Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang

"Ayah!" sentak Evelyn. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan ucapan sang ayah yang menawarkannya pada pria kaya itu sebagai pelunas hutang. "Apa Ayah menganggap aku ini sebuah barang?" sambungnya.

"Bagus, Bennet. Sepertinya penawaran itu bisa aku pikirkan. Kebetulan aku juga membutuhkan seorang wanita," ucap pria kaya itu dengan tersenyum menyeringai.

Manik mata Evelyn membulat. Tulang-tulang ditubuhnya terasa akan copot saat mendengar pria itu mencoba memikirkan penawaran sang ayah.

"Tidak, Tuan! Saya tidak setuju dengan penawaran Ayah saya. Sumpah demi Tuhan, Tuan, saya akan membayar hutang-hutang itu tapi bukan dengan diri saya," ucap Evelyn yang mulai bersimpuh di hadapan pria itu.

"Bangun Evelyn! Kau seharusnya setuju saja dengan apa yang dikatakan Ayahmu! Kami membesarkan–mu bukan tanpa uang. Tentu kau harus membalas budi semua itu!" tekan Maria, sang ibu.

Mendengar itu, rasanya telinga Evelyn terasa lebih panas. Bagaimana bisa seorang ibu dengan teganya menyetujui sang anak untuk dijadikan sebuah barang alat tukar hutang agar lunas?

"Bu," lirih Evelyn yang mulai menangis.

"Bagaimana, Tuan. Apa tawaran saya bisa disetujui?" tanya Bennet tanpa melihat ke arah sang anak.

"Sepertinya aku akan menyetujui itu," jawab pria kaya itu.

Namun, dengan cepat Evelyn pun berlari ke arah kamarnya. Ia mengunci diri di sana dengan perasaan takut juga cemas akan hidupnya.

"Buka Evelyn!" teriak sang ibu dengan beberapa kali mengetuk pintu kamarnya cukup keras.

"Tidak, Bu! Aku tidak mau menjadi barang untuk melunasi hutang-hutang kalian!" pekik Evelyn. Matanya sudah sembab, dan pipinya sudah di basahi air mata.

"Kau anak tidak tahu diri! Kau seharusnya membalas budi kepada kami yang sudah membesarkan–mu Evelyn!" teriak Maria dengan terus mengetuk pintu dengan cukup keras.

Kabur! Ya, dirinya harus kabur, pikir Evelyn. Ia pun segera meraih koper yang ada di bawah ranjang dan dengan cepat mengemasi pakaian secukupnya.

Namun, belum sempat persiapannya selesai. Pintu kamar Evelyn sudah terbuka paksa karena sang yang mendobraknya. Evelyn tentu sangat terkejut.

"Mau ke mana kau Evelyn?!" tanya sang ayah dengan mata setengah melotot melihat pakaian Evelyn yang sudah berceceran di koper itu. "Oh, kau mau kabur, huh?!"

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi Evelyn. Ia terkejut hingga tersentak ke belakang.

"Ayah?"

"Cepat ikut mereka Evelyn! Kau harus balas budi dan melunasi hutang-hutang Ayah!" bentak sang ayah.

Bennet dengan cepat menarik lengan Evelyn dan menyeretnya keluar dengan dibantu sang istri.

"Lepaskan ... Tanganku sakit..," lirih Evelyn dengan terus meronta. Hingga tubuhnya didorong dan jatuh di bawah kaki pria tua itu.

"Saya harap semua hutang itu lunas, Tuan. Karena saya telah memberikan anak saya untuk Anda," ucap Bennet tanpa merasa kasihan pada Evelyn.

Evelyn menatap nanar sang ayah. Hatinya remuk redam kala mendengarkan ucapan sang ayah yang benar-benar tidak mempunyai hati memberikan dirinya pada pria tua itu sebagai pelunas hutang.

"Ayah... Aku mohon, jangan lepaskan aku pada pria kaya ini," mohon Evelyn yang sudah memegang kaki ayahnya. Bennet dengan cepat menepis tubuh Evelyn hingga terdorong.

