Bab 14 : Mengejutkan

"Sial! Gara-gara Evelyn aku harus menaiki taksi!" gerutu Josh ketika tiba.

Saat dirinya hendak melangkahkan kaki, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia mencoba memeriksa siapa yang menghubunginya. Ya, tentu saja Sarah.

"Apa lagi?! Kenapa kau jadi sering menghubungiku? Apa kau lupa, jika aku menyuruhmu untuk tidak menghubungiku duluan?!"

"Aku hanya tidak mau kau berpaling. Kenapa kau melarangku terus untuk menghubungimu?"

"Siapa yang berpaling dari siapa dan pada siapa? Sudahlah. Aku baru sampai di perusahan, aku harus segera masuk dan tidak mau mendapat hukuman!"

Josh pun segera mematikan sambungan telepon itu lalu memasukannya kembali ke saku. Ia berlari cepat masuk ke gedung dan menuju lantai 20 ke ruang meeting.

Sesampainya di sana. Saat Josh membuka pintu, sang ayah sudah berdiri menatapnya tajam. "Kenapa kau terlambat?"

Josh menghela napas sembari menetralkan emosinya karena terlanjur kesal. "Mommy merampas mobil dan dompetku, Dad. Aku juga tidak diizinkan menelepon Eric atau anak buah Daddy. Mommy hanya memberi dua lembar uang untuk naik taksi," jelasnya.

Tuan Luise hampir tertawa. Bagus juga pikirnya apa yang dilakukan sang istri. Ini semua agar Josh jera, meski dirinya tidak yakin dan akan terus memantau sang anak.

Setelah itu rapat pun di mulai. Rupanya, Josh berusaha mengajukan proposal untuk membangun perumahan minimalis di Italia. Beberapa bulan lalu, ia sudah membeli sebuah lahan dan menandatanganinya. Lahan itu rencananya ingin dia bangun sebuah perumahan minimalis yang asri dan minim budget untuk kalangan menengah.

Tapi, Tuan Luise tentu saja tidak serta merta menerima proposal yang diajukan oleh sang anak. Ia tentu harus melihat dulu kawasan itu dan memeriksanya apakah akan menguntungkan atau tidak.

"Jadi, Daddy sudah memutuskan akan menangguhkan rencana pembangunan rumah minimalis itu sampai kau benar-benar sudah kompeten. Markus akan memeriksanya ke sana dan melihat apakah kawasannya sangat efektif untuk dibangun atau tidak," jelas Tuan Luise setelah memikirkannya dan mengambil keputusan untuk menunda sementara proposal Josh.

Josh harus menelan ludah, karena terpaksa menerima keputusan sang ayah. Padahal, ia sudah sangat ingin pergi ke sana dan mulai membangun perumahan itu. Tentunya, ini rencana masa depan yang ia rencanakan bersama Sarah, tanpa sepengetahuan sang ayah.

Waktu berlalu. Kini, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Tuan Luise pulang bersama Eric karena Markus akan segera ditugaskan ke Italia. Sedangkan Josh, ia kembali merasa kesal karena harus pulang menggunakan taksi lagi.

Tuan Luise dan Eric tentu saja sudah lebih dulu sampai, berbeda dengan Josh. Di rumah, Nyonya Irish dan Evelyn sudah duduk menunggu mereka.

Nyonya Irish pun segera bertanya, karena tidak mendapati Josh pulang bersama suaminya. "Di mana Josh?"

Tuan Luise tersenyum sebelum akhirnya menjawab, "kau sendiri yang menyuruhnya naik taksi bukan? Jadi tunggu saja dia."

"Rupanya dia menurut apa kata Mommy ya, Dad. Meski sepertinya dia tengah menggerutu kesal," timpal Nyonya Irish.

Tidak lama kemudian, Josh pun sampai dengan wajah masam. Ia segera duduk di samping sang ayah karena melihat mereka tengah berkumpul di ruang tamu.

Melihat itu, Nyonya Irish segera meletakan kunci mobil dan dompetnya di atas meja. Lalu berkata, "Mommy mengembalikan kedua barang ini bukan tanpa sebab. Itu karena Evelyn yang meminta, dan juga Mommy telah memutuskan jika mulai sekarang kau harus ke mana-mana bersama Eric tanpa terkecuali. Kami tidak akan membebaskanmu lagi, karena sudah pasti kau akan bertemu dengan wanita itu."

Josh tidak merespon apa-apa selain menatap Evelyn yang duduk di samping ibunya. Lalu, Tuan Luise menambahkan, "semua pengeluaranmu akan Daddy pantau. Termasuk uang yang ada di kartu kredit–mu dan ATM–mu."

"Daddy! Aku tidak masalah jika harus ke mana-mana bersama Eric. Tapi tidak dengan mengawasi kartu-kartu atas namaku!" protes Josh dengan mengerutkan keningnya.

"Memangnya kau akan menggunakan uang itu untuk apa? Apa kau akan memberikan uangmu pada wanita itu, huh?" tanya Tuan Luise.

