"Apa?! Kau hamil?!"
Mendengar itu, spontan Eric mengerem mobilnya mendadak. Ia menoleh pada Josh yang mencoba memelototinya untuk tidak berbicara.
"Oke, aku akan segera ke apartemen sekarang," ucap Josh kemudian mematikan teleponnya. Ia segera menatap Eric dan memberi perintah, "ke apartemen Sarah sekarang!"
Eric menggelengkan kepalanya menolak perintah. "Saya tidak bisa, Tuan."
Josh menendang kursi jok dan membentak, "Tolong sekali ini saja kau menurut padaku, Eric! Aku hanya ingin memastikan Sarah benar-benar hamil atau tidak! Cepat atau kau akan aku bunuh sekarang juga!"
"Tapi sesuai dengan perintah Tuan Luise. Anda tidak boleh mengunjungi apartemen wanita itu. Jika Saya mengantar Tuan, mungkin Saya akan mendapat hukuman lagi."
"Jadi kau tidak mau mengantarku? Bagus! Cepat keluar dari mobil! Aku akan mengendarainya sendiri!" titah Josh setengah melotot.
Eric tetap menggelengkan kepalanya. Ia masih mencoba menghadapi tuannya itu dengan kepala dingin. "Tidak bisa, Tuan. Bagaimana jika Saya yang pergi menemui kekasih Anda, dan Tuan akan Saya antar terlebih dahulu."
"Tidak! Aku ingin bertemu Sarah! Ayolah, Eric. Sekali ini saja," pinta Josh setengah memohon mesti tangannya sudah gatal ingin memukul wajah sang asisten.
Dengan menghela napas, akhirnya Eric mencoba mengabulkan permintaan tuan mudanya itu. Meski konsekuensinya nanti ia akan mendapat hukuman dari Tuan Luise.
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai di apartemen Sarah yang tidak jauh dari tempat mobilnya berhenti tadi. Eric mengekor di belakang Josh meski pria itu terlihat risih dibuntuti terus. Ia pun tiba di depan kamar kekasihnya dan segera menekan tombol bel.
Tidak lama kemudian, Sarah pun membukakan pintu dan Josh masuk tanpa mengajak Eric.
Dengan penasaran Josh pun segera bertanya tentang kehamilan Sarah. "Apa kau benar-benar hamil, Sarah? Karena aku tidak yakin tentang itu."
Sarah mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan sang kekasih. "Kenapa kau terdengar tidak percaya, Sayang? Aku benar-benar sedang hamil anak kita, dan ini anakmu!"
Josh masih meragukan kandungan Sarah. Ia menatap wanita yang kini tengah merasa gelisah itu. "Kapan aku tidur denganmu? Berapa usia kandungan itu?" tanyanya dingin.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Josh? Kenapa seolah-olah aku ini bukan wanita baik-baik. Kau tidur denganku saat keadaan mabuk, kau masih ingat waktu itu kan? Ah, sepertinya kau tidak ingat." Sarah memasang wajah sedihnya dan mulai menangis.
"Kau tahu jika aku memegang teguh **** after marriage. Aku bahkan hanya tidur denganmu saat kita tinggal bersama dan tidak pernah menyentuhmu melebihi batas. Lalu, kapan itu terjadi?"
Sarah berdecak dan mendekati, "saat kita tinggal bersama di rumah itu. Mungkin dua minggu sebelum kita menyuruh wanita itu pergi ke tempat berbahaya. Intinya, aku tengah hamil dan usia kandunganku sudah satu bulan," jelasnya.
Josh benar-benar tidak mengingat apapun. Apalagi jika pria itu sudah mabuk, ia tidak akan pernah mengingat apapun yang terjadi dan diperbuatnya. Seperti waktu itu mabuk dan memukul seseorang, ia tiba-tiba tersadar dan sudah berada di kantor polisi.
"Apa kau akan membiarkan anak itu lahir? Bagaimana dengan karir model–mu? Bukankah saat kau masuk ke dunia model persyaratannya adalah menunda kehamilan sampai kontraknya selesai?" tanya Josh.
Sarah tersenyum dan merangkul kekasihnya itu, "aku akan melepaskan karir model–ku, dan menikah denganmu. Bukankah kehadiran anak ini akan memudahkan kita untuk menikah? Mau tidak mau orang tuamu harus setuju dengan pernikahan kita. Iya kan?"
Josh sejenak berpikir. Apa yang diucapkan Sarah memang ada benarnya. Jika ia memberikan cucu pada kedua orang tuanya, bukankan mereka akan setuju? Ya, sepertinya itu ide bagus, pikirnya.
"Kau benar. Mommy dan Daddy mungkin akan setuju jika melihat kau terlanjur hamil. Tapi, bagaimana dengan Evelyn? Mereka tidak mungkin begitu saja membuang wanita itu?"
"Ceraikan dia. Gampang kan?" cetus Sarah dengan tersenyum.
***
Sore itu tiba-tiba Josh datang ke rumah kedua orang tuanya. Ia berdiri di ambang pintu dengan menunduk.
