Dengan amarah yang memuncak, Josh menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Bersyukur jalanan masih terlihat lengang saat ini. Ia merasa dikhianati oleh kekasihnya dan ingin meminta penjelasan apa yang terjadi.
Sesampainya di apartemen. Josh melihat seseorang baru saja masuk ke dalam apartemen Sarah, dan ia segera berlari sebelum pintu itu tertutup otomatis.
Saat di ambang pintu. Manik matanya membulat, darah panasnya mulai naik kembali sampai ke ubun-ubun. Dengan tangan yang mengepal ia segera masuk dan meninju pria itu.
Bugh!
"Brengsek! Kau berani sekali mencium kekasihku di depanku, Mario!"
Sarah dan Mario sang managernya tentu saja terkejut dengan kedatangan Josh. Wanita itu segera mendekati Josh dan berusaha memeluknya agar menjauh dari Mario.
"Kau bajingan, Mario! Aku meninggalkan kalian di sini bukan untuk bercumbu mesra! Aku menitipkan Sarah kepadamu agar dia tidak terluka saat mengandung! Oh... Apa jangan-jangan anak yang ada di dalam kandungan dia adalah anakmu, Mario?!" Urat-urat di lehernya mulai mencuat seiringan dengan Josh yang berteriak.
"Josh! Kau salah paham! Dengar penjelasan aku dulu!" sentak Sarah.
Josh menepis tubuh Sarah hingga hampir terjatuh. Ia menatap tajam kekasihnya itu, "kau berselingkuh, Sarah? Sudah berapa lama kalian berselingkuh?"
"Kau salah paham, Josh! Mario baru kembali dari bawah, mungkin dia mabuk dan tiba-tiba menciumku. Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan!"
"Lalu? Apa ini?" Josh mengeluarkan foto-foto dari amplop coklat itu dan melemparnya tepat di wajah Sarah.
Foto-foto itu berserakan di bawah. Sarah dan Mario yang melihatnya spontan terkejut. Sarah buru-buru meraih beberapa foto itu dan mengangkatnya.
"Ini palsu, Josh! Coba kau lihat, ini hanya foto editan. Seseorang mungkin tengah membenciku, jadi mengeditnya!" elak Sarah dengan berusaha menyangkal.
"Lihat dengan mata kepalamu, Sarah! Apa ini editan? Minggir!" sentak Josh dengan menggeser tubuh kekasihnya.
Ia segera melangkah mendekati Mario dan mencengkeram kerah kemeja pria itu. "Sejak kapan kau tidur dengan kekasihku, Mario?! Apa selama ini kau hanya memanfaatkan aku saja, huh?! Aku mengenalmu lewat rekanku, dan kau memperkenalkan Sarah kepadaku saat itu sampai sekarang, apa semua ini rencanamu?!"
Mario memalingkan wajahnya datar. Ia memutar bola matanya acuh, seolah-olah ocehan Josh hanya angin lalu baginya.
"JAWAB! APA KAU TULI?!" bentak Josh dengan nada tinggi. Ia sudah geram dan kembali memukul wajah pria itu.
Bugh!
Sarah berteriak ketakutan. Ia mencoba menahan Josh agar tidak kembali memukul sang manager. "Sudah, Josh! Kau hanya salah paham, ini tidak seperti apa yang kau bayangkan!"
"Salah paham apa maksudmu, Sarah? Kau pikir aku pria bodoh? Ah, ****! Ternyata memang aku bodoh selama ini percaya dengan wanita jal*ng sepertimu!"
Plak!
Sarah menampar Josh dengan tangannya yang sudah gemetar. Josh tentu murka, giginya sudah gemeretak dan tangannya mengepal. Ia ingin sekali membalaskan tamparan itu kepada Sarah, tapi rasanya masih terlalu berat.
"Berani sekali tangan kotor–mu itu menamparku, Sarah?!"
"Kau keterlaluan, Josh! Ini hanya salah paham dan aku benar-benar tidak pernah berselingkuh! Foto itu hanya editan!" teriak Sarah.
"Berpelukan dengan pria lain di taman, tidur dengan seorang pria, dan sekarang aku melihat kau berciuman dengan Mario. Apa itu bukan perselingkuhan? Kau mau mengelak apa lagi, huh? Kau berselingkuh!" tekan Josh.
"Sudah aku jelaskan kau hanya salah paham, dan foto-foto itu hanya editan!"
"Foto nakedd kau bilang editan? Aku pernah sekali melihat tubuhmu, hanya saja tidak pernah tidur denganmu. Oh, ya. Aku hanya ingin menekankan aku tidak pernah menidurimu! Dan anak itu bukan anakku!" Josh dengan cepat meraih pas bunga yang ada di atas meja dan membantingkannya ke lantai.
