Bab 15 : Permintaan Josh

"Apa?! Kau hamil?!"

Mendengar itu, spontan Eric mengerem mobilnya mendadak. Ia menoleh pada Josh yang mencoba memelototinya untuk tidak berbicara.

"Oke, aku akan segera ke apartemen sekarang," ucap Josh kemudian mematikan teleponnya. Ia segera menatap Eric dan memberi perintah, "ke apartemen Sarah sekarang!"

Eric menggelengkan kepalanya menolak perintah. "Saya tidak bisa, Tuan."

Josh menendang kursi jok dan membentak, "Tolong sekali ini saja kau menurut padaku, Eric! Aku hanya ingin memastikan Sarah benar-benar hamil atau tidak! Cepat atau kau akan aku bunuh sekarang juga!"

"Tapi sesuai dengan perintah Tuan Luise. Anda tidak boleh mengunjungi apartemen wanita itu. Jika Saya mengantar Tuan, mungkin Saya akan mendapat hukuman lagi."

"Jadi kau tidak mau mengantarku? Bagus! Cepat keluar dari mobil! Aku akan mengendarainya sendiri!" titah Josh setengah melotot.

Eric tetap menggelengkan kepalanya. Ia masih mencoba menghadapi tuannya itu dengan kepala dingin. "Tidak bisa, Tuan. Bagaimana jika Saya yang pergi menemui kekasih Anda, dan Tuan akan Saya antar terlebih dahulu."

"Tidak! Aku ingin bertemu Sarah! Ayolah, Eric. Sekali ini saja," pinta Josh setengah memohon mesti tangannya sudah gatal ingin memukul wajah sang asisten.

Dengan menghela napas, akhirnya Eric mencoba mengabulkan permintaan tuan mudanya itu. Meski konsekuensinya nanti ia akan mendapat hukuman dari Tuan Luise.

Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai di apartemen Sarah yang tidak jauh dari tempat mobilnya berhenti tadi. Eric mengekor di belakang Josh meski pria itu terlihat risih dibuntuti terus. Ia pun tiba di depan kamar kekasihnya dan segera menekan tombol bel.

Tidak lama kemudian, Sarah pun membukakan pintu dan Josh masuk tanpa mengajak Eric.

Dengan penasaran Josh pun segera bertanya tentang kehamilan Sarah. "Apa kau benar-benar hamil, Sarah? Karena aku tidak yakin tentang itu."

Sarah mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan sang kekasih. "Kenapa kau terdengar tidak percaya, Sayang? Aku benar-benar sedang hamil anak kita, dan ini anakmu!"

Josh masih meragukan kandungan Sarah. Ia menatap wanita yang kini tengah merasa gelisah itu. "Kapan aku tidur denganmu? Berapa usia kandungan itu?" tanyanya dingin.

"Kenapa kau bertanya seperti itu, Josh? Kenapa seolah-olah aku ini bukan wanita baik-baik. Kau tidur denganku saat keadaan mabuk, kau masih ingat waktu itu kan? Ah, sepertinya kau tidak ingat." Sarah memasang wajah sedihnya dan mulai menangis.

"Kau tahu jika aku memegang teguh **** after marriage. Aku bahkan hanya tidur denganmu saat kita tinggal bersama dan tidak pernah menyentuhmu melebihi batas. Lalu, kapan itu terjadi?"

Sarah berdecak dan mendekati, "saat kita tinggal bersama di rumah itu. Mungkin dua minggu sebelum kita menyuruh wanita itu pergi ke tempat berbahaya. Intinya, aku tengah hamil dan usia kandunganku sudah satu bulan," jelasnya.

Josh benar-benar tidak mengingat apapun. Apalagi jika pria itu sudah mabuk, ia tidak akan pernah mengingat apapun yang terjadi dan diperbuatnya. Seperti waktu itu mabuk dan memukul seseorang, ia tiba-tiba tersadar dan sudah berada di kantor polisi.

"Apa kau akan membiarkan anak itu lahir? Bagaimana dengan karir model–mu? Bukankah saat kau masuk ke dunia model persyaratannya adalah menunda kehamilan sampai kontraknya selesai?" tanya Josh.

Sarah tersenyum dan merangkul kekasihnya itu, "aku akan melepaskan karir model–ku, dan menikah denganmu. Bukankah kehadiran anak ini akan memudahkan kita untuk menikah? Mau tidak mau orang tuamu harus setuju dengan pernikahan kita. Iya kan?"

Josh sejenak berpikir. Apa yang diucapkan Sarah memang ada benarnya. Jika ia memberikan cucu pada kedua orang tuanya, bukankan mereka akan setuju? Ya, sepertinya itu ide bagus, pikirnya.

"Kau benar. Mommy dan Daddy mungkin akan setuju jika melihat kau terlanjur hamil. Tapi, bagaimana dengan Evelyn? Mereka tidak mungkin begitu saja membuang wanita itu?"

"Ceraikan dia. Gampang kan?" cetus Sarah dengan tersenyum.

***

Sore itu tiba-tiba Josh datang ke rumah kedua orang tuanya. Ia berdiri di ambang pintu dengan menunduk.

