...⪼Flash Back On⪻...
Setelah mendapat telepon dari Nyonya Irish, Evelyn sesegera mungkin pergi ke rumah mertuanya dengan Nina dan tentu ia mampir ke toko kue tar untuk membelikan tiramisu kesukaan Nyonya Irish.
"Apa yang akan Mommy katakan ya, Nina. Aku sedikit penasaran, karena tidak seperti biasa seperti ini," ucap Evelyn dengan penasaran.
"Saya tidak tahu, Nona. Mungkin ini ada kaitannya dengan Tuan Josh," jawab Nina sekenanya. Karena ia juga tidak mendapat informasi apa-apa lagi dari Eric selain dirinya yang tengah menyelidiki Sarah.
Ya, Nina dan Eric pernah menjalin hubungan dekat, tapi sayang saat ini keduanya tengah putus karena satu kesalahpahaman.
Evelyn menghela napas dan kembali menyandarkan tubuhnya. Lalu, tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di rumah Nyonya Irish.
Ia masuk ke dalam bersama Nina dan melihat beberapa pelayan tengah membersihkan ruangan.
"Karin, masukan ini ke kulkas. Tiramisu untuk Nyonya Irish," ucap Nina dengan menyodorkan paper bag mini itu kepada Karin salah satu pelayan di rumah besar ini.
"Nina, ayo ikut aku ke atas. Sepertinya Mommy di atas," ajak Evelyn.
"Nyonya Irish berada di ruang kerjanya, Nona. Tadi Saya lihat ada Tuan Eric juga baru saja masuk," sahut Karina memberitahu.
Evelyn pun mengangguk dan segera menuju arah tangga bersama Nina. Keduanya menaiki anak tangga dan sampai di lantai dua. Dengan berjalan santai, Evelyn pun menghampiri ruang kerja Nyonya Irish dan menghentikan langkah kakinya saat mendengar percakapan mereka.
Lalu, dengan cepat ia pun membuka pintu dan berkata. "Biar aku saja."
Eric dan Nyonya Irish tentu terkejut dengan kedatangan Evelyn. Wanita itu masuk bersama Nina dan menutup pintu ruang kerja serapat mungkin.
"Aku sudah mendengarnya, Mom. Jadi mungkin aku bisa membantu sedikit dengan memberikan foto-foto Sarah kepada Josh," ucap Evelyn.
Kening Nyonya Irish mengerut, dan bertanya, "Bagaimana caranya? Dia tentu akan balik marah kepadamu dan menuduhmu mengeditnya."
Evelyn tersenyum dan menjawab, "cetak saja foto-foto itu dan aku akan memasukannya ke dalam kotak serapi mungkin. Lalu, menyimpannya di tempat penyimpanan paket di depan rumah. Aku yakin dia akan melihatnya, Mom."
Saran Evelyn tidak terlalu buruk menurut Nyonya Irish ia pun mengangguk. "Sepertinya bagus. Eric, cetak semua foto itu dan berikan pada Evelyn," perintahnya kemudian.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya Evelyn? Wanita itu pasti akan mengelak dan kau tahu sendiri anak Mommy itu bodoh jika menyangkut soal Sarah," tanya Nyonya Irish lagi.
"Sebarkan foto-foto itu di media, Nyonya."
Evelyn, Eric dan Nyonya Irish tentu terkejut mendengar saran Nina. Mereka tidak menyangka wanita itu bisa berpikir ke arah sana.
"Apa itu tidak akan membahayakannya? Maksudku, itu pasti akan membuat karirnya hancur, Nina. Tidak, sepertinya jangan dilakukan," ucap Evelyn.
Nyonya Irish berdiri dari duduknya. Ia mulai mendekati Evelyn dan Nina yang tengah menunduk. "Evelyn. Apa yang disarankan Nina sepertinya tidak lebih buruk dari apa yang telah dia lakukan kepadamu. Dia hampir membunuhmu, Evelyn," ungkap Nyonya Irish.
"Hampir membunuhku?" beo Evelyn memastikan dengan kening yang mengerut.
"Ya. Saat kau di rumah sakit, dia menyewa perawat palsu dan membuatmu kejang-kejang."
"Iya, Nona. Saya dibekap seseorang yang datang saat itu. Jadi, Saya masih dendam dengan Nona Sarah yang sudah keterlaluan. Lagipula, dia harus mendapatkan balasan dari apa yang telah dirinya perbuat," imbuh Nina dengan nada kesal.
"Kita harus memberinya pelajaran Evelyn," ucap Nyonya Irish.
