Bab 19 : Karir Yang Hancur

Para media masa sudah memenuhi gedung apartemen Sarah. Mereka menuntut penjelasan tentang berita yang beredar, tapi sudah tiga hari Sarah Violetta Keil sang model yang tengah mendapat sorotan karena skandal bersama pria beristri itu tidak kunjung muncul ke publik.

Hingga berita baru kembali muncul dan menjadi trending topik di kalangan masyarakat. Bahwa Sarah bukan hanya model peraga busana biasa, ia rupanya merangkap menjadi model majalah dewasa.

Skandal tentang Sarah itu merembet, mengakibatkan perusahaan yang menaunginya di periksa kepolisian.

Sarah yang saat ini tengah berada di dalam apartemennya itu terus menggerutu menyalahkan situasi yang terjadi. Ia berdebat hebat dengan Mario, karena pria itu sebagai managernya juga lalai dalam menjaga kerahasiaan foto-foto itu.

"Karir yang susah payah aku bangun hancur begitu saja, Mario! Mau disembunyikan di mana mukaku? Bagaimana dengan orang tuaku? Mereka pasti sudah tahu tentang ini, hanya saja aku mematikan ponsel agar tidak ada yang menghubungi!" resah Sarah. Wanita itu berjalan mondar-mandir dengan menggigit kuku jarinya. Ia tengah memikirkan bagaimana caranya agar bisa membungkam media, sedangkan ia tidak punya cukup banyak uang untuk itu.

"Aku akan menghubungi seseorang kenalanku. Mungkin dia bisa membantu dan meminjamkan dana untuk membungkam semua media," ucap Mario. Pria itu segera mengeluarkan ponsel dan menggulir layarnya mencari nomor seseorang.

Sarah berjalan menuju jendela. Ia ingin melihat apakah sekumpulan media masih berada di luar gedung atau sudah pergi. Tapi, ternyata mereka masih tetap di sana. Itu semakin membuat Sarah kesulitan untuk keluar dari apartemen.

Sedangkan di tempat lain. Josh tengah duduk di depan meja kerja sang ayah. Setelah sang ayah menyuruhnya pulang, ia tidur di rumah orang tuanya atas permintaan sang ibu.

Kini, Tuan Luise menatap sang anak dengan tegas. "Apa kau masih kesal dengan Daddy karena melarangmu bersama wanita itu, Josh? Sekarang kau tahu sendiri bagaimana wanita itu."

Josh memainkan ponselnya dengan malas. "Entah, Dad. Aku malas membahasnya."

"Kau harus tahu siapa wanita itu sebenarnya. Sarah adalah wanita malam, dia bukan hanya model biasa. Klien Daddy banyak memakai dia hanya untuk memuaskan nafsunya," ungkap Tuan Luise dengan membalikkan laptop yang ada di atas meja itu menghadap pada Josh. "Coba kau lihat," sambungnya.

Josh pun menatap layar laptop itu. Sebuah video rangkuman beberapa foto mulai diputar. Foto-foto itu menampakan Sarah yang tengah berkencan bersama pria seusia Tuan Luise di sebuah kelab malam.

Tangan Josh mengepal. Ia seharusnya tidak mudah percaya pada wanita itu, padahal ia sangat mencintai Sarah dan berani menentang kedua orang tuanya. Tapi, wanita itu berkhianat dan hanya memanfaatkannya saja.

"Apa foto-foto itu kau yang mengirimkannya padaku, Eric?" tiba-tiba Josh bertanya pada sang asisten yang tengah berdiri di sisi kanan Tuan Luise.

"Mengirim ke mana, Tuan?"

"Foto-foto yang ada di dalam kotak yang dikirim ke rumahku. Apa kau yang mengirimkannya? Kenapa tidak memberitahuku secara langsung?" tanya Josh dengan kening yang mulai mengerut, karena jika bukan Josh, siapa lagi?

"Saya tidak mengirimkannya, Tuan. Saya hanya memberikan foto-foto itu kepada Tuan Luise dan Nyonya Irish saja," bantah Eric.

Lalu, siapa yang mengirimkannya kepada Josh, jika bukan Eric?

Josh semakin bingung. "Aneh. Siapa yang mengirimkannya ke rumahku jika bukan kau?" ia menghela napas gusar, "sudahlah. Itu tidak penting, sekarang aku harus memberi pelajaran pada wanita itu," sambungnya seraya berdiri.

