Para media masa sudah memenuhi gedung apartemen Sarah. Mereka menuntut penjelasan tentang berita yang beredar, tapi sudah tiga hari Sarah Violetta Keil sang model yang tengah mendapat sorotan karena skandal bersama pria beristri itu tidak kunjung muncul ke publik.
Hingga berita baru kembali muncul dan menjadi trending topik di kalangan masyarakat. Bahwa Sarah bukan hanya model peraga busana biasa, ia rupanya merangkap menjadi model majalah dewasa.
Skandal tentang Sarah itu merembet, mengakibatkan perusahaan yang menaunginya di periksa kepolisian.
Sarah yang saat ini tengah berada di dalam apartemennya itu terus menggerutu menyalahkan situasi yang terjadi. Ia berdebat hebat dengan Mario, karena pria itu sebagai managernya juga lalai dalam menjaga kerahasiaan foto-foto itu.
"Karir yang susah payah aku bangun hancur begitu saja, Mario! Mau disembunyikan di mana mukaku? Bagaimana dengan orang tuaku? Mereka pasti sudah tahu tentang ini, hanya saja aku mematikan ponsel agar tidak ada yang menghubungi!" resah Sarah. Wanita itu berjalan mondar-mandir dengan menggigit kuku jarinya. Ia tengah memikirkan bagaimana caranya agar bisa membungkam media, sedangkan ia tidak punya cukup banyak uang untuk itu.
"Aku akan menghubungi seseorang kenalanku. Mungkin dia bisa membantu dan meminjamkan dana untuk membungkam semua media," ucap Mario. Pria itu segera mengeluarkan ponsel dan menggulir layarnya mencari nomor seseorang.
Sarah berjalan menuju jendela. Ia ingin melihat apakah sekumpulan media masih berada di luar gedung atau sudah pergi. Tapi, ternyata mereka masih tetap di sana. Itu semakin membuat Sarah kesulitan untuk keluar dari apartemen.
Sedangkan di tempat lain. Josh tengah duduk di depan meja kerja sang ayah. Setelah sang ayah menyuruhnya pulang, ia tidur di rumah orang tuanya atas permintaan sang ibu.
Kini, Tuan Luise menatap sang anak dengan tegas. "Apa kau masih kesal dengan Daddy karena melarangmu bersama wanita itu, Josh? Sekarang kau tahu sendiri bagaimana wanita itu."
Josh memainkan ponselnya dengan malas. "Entah, Dad. Aku malas membahasnya."
"Kau harus tahu siapa wanita itu sebenarnya. Sarah adalah wanita malam, dia bukan hanya model biasa. Klien Daddy banyak memakai dia hanya untuk memuaskan nafsunya," ungkap Tuan Luise dengan membalikkan laptop yang ada di atas meja itu menghadap pada Josh. "Coba kau lihat," sambungnya.
Josh pun menatap layar laptop itu. Sebuah video rangkuman beberapa foto mulai diputar. Foto-foto itu menampakan Sarah yang tengah berkencan bersama pria seusia Tuan Luise di sebuah kelab malam.
Tangan Josh mengepal. Ia seharusnya tidak mudah percaya pada wanita itu, padahal ia sangat mencintai Sarah dan berani menentang kedua orang tuanya. Tapi, wanita itu berkhianat dan hanya memanfaatkannya saja.
"Apa foto-foto itu kau yang mengirimkannya padaku, Eric?" tiba-tiba Josh bertanya pada sang asisten yang tengah berdiri di sisi kanan Tuan Luise.
"Mengirim ke mana, Tuan?"
"Foto-foto yang ada di dalam kotak yang dikirim ke rumahku. Apa kau yang mengirimkannya? Kenapa tidak memberitahuku secara langsung?" tanya Josh dengan kening yang mulai mengerut, karena jika bukan Josh, siapa lagi?
"Saya tidak mengirimkannya, Tuan. Saya hanya memberikan foto-foto itu kepada Tuan Luise dan Nyonya Irish saja," bantah Eric.
Lalu, siapa yang mengirimkannya kepada Josh, jika bukan Eric?
Josh semakin bingung. "Aneh. Siapa yang mengirimkannya ke rumahku jika bukan kau?" ia menghela napas gusar, "sudahlah. Itu tidak penting, sekarang aku harus memberi pelajaran pada wanita itu," sambungnya seraya berdiri.