Sedangkan wanita itu masih tidak bergeming. Evelyn berusaha mencerna ucapan keduanya. Lalu, ia pun menghela napas dan menerima tawaran sang ibu mertua. "Baik, Mom. Aku akan menuruti ucapanmu mulai sekarang," ucapnya dengan tersenyum.
Melawan manusia jelmaan ular seperti Sarah memang harus dengan lawan yang sepadan. Evelyn mulai sekarang tidak akan lemah menghadapi wanita itu, apalagi setelah mendengar jika Sarah berusaha mencelakainya.
"Oke. Eric kau dan Nina datangi semua media yang bisa memberitakan tentang skandal Sarah. Saya dan Evelyn tentu akan mendatangi salah satu stasiun televisi yang bisa membuat Sarah trending dengan skandalnya," ucap Nyonya Sarah menyeringai.
Evelyn menurut saja. Hingga ia tiba-tiba melihat sebuah notifikasi di laptop yang ada di meja itu. Ia mulai mendekat dan membukanya. Lalu bertanya pada Eric, "bukankah ini anak pengusaha dari timur tengah yang terkenal itu? Anonim ini mengirimkan foto-foto lagi dan aku mengenalnya."
Eric segera mendekat dan melihat foto-foto itu. "Ya, sepertinya Sarah juga berselingkuh dengan banyak pria, Nona."
"Bagus. Topik utama yang akan muncul pertama kali adalah skandal perselingkuhan Sarah dengan anak pengusaha itu," cetus Nyonya Irish dengan tepuk tangan dan tertawa penuh kemenangan.
"Sekarang tunggu apa lagi? Ayo berangkat," ucap Nyonya Irish dengan berjalan lebih dulu keluar dari ruangannya.
Kini, mereka tengah pergi melakukan tugas masing-masing. Bagi Nina perjalanannya kali ini cukup menegangkan karena seperti di drama-drama yang akan membalaskan dendam istri pada pelakor. Sedangkan bagi Nyonya Irish, ini adalah kesempatan dirinya untuk bisa menjauhkan sang anak dengan wanita ular itu. Enak saja wanita itu mengaku mengandung cucunya, sedangkan Sarah berkencan dengan banyak pria.
Setelah seharian pergi. Evelyn dan Nina pun di antar kembali ke rumahnya oleh Eric.
"Nona, besok pagi lihat situasinya. Anda bisa memantau cctv yang ada di depan gerbang. Jika ada sebuah mobil masuk dan itu Tuan Josh, maka segera letakan kotak itu sesuai rencana," ucap Eric sebelum dirinya pergi.
Evelyn mengangguk, "oke, Eric. Kau hubungi saja Nina setiap saat dan beritahu kami di mana keberadaan Josh."
Setelah itu Eric pun pergi. Dan keesokan harinya, benar saja, Josh datang sesuai rencana mereka. Dia menemukan kotak itu dan membawanya ke kamar. Hingga beberapa menit kemudian, Evelyn melihat pria itu berjalan tergesa menuruni tangga dan keluar. Lalu, ia memerintahkan Nina untuk menghubungi Eric.
...⪼Flash Back Off⪻...
"Jujurlah! Apa yang kau ketahui tentang aku dan wanita itu, Evelyn!"
Melihat Josh yang tengah menatapnya tajam. Evelyn pun menghela napas dan segera menjawab, "Aku tidak tahu banyak tentang kalian. Hanya saja, aku sudah tahu jika wanita itu hampir membunuhku. Dia hamil bukan? Aku tahu kabar itu dari Eric. Lalu dari media dan juga berita yang beredar."
"Foto-foto itu, kau yang meletakkannya di dalam kotak kan? Mengaku saja!" tuduh Josh.
"Foto apa? Aku tidak tahu menahu tentang foto yang Tuan maksud. Apa itu foto-foto Sarah?" Evelyn balik bertanya.
Josh frustasi. Dia sudah malas berdebat dan memilih meninggalkan Evelyn yang masih berdiri di ambang pintu. Pria itu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
Evelyn tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Nina yang mengintip di ruang makan dengan gembira.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
merry jen
ternyttt sarahh kyky pialaa bergilir BKN hnyy satuu slngkhnn y tp bnykk.....nyonya Irish tuu bngkrr lgg x perkrjjn yy biar trebding biar hncur mnsia kyk sarahh tega bunuh Evelyn hny dpt in Josh
2023-02-01
0
Sukar Tini
eveliyn itu wanita masa kecil kamu jos.jangan kau sakiti terus ntar klu udh bucin nyesel kan.
2023-01-31
0