Bab 7 : Mencari Evelyn

"Jika kau masih mau mencari wanita itu, carilah! Aku tidak peduli!" sentak Josh pada Eric.

Terlihat sudut bibir Sarah mulai terangkat. Ia tersenyum menyeringai sembari merangkul kekasihnya. Nina yang melihatnya pun merasa kesal, ia segera menghampiri Eric dan menarik tangannya.

"Ayo kita cari, Nona Evelyn!" ajaknya dengan bibir yang mengerucut. Eric bisa merasakan bagaimana kesalnya wanita itu.

"Kau menatap Nona Sarah seperti ingin memangsanya. Kenapa?" tanya Eric yang kini tangannya mulai Nina lepaskan.

"Apa kau tidak merasa kasihan pada Nona Evelyn? Dia bahkan dijual keluarganya sendiri dan dipaksa menikah oleh Tuan Luise, sekarang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Tuan Josh dan kekasihnya!"

Eric tahu apa yang sedang Nina rasakan, karena dia juga merasa kasihan pada wanita itu. Sudah menjadi barang yang dijadikan alat melunasi kedua orang tuanya, kini harus terpaksa menikah dengan pria dingin nan kejam seperti Josh. Kedua telapak tangannya ia letakan di pipi Nina. Eric menghela napas dan berbicara, "kau tenang saja, Nina. Kita pasti akan menemukan Nona Evelyn. Ayo kita berangkat."

Nina mengangguk, dan segera menyeka air matanya. Ia benar-benar khawatir dan takut terjadi sesuatu pada nona mudanya.

Keduanya segera berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun meninggalkan halaman rumah megah bernuansa kelam itu. Eric mengendarainya dengan cepat, ia terus menelusuri jalanan lengang yang minim kendaraan karena hari sudah gelap.

Eric menoleh pada Nina yang ada di sampingnya. Ia bisa melihat wajah cemas itu bercampur khawatir. Dengan segera ia meraih tangan Nina dan menggenggamnya berharap bisa sedