Bab 16. Telepon dari Mami

Pagi hari berikutnya, semua manusia sudah saling bertebaran di muka bumi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan gadis yang masih tidur nyenyak di atas kasur yang bahkan enggan sekali rasanya membuka mata. Dia terlalu nyaman tidur setelah semalaman waktu nya dihabiskan bersenang-senang di club bersama teman-teman nya.

Mereka berjoget ria melepaskan penat seharian yang telah membelenggu mereka. Dan seperti biasa, teman-teman Wilia akan berakhir tidur bersama pria asing untuk melakukan one night stand, sedangkan Wilia harus pulang sendiri ke apartemen meski dengan keadaan sedikit mabuk. Untung saja dia tak membawa mobil sendiri karena pergi menggunakan mobil milik Bella dan dia pulang menggunakan taksi.

Kring kring kring ....

Entah sudah berapa kali jam alarm nya itu berbunyi. Sejak pukul tujuh pagi hingga saat ini menunjukkan pukul 10 pagi, jam itu terus berbunyi setelah terjeda 10 menit. Meksi begitu, seperti nya Wilia benar-benar tak terganggu dengan bunyi nyaring itu yang mungkin jika orang normal pasti gendang telinga nya sudah pecah. Untung saja Wilia bukan lah spesies pada umumnya, dia akan lebih tahan pada lingkungan yang tak semestinya.

Drrt drrt drrt...

Setelah bunyi alarm dari jam ajaib nya, kini terdengar lagi bunyi yang berasal dari ponsel nya yang masih berada di dalam tas. Semalam memang Wilia tak sempat berganti pakaian apalagi mengeluarkan ponsel dari tas nya, bahkan sepatu nya saja masih melekat di kaki karena saking ngantuk nya. Dia bahkan masih tidur menggunakan dress berwarna menyala yang teramat mini dengan seluruh punggung nya yang terekspos bahkan bawah pinggang nya hampir terlihat, sedangkan bagian depan nya tertutup rapat, hanya saja karena Wilia tak memakai penutup dada itu membuat dua dada nya sangat kentara, terlebih di bagian pucuk kecil itu yang sangat mencetak di gaun yang sangat melekat itu.

Semalam bahkan dia hampir dipaksa oleh seorang laki-laki pengunjung baru di club itu, untung saja para pekerja dan pemilik club sangat tahu siapa Wilia karena sudah menjadi pengunjung langganan selama beberapa tahun ini, sehingga tak akan ada yang berani macam-macam dengan nya.

Meksi begitu, saat mabuk tadi malam Wilia sudah berciuman dengan laki-laki yang wajahnya sangat mirip seperti Davio, untung saja saat laki-laki itu akan melakukan lebih dia segera kembali tersadar dan menghentikan kegiatan itu meski dia harus memberontak pada laki-laki yang hampir membuat nya kehilangan apa yang selama ini dijaganya.

Entah perasaan apa yang mendera dirinya saat ini, yang jelas dia terus-terusan teringat Davio yang mencium nya hingga dia memutuskan pergi ke club semalam. Dan tanpa di duga, saat melihat seorang laki-laki, dia bahkan merasa laki-laki itu adalah Davio sehingga dia berciuman dengan nya. Tapi ya sudahlah, lagian ini juga bukan kali pertama nya dia berciuman dengan pelanggan club bukan? Just kissing, no more! Ini bukan masalah besar. Di negara yang sebebas ini, Wilia hanya melakukan ciuman itu termasuk hebat mengingat betapa tersiksanya rasa di bawah sana saat dia sudah terangsang akibat ulah nya sendiri. Dengan berciuman itu lah yang membuat nya terangsang, dan itu adalah hal alamiah. So, Wilia sama saja seperti mendatangkan maut pada diri sendiri.

.

.

.

Tak beda jauh dari Wilia, Davio pun melakukan hal yang sama semalam. Setelah seharian dia tak bisa mengendalikan keinginan nya untuk melakukan perbuatan lebih setelah berciuman dengan Wilia, akhirnya dia memutuskan pergi ke tempat hiburan.

