternyata pertolongan Allah memang telah datang bu. Ayo kita segera pergi meninggalkan desa ini." Ucap fatir sambil memegang tangan ibu nya keluar rumah. Mereka pun segera berlari menjauh dari rumah dan dari penjaga yang masih tertidur.

Segera mereka menjauh dari desa dan masuk ke dalam hutan sambil menuju tepian sungai. Dalam keadaan terengah - engah fatir dan ibunya memandang sungai sambil mencari perahu yang melintas agar mereka bisa ikut menyeberang.

Namun tak satu pun ada perahu yang mereka lihat tengah berlayar. Melihat ibunya yang juga kelelahan fatir pun merasa kasian pada ibunya yang tengah sakit namun harus berlarian hingga kelelahan.

Fatir pun berkata "bu, sebaik nya kita istirahat dulu. Nampak nya ibu sangat lelah sekali" ucap fatir pada ibunya. Ibunya pun menjawab "tidak apa - apa fatir. Ibu masih bisa bergerak. Mari kita segera mencari perahu untuk secepatnya meninggalkan desa ini sementara waktu". Ucap ibunya dengan penuh kecemasan.

Fatir pun berkata "baiklah bu, ibu tunggu dulu sebentar di bawah pohon ini dan jangan ke mana - mana, aku akan mencari perahu yang bisa kita tumpangi untuk menyeberang bu" ucap fatir.

Ibunya pun berkata "baiklah nak, ibu akan menunggu disini. Semoga Allah memberikan kita jalan untuk menyeberangi sungai ini." Ucap ibu fatir sembari berdoa.

Fatir pun berucap "Amin Allahumma Amin bu, aku berangkat dulu bu, Assalamu alaikum" ucap fatir sambil berjalan. Ibunya pun berkata "walaikumsalam.Semoga Allah selalu bersama mu nak." ucap ibu fatir perlahan sambil merebahkan badannya di bawah pohon.

Ketika fatir sudah berkeliling ke sana ke mari mencari perahu. Namun, ia tetap tidak menemukan satu pun perahu yang melintas. Ketika fatir merasa sudah terlalu lama meninggalkan ibunya, maka fatir pun bergegas kembali menemui ibunya yang seorang diri menunggu di bawah pohon.

Dari kejauhan fatir pun melihat seseorang mengenakan baju kuning yang mendekati ibu nya. lantas ia pun kaget dan bergumam "jangan jangan itu pasukan kelompok bambu kuning? Apakah dia ingin membawa ibu ku juga" ucap fatir cemas.

Perlahan ia mendekat sambil bersembunyi di balik semak belukar yang menutupi pepohonan. Semakin ia mendekat namun semakin aneh perasaan fatir. Seseorang itu terlihat begitu akrab dengan ibu nya.

Seolah olah seperti tidak ingin menangkap ibu nya malah tampak dari kejauhan orang itu menyodorkan air minum untuk di berikan kepada ibu fatir. Semakin mendekat fatir ke sarah ibunya semakin tidak asing orang itu di pandangan matanya fatir.

Sepertinya ia mengenal orang itu namun masih bertanya tanya siapakah orang itu. Ternyata ketika semakin dekat fatir mendekatinya, orang itu ternyata adalah kakek amin yang menghampiri ibunya fatir. Bergegaslah fatir mendekati ibunya dan menjumpai kakek amin.

Setelah mendekat fatir pun berkata sambil terengah - engah "huuuh huuuh huuuh. Tadi nya ku kira kakek itu adalah seorang penjahat dari pasukan kelompok bambu kuning yang hendak menangkap ibuku. Tapi Alhamdulillah ternyata itu kakek." ucap fatir sambil berkaca kaca.

Ia pun merangkul ibunya dan membantu ibunya berdiri kemudian berkata "bu,inilah kakek amin yang aku ceritakan itu bu. Dia orang baik bu dia pasti akan menolong kita bu" ucap fatir pada ibunya.

Ibunya pun berkata "terimakasih paman telah menolong anakku dari marabahaya. Aku dan anakku ingin menyelamatkan diri dari desa ini. Tapi suamiku masih di tangkap mereka paman dan kami tidak mampu menyelamatkannya.

bisakah paman bantu menyelamatkan suamiku dan mengizinkan kami untuk bersembunyi di tempat paman untuk sementara waktu" ucap ibunya.

Kakek pun berkata "Tenanglah, aku sudah mengetahui semuanya. Pada saat aku mengantarkan fatir pulang tadi. aku merasa seperti ada suatu hal yang janggal telah terjadi di desa ini.