Melihat sang anak terdiam di ambang pintu, Nyonya Irish segera bertanya, "Kenapa kau tiba-tiba datang ke sini, Josh? Dengan siapa kau datang? Mana Evelyn?"

Nyonya Irish memanjangkan lehernya memeriksa keluar, tapi tidak menemukan siapa-siapa dan kembali bertanya, "Kenapa kau diam, Josh?"

Tuan Luise segera bangkit dari duduknya dan menatap ke arah sang anak. "Masuk Josh. Apa yang kau lakukan dengan terus berdiri di sana? Kau berhutang penjelasan pada Daddy, kenapa kau tidak masuk bekerja tadi?"

Josh menghela napas dan segera mundur, lalu menarik seseorang dari balik pintu.

Manik mata Nyonya Irish membulat, seketika darah panas mulai mengalir di tubuhnya. Ia marah, "apa-apaan ini, Josh?! Kenapa kau membawa wanita jal*ng ini ke rumah kami?!"

"Joshi!" tambah Tuan Luise membentak setengah melotot.

"Maaf, Mom, Dad. Tapi, ada yang ingin aku katakan pada kalian."

"Tidak! Tidak ada yang perlu kau katakan, dan Mommy tidak mau mendengarnya! Kau usir segera wanita ini dari hadapan Mommy!" sentak Nyonya Irish dengan dada yang naik turun karena napas yang memburu.

"Sarah hamil."

Dua kata yang diucapkan oleh Josh berhasil membuat kedua orang tuanya syok, terkejut. Terutama Nyonya Irish yang hampir ambruk dan segera Tuan Luise tahan tubuhnya.

"Eric! Masuk kau, aku tahu kau ada di luar!" teriak Tuan Luise.

Eric yang mendengar itu segera masuk dengan menunduk dan berdiri di samping Tuan Luise.

"Pegang istriku, dan bawa dia duduk di sofa," titah Tuan Luise dengan napas yang sudah memburu.

Emosinya meningkat seiring terus melihat wanita yang Josh bawa itu. Ia segera mendekati sang anak dan meraih kerahnya. "Kau berani sekali menghamili jal*ng ini dan membawanya ke rumahku! Apa kau benar-benar tidak mendengarkan ucapanku, Josh! Selama kau masih bersama wanita itu, jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini, atau berharap mendapatkan hartaku sepeser pun!"

"Dad! Kenapa Daddy tega sekali menghalangi kebahagiaanku. Aku anakmu, bukan Evelyn! Kenapa mempertahankan wanita sialan itu!"

Plak!

Tuan Luise yang sudah geram pun menamparnya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sang anak yang bersikukuh mempertahankan kekasihnya yang sudah jelas bukan wanita baik-baik.

"Siapa yang kau bilang sialan itu, Joshi?! Kau berani sekali menghina Evelyn di hadapan Daddy!"

"Dad. Aku hanya ingin menikah dengan Sarah. Kami akan segera punya anak, dan aku ingin bercerai dengan Evelyn."

"Tidak!" sentak Nyonya Irish yang kembali berdiri. "Tidak ada perceraian dan tidak ada pernikahan kedua kalinya! Jika kau tetap bersikukuh untuk menikah dengan wanita ini, pergi dan hiduplah di luar sesuka hatimu!"

"Mom!" Josh mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa kedua orang tuanya terus melarang dirinya menikah dengan Sarah. "Aku hanya ingi bahagia dengan orang yang aku cintai, Mom. Kenapa aku tidak bisa?"

"Keputusan kami sudah bulat, Josh. Suka atau tidak, Mommy dan Daddy akan tetap seperti ini," ucap Nyonya Irish dengan memegang dadanya yang terasa sesak. Ia harus segera menetralkan emosinya dan kembali duduk.

"Pikirkan kembali niatmu sebelum kau datang ke rumah ini lagi. Sekarang, kau pergi dan bawa wanita ini menjauh!" tegas Tuan Luise. Ia lalu memerintahkan Eric untuk membawa anaknya keluar.

Melihat orang tuanya seperti itu, Josh dengan mengepalkan tangannya kuat itu terpaksa harus mundur dan keluar dari rumah.

Terpopuler

Comments

Lily

Lily

hahahaha jal*ng yang ingin hidup kaya tampak mengorbankan urat malunya demi kemewahan 🙄
kasihan kau sarah... sampai nangis darah pun nyonya Irish dan tuan Luise tidak akan pernah melihatmu.

2023-01-29

0

Lily

Lily

ternyata pasangan laknat ini masih percaya diri. lihatlah apa yang bisa di lakukan Daddymu Josh... dia tau wanita seperti apa yang bersamamu dan itu artinya Daddymu dan Mommy mu gak akan percaya itu. Josh memang pria bodoh yang mudah di kibulin.

2023-01-29

0

Gaby Charo

Gaby Charo

bagus nyonya Irish lebih baik melepaskan dulu anak kesayangan kamu yang lagi bucin...

apapun dia tidak akan mendengarkan karena dia masih dibutakan sama kekasih kesayangan nya itu...

kita lihat apakah betul dia hamil dan mau hidup miskin 🤣🤣🤣

enter menyesal jonhi

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!