Melihat sang anak terdiam di ambang pintu, Nyonya Irish segera bertanya, "Kenapa kau tiba-tiba datang ke sini, Josh? Dengan siapa kau datang? Mana Evelyn?"
Nyonya Irish memanjangkan lehernya memeriksa keluar, tapi tidak menemukan siapa-siapa dan kembali bertanya, "Kenapa kau diam, Josh?"
Tuan Luise segera bangkit dari duduknya dan menatap ke arah sang anak. "Masuk Josh. Apa yang kau lakukan dengan terus berdiri di sana? Kau berhutang penjelasan pada Daddy, kenapa kau tidak masuk bekerja tadi?"
Josh menghela napas dan segera mundur, lalu menarik seseorang dari balik pintu.
Manik mata Nyonya Irish membulat, seketika darah panas mulai mengalir di tubuhnya. Ia marah, "apa-apaan ini, Josh?! Kenapa kau membawa wanita jal*ng ini ke rumah kami?!"
"Joshi!" tambah Tuan Luise membentak setengah melotot.
"Maaf, Mom, Dad. Tapi, ada yang ingin aku katakan pada kalian."
"Tidak! Tidak ada yang perlu kau katakan, dan Mommy tidak mau mendengarnya! Kau usir segera wanita ini dari hadapan Mommy!" sentak Nyonya Irish dengan dada yang naik turun karena napas yang memburu.
"Sarah hamil."
Dua kata yang diucapkan oleh Josh berhasil membuat kedua orang tuanya syok, terkejut. Terutama Nyonya Irish yang hampir ambruk dan segera Tuan Luise tahan tubuhnya.
"Eric! Masuk kau, aku tahu kau ada di luar!" teriak Tuan Luise.
Eric yang mendengar itu segera masuk dengan menunduk dan berdiri di samping Tuan Luise.
"Pegang istriku, dan bawa dia duduk di sofa," titah Tuan Luise dengan napas yang sudah memburu.
Emosinya meningkat seiring terus melihat wanita yang Josh bawa itu. Ia segera mendekati sang anak dan meraih kerahnya. "Kau berani sekali menghamili jal*ng ini dan membawanya ke rumahku! Apa kau benar-benar tidak mendengarkan ucapanku, Josh! Selama kau masih bersama wanita itu, jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini, atau berharap mendapatkan hartaku sepeser pun!"
"Dad! Kenapa Daddy tega sekali menghalangi kebahagiaanku. Aku anakmu, bukan Evelyn! Kenapa mempertahankan wanita sialan itu!"
Plak!
Tuan Luise yang sudah geram pun menamparnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sang anak yang bersikukuh mempertahankan kekasihnya yang sudah jelas bukan wanita baik-baik.
"Siapa yang kau bilang sialan itu, Joshi?! Kau berani sekali menghina Evelyn di hadapan Daddy!"
"Dad. Aku hanya ingin menikah dengan Sarah. Kami akan segera punya anak, dan aku ingin bercerai dengan Evelyn."
"Tidak!" sentak Nyonya Irish yang kembali berdiri. "Tidak ada perceraian dan tidak ada pernikahan kedua kalinya! Jika kau tetap bersikukuh untuk menikah dengan wanita ini, pergi dan hiduplah di luar sesuka hatimu!"
"Mom!" Josh mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa kedua orang tuanya terus melarang dirinya menikah dengan Sarah. "Aku hanya ingi bahagia dengan orang yang aku cintai, Mom. Kenapa aku tidak bisa?"
"Keputusan kami sudah bulat, Josh. Suka atau tidak, Mommy dan Daddy akan tetap seperti ini," ucap Nyonya Irish dengan memegang dadanya yang terasa sesak. Ia harus segera menetralkan emosinya dan kembali duduk.
"Pikirkan kembali niatmu sebelum kau datang ke rumah ini lagi. Sekarang, kau pergi dan bawa wanita ini menjauh!" tegas Tuan Luise. Ia lalu memerintahkan Eric untuk membawa anaknya keluar.
Melihat orang tuanya seperti itu, Josh dengan mengepalkan tangannya kuat itu terpaksa harus mundur dan keluar dari rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Lily
hahahaha jal*ng yang ingin hidup kaya tampak mengorbankan urat malunya demi kemewahan 🙄
kasihan kau sarah... sampai nangis darah pun nyonya Irish dan tuan Luise tidak akan pernah melihatmu.
2023-01-29
0
Lily
ternyata pasangan laknat ini masih percaya diri. lihatlah apa yang bisa di lakukan Daddymu Josh... dia tau wanita seperti apa yang bersamamu dan itu artinya Daddymu dan Mommy mu gak akan percaya itu. Josh memang pria bodoh yang mudah di kibulin.
2023-01-29
0
Gaby Charo
bagus nyonya Irish lebih baik melepaskan dulu anak kesayangan kamu yang lagi bucin...
apapun dia tidak akan mendengarkan karena dia masih dibutakan sama kekasih kesayangan nya itu...
kita lihat apakah betul dia hamil dan mau hidup miskin 🤣🤣🤣
enter menyesal jonhi
2023-01-29
0