Segera ku ikuti fatir dari kejauhan untuk melihat apa yang terjadi pada desa kalian. Ternyata desa kalian telah dikuasai oleh penjahat kelompok bambu kuning yang terkenal beringas itu.

Ketika aku melihat ada salah seorang pasukan bambu kuning yang berkuda berkeliling sendirian menuju rumah kalian. Maka aku melemparkan senjata jarum kilat sakti milikku padanya.

Sehingga ia pingsan tersungkur tanah. Ia akan sadar dalam waktu 24 jam dan tak akan mengingat kejadian itu." Ucap kakek amin.

Kemudian fatir dan ibunya pun terkejut mendengar penjelasan kakek amin tentang pasukan berkuda yang pingsan itu ternyata akibat terkena senjata kakek amin.

Kakek amin pun melanjutkan "Sekarang kalian naiklah ke perahu ku di samping pohon besar itu di sana ada tumpukan ranting - ranting kayu dan dedaunan yang aku gunakan untuk menyembunyikan perahu ku dari pantauan pasukan kelompok bambu kuning. Mari segera menuju perahu dan secepatnya kita tinggalkan desa ini dan kita susun siasat kembali untuk menyelamatkan desa ini dan ayahmu juga fatir" ucap kakek sambil memantau di sekeliling mereka.

Fatir dan ibunya pun bersegera menuju pohon besar dan membuang ranting ranting yang menutupi perahu itu kemudian mereka bertiga segera menaiki perahu itu dan kakek pun sambil mengayuh perahu itu dengan cepat menuju seberang sungai ketempat kakek amin tinggal.

Episode 4

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....

