"Selamat pagi, Nona."
"Hm, langsung masuk saja dan bereskan semua ruangan dengan bersih." Ujar Wilia to the point. Dia tak ingin membuang-buang waktu untuk bicara basa basi. Terlebih matanya masih terlalu mengantuk untuk mendengarkan ucapan orang yang tentunya tak berfaedah.
"Baik, Nona." Perempuan itu mengangguk dan langsung masuk. Dia segera membereskan ruangan itu, sementara Wilia lebih memilih kembali ke kursi yang diduduki nya tadi karena sudah membuat nya nyaman. Dan tak membutuhkan waktu lama, Wilia kembali tidur dengan posisi satu kaki berada di meja dan satu nya lagi di luruskan pada kursi panjang itu. Untung saja tadi Wilia memilih menggunakan hot pant, bukan gaun ketat seperti biasa. Jadinya dia bisa bergerak bebas tanpa takut ****** ***** nya terlihat.
Dan Wilia benar-benar terlelap disana, lagian ini juga bukan salah nya. Andai semalam tak kepikiran terus tugas hari ini, tentu saja dia tak akan mengantuk pagi ini.
.
.
.
Setelah beberapa saat, akhirnya wanita itu bisa menyelesaikan pekerjaan nya. Dia berjalan menuju Wilia sembari menyeka keringat. Akhirnya wanita itu bisa bernafas lega setelah bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik meski tadi sempat menggerutu karena begitu banyak kekacauan di seluruh ruangan dan harus di tata kembali.
"Nona, pekerjaan sudah selesai dan Anda sudah mentransfer tips nya. Apakah saya bisa kembali?" Tanya nya setelah sampai di depan Wilia yang masih setia pada posisi nya, yaitu satu kaki dia letakkan di atas meja sedangkan satu kaki nya lagi lurus di sofa panjang yang saat ini sedang menampung tubuh nya untuk berbaring disana sehingga posisi kaki nya menyangkang begitu lebar.
"Huft, ternyata dia tertidur pulas. Lebih baik aku pergi saja, lagian pekerjaan sudah selesai." Gumam nya setelah berdiri beberapa detik tetapi belum juga mendapati jawaban dari Wilia. Dan tanpa menunggu waktu lagi, dia memutuskan untuk pergi dari sana. Dia tahu Willia tertidur dengan sangat pulas, dia takkan berani untuk membangunkan tidur cantik nya itu.
Wilia memang tidur dengan posisi sangat cantik, memakai baju ketat sehingga beberapa bagian tubuhnya mencuat, lalu posisi kaki mengaangkang sedangkan satu tangan terjatuh ke bawah dan satunya lagi ke atas sandaran sofa, mulut nya menganga lebar. Membayangkan ada orang yang melihat pemandangan ini lalu memotret nya dan mengunggah ke sosial media, tentu akan langsung viral dan menganggap sebagai pemandangan langka.
.
.
.
Entah sudah berapa menit Wilia tertidur dengan posisi seperti itu, tapi sekarang dia merasa seluruh tubuh nya tidak nyaman. Tulang-tulang nya terasa sakit dan pegal, oleh karena itu dia memutuskan untuk menyudahi tidur nya.
"Hoam, padahal aku masih mengantuk. Tapi kenapa sakit sekali tidur ku? Apakah kasur empuk ku sudah berubah menjadi jerami?" Tanya nya pada diri sendiri seraya membuka mata. Dia tidak ingat jika dirinya saat ini sedang tidur di atas sofa milik orang lain.
Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna, Wilia berusaha bangkit untuk mendudukkan tubuhnya. Tapi kenapa kaki dan tangan nya tidak bisa di gerakkan? Ada apa ini? Kenapa sulit sekali, seperti ada ...
"Aaaaa...!" Wilia berteriak keras setelah menyadari tangan dan kaki nya diikat. Dia bahkan tak menyangka kalau saat ini sedang tidak berada di kamar nya.
"Ada dimana ini? Kenapa aku tidak di kamar? Bukan kah ..." Wilia berusaha mengingat nya. "eh, tunggu-tunggu. Bukan kah tadi aku masih berada di hunian dosen gila itu? Kenapa sekarang aku diculik? Huaaaa..!"
