Bab 13 : Hukuman Josh

Josh yang baru saja pulang itu tidak sengaja berpapasan dengan Evelyn di ruang tamu. Nina yang merasa canggung segera meninggalkan keduanya untuk berbicara.

Pria itu terlihat mengamati Evelyn dari bawah sampai atas. Penampilan wanita itu memang jauh berbeda dengan kekasihnya, tapi ia juga tidak memungkiri jika Evelyn cantik. Dengan dingin, Josh pun bertanya, "bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah membaik?"

Evelyn mengulum bibirnya sebelum menjawab, ia mencoba menghela napas dan mengulas senyum. "Keadaanku sudah cukup membaik. Hampir pulih, hanya masih sedikit pusing."

"Baguslah," timpal Josh dingin. "Kalau begitu, bicaralah pada Mommy dan Daddy kalau kau ingin pulang ke rumah itu bersamaku. Karena aku sudah bosan tinggal di sini," sambungnya.

Evelyn mengangguk samar dengan tersenyum kecut, "baik, Tuan. Saya akan berbicara dengan Nyonya Irish nanti."

"Mommy. Kau harus memanggilnya Mommy, jika tidak, dia akan marah kepadamu! Lagipula panggil aku Josh saja, terdengar risih saat kau memanggilku seperti itu."

Mendengar itu, Evelyn segera mengangguk. Josh pun kembali melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga. Sedangkan Evelyn, ia hanya menatap punggung dingin pria itu hingga sampai ke lantas atas.

Nina kembali menghampiri dan segera memapah Evelyn untuk naik ke lantai dua. "Sabar, Nona. Saya yakin, Tuan Josh akan segera luluh dan berpaling dari wanita itu, lalu mencintai Nona," bisik Nina dengan tersenyum.

"Hush! Kau jangan berbicara seperti itu, Nina. Aku tidak apa-apa, tidak masalah jika kami hanya menikah karena keterpaksaan. Toh aku juga tidak mencintai Tuan Josh," sela Evelyn menggelengkan kepalanya.

Keduanya terus melangkahkan kaki hingga sampai di depan kamar dan masuk ke dalam. Evelyn merebahkan dirinya. Nina pun segera pamit pergi dan membiarkan Evelyn beristirahat.

Wanita itu menatap langit-langit kamar. Sekilas bayangan masa kecil yang penuh tawa dan keceriaan itu kembali menghampiri ingatannya. Evelyn sendiri tidak tahu, memori siapa yang dirinya ingat. Apalagi, saat melihat dua orang dewasa yang ada dalam bayangan itu sangat berbeda dengan kedua orang tuanya.

Memang saat berumur 5 tahun, Evelyn sempat terjatuh dan mengalami gegar otak ringan yang mengakibatkan sebagian memorinya hilang. Itu pun ia ketahui dari orang tuanya, setelah beberapa kali mengeluh pusing dan selalu melihat bayang-bayang masa kecil yang tidak dirinya kenali.

Kini, saat memejamkan mata pun, ia sekilas melihat dua orang anak kecil berlarian. Perempuan dan laki-laki, hanya saja mereka terlihat berbeda usia. Mungkin perbedaan usianya sekitar 7 sampai 8 tahun.

"Ah, aku selalu dibuat gelisah jika memikirkan kedua anak kecil itu. Siapa mereka? Dan kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Lalu, kedua orang dewasa yang bersama kami siapa?" Evelyn mulai bertanya-tanya dengan menghela napas, dan bingung. "Hmm... Lagipula, jika memang benar itu memori–ku, mungkin hanya sepintas memori yang mulai kembali," sambungnya.

Hari mulai gelap, dan waktu makan malam pun tiba. Nina mengetuk pintu beberapa kali dan segera Evelyn persilakan masuk. Tentu saja wanita itu telah berpakaian rapi mengenakan piyama mahal pemberian mertuanya.

"Mari, Nona. Nyonya Irish dan Tuan Luise sudah menunggu di bawah," ajak Nina dengan tersenyum dan sedikit merapikan rambut Evelyn.

"Tuan Josh sudah turun?"

"Belum, Nona. Baru saja Eric naik ke lantai dua bersama Saya. Mari..." jawab Nina dengan mempersilakan Evelyn untuk segera berjalan.

Di depan kamar Evelyn, ia bertemu dengan Josh yang masih menatapnya dingin. Ekspresi datar itu selalu Josh berikan untuk Evelyn selain tatapan tajamnya.

Lalu Josh berjalan menuruni tangga lebih dulu dan Evelyn mengekor di belakangnya. Sedangkan Eric dan Nina berjalan di belakang.

Sesampainya di ruang makan. Kedua orang tua Josh menyambut hangat Evelyn dengan tersenyum padanya, berbeda dengan Josh yang mereka perlakukan dingin.

"Mom, Dad! Kenapa kalian masih saja bersikap dingin kepadaku? Bukankah aku sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Evelyn?" tanya Josh dengan kening yang mengerut.