"Baiklah Bennet, aku akan melunasi hutang-hutang itu dengan anak gadismu ini. Sepertinya dia akan sangat berguna," ucap pria kaya itu. "Markus! Bawa gadis ini ke mobil sekarang!" titahnya.

***

Tubuh Evelyn tidak bisa digerakan. Tangan juga kakinya diikat oleh anak buah sang pria tua, begitupun dengan mulutnya yang disumpal dan kepalanya ditutup oleh kain hitam. Sungguh, perasaan takut kini menyelimuti hati Evelyn. Ia benar-benar diperlakukan seperti seorang penjahat yang akan menerima hukuman.

Mobil terhenti beberapa menit kemudian. Entah sudah berapa lama Evelyn berada di dalam mobil. Karena, sesaat setelah melakukan perlawanan tiba-tiba tengkuknya dihantam sesuatu hingga dirinya tak sadarkan diri.

"Ayo!" perintah suara bawahan pria kaya itu. Evelyn cukup mengenali suara pria bernama Markus itu.

Evelyn keluar setelah ikatan di kakinya dilepas. Ia pun terus meronta, mencoba melepaskan diri, meski genggaman tangan pria bertubuh kekar itu menyakitinya.

"Kita sudah sampai. Buka saja penutup kepala dan mulutnya," perintah pia kaya itu.

Akhirnya. Evelyn bisa sedikit bernapas dengan lega, meskipun tangannya tetap terikat.

Samar-samar matanya menangkap sebuah bangunan megah, sangat mewah dan besar. Bernuansa hitam dengan pintu utama yang cukup besar dan lebar. Bisa Evelyn ketahui, jika pria yang membawanya itu cukup berkuasa dan kaya-raya.

Tubuhnya di dorong pelan-pelan menuju pintu itu. Evelyn berjalan dengan tertatih-tatih menahan rasa takut dan nyeri di tengkuknya.

Sesampainya di dalam, setelah mendapati wanita seusia ibunya. Evelyn mengetahui, jika pemilik rumah ini memang orang yang sangat berpengaruh di Kota Valleta. Ya, keluarga Dexter. Keluarga yang memiliki 5 kasino terbaik di Negara Malta.

"Irish. Lihatlah, aku membawakan seorang gadis. Wanita ini akan cantik jika dipoles dengan kemampuanmu. Dia juga seorang perawat, hanya saja tidak sempat lulus dari universitas," tutur pria berusia hampir kepala lima bernama Luise Dexter itu kepada sang istri, Nyonya Irish.

Wanita yang sering dipanggil Nyonya Irish itu mendekati Evelyn. Matanya menyelusuri setiap lekuk tubuh Evelyn, dari atas sampai bawah. Hingga senyuman itu terukir di bibirnya. "Bagus. Sepertinya dia akan sangat cocok. Penampilan dan keterampilannya juga bisa diasah nanti."

"Markus. Panggil Josh ke sini!" perintah Tuan Luise.

Evelyn menghela napas. "Siapa lagi Josh? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa aku akan menjadi budak di rumah ini? Atau... Aku akan menjadi istri kedua pria tua ini," batinnya.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar menuruni tangga. Evelyn dengan cepat melirik ke arah tangga dan melihat seorang pria yang dirinya perkiraan berumur di atas tiga puluh tahun.

"Ada apa? Kenapa Daddy memanggilku?" tanya pria tampan nan gagah itu dengan tatapan tegasnya.

"Josh. Kau akan segera menikah. Daddy sudah membawa calon untukmu dan Mommy sudah menyetujui."

Sontak manik mata Evelyn membulat, begitupun dengan pria bernama Josh itu tampak terkejut.

"What? Aku tidak akan menikah! Apalagi dengan wanita sembarangan. Lagipula siapa wanitanya?"

"Dia," tunjuk Tuan Luise pada Evelyn.

Pria bernama lengkap Joshi William Dexter berusia tiga puluh dua tahun itu menggeleng. "No! Aku tidak akan menikah dengan siapapun! Apalagi dengan wanita lusuh dan kotor seperti dia!"

Bak tersambar petir, hati Evelyn sakit setelah mendapat hinaan dari pria pemilik mata berwarna biru itu.