2023-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 "Anak Terpilih"
2 Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3 Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4 Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5 Episode 5 "Ritual Sesat"
6 Episode 6 "Wujud Asli"
7 Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8 Episode 8 "Rencana Pelarian"
9 Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10 Episode 10 "Senjata Rahasia"
11 Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12 Episode 12 "Telaga Sutra"
13 Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14 Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15 Episode 15 "Rencana yang gagal"
16 Episode 16 "Mimpi Buruk"
17 Episode 17 "Keberhasilan"
18 Episode 18 "Kabar Buruk"
19 Episode 19 "Pesan Ayah"
20 Episode 20 "Keraguan"
21 Episode 21 "Tak Terduga"
22 Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23 Episode 23 "Tugas Rahasia"
24 Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25 Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26 Episode 26 "Cahaya"
27 Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28 Episode 28 "Berkorban"
29 Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30 Episode 30 "Terkapar"
31 Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32 Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33 Episode 33 "Jalan Keluar"
34 Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35 Episode 35 "Pemberian"
36 Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37 Episode 37 "Melindungi"
38 Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39 Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40 Episode 40 "Lepas Kendali"
41 Episode 41 "Kotak Kecil"
42 Episode 42 "Kejeniusan"
43 Episode 43 "Orang Aneh"
44 Episode 44 "Pesan Ancaman"
45 Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46 Episode 46 "Telah Datang"
47 Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48 Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49 Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50 Episode 50 "Membongkar Informasi"
51 Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52 Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53 Episode 53 "Pemakan Mayat"
54 Episode 54 "Menyusun Rencana"
55 Episode 55 "Menakutkan!!!"
56 Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57 Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58 Episode 58 "Penyelamatan"
59 Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60 Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61 Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62 Episode 62 "Pengalihan"
63 Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64 Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65 Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66 Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67 Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68 Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69 Episode 69 "Mendekati Kematian"
70 Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71 Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72 Episode 72 "Terselamatkan"
73 Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74 Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75 Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76 Episode 76 "Tidak Terlambat"
77 Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78 Episode 78 "Perpisahan"
79 Episode 79 "Bayangan Misterius"
80 Episode 80 "3 Raja Jenius"
81 Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82 Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83 Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84 Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85 Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86 Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87 Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88 Episode 88 "Rencana Jenius"
89 Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90 Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91 Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92 Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93 Episode 93 "Sadarlah!!!"
94 Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95 Episode 95 "Membelah Diri"
96 Episode 96 "Kunci"
97 Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98 Episode 98 "Dimensi Gaib"
99 Episode 99 "Pengkhianatan"
100 Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101 Episode 101 "Menyadari"
102 Episode 102 "Terkejut"
103 Episode 103 "Keras Kepala"
104 Episode 104 "Berpura-pura"
105 Episode 105 "Merasa Bersalah"
106 Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107 Episode 107 "Pendekar Buta"
108 Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109 Episode 109 "Fitnah"
110 Episode 110 "Rasa Curiga"
111 Episode 111 "Pengintaian"
112 Episode 112 "Keraguan"
113 Episode 113 "Terlihat Aneh"
114 Episode 114 "Berdiri Mematung"
115 Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116 Episode 116 "Sambaran Petir"
117 Episode 117 "Tak Di Sangka"
118 Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119 Episode 119 "Sebuah Tanda"
120 Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121 Episode 121 "Bersembunyi"
122 Episode 122 "Kosongnya Hati"
123 Episode 123 "Ancaman"
124 Episode 124 "Perebutan"
125 Episode 125 "Api Semangat"
126 Episode 126 "Hampir Saja"
127 Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128 Episode 128 "Ternyata Bukan"
129 Episode 129 "Pikiran Kacau"
130 Episode 130 "Jalur Sungai"
131 Episode 131 "Tempat Suci"
132 Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133 Episode 133 "Kedatangan!!!"