Di sana dia banyak minum untuk mengalihkan pikiran nya, lalu setelah nya dia melakukan blue job bersama seorang wanita tak di kenal nya, dia cantik dan menggunakan pakaian sangat menggoda iman sehingga membuat nya semakin terangsang. Dan tanpa pikir panjang, Davio mengajak ke kamar yang ada di lantai atas.

Keduanya saling memuaskan, Davio mendapatkan servis yang lumayan membuat nya terkendali, sedangkan wanita itu juga sama, dia mendapatkan kenikmatan dari Davio yang juga membantu menggunakan jari nya. Tetapi seperti nya wanita itu kurang puas karena Davio tak mau memasukan batang kokoh nya ke lubang maut nya. Persetan dengan itu, Davio bahkan segera keluar setelah mendapatkan kenikmatan itu yang akhirnya membuat diri nya lega.

Sedangkan wanita yang ditinggal sendiri di kamar, dia sangat tidak terima dengan perlakuan Davio dan dia berencana akan membuat Davio luluh suatu saat ketika mereka kembali bertemu.

Dan disinilah Davio, laki-laki itu saat ini masih terbaring di kasur. Tapi karena terus terganggu dengan dering ponsel, akhirnya Davio terpaksa membuka mata.

"Halo," Sapa Davio dengan suara serak nya tanpa membuka mata apalagi melihat siapa penelpon itu.

"Dasar anak nakal! Kenapa kau tak pernah menghubungi mami? Apa kau sudah tak sayang dengan kami? Pergi tanpa sepengetahuan mami papi, dan sekarang, sudah satu tahun lebih tak pernah pulang. Apa kau benar-benar sudah melupakan kami? Hiks..."

Davio terkejut mendengar suara keras itu, mami. Dia teringat mami nya, tadi mami menangis? Apakah dia sudah sangat keterlaluan tak pernah menghubungi mami nya?

Astaga, dia bahkan lupa kapan terakhir berbicara dengan sang mami.

"Mami, maafkan Vio." Kata nya lirih. Dia sudah mengubah posisi nya menjadi duduk, dengan mata sudah terbuka sempurna. Bahkan tadi dia sempat mengecek nomor penelpon itu yang ternyata benar, ini memang nomor mami Bulan.

"Mami, Gimana kabar mami?" Suara Davio seakan tercekat di tenggorokan. Dia sangat merindukan mami nya. Dalam hati dia terus meminta maaf pada mami nya karena telah begitu lama tak memberi kabar pada wanita yang telah berjuang melahirkan diri nya dan kedua saudara kembar nya tanpa dampingan dari papi. Dia ingat betapa tragis nya mami bulan memperjuangkan dirinya dan saudara-saudara kembar nya tanpa sosok suami. Menjadi gunjingan orang-orang, menjadi bahan cemoohan para tetangga serta anak-anak di sekolah, tetapi mami Bulan dengan sangat sabar merawat mereka bertiga bahkan disaat dia menderita penyakit yang mematikan, tapi dia rela bekerja siang malam untuk menghidupi ketiga anak kembar nya. Tanpa sadar air mata Davio mengalir mengingat masa kecil nya yang hanya hidup bersama mami dan dua saudara kembar nya.

"Mami, I'm sorry... I miss you, mom." Kata Davio dengan suara parau. Dia benar-benar merasa sangat berdosa pada mami nya kali ini. Entah tak tahu bagaimana keadaan mami saat ini, Davio tahu hanya mami nya lah yang begitu mencintai mereka bertiga dengan adil rata.

"Sudah lah, jangan minta maaf pada mami. Kamu tidak salah, mami tahu perasaan mu. Bagaimana keadaan mu di sana? Apakah kau baik-baik saja? Apa kau makan dengan teratur? Apa tidur mu nyenyak? Apa-"

"Mami, Vio sudah besar. Vio sudah bisa menjaga diri sendiri. Mami tidak perlu khawatir." Ini lah yang sangat membuat Davio tersentuh. Mami nya selalu tahu apa yang terjadi pada dirinya. Meksi Davio tak pernah mengatakan apapun, tapi mami bulan tahu betapa hancur nya perasaan ini setelah wanita yang dicintai nya menikah dengan kakak kembar nya. Mami benar-benar lebih tahu keadaan anak-anak nya dibanding anak-anak itu sendiri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!