Sama-sama Tersiksa

"Arrghh... Bodoh bodoh bodoh! Bodoh kamu, Wilia! Bisa-bisa nya aku sangat menikmati ciuman Mr. Davio." Wilia memukul-mukul kepala nya sendiri karena merasa geram dengan diri sendiri.

"Tapi, bibir nya sangat kenyal dan lembut."

Emang dasarnya edan ya edan, baru saja dia menyesal dan memukul-mukul kepala sendiri. Dalam sekejap sudah berubah dan kembali membayangkan betapa nikmatnya saat berciuman dengan Davio. Bahkan rasa kenyal dan sensasi nikmat nya masih berasa melekat diingatan. Dia bahkan membayangkan bagaimana rasanya saat dua dada nya disentuh tangan besar Davio yang membuat nya merasakan sensasi yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Itu adalah sesuatu yang sudah dia impikan sebelum nya. Berciuman hingga menyentuh dada, seperti di drama-drama negeri ginseng yang sering dia lihat lalu berakhir di ranjang, dan setelah nya sang pria akan membuatkan sarapan romantis untuk si wanita nya. Ck, tapi itu hanya halusinasi Wilia, karena yang terjadi justru Davio tak mengatakan apapun bahkan terkesan dingin setelah mencium dan menyentuh bagian-bagian sensitif nya.

"Arrhhh... Aku ingin berciuman lagi...!" Teriak nya seraya berlari ke kamar setelah menghempaskan ras yang berharga ratusan juta itu ke sofa.

Wilia melucuti seluruh pakaian nya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.

"Astaga, basah?" Tanya nya pada diri sendiri saat memegang bagian bawah nya yang terus saja berkedut-kedut sejak tadi setelah melakukan ciuman, dan ternyata sudah sangat basah.

"Aaaaa... Aku ingin disentuh lagi..!" Teriak nya seraya bangkit. Dia menuju meja rias dan memperhatikan diri nya di depan cermin. Tubuh nya yang polos ini memang lah sangat cantik. Lalu dia menatap bagian dada dan leher yang ternyata sudah banyak tanda merah. Dia menyentuh tanda itu, dan membayangkan betapa agresif nya Davio saat melakukan itu. Kemudian tangan nya kembali meraba ke area dada itu dengan lembut dan berhenti di puncak nya. Dia membayangkan saat Davio menyedot bagian itu, ada sensasi yang tak bisa dijabarkan tadi. Terlalu larut membayangkan kejadian tadi, membuat tubuh bagian bawah nya semakin bereaksi. Dan dia benar-benar tak nyaman dengan sensasi ini.

"Kenapa aku merasa gatal dan geli disini?" Gumam Wilia seraya menyentuh tubuh bagian bawah nya yang sudah sangat basah.

"Astaga, aku mesum sekali!" Teriak Wilia lagi seraya menghentikan aksinya yang tadi memegang bagian bawah nya.

Dia sangat malu pada dirinya sendiri karena terlalu me sum. Untung saja tadi dia segera sadar, andai tidak segera sadar mungkin dia sudah melakukan hal konyol pada bagian bawah nya menggunakan jari nya sendiri.

"Huft, sepertinya aku butuh mandi air dingin untuk menjernihkan pikiran. Gara-gara si Davio sialann itu, aku dibuat hornyy arrghh...!" Wilia menjambak rambut nya sendiri saat bagian bawah nya terus-terusan menggoda nya untuk melakukan sesuatu agar bisa lega. Seperti ada yang ingin keluar dari dalam sana tapi harus dengan bantuan diri nya. Oh astaga, sudah sudah sudah! Hentikan pikiran kotor mu, Wilia! Sekarang mandi lah!

"Mandi, aku harus mandi air dingin." Kata nya lirih pada diri sendiri diiringi hembusan nafas berat lalu segera pergi ke sana. Sepertinya Wilia memang sudah tak tahan dengan apa yang terjadi dirinya sendiri, bahkan hembusan nafasnya saja sudah tak teratur dan terkesan berat dengan wajah memerah. Ah, kasian sekali rasanya. Seharusnya dilanjutkan saja tadi kegiatan nya dengan Davio agar tak tersiksa seperti ini. Devils be like.