"Sudahlah, Josh. Sekarang waktunya makan jangan membahas hal lain," pungkas Nyonya Irish.

Mendengar itu, Josh berdecak dan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. Ia tidak berselera makan jika suasananya seperti ini, apalagi harus berada di samping Evelyn. Josh pun seger berdiri dan hendak pergi.

Tuan Luise terlihat mengerutkan keningnya dan menggebrak meja. "Mau ke mana kau, Joshi?!"

Josh menghentikan langkahnya saat sang ayah membentak. Ia segera membalikan badan dan memutar bola matanya. Lalu segera menjawab, "aku tidak lapar. Jadi, silakan saja lanjutkan makan tanpaku. Lagipula sekarang anak kalian Evelyn, kan?"

"Josh!"

Nyonya Irish menatapnya tajam. Ia bangkit dari duduknya dan segera menghampiri sang anak. Lalu menjewer telinga Josh seperti anak kecil, "kau merajuk lagi seperti anak kecil! Ayo duduk dan makan! Jika tidak, Mommy akan merampas semua fasilitas–mu dan menyuruhmu tidur di luar!"

Josh meringis kesakitan. Ia sudah bukan anak kecil lagi, tapi sang ibu tetap memperlakukannya seperti seorang anak kecil. "Iya, Mom, Maaf. Iya Joshi makan sekarang," ucapnya.

Melihat itu, Tuan Luise hanya menggelengkan kepalanya dan menghela napas. Istrinya paling tahu bagaimana meredakan suasana yang hampir memanas dengan dirinya yang sedikit terpancing.

Keesokan harinya. Josh tergesa-gesa menuruni tangga karena kesiangan. Ia membuka pintu dan tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.

"Arrgh!"

"Kalau jalan tuh pakai mata!" sentak Josh saat melihat siapa orang yang dirinya tabrak.

"Maaf. Apa tangan Tuan tidak sakit?" tanya Evelyn refleks memegang tangan Josh yang terbentur ke pintu.

Josh menepis tangan Evelyn dengan kasar. "Lepaskan, bodoh! Sejak kapan aku mengizinkanmu memegang anggota tubuhku!"

"Maaf, Tuan. Saya refleks karena takut tangan Anda terluka," ucap Evelyn dengan menunduk.

"Minggir!" bentak Josh dengan mendorong tubuh Evelyn dan hampir membuat tubuh wanita itu tersungkur.

Josh tidak menyadari jika seseorang tengah menatapnya tajam dari arah tangga. "Joshi!"

Manik mata Josh membulat, kakinya refleks mengerem dan menoleh. "Mo–mommy? Kenapa masih di rumah?"

Nyonya Irish berjalan dengan cepat menghampiri kedua orang itu. Wajahnya tentu saja terlihat kesal, ia segera membentak sang anak. "Kau berani sekali mendorong, Evelyn! Apa permintaan maaf kau itu palsu, Joshi?!"

Josh merasa sial hari ini. Ia mengira sang ibu sudah berangkat menuju butiknya. "Maaf, Mom. Aku refleks mendorong Evelyn karena tergesa-gesa. Aku tidak mau ketinggalan meeting, karena Daddy mengancamku jika terlambat datang, maka proposal yang sudah aku buat tidak akan Daddy terima."

"Alasan! Bilang saja kau memang masih kesal dan belum menerima Evelyn. Sekarang, berikan kunci mobilmu pada Mommy!"

"Mom!"

Nyonya Irish melotot dan mendesak Josh. "Ayo cepat berikan! Apa Mommy harus me.beritahu Daddy–mu tentang Sarah?!"

Mendengar ancaman sang ibu, terpaksa Josh memberikan kunci mobilnya dengan pasrah.

"Dompetmu!" pinta Nyonya Irish lagi.

"Mommy! Yang benar saja? Lalu aku berangkat naik apa jika Mommy merampas mobil dan dompetku?"

"Ayo cepat!"

Josh berdecak dan segera mengeluarkan dompet dari sakunya. "Boleh Josh minta uang?"

Nyonya Irish menghela napas. Ia pun segera membuka dompet sang anak dan menarik dua lembar uang itu lalu memberikannya. "Harus cukup sampai kau kembali lagi ke rumah ini. Jangan menumpang pada mobil Daddy–mu! Ini hukuman dari Mommy karena kau sudah mendorong Evelyn!"

Josh mendengus kesal dan menatap sinis ke arah Evelyn. 'Sialan! Wanita itu perlahan-lahan membuatku kehilangan segalanya' batin Josh.

Terpopuler

Comments

Biduri Aura

Biduri Aura

kapok mu Josh

2023-04-28

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Rasain kamu Josh emang enak ngak punya uang banyak dan ngak punya mobil🤣🤣🤣

2023-01-29

0

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

jangan2 bayangan anak kecil, laki2 dan peremouan itu Josh dan evelyn

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!