Sarah kembali menjerit. Tapi, lagi-lagi Josh meraih barang apapun yang ada di sekitarnya. Kali ini, ia membantingkannya ke arah Mario yang berdiri di pojokan. Sarah pun mencoba meraih tubuh sang kekasih untuk menghentikannya.
Di tengah pertengkaran antara Josh dan Sarah. Tiba-tiba televisi yang sedari tadi menyala mengeluarkan sebuah berita.
...'Sarah Violetta Keil seorang selebriti dan model papan atas merupakan bintang yang tengah naik daun itu kini terjerat skandal perselingkuhan dengan putra pemilik bos kontruksi dari timur tengah yang sudah beristri. Lalu, di tengah-tengah terpaan isu panas itu, sebuah foto yang menampakan dirinya tengah berfose nakedd tiba-tiba beredar. Media belum memastikan isu tersebut. Lal-'...
Clik!
Televisi itu mati, karena Sarah mematikannya. Josh yang melihat itu segera murka.
"Oh pengusaha timur tengah? Gatal sekali rupanya kau, Sarah! Berselingkuh dengan pria kaya. Sudah berapa pria yang kau tipu?!" berang Josh setengah melotot.
"Itu tidak benar, Josh! Berita itu hanya disebarkah oleh orang yang tidak menyukaiku. Kau tahu kan, di dunia entertainment kami saling menjatuhkan! Jadi mereka yang membuat berita itu iri kepadaku!" Sarah masih mengelak, ia menatap Mario yang tidak menolongnya sama sekali. Pria itu terlihat masih memegangi pipinya yang tampak babak belur akibat pukulan Josh.
Tiba-tiba ponsel Josh berdering. Ia segera merogoh ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi. Rupanya Eric sang asisten, dengan cepat ia pun mengangkatnya.
"Ada apa? Cepat katakan, aku sedang tidak mau berdebat denganmu."
"Tuan Luise menyuruh Anda pulang, Tuan."
"Oke. Aku akan pulang."
Setelah itu Josh pun mematikan sambungan teleponnya dan kembali menatap Sarah. "Kembalikan mobil BMW itu?!" pintanya dengan tegas.
"Tidak! Kau sudah memberikannya padaku untuk hadiah anniversary kita!"
"Persetan dengan anniversary. Cepat kembalikan sebelum aku melaporkanmu ke kantor polisi atas kasus percobaan pembunuhan pada Evelyn!"
Mendengar itu, Sarah ketakutan dan segera mencari kunci mobil. Lalu memberikannya pada Josh.
Pria itu menatapnya tajam dan sebelum pergi ia berkata, "ini pertemuan terakhir kita!"
Josh pun pergi dengan membanting pintu cukup keras. Sedangkan Sarah, ia menatap kepergian kekasihnya dengan mata yang mulai memerah padam. Ia murka dan berbalik menatap Mario. "Kau! Dasar sialan! Kenapa kau menciumku?! Sekarang sudah seperti ini, mau bagaimana, huh?!"
"Mau bagaimana lagi? Media sudah memberitakanmu sampai ke televisi. Sekarang aku tidak yakin kita bisa keluar dari apartemen ini."
"Sial!" umpat Sarah dengan menjatuhkan dirinya di sofa. "Dari mana dia mendapatkan foto-foto ini? Terutama foto-foto nakedd yang seharusnya dijaga perusahaan."
Mario mendekat dan meraih selembar foto itu. "Sepertinya ada seseorang yang membocorkan file ini. Hanya saja kita tidak tahu siapa yang memberikannya pada Josh."
"Sudah pasti itu Eric dan Ayahnya sendiri. Tidak mungkin keluarganya begitu saja membiarkanku. Ah, sial! Karirku akan hancur setelah ini! Aku tidak mau miskin!!" gerutunya kesal. Sarah mulai mengacak-acak rambutnya dan membantingkan barang.
...⬆︎Visual : Sarah Violetta Keil⬆︎...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Lily
sangat cocok visual sarah dengan kelakuannya 😁
2023-01-30
0
Lily
emang kamu bodoh. malu ya ngaku bodoh 🤣🤣🤣
2023-01-30
0
Lily
helo.. yang bodoh itu kamu Josh. jadi sekarang semua terlihat nyata kan semuanya. itulah aslinya. bangke yang di simpan ke ujung dunia pun akan tetap tercium aromanya. sadarlah Josh, gak ada lagi yang tersisa buat kamu. sekarang kamu harus mikir bagaiman cara kamu minta maaf pada Evelyn. kalau aku sih pasti gak punya muka untuk ketemu Evelyn 😂🤭
2023-01-30
0