"Sudah aku bilang, Mom. Tidak ada apa-apa di dalam," ucap Josh yang menghela napas lega dan segera meletakan kembali barang yang jatuh. Ia melihat Sarah yang tengah bersembunyi di balik pintu, lalu dengan cepat menutup pintu itu kembali.
Josh menghampiri sang ibu, dan tersenyum, lalu berkata, "Mommy tunggu di luar saja. Aku dan Evelyn akan bersiap-siap, Daddy juga mungkin sudah bosan sendirian di bawah."
Nyonya Irish menghela napas dan mengangguk paham. Ia segera keluar dari kamar sang anak. Josh yang mengintip itu segera menutup pintu kamar setelah memastikan ibunya sudah menuruni tangga.
"Cepat pergi ke kamarmu. Bersiap-siaplah, aku akan menemui Sarah dulu!" perintah Josh dingin dengan segera berjalan ke arah kamar mandi.
Mendengar itu Evelyn pun segera keluar dari kamar utama dan berjalan kembali masuk ke kamarnya. Lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk mepersiapkan diri.
Sedangkan, Josh. Ia tengah berbicara dengan kekasihnya di dalam kamar mandi. Keduanya terlihat tengah berdebat karena situasi seperti ini yang tiba-tiba terjadi.
Sarah mencebik kesal dan menggerutu, "kau seharusnya mengenalkan aku pada kedua orang tuamu! Bukan menikah dengan wanita lain dan menyembunyikan aku seperti wanita simpanan. Sialan! Aku tidak suka situasi seperti ini!"
Josh mendesah, mengacak rambutnya frustasi. "Lalu aku harus bagaimana sekarang, Sarah?! Jalan satu-satunya adalah kau harus bisa keluar dari rumah ini sebelum Mommy dan Daddy tahu ada wanita lain di sini."
"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa keluar?!"
Josh setengah melotot sembari meletakan jari telunjuknya di bibir seksi Sarah. "Jangan berisik, Sarah! Mereka bisa mendengarmu!"
Sarah segera menepis tangan Josh dan mendorongnya ke belakang. Ia sangat kesal dengan situasi seperti ini, ingin sekali dirinya keluar dari dalam kamar dan mengumumkan pada dunia jika Sarah Violleta Keil si model terkenal ini adalah kekasih Josh, anak tunggal kaya-raya pemilik 5 casino terbaik di Valleta. Tapi, tentu saja ia tidak bisa gegabah dengan semua itu. Bisa-bisa bukannya beruntung malah buntung dan kehilangan kesempatan menjadi kaya.
"Oke! Aku akan tetap bertahan sesuai dengan janjimu. Satu tahun, hanya satu tahun tidak lebih. Setelah itu jika kau tidak menikahiku, aku akan memutuskan hubungan ini," ucapnya. "Sekarang bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini? Aku tidak bisa berlama-lama karena akan ada meeting projek film pertamaku," sambungnya mulai gelisah.
"Aku akan mencari cara untukmu. Aku harus menunggu Evelyn, karena merencanakannya tentu harus bersama wanita itu," jawab Josh. Ia terus memutar otak memikirkan bagaimana caranya agar bisa mengeluarkan Sarah tanpa ketahuan kedua orang tuanya.
"Oke!"
***
Setelah tadi pagi Josh bekerja sama dengan Evelyn untuk mengeluarkan kekasihnya dan seharian harus menemani kedua orang tuanya. Mereka pun menyudahi drama hari ini. Nyonya Irish dan Tuan Luise sudah pulang beberapa menit lalu.
Josh merebahkan dirinya di atas sofa. Evelyn mendekat berniat untuk bertanya apakah pria itu lelah dan ingin minum. "Tuan, mau aku ambilkan minum?"
Pria dengan alis tebal itu tidak menjawab. Ia masih tetap memejamkan matanya tidak bergeming.
"Baiklah, jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan naik ke atas dan masuk ke kamar," ucap Evelyn saat tidak mendapat respon.
"Stop!"
Langkah kaki Evelyn segera berhenti. Baru saja dirinya hendak melangkahkan kaki untuk menaiki tangga, kini pria itu memanggilkan.
Evelyn membalikan badannya dan bertanya, "ada apa, Tuan?"
"Siapkan aku air hangat! Aku mau mandi dan jangan lupa menyiapkan makanan yang banyak, Sarah akan membawa teman-temannya ke sini!" Perintah Josh dengan tegas.
Tanpa menjawab suaminya, Evelyn pun dengan cepat menaiki anak tangga menuju lantai dua. Ia segera masuk ke kamar utama dan menyiapkan air hangat untuk pria itu berendam di dalam bathub.