"Mommy akan mengubah penampilannya Josh. Bahkan Daddy membeli wanita ini cukup mahal. Dia telah lama hidup susah bersama kedua orang tuanya yg cukup miskin, jadi akan sangat cocok denganmu yang menyukai wanita polos," ucap Nyonya Irish meyakinkan sang anak.

"Tidak, Mom! Josh tidak sudi menikah dengan wanita seperti dia. Pria macam apa yang mau menikah dengan wanita miskin!"

"Josh! Jika kau tidak mau menuruti perintah Daddy! Maka bersiaplah untuk keluar dari rumah ini! Daddy tidak akan pernah memberikan saham atau harta warisan untukmu!" tekan Tuan Luise.

"Dad! Apa Daddy tega menelantarkan aku hanya karena wanita miskin ini?!"

"Setuju atau tidak! Itu keputusan Daddy! Kau bisa memilihnya saat ini!" tegas Tuan Luise lagi dengan mata setengah melotot.

"Oke! Aku akan menikah dengannya!" jawab Josh dengan napas yang memburu menahan amarah.

***

Keesokan harinya, saat ia dan Evelyn bertemu di bawah tangga, dengan sengaja Josh mendorong tubuh wanita itu hingga kakinya terkilir. Pelayan yang melihat itu segera menghampiri Evelyn dan mencoba mengobatinya.

"Sabar ya, Nona. Tuan muda Josh memang keras," ucap salah satu pelayan.

Namun, beberapa menit kemudian Josh kembali menghampiri para pelayan yang tengah mengolesi minyak urut pada pergelangan kaki Evelyn.

"Pelayan! Di mana Mommy?" tanya Josh.

"Nyonya Irish tengah pergi, Tuan. Ada perjamuan di rumah teman lamanya."

Bisa dilihat, senyum devil itu menghias di bibir Josh. "Evelyn! Bersihkan semua ruangan ini tanpa terkecuali! Kalian, para pelayan, jangan ada yang membantu dia jika tidak mau dipecat!"

Ketiga pelayan itu menunduk. Mereka tidak bisa melawan sang tuan muda dengan ancamannya. Evelyn pun dengan cepat segera bangkit, meski kakinya masih terasa sakit.

"Bersihkan setiap lantai yang telah kau injak! Karena aku tidak sudi rumahku kotor karena kau!" tegas Josh dengan kembali naik ke lantai dua.

Evelyn menghela napas dan mencoba memberi senyum pada ketiga pelayan itu. "Tidak apa-apa, saya akan baik-baik saja."

Sudah sekitar dua jam Evelyn membersihkan setiap ruangan dan mencuci semua lantai. Akhirnya tugasnya pun selesai dan tubuhnya sudah sangat pegal. Ia pun hendak berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.

Namun, Josh sudah menunggu di depan pintu kamarnya. "Cuci kamar mandi di lantai dua! Temanku akan datang, dan kamar mandi itu kotor!" perintahnya dengan bibir yang tersungging.

Secara tidak langsung, Josh memperlakukan Evelyn seperti seorang pembantu.

"Wanita miskin sepertimu, sangat pantas diperlakukan seperti itu!" dengusnya lagi.

Perih. Itu yang Evelyn rasakan. Dadanya sesak, mendengar setiap kata hinaan dari Josh. Tapi, ia tentu tidak bisa membalasnya. Dengan langkah gontai, Evelyn berjalan menuju kamar mandi.

Ia masuk dengan menatap ruangan tidak memiliki penerangan itu, mungkin lampunya sudah rusak dan lupa diganti, pikirnya.

Trek!

Manik mata Evelyn membulat. Ia segera membalikan tubuhnya menghadap pintu kamar mandi yang sudah tertutup. Dengan cepat ia mencoba membukanya, tapi tidak bisa. Seseorang pasti menguncinya dari luar.

"Tolong! Tolong buka pintunya! Saya... Saya takut..."

Terpopuler

Comments

Santai Dyah

Santai Dyah

wala makin menderita sja si Eve
josh minta di gablok saja biar kapok sabar Ve

2023-06-28

0

🧭 Wong Deso

🧭 Wong Deso

jahatnya

2023-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!