"Sial! Gara-gara Evelyn aku harus menaiki taksi!" gerutu Josh ketika tiba.
Saat dirinya hendak melangkahkan kaki, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mencoba memeriksa siapa yang menghubunginya. Ya, tentu saja Sarah.
"Apa lagi?! Kenapa kau jadi sering menghubungiku? Apa kau lupa, jika aku menyuruhmu untuk tidak menghubungiku duluan?!"
"Aku hanya tidak mau kau berpaling. Kenapa kau melarangku terus untuk menghubungimu?"
"Siapa yang berpaling dari siapa dan pada siapa? Sudahlah. Aku baru sampai di perusahan, aku harus segera masuk dan tidak mau mendapat hukuman!"
Josh pun segera mematikan sambungan telepon itu lalu memasukannya kembali ke saku. Ia berlari cepat masuk ke gedung dan menuju lantai 20 ke ruang meeting.
Sesampainya di sana. Saat Josh membuka pintu, sang ayah sudah berdiri menatapnya tajam. "Kenapa kau terlambat?"
Josh menghela napas sembari menetralkan emosinya karena terlanjur kesal. "Mommy merampas mobil dan dompetku, Dad. Aku juga tidak diizinkan menelepon Eric atau anak buah Daddy. Mommy hanya memberi dua lembar uang untuk naik taksi," jelasnya.
Tuan Luise hampir tertawa. Bagus juga pikirnya apa yang dilakukan sang istri. Ini semua agar Josh jera, meski dirinya tidak yakin dan akan terus memantau sang anak.
Setelah itu rapat pun di mulai. Rupanya, Josh berusaha mengajukan proposal untuk membangun perumahan minimalis di Italia. Beberapa bulan lalu, ia sudah membeli sebuah lahan dan menandatanganinya. Lahan itu rencananya ingin dia bangun sebuah perumahan minimalis yang asri dan minim budget untuk kalangan menengah.
Tapi, Tuan Luise tentu saja tidak serta merta menerima proposal yang diajukan oleh sang anak. Ia tentu harus melihat dulu kawasan itu dan memeriksanya apakah akan menguntungkan atau tidak.
"Jadi, Daddy sudah memutuskan akan menangguhkan rencana pembangunan rumah minimalis itu sampai kau benar-benar sudah kompeten. Markus akan memeriksanya ke sana dan melihat apakah kawasannya sangat efektif untuk dibangun atau tidak," jelas Tuan Luise setelah memikirkannya dan mengambil keputusan untuk menunda sementara proposal Josh.
Josh harus menelan ludah, karena terpaksa menerima keputusan sang ayah. Padahal, ia sudah sangat ingin pergi ke sana dan mulai membangun perumahan itu. Tentunya, ini rencana masa depan yang ia rencanakan bersama Sarah, tanpa sepengetahuan sang ayah.
Waktu berlalu. Kini, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Tuan Luise pulang bersama Eric karena Markus akan segera ditugaskan ke Italia. Sedangkan Josh, ia kembali merasa kesal karena harus pulang menggunakan taksi lagi.
Tuan Luise dan Eric tentu saja sudah lebih dulu sampai, berbeda dengan Josh. Di rumah, Nyonya Irish dan Evelyn sudah duduk menunggu mereka.
Nyonya Irish pun segera bertanya, karena tidak mendapati Josh pulang bersama suaminya. "Di mana Josh?"
Tuan Luise tersenyum sebelum akhirnya menjawab, "kau sendiri yang menyuruhnya naik taksi bukan? Jadi tunggu saja dia."
"Rupanya dia menurut apa kata Mommy ya, Dad. Meski sepertinya dia tengah menggerutu kesal," timpal Nyonya Irish.
Tidak lama kemudian, Josh pun sampai dengan wajah masam. Ia segera duduk di samping sang ayah karena melihat mereka tengah berkumpul di ruang tamu.
Melihat itu, Nyonya Irish segera meletakan kunci mobil dan dompetnya di atas meja. Lalu berkata, "Mommy mengembalikan kedua barang ini bukan tanpa sebab. Itu karena Evelyn yang meminta, dan juga Mommy telah memutuskan jika mulai sekarang kau harus ke mana-mana bersama Eric tanpa terkecuali. Kami tidak akan membebaskanmu lagi, karena sudah pasti kau akan bertemu dengan wanita itu."
Josh tidak merespon apa-apa selain menatap Evelyn yang duduk di samping ibunya. Lalu, Tuan Luise menambahkan, "semua pengeluaranmu akan Daddy pantau. Termasuk uang yang ada di kartu kredit–mu dan ATM–mu."
"Daddy! Aku tidak masalah jika harus ke mana-mana bersama Eric. Tapi tidak dengan mengawasi kartu-kartu atas namaku!" protes Josh dengan mengerutkan keningnya.
"Memangnya kau akan menggunakan uang itu untuk apa? Apa kau akan memberikan uangmu pada wanita itu, huh?" tanya Tuan Luise.