Dia ingat sekarang, tadi dia ketiduran di sofa apartemen si dosen gila. Lalu kenapa tiba-tiba tangan dan kaki nya di ikat? Pasti sudah ada yang menculiknya! Tapi untuk apa? Apakah dia pernah melakukan kesalahan pada orang lain? Dia kan anak baik, imut dan sangat lucu. Jadi mana mungkin ada yang berani menculik nya. Atau ... Apakah ada orang yang berencana menjual tubuh nya yang sangat indah ke tempat hiburan? Jika memang seperti itu, dia tak akan pernah melepaskan orang itu! Tidak tau saja orang tuanya yang sangat kaya raya itu begitu berkuasa di negerinya. Pasti nya, orang yang berencana jahat pada nya tak akan selamat dari
"Apakah Dosen itu berusaha menculik ku dan ingin meminta tebusan? Tapi ..." Dia berusaha berpikir seraya menatap sekeliling, ternyata dia masih berada di tempat sebelum nya. Itu artinya tidak ada yang menculiknya, huft ... aman.
"Bagus. Ternyata masih berani bangun juga, hm?"
Deg.
Suara itu! Bola mata Wilia membelalak lebar mendengar suara familiar yang begitu ingin dia hindari. Astaga, pasti ini mimpi. Ya, pasti dia sedang bermimpi! Bukan kah tadi Wiia sedang tidur? Tentu saja ini hanya lah mimpi buruk. Ehehehe ... Dia berusaha memupuk kesadaran agar tak lagi tertidur dan tidak mimpi buruk dengan cara menggerak-gerakkan leher nya, menoleh kesana kemari. Berharap semua ini memang lah mimpi. Karena jika ini adalah nyata, maka tamatlah riwayat nya!
Si dosen jahat itu pasti sudah menyusun rencana untuk menyiksa nya, sampai-sampai tangan dan kaki nya diikat seperti ini.
"Tidak, ini pasti hanya kan?" Wilia berusaha menyadarkan diri nya. Andai tangan nya tidak sedang diikat, tentu dia sudah mencubit kulit nya dengan sangat keras agar bangun dari mimpi buruk ini.
Tapi jika tangan nya saja terikat, bagaimana dia bisa menyadarkan diri untuk membuktikan ini hanya mimpi atau asli.
Tiba-tiba saja si dosen killer itu mendekati Wilia dengan senyum mematikan. Jantung Wilia semakin berdebar tak karuan, bukan berdebar karena cinta, melainkan takut jika ini memanglah sungguhan. Oh astaga, apa yang harus dilakukan nya?
"Tenang lah, Wilia. Ini hanya mimpi. Kamu harus segera bangun dari mimpi buruk mu." Hanya gumaman itu yang mampu memberikan nya kekuatan agar tak berteriak lantang. Bahkan matanya hampir menangis, susah payah dirinya membuat tubuh nya tenang agar tak menangis di depan manusia itu.
"Kalau kau masih ragu ini ilusi atau sungguhan. Maka biarkan aku membuktikan nya." Mr. Davio mengatakan nya dengan suara berat dan bibir menyeringai. Tubuh mereka bahkan sudah sangat dekat, sampai-sampai Wilia dapat mencium aroma tubuh Mr. Davio yang begitu menusuk indra penciuman nya. Aroma tubuhnya itu sangat lah menenangkan dan membuat nya candu hingga dia terlarut dalam pikiran tak tentu.
"Kenapa, hm? Mau aku buktikan kalau kau tidak sedang bermimpi?" Tanya Mr. Davio dengan tubuh yang sudah sangat dekat. Wajah nya sudah di dekat kan di depan wajah Wilia setelah Mr. Davio berjongkok di depan nya. "maka biarkan aku membuktikan nya." Bisik nya lagi.
Dan belum sempat Wilia berbicara, tiba-tiba bibir nya sudah tenggelam di sergap oleh sesuatu kenyal yang membuat nya juga ikut terlarut pada kegiatan itu. Suara decakan dua mulut yang saling beradu itu begitu menggema di ruangan yang sepi ini.
...✨✨✨...
Halo, teman-teman.
Makasih banyak, akhirnya kalian masih melanjutkan baca cerita ku disini. Aku janji aku bakal usahain untuk update setiap hari. Semoga kalian menikmati kehaluan ku. Terimakasih.(◠‿◕)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Wirda Wati
visualnya thort
2023-06-18
0
Cica Kosmetik
thor..kasih visual nya dunk biar tmbh cemangat bacanya😀😀🙂😀
2023-03-05
1