Ketika pertemuan haru antara fatir dan ibunya. Mereka berdua pun melepaskan tangisan bersama karena kerinduan antara ibu dan anak. Setelah semua itu reda fatir pun berkata "ibu, kita berdua harus keluar dari desa ini untuk mencari tempat yang aman bu" ucap fatir.
Ibunya pun menjawab "pergi kemana kita fatir, tidak ada tempat bersembunyi lagi untuk kita berdua fatir." Ucap ibunya sambil ketakutan. Fatir pun berkata "kita harus pergi ke tempat kakek amin bu.
Dia yang telah menolongku ketika aku terjatuh bu, dan kakek amin pula lah yang mengobati luka di mataku bu, pasti kakek amin menerima kita di sana bu" ucap fatir meyakinkan ibunya. Ibunya pun berkata "Alhamdulillah kalau memang masih ada tempat untuk kita bersembunyi dari kejahatan kelompok bambu kuning ini fatir.
Lantas bagaimana cara nya kita pergi ke rumah kakek yang kau maksudkan itu fatir" ucap ibu fatir. Fatir pun berkata "kita harus segera meninggalkan rumah kita bu, apakah ibu masih kuat berjalan bersamaku?" Tanya fatir.
Ibu pun menjawab "baiklah nak, ibu akan mengikuti mu. Insya Allah badan ibu masih kuat berjalan walaupun masih lemas. Namun atas izin Allah insya Allah semua nya bisa saja" ucap ibu nya meyakinkan fatir walaupun masih dalam keadaan lemas.
Fatir pun berkata "ayo bu kita berangkat segera" ucap fatir sambil membantu ibunya berdiri. Ketika mereka berdua hendak keluar rumah baru saja beberapa langkah ternyata terdengar dari kejauhan suara kuda yang sedang di tunggangi oleh seseorang.
Ketika mereka intip dari balik jendela rumah ternyata itu adalah salah seorang pasukan dari kelompok bambu kuning yang sedang berkeliling untuk memantau situasi desa apakah masih ada laki laki di dalam desa ini ataukah sudah tidak ada.
Ibu fatir pun langsung berkata "kita tidak bisa keluar sekarang nak, karena di luar masih ada pasukan kelompok bambu kuning yang sedang berjaga mengelilingi desa ini. Kita harus bertahan di dalam rumah ini sampai mereka selesai berjaga" ucap ibu fatir.
Fatir pun bingung dengan situasi yang di hadapinya. Di tengah kebingungannya ia teringat bungkusan yang di berikan kakek amin padanya. Pada waktu itu kakek berkata bukalah jika kamu berada dalam kondisi terdesak.
Sepertinya inilah saatnya kondisi terdesak itu menurut fatir. Lantas ia segera mengeluarkan bungkusan itu dan pada saat fatir hendak membukanya, timbul rasa gugup dan penasaran di hatinya sebenarnya apakah yang ada didalam bungkusan itu hingga membuat dirinya makin penasaran.
Ketika fatir membuka bungkusan itu. Ternyata isinya adalah sebuah tasbih hitam kecil yang bertuliskan nama Allah dan Muhammad pada tiap - tiap biji tasbihnya.
Dan di dalamnya terdapat pula kertas kecil yang bertuliskan pesan yang isinya adalah "Assalamu alaikum. Fatir, kakek tahu ketika kamu membaca tulisan ini berarti kamu sedang berada dalam bahaya. Untuk itu gunakan lah tasbih ini untuk berdzikir kepada Allah setiap kamu berada dalam kesulitan. Niscaya pertolongan Allah akan datang pada dirimu. Yakin lah pertolongan Allah itu maha luas. Wassalam" itu lah isi dari pesan yang ada di kertas kecil yang terdapat di dalam bungkusan hitam itu.
Fatir pun lantas langsung memulai berdzikir sambil duduk bersila dan memohon kepada Allah akan pertolongan atas dirinya dan ibunya untuk melewati para penjaga yang berada mengelilingi rumah mereka. Tak berapa lama setelah itu seperti suatu hal yang kebetulan saja yaitu terdengar suara "Gubraaak" ternyata itu suara penjaga berkuda yang terjatuh dari atas kuda.
Ibu fatir mencoba melihat melalui lubang jendela karena penasaran dengan hal apa yang terjadi diluar. Ternyata betapa terkejutnya ibu fatir melihatnya. Bahwa penjaga berkuda yang dari tadi memantau rumah dan berkeliling desa itu ternyata telah terjatuh dari atas kudanya dan bahkan masih dalam keadaan tertidur pulas di atas tanah setelah penjaga itu terjatuh.
Ibu fatir pun menggoyangkan tubuh fatir yang sedang berdzikir sembari berkata "masya Allah nak,pertolongan Allah sepertinya telah datang kepada kita. Penjaga diluar telah tertidur pulas di atas tanah sekarang. Ini kesempatan kita untuk melarikan diri nak." Ucap ibunya dalam keadaan senang sekaligus kaget.
Fatir pun berkata "Allahu Akbar, Alhamdulillah ternyata pertolongan Allah memang telah datang bu. Ayo kita segera pergi meninggalkan desa ini." Ucap fatir sambil memegang tangan ibu nya keluar rumah. Mereka pun segera berlari menjauh dari rumah dan dari penjaga yang masih tertidur.
Segera mereka menjauh dari desa dan masuk ke dalam hutan sambil menuju tepian sungai. Dalam keadaan terengah - engah fatir dan ibunya memandang sungai sambil mencari perahu yang melintas agar mereka bisa ikut menyeberang.