Wilia mengguyur seluruh tubuhnya menggunakan air dingin untuk menjernihkan pikiran. Dan rencana nya, jika menggunakan air dingin masih belum bisa mendinginkan pikiran nya, maka Wilia akan mengguyur tubuh nya dengan menambahkan es batu pada air itu sehingga tingkat kedinginan nya lebih tinggi.

.

.

.

Di tempat lain, Davio juga sedang berusaha mengeluarkan sesuatu yang membuat nya cenat-cenut tak karuan. Saat ini dia sedang melakukan kegiatan nya, yaitu mengeluarkan penyebab yang membuat nya ingin kelimpungan itu menggunakan tangan nya sendiri. Sedangkan otak nya, dia sedang membayangkan Wilia yang menjadi objek nya.

Saat ini dia membayangkan Wilia lah yang sedang mengurut batang keras benda tumpul itu menggunakan mulut nya.

"Aaaa ... Ya, terus, Wilia...!" Mata nya dia pejamkan dengan wajahnya yang mendongak ke atas. Tangan nya sedang membayangkan meremas dada Wilia yang sangat kenyal itu hingga membuat nya bertambah semangat untuk terus meremas nya. Dan tak beberapa saat...

"Aaarrrgghhh...!" Huff, akhirnya dia bisa bernafas lega setelah bisa mengeluarkan setetes air yang membuat nya cenat-cenut tak karuan. Dia mengerang panjang, menandakan betapa lega nya dan betapa nikmat nya pelepasan itu berakhir.

"Arkhh! Shitt...!" Davio mengumpat kesal saat menyadari kekonyolan yang dilakukan diri nya. Bahkan dia masih terbayang-bayang tubuh Wilia, setelah dia dibuat tidak waras dan harus melakukan kegiatan seperti ini demi menuntaskan gairah.

"Bastard! Kenapa masih saja teringat gadis itu?"

Dia bahkan terlihat meninju tembok beberapa kali lalu mengacak-ngacak rambut nya kasar. Entah magnet apa yang digunakan Wilia sampai-sampai Davio tetsu teringat tubuh nya. Dia tadi sudah menyelesaikan kegiatan nya, tapi kenapa masih teringat sampai sekarang. Dia membayangkan saat bibir mereka beradu, rasa kenyal dan manis bibir itu masih sangat terasa. Lalu saat dada nya disentuh dengan telapak tangan besarnya, itu sangat pas di genggaman nya yang tak terlalu besar dan juga tak terlalu kecil. Apalagi saat merasakan kekenyalan benda itu membuat nya merasa candu untuk terus memainkan nya.

"Kenapa aku kepikiran lagi? Ck, gila!" Gumam nya pada diri sendiri.

Saat melihat bagian bawah ternyata. "Shiit...!" Baru saja dilumpuhkan beberapa detik tadi, kini dia sudah tegak berdiri?

Oh, sialan memang! Wilia ...! Kau tidak bisa dibiarkan begitu saja sudah membuat Tuan Davio tersiksa seperti ini!

Bahkan tangan nya masih sangat pegal mengurut batang pohon nya, dan tanpa rasa bersalah dia kembali berdiri. Benar-benar minta dihajar!

Untuk saat ini Davio akan membiarkan begitu saja batang nya yang kurang ajar itu berdiri tegak. Dia tak akan memanjakan lagi karena tangan nya sudah terlalu kebas. Lebih baik dia mandi air dingin untuk menjernihkan pikiran. Persetan jika nanti dia pusing, yang jelas dia tak akan memanjakan si pemalu yang tak tahu malu itu.

Kalau memang sampai nanti malam masih terus berdiri, maka dengan sangat terpaksa dia akan menyewa seorang wanita untuk membantu menyelesaikan. Bukan untuk dicelupkan ke lubang becek nya, tapi hanya sekedar menuntaskan menggunakan tangan atau mulut seperti dulu yang sering dia lakukan bersama banyak pacar nya.

Terpopuler

Comments

Ce Habibah

Ce Habibah

waou

2024-03-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!