"Lagipula untuk urusan dapur dan sebagainya, Mommy sudah mengurusnya dan membukakan rekening untuk Evelyn. Yang tentunya Nina juga akan membantu masalah dapur." Nyonya Irish menambahkan.
Semuanya menjadi kacau bagi Josh. Ia tidak lagi bisa bebas menghamburkan uang, atau hanya sekedar bersenang-senang. Yang pasti dirinya tidak bisa menolak, karena masih membutuhkan dana dari kedua orang tuanya itu.
"Kau diam berarti kau setuju kan, Josh?" tanya Tuan Luise lagi.
Josh menghela napas dan menjawab dengan ketus. "Kalau pun aku menolak, tentu kalian akan tetap melarangku. Jadi, tidak ada pilihan lain selain setuju!"
"Bagus. Sekarang kau sudah boleh kembali ke rumah itu karena Evelyn yang memintanya. Nina tentu akan selalu ikut ke mana pun Evelyn pergi, Eric juga dia akan tinggal di rumah itu. Mommy mengizinkan kalian untuk kembali tentunya dengan catatan kau tidak boleh membawa Sarah ke rumah itu. Sejengkal saja Mommy melihat wanita itu menginjakkan kakinya di sana, awas saja, kau tentu tahu apa akibatnya!"
Mendengar itu tentu Josh merasa sedikit lebih lega karena akan kembali pulang ke rumah itu dan sedikit terbebas dari pantauan secara langsung kedua orang tuanya. Tapi, tetap saja ia masih tetap akan dipantau oleh Nina juga Eric dan ya, ia tidak bisa dengan bebas kembali membawa kekasihnya.
Setelah itu, Josh dan Evelyn pun berpamitan untuk pulang. Keduanya segera masuk ke dalam mobil. Eric duduk di kursi pengendara dengan Nina yang ada di sampingnya. Sedangkan sepasang suami-istri itu duduk di belakang dengan memberikan jarak.
"Ayo, jalan! Tunggu apa lagi?!" sentak Josh dengan setengah melotot.
"Kau harusnya lebih sopan sedikit jika memerintah seseorang," ucap Evelyn tiba-tiba dengan wajah datarnya.
"Apa kau bilang? Kau barusan berbicara tidak sopan kepadaku Evelyn!" sentak Josh tidak terima diprotes.
Namun, bukannya menjawab Evelyn malah menyandarkan tubuhnya di punggung kursi dan memilih memejamkan mata timbang meladeni pria dingin dan kejam itu.
Berbekal ucapan Nyonya Irish, Evelyn harus bisa menaklukan Josh yang dingin. Dia juga sudah mendapatkan izin untuk berani melawan Josh jika semena-mena dan tidak boleh segan melaporkan jika ada wanita itu masuk kembali ke rumah.
Keesokan harinya. Saat Josh terbangun di kamar yang beberapa minggu tidak di tempati itu, ia dikejutkan oleh suara jam weker yang berdering.
"Sialan! Siapa yang menaruh jam ini di sini?!" gerutunya kesal sembari bangun.
"Aku," jawab seseorang yang baru saja masuk dengan membawa sebuah nampan. "Kau akan merasa canggung jika makan di meja makan saat ini. Jadi aku membawanya ke sini," sambung seseorang itu yang tak lain adalah Evelyn.
Josh merasa heran dan bingung. Kenapa wanita ini lebih berani dan lebih dingin dari biasanya. Lalu, ia pun bangkit dan menggeser tubuh Evelyn yang menghalangi jalannya.
"Eric sudah menunggu di bawah. Jangan terlambat datang ke perusahaan, itu pesan Daddy kepadaku," ucap Evelyn sebelum dirinya pergi.
Josh tidak mempedulikan ucapan wanita itu, ia masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, ia pun sudah selesai dan berdandan rapi.
Sarapan yang diberikan Evelyn tidak ia sentuh sama sekali. Dengan tergesa Josh pun berjalan menuju ke luar dan segera masuk ke dalam mobil.
Evelyn yang baru melihat Josh pergi bersama Eric segera memanggil Nina. "Bawa sarapan dari kamar suamiku, Nina. Dia sama sekali tidak menyentuhnya," perintah Evelyn.
"Kenapa Anda tahu, Nona?"
"Aku menghitung waktu yang dia perlukan untuk mandi dan berpakaian. Itu terlalu cepat jika sambil memakan sarapan. Jadi, kurasa memang dia tidak sarapan."
Nina pun segera naik ke lantai dua untuk memastikan apa ucapan sang Nona benar. Ya, dan akhirnya Nina percaya.
Sedangkan di dalam perjalanan. Tiba-tiba Josh mendapat telepon, yang tentu saja itu dari Sarah. Ia melirik Eric yang ada di depan dan segera mengangkat telepon itu.
"Ada apa?" tanya Josh.
Hingga beberapa menit kemudian manik matanya membulat, ia terkejut dan spontan bersuara. "Apa?! Kau hamil?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Jangan2 bukan anak Josh lagi yg ada di perut Sarah🤔
Atau ini rencanya supaya bisa menikahi Josh jadi penasaran deh🤔
2023-01-29
0