134 Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135 Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136 Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137 Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138 Episode 138 "Terdesak"
139 Episode 139 "Keyakinan"
140 Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141 Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142 Episode 142 "Sekarat"
143 Episode 143 "Pengkhianatan"
144 Episode 144 "Harapan"
145 Episode 145 "Sekejab!!!"
146 Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147 Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148 Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Episode 1 "Anak Terpilih"
2
Episode 2 "Siapa kakek sebenarnya?"
3
Episode 3 "Awal Mula Bencana"
4
Episode 4 "Keajaiban pun Terjadi"
5
Episode 5 "Ritual Sesat"
6
Episode 6 "Wujud Asli"
7
Episode 7 "Ketua Harimau Hitam"
8
Episode 8 "Rencana Pelarian"
9
Episode 9 "Tipu Daya Iblis"
10
Episode 10 "Senjata Rahasia"
11
Episode 11 "Ujian Yang Membingungkan"
12
Episode 12 "Telaga Sutra"
13
Episode 13 "Sangat Menyedihkan"
14
Episode 14 "Kedatangan Seseorang"
15
Episode 15 "Rencana yang gagal"
16
Episode 16 "Mimpi Buruk"
17
Episode 17 "Keberhasilan"
18
Episode 18 "Kabar Buruk"
19
Episode 19 "Pesan Ayah"
20
Episode 20 "Keraguan"
21
Episode 21 "Tak Terduga"
22
Episode 22 "Apakah Aku Membunuh?"
23
Episode 23 "Tugas Rahasia"
24
Episode 24 "100 Orang Tumbal"
25
Episode 25 "Pertarungan yang berat"
26
Episode 26 "Cahaya"
27
Episode 27 "Pertarungan Kolaborasi"
28
Episode 28 "Berkorban"
29
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"
30
Episode 30 "Terkapar"
31
Episode 31 "Racun Iblis Ular Putih"
32
Episode 32 "Tidak ada pilihan"
33
Episode 33 "Jalan Keluar"
34
Episode 34 "Mengharap Pertolongan"
35
Episode 35 "Pemberian"
36
Episode 36 "Wujud Asli Iblis Ular Putih"
37
Episode 37 "Melindungi"
38
Episode 38 "Ilmu Penyatu Sukma"
39
Episode 39 "Menyelamatkan Diri Sendiri"
40
Episode 40 "Lepas Kendali"
41
Episode 41 "Kotak Kecil"
42
Episode 42 "Kejeniusan"
43
Episode 43 "Orang Aneh"
44
Episode 44 "Pesan Ancaman"
45
Episode 45 "Pertukaran di bukit Sarang Setan"
46
Episode 46 "Telah Datang"
47
Episode 47 "Ternyata Bukan Dia"
48
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"
49
Episode 49 "Pertarungan dengan Penculik Berjubah Hitam"
50
Episode 50 "Membongkar Informasi"
51
Episode 51 "Menyelinap Ke Desa Mentaya"
52
Episode 52 "Tempat Yang Mengerikan"
53
Episode 53 "Pemakan Mayat"
54
Episode 54 "Menyusun Rencana"
55
Episode 55 "Menakutkan!!!"
56
Episode 56 "Dasar Pengecut!!!"
57
Episode 57 "Mengejutkan !!!"
58
Episode 58 "Penyelamatan"
59
Episode 59 "Kebenaran yang Terungkap"
60
Episode 60 "Pintu Rahasia!!!"
61
Episode 61 "Pertarungan Hidup Mati Di Lembah Darah"
62
Episode 62 "Pengalihan"
63
Episode 63 "Merasuk ke dalam darah"
64
Episode 64 "Kemunculan Pendekar Mata Elang"
65
Episode 65 "Api Paling Panas Di neraka"
66
Episode 66 "Lenyap Tak Berbekas"
67
Episode 67 "Kehebatan Dua Pendekar"
68
Episode 68 "Kekuatan Misterius"
69
Episode 69 "Mendekati Kematian"
70
Episode 70 "Jurus Ajian Rawa Rontek"
71
Episode 71 "Tergeletak Berserakan"
72
Episode 72 "Terselamatkan"
73
Episode 73 "Kembali Lah Ke Neraka!!!"
74
Episode 74 "Darah Yang Mendidih"
75
Episode 75 "Di Bawah Kendali"
76
Episode 76 "Tidak Terlambat"
77
Episode 77 "Sebuah Kenyataan"
78
Episode 78 "Perpisahan"
79
Episode 79 "Bayangan Misterius"
80
Episode 80 "3 Raja Jenius"
81
Episode 81 "Pertemuan Di Tebing Kalap"
82
Episode 82 "Kebohongan Terungkap"
83
Episode 83 "Pencabut Jiwa"
84
Episode 84 "Kekuatan Pendekar Mata Iblis"
85
Episode 85 "Bahaya Mengancam"
86
Episode 86 "Menuju Dua Arah Tujuan"
87
Episode 87 "Segel Dari Neraka"
88
Episode 88 "Rencana Jenius"
89
Episode 89 "Terungkapnya Penyamaran"
90
Episode 90 "Mandau Terbang vs Tombak Raja Neraka"
91
Episode 91 "Ledakan Dahsyat"
92
Episode 92 "Menjadi Pasukan Iblis"
93
Episode 93 "Sadarlah!!!"
94
Episode 94 "Selamat Dari Kematian"
95
Episode 95 "Membelah Diri"
96
Episode 96 "Kunci"
97
Episode 97 "Mantra 9 Kutukan Iblis"
98
Episode 98 "Dimensi Gaib"
99
Episode 99 "Pengkhianatan"
100
Episode 100 "Kekuatan Rahasia"
101
Episode 101 "Menyadari"
102
Episode 102 "Terkejut"
103
Episode 103 "Keras Kepala"
104
Episode 104 "Berpura-pura"
105
Episode 105 "Merasa Bersalah"
106
Episode 106 "Si Pengemis Gila"
107
Episode 107 "Pendekar Buta"
108
Episode 108 "Hampir Saja !!!"
109
Episode 109 "Fitnah"
110
Episode 110 "Rasa Curiga"
111
Episode 111 "Pengintaian"
112
Episode 112 "Keraguan"
113
Episode 113 "Terlihat Aneh"
114
Episode 114 "Berdiri Mematung"
115
Episode 115 "Lebih Bersih dan Lebih Tajam"
116
Episode 116 "Sambaran Petir"
117
Episode 117 "Tak Di Sangka"
118
Episode 118 "Hilangnya Kekuatan"
119
Episode 119 "Sebuah Tanda"
120
Episode 120 "Emosi yang Memuncak"
121
Episode 121 "Bersembunyi"
122
Episode 122 "Kosongnya Hati"
123
Episode 123 "Ancaman"
124
Episode 124 "Perebutan"
125
Episode 125 "Api Semangat"
126
Episode 126 "Hampir Saja"
127
Episode 127 "Lepaskan Ibuku!!!"
128
Episode 128 "Ternyata Bukan"
129
Episode 129 "Pikiran Kacau"
130
Episode 130 "Jalur Sungai"
131
Episode 131 "Tempat Suci"
132
Episode 132 "Telah Tiba Waktunya"
133
Episode 133 "Kedatangan!!!"
134
Episode 134 "Rencana Ledakan Air Sungai"
135
Episode 135 "Tak ada kata terlambat"
136
Episode 136 "Ke Manakah dia?"
137
Episode 137 "Bangkitnya Sang Ular Raksasa"
138
Episode 138 "Terdesak"
139
Episode 139 "Keyakinan"
140
Episode 140 "Bangkitnya Perjuangan"
141
Episode 141 "Kecepatan Cahaya"
142
Episode 142 "Sekarat"
143
Episode 143 "Pengkhianatan"
144
Episode 144 "Harapan"
145
Episode 145 "Sekejab!!!"
146
Episode 146 "Pertarungan Terakhir!!!"
147
Episode 147 "Kebinasaan!!!"
148
Episode "Akhir Dari Semuanya!!!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!