"Lagipula untuk urusan dapur dan sebagainya, Mommy sudah mengurusnya dan membukakan rekening untuk Evelyn. Yang tentunya Nina juga akan membantu masalah dapur." Nyonya Irish menambahkan.

Semuanya menjadi kacau bagi Josh. Ia tidak lagi bisa bebas menghamburkan uang, atau hanya sekedar bersenang-senang. Yang pasti dirinya tidak bisa menolak, karena masih membutuhkan dana dari kedua orang tuanya itu.

"Kau diam berarti kau setuju kan, Josh?" tanya Tuan Luise lagi.

Josh menghela napas dan menjawab dengan ketus. "Kalau pun aku menolak, tentu kalian akan tetap melarangku. Jadi, tidak ada pilihan lain selain setuju!"

"Bagus. Sekarang kau sudah boleh kembali ke rumah itu karena Evelyn yang memintanya. Nina tentu akan selalu ikut ke mana pun Evelyn pergi, Eric juga dia akan tinggal di rumah itu. Mommy mengizinkan kalian untuk kembali tentunya dengan catatan kau tidak boleh membawa Sarah ke rumah itu. Sejengkal saja Mommy melihat wanita itu menginjakkan kakinya di sana, awas saja, kau tentu tahu apa akibatnya!"

Mendengar itu tentu Josh merasa sedikit lebih lega karena akan kembali pulang ke rumah itu dan sedikit terbebas dari pantauan secara langsung kedua orang tuanya. Tapi, tetap saja ia masih tetap akan dipantau oleh Nina juga Eric dan ya, ia tidak bisa dengan bebas kembali membawa kekasihnya.

Setelah itu, Josh dan Evelyn pun berpamitan untuk pulang. Keduanya segera masuk ke dalam mobil. Eric duduk di kursi pengendara dengan Nina yang ada di sampingnya. Sedangkan sepasang suami-istri itu duduk di belakang dengan memberikan jarak.

"Ayo, jalan! Tunggu apa lagi?!" sentak Josh dengan setengah melotot.

"Kau harusnya lebih sopan sedikit jika memerintah seseorang," ucap Evelyn tiba-tiba dengan wajah datarnya.

"Apa kau bilang? Kau barusan berbicara tidak sopan kepadaku Evelyn!" sentak Josh tidak terima diprotes.

Namun, bukannya menjawab Evelyn malah menyandarkan tubuhnya di punggung kursi dan memilih memejamkan mata timbang meladeni pria dingin dan kejam itu.

Berbekal ucapan Nyonya Irish, Evelyn harus bisa menaklukan Josh yang dingin. Dia juga sudah mendapatkan izin untuk berani melawan Josh jika semena-mena dan tidak boleh segan melaporkan jika ada wanita itu masuk kembali ke rumah.

Keesokan harinya. Saat Josh terbangun di kamar yang beberapa minggu tidak di tempati itu, ia dikejutkan oleh suara jam weker yang berdering.

"Sialan! Siapa yang menaruh jam ini di sini?!" gerutunya kesal sembari bangun.

"Aku," jawab seseorang yang baru saja masuk dengan membawa sebuah nampan. "Kau akan merasa canggung jika makan di meja makan saat ini. Jadi aku membawanya ke sini," sambung seseorang itu yang tak lain adalah Evelyn.

Josh merasa heran dan bingung. Kenapa wanita ini lebih berani dan lebih dingin dari biasanya. Lalu, ia pun bangkit dan menggeser tubuh Evelyn yang menghalangi jalannya.

"Eric sudah menunggu di bawah. Jangan terlambat datang ke perusahaan, itu pesan Daddy kepadaku," ucap Evelyn sebelum dirinya pergi.

Josh tidak mempedulikan ucapan wanita itu, ia masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, ia pun sudah selesai dan berdandan rapi.

Sarapan yang diberikan Evelyn tidak ia sentuh sama sekali. Dengan tergesa Josh pun berjalan menuju ke luar dan segera masuk ke dalam mobil.

Evelyn yang baru melihat Josh pergi bersama Eric segera memanggil Nina. "Bawa sarapan dari kamar suamiku, Nina. Dia sama sekali tidak menyentuhnya," perintah Evelyn.

"Kenapa Anda tahu, Nona?"

"Aku menghitung waktu yang dia perlukan untuk mandi dan berpakaian. Itu terlalu cepat jika sambil memakan sarapan. Jadi, kurasa memang dia tidak sarapan."

Nina pun segera naik ke lantai dua untuk memastikan apa ucapan sang Nona benar. Ya, dan akhirnya Nina percaya.

Sedangkan di dalam perjalanan. Tiba-tiba Josh mendapat telepon, yang tentu saja itu dari Sarah. Ia melirik Eric yang ada di depan dan segera mengangkat telepon itu.

"Ada apa?" tanya Josh.

Hingga beberapa menit kemudian manik matanya membulat, ia terkejut dan spontan bersuara. "Apa?! Kau hamil?!"

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Jangan2 bukan anak Josh lagi yg ada di perut Sarah🤔
Atau ini rencanya supaya bisa menikahi Josh jadi penasaran deh🤔

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!