Tuan Luise mencegah, "stop! Kau mau ke mana, Josh? Apa kau mau kembali ke apartemen Sarah dan membuat kekacauan di sana? Di sana banyak media, jika kau ke sana, maka kau akan menjadi sorotan dan perusahaan Daddy akan ikut terseret!"

"Argh, sial! Aku ingin menghajar wanita itu, karena aku menyesal tidak menampar wajahnya!" gerutu Josh kesal. Tangannya sudah mengepal, dan deru napasnya mulai memburu saat sepintas terlihat foto-foto Sarah bersama pria lain.

Tuan Luise mengangkat sebelah alisnya. "Kau lebih baik pulang ke rumahmu. Kau mempunyai istri, Josh. Kenapa masih ingin tinggal di sini, dan meninggalkan istrimu?"

"Dad! Astaga, sudah berapa kali aku bilang aku tidak menyukai Evelyn. Kalian tetap memaksaku menikah dengan wanita miskin itu!"

"Jaga ucapanmu itu, Josh! Kau yang sudah setuju untuk menikah, dan sekarang kau tidak bisa lepas dari pernikahan itu. Jadi, pergi dari sini dan kembali ke rumahmu!" tegas Tuan Luise. "Jika kudengar kau menghina Evelyn lagi, kau tentu akan tahu akibatnya," sambungnya.

Josh mendengus, kesal. Ia segera bangkit dari duduknya dan pergi keluar dengan membanting pintu. Eric segera mengejarnya dan pulang bersama Josh ke rumah itu.

Di tengah perjalanan, Josh masih enggak berbicara dengan Eric. Ia terus menggulir ponselnya dan melihat perkembangan berita di media. Ia semakin kesal saat membaca berita-berita skandal mantan kekasihnya. Ya, Sarah sudah jadi mantan kekasihnya sekarang.

"Sejak kapan kau tahu Sarah bekerja di industri yang tidak biasa itu, Eric?" tanya Josh yang mulai menurunkan egonya.

"Tuan Luise sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi, tentang pekerjaannya yang merangkap jadi model majalah dewasa, Saya baru mengetahuinya saat mencaritahu beberapa hari lalu," jawab Eric.

"Sial. Aku kira wanita itu memang wanita baik-baik karena awalnya terlihat polos. Mario mengenalkannya padaku, dan dia sendiri yang telah memakainya bukan?"

"Anda sudah tahu hubungan Nona Sarah dengan sang manager, Tuan?" tanya Eric memastikan.

"Kedua manusia menjijikkan itu berciuman di hadapanku! Sial! Aku jadi teringat kembali!" gerutunya.

Eric hanya menghela napas dengan menggelengkan kepalanya dan tetap fokus menyetir. Hingga tidak lama mereka telah memasuki halaman rumah Josh.

Josh turun dengan Eric yang membuka pintunya. Evelyn seperti sudah tahu jika suaminya itu akan pulang, ia sudah berdiri di ambang pintu dengan tersenyum.

"Kau ingat jalan pulang, Tuan Joshi?"

Josh menghentikan langkahnya tepat di hadapan Evelyn yang bertanya. Pria itu mengangkat sebelah alisnya dan menatap Evelyn dengan tajam. Ia tampak sedikit geram dengan wanita itu karena sudah berani menyapa bahkan menegurnya. Tidak seperti pertama kali bertemu.

"Minggir, aku ingin beristirahat," ucap Josh masih dengan nada biasa saja. Karena ia sudah merasa lelah terus mengeluarkan emosi setelah mengetahui kebusukan Sarah.

Evelyn tidak menggubris. Ia tetap menghalangi langkah Josh dan membuat pria itu kesal.

Josh memaksa menggeser tubuh Evelyn dengan menyentuhnya, "minggir, aku malas berdebat, Evelyn!"

"Kenapa kau tidak pulang saja ke apartemen kekasihmu? Oh, selamat ya, sepertinya kalian akan mendapatkan anak yang lucu."

Mendengar ucapan Evelyn, tentu Josh kembali tersulut. Ia menatap tajam wanita itu dan mencengkeram lengan Evelyn kuat.

"Jujurlah! Apa yang kau ketahui tentang aku dan wanita itu, Evelyn!"

Terpopuler

Comments

Budiman Redmi

Budiman Redmi

lanjut up

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!