Namun tak satu pun ada perahu yang mereka lihat tengah berlayar. Melihat ibunya yang juga kelelahan fatir pun merasa kasian pada ibunya yang tengah sakit namun harus berlarian hingga kelelahan.
Fatir pun berkata "bu, sebaik nya kita istirahat dulu. Nampak nya ibu sangat lelah sekali" ucap fatir pada ibunya. Ibunya pun menjawab "tidak apa - apa fatir. Ibu masih bisa bergerak. Mari kita segera mencari perahu untuk secepatnya meninggalkan desa ini sementara waktu". Ucap ibunya dengan penuh kecemasan.
Fatir pun berkata "baiklah bu, ibu tunggu dulu sebentar di bawah pohon ini dan jangan ke mana - mana, aku akan mencari perahu yang bisa kita tumpangi untuk menyeberang bu" ucap fatir.
Ibunya pun berkata "baiklah nak, ibu akan menunggu disini. Semoga Allah memberikan kita jalan untuk menyeberangi sungai ini." Ucap ibu fatir sembari berdoa.
Fatir pun berucap "Amin Allahumma Amin bu, aku berangkat dulu bu, Assalamu alaikum" ucap fatir sambil berjalan. Ibunya pun berkata "walaikumsalam.Semoga Allah selalu bersama mu nak." ucap ibu fatir perlahan sambil merebahkan badannya di bawah pohon.
Ketika fatir sudah berkeliling ke sana ke mari mencari perahu. Namun, ia tetap tidak menemukan satu pun perahu yang melintas. Ketika fatir merasa sudah terlalu lama meninggalkan ibunya, maka fatir pun bergegas kembali menemui ibunya yang seorang diri menunggu di bawah pohon.
Dari kejauhan fatir pun melihat seseorang mengenakan baju kuning yang mendekati ibu nya. lantas ia pun kaget dan bergumam "jangan jangan itu pasukan kelompok bambu kuning? Apakah dia ingin membawa ibu ku juga" ucap fatir cemas.
Perlahan ia mendekat sambil bersembunyi di balik semak belukar yang menutupi pepohonan. Semakin ia mendekat namun semakin aneh perasaan fatir. Seseorang itu terlihat begitu akrab dengan ibu nya.
Seolah olah seperti tidak ingin menangkap ibu nya malah tampak dari kejauhan orang itu menyodorkan air minum untuk di berikan kepada ibu fatir. Semakin mendekat fatir ke sarah ibunya semakin tidak asing orang itu di pandangan matanya fatir.
Sepertinya ia mengenal orang itu namun masih bertanya tanya siapakah orang itu. Ternyata ketika semakin dekat fatir mendekatinya, orang itu ternyata adalah kakek amin yang menghampiri ibunya fatir. Bergegaslah fatir mendekati ibunya dan menjumpai kakek amin.
Setelah mendekat fatir pun berkata sambil terengah - engah "huuuh huuuh huuuh. Tadi nya ku kira kakek itu adalah seorang penjahat dari pasukan kelompok bambu kuning yang hendak menangkap ibuku. Tapi Alhamdulillah ternyata itu kakek." ucap fatir sambil berkaca kaca.
Ia pun merangkul ibunya dan membantu ibunya berdiri kemudian berkata "bu,inilah kakek amin yang aku ceritakan itu bu. Dia orang baik bu dia pasti akan menolong kita bu" ucap fatir pada ibunya.
Ibunya pun berkata "terimakasih paman telah menolong anakku dari marabahaya. Aku dan anakku ingin menyelamatkan diri dari desa ini. Tapi suamiku masih di tangkap mereka paman dan kami tidak mampu menyelamatkannya.
bisakah paman bantu menyelamatkan suamiku dan mengizinkan kami untuk bersembunyi di tempat paman untuk sementara waktu" ucap ibunya.
Kakek pun berkata "Tenanglah, aku sudah mengetahui semuanya. Pada saat aku mengantarkan fatir pulang tadi. aku merasa seperti ada suatu hal yang janggal telah terjadi di desa ini.
Segera ku ikuti fatir dari kejauhan untuk melihat apa yang terjadi pada desa kalian. Ternyata desa kalian telah dikuasai oleh penjahat kelompok bambu kuning yang terkenal beringas itu.
Ketika aku melihat ada salah seorang pasukan bambu kuning yang berkuda berkeliling sendirian menuju rumah kalian. Maka aku melemparkan senjata jarum kilat sakti milikku padanya.
Sehingga ia pingsan tersungkur tanah. Ia akan sadar dalam waktu 24 jam dan tak akan mengingat kejadian itu." Ucap kakek amin.
Kemudian fatir dan ibunya pun terkejut mendengar penjelasan kakek amin tentang pasukan berkuda yang pingsan itu ternyata akibat terkena senjata kakek amin.
Kakek amin pun melanjutkan "Sekarang kalian naiklah ke perahu ku di samping pohon besar itu di sana ada tumpukan ranting - ranting kayu dan dedaunan yang aku gunakan untuk menyembunyikan perahu ku dari pantauan pasukan kelompok bambu kuning. Mari segera menuju perahu dan secepatnya kita tinggalkan desa ini dan kita susun siasat kembali untuk menyelamatkan desa ini dan ayahmu juga fatir" ucap kakek sambil memantau di sekeliling mereka.
Fatir dan ibunya pun bersegera menuju pohon besar dan membuang ranting ranting yang menutupi perahu itu kemudian mereka bertiga segera menaiki perahu itu dan kakek pun sambil mengayuh perahu itu dengan cepat menuju seberang sungai ketempat kakek amin tinggal.
Episode 4
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo....
2023-07-06
1