Tuan Luise mencegah, "stop! Kau mau ke mana, Josh? Apa kau mau kembali ke apartemen Sarah dan membuat kekacauan di sana? Di sana banyak media, jika kau ke sana, maka kau akan menjadi sorotan dan perusahaan Daddy akan ikut terseret!"
"Argh, sial! Aku ingin menghajar wanita itu, karena aku menyesal tidak menampar wajahnya!" gerutu Josh kesal. Tangannya sudah mengepal, dan deru napasnya mulai memburu saat sepintas terlihat foto-foto Sarah bersama pria lain.
Tuan Luise mengangkat sebelah alisnya. "Kau lebih baik pulang ke rumahmu. Kau mempunyai istri, Josh. Kenapa masih ingin tinggal di sini, dan meninggalkan istrimu?"
"Dad! Astaga, sudah berapa kali aku bilang aku tidak menyukai Evelyn. Kalian tetap memaksaku menikah dengan wanita miskin itu!"
"Jaga ucapanmu itu, Josh! Kau yang sudah setuju untuk menikah, dan sekarang kau tidak bisa lepas dari pernikahan itu. Jadi, pergi dari sini dan kembali ke rumahmu!" tegas Tuan Luise. "Jika kudengar kau menghina Evelyn lagi, kau tentu akan tahu akibatnya," sambungnya.
Josh mendengus, kesal. Ia segera bangkit dari duduknya dan pergi keluar dengan membanting pintu. Eric segera mengejarnya dan pulang bersama Josh ke rumah itu.
Di tengah perjalanan, Josh masih enggak berbicara dengan Eric. Ia terus menggulir ponselnya dan melihat perkembangan berita di media. Ia semakin kesal saat membaca berita-berita skandal mantan kekasihnya. Ya, Sarah sudah jadi mantan kekasihnya sekarang.
"Sejak kapan kau tahu Sarah bekerja di industri yang tidak biasa itu, Eric?" tanya Josh yang mulai menurunkan egonya.
"Tuan Luise sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi, tentang pekerjaannya yang merangkap jadi model majalah dewasa, Saya baru mengetahuinya saat mencaritahu beberapa hari lalu," jawab Eric.
"Sial. Aku kira wanita itu memang wanita baik-baik karena awalnya terlihat polos. Mario mengenalkannya padaku, dan dia sendiri yang telah memakainya bukan?"
"Anda sudah tahu hubungan Nona Sarah dengan sang manager, Tuan?" tanya Eric memastikan.
"Kedua manusia menjijikkan itu berciuman di hadapanku! Sial! Aku jadi teringat kembali!" gerutunya.
Eric hanya menghela napas dengan menggelengkan kepalanya dan tetap fokus menyetir. Hingga tidak lama mereka telah memasuki halaman rumah Josh.
Josh turun dengan Eric yang membuka pintunya. Evelyn seperti sudah tahu jika suaminya itu akan pulang, ia sudah berdiri di ambang pintu dengan tersenyum.
"Kau ingat jalan pulang, Tuan Joshi?"
Josh menghentikan langkahnya tepat di hadapan Evelyn yang bertanya. Pria itu mengangkat sebelah alisnya dan menatap Evelyn dengan tajam. Ia tampak sedikit geram dengan wanita itu karena sudah berani menyapa bahkan menegurnya. Tidak seperti pertama kali bertemu.
"Minggir, aku ingin beristirahat," ucap Josh masih dengan nada biasa saja. Karena ia sudah merasa lelah terus mengeluarkan emosi setelah mengetahui kebusukan Sarah.
Evelyn tidak menggubris. Ia tetap menghalangi langkah Josh dan membuat pria itu kesal.
Josh memaksa menggeser tubuh Evelyn dengan menyentuhnya, "minggir, aku malas berdebat, Evelyn!"
"Kenapa kau tidak pulang saja ke apartemen kekasihmu? Oh, selamat ya, sepertinya kalian akan mendapatkan anak yang lucu."
Mendengar ucapan Evelyn, tentu Josh kembali tersulut. Ia menatap tajam wanita itu dan mencengkeram lengan Evelyn kuat.
"Jujurlah! Apa yang kau ketahui tentang aku dan wanita itu, Evelyn!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Budiman Redmi
lanjut up
2023-01-31
0