Setelah memastikan Josh masuk ke kamar mandi. Evelyn pun dengan cepat segera menuju dapur, dan hendak mengeksekusi semua bahan makanan yang sudah tersedia di sana. Baru satu jam lalu Nina kembali setelah berbelanja.
Hari-hari terus berlalu, dengan perlakuan Josh yang semakin menjadi, memperbudak Evelyn. Wanita itu tidak bisa melawan selain menyerang Josh dan Sarah sesekali memakai ucapnya. Ia juga selalu menghitung seberapa lama dirinya tinggal jauh dari rumah. Hari ini, tepatnya 100 hari Evelyn menjadi tahanan dalam keluarga Dexter.
Sarah berjalan menghampiri Evelyn yang tengah berada di dapur menyiapkan sarapan. Ia berjalan dengan cepat dan meraih rambut Evelyn, menjambaknya.
Evelyn meringis kesakitan juga terkejut. "lepaskan aku, Sarah! Sakit!" pekik Evelyn yang berusaha melepaskan cengkeraman tangan wanita itu.
"Aku sebenarnya muak melihatmu berkeliaran di rumah ini dengan statusmu yang adalah istri kekasihku! Seharusnya sejak awal kau menolak untuk di jodohkan!" teriak Sarah dengan mata yang melotot.
"Lepaskan aku, Sarah! Aku tidak tahu apa-apa! Aku hanya mendengarkan perintah Tuan Luise untuk menikah dengan Josh!"
"Halah! Bilang saja karena kau terpesona melihat kekasihku yang tampan? Iya kan?" desak Sarah dengan menatapnya tajam kali ini.
Evelyn menggelengkan kepalanya.
"Sekarang, kau harus membereskan kamarku! Pastikan kamar itu seperti kamar pengantin!" tegas Sarah kemudian.
Setelah melepas cengkeraman tangannya pada rambut Evelyn, Sarah pun segera pergi dari dapur menuju kolam renang untuk menyusul sang kekasih yang sudah lebih dulu ke sana.
Keesokan harinya. Saat Evelyn masih tertidur dan kesiangan, tiba-tiba guyuran air membasahi tubuhnya yang masih terbaring di atas ranjang.
"Bangun, Evelyn! Daddy membeli–mu dari pria tua itu bukan untuk menjadikanmu wanita pemalas! Jika kau ingin tahu, Daddy–ku adalah orang paling kejam. Jadi cepatlah kerjakan semua tugas di rumah ini, jika tidak aku akan melaporkanmu!" tegas Josh.
"Maaf, Tuan. Saya kesiangan," ucap Evelyn berusaha meminta maaf pada Josh.
"Kau akan aku bebaskan hari ini untuk pergi ke suatu tempat. Ada yang harus aku ambil dari sana, tapi orang-orang itu tidak mau bertemu denganku apalagi asistenku."
Evelyn mengangguk cepat, meski tidak tahu selanjutnya apa yang akan terjadi jika dia menuruti Josh.
Pagi berganti siang, siang berganti sore, dan sore berganti malam. Setelah mendapat perintah dari Josh, Evelyn benar-benar menuruti pria itu. Tapi, setelah seharian pergi, Evelyn benar-benar belum pulang.
Pasalnya, tempat yang dituju atas perintah Josh itu merupakan tempat berbahaya yang terdapat para penguntit juga orang-orang jahat di sana. Bahkan, Eric sempat menegur Josh, karena apa yang telah dia lakukan pada Evelyn itu sudah sangat keterlaluan.
"Kau terlalu berisik, Eric! Kenapa mau begitu khawatir dengan wanita desa itu! Justru aku ingin melihat, seberapa tangguh dia berada dalam situasi menegangkan seperti itu," decaknya, dengan tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Ariyani Nurreza
buatlah Evelyn kuat dkit thor..jd wanita tngguh demi hrga diri ny yg trtindas..buat suaminy menyesal..kurang sreg dngn peran Evelyn yg lemah thor..
2023-04-23
0
Maliqa Effendy
ga simpati sama Evelyn..biar kan saja..toh dia jg ga bertindak di perlakukan ga sepantasnya sm suaminya..jgn salahkan Josh dan Sarah,salahkan Evelyn yg ga ada reaksi
2023-02-07
0
Lily
jangan terlalu kejam lah... binatang aja masih bisa peduli dengan sesama binatang. apalagi kalian manusia yang punya hati dan pikiran. masa lebih baik hewan dari kalian Josh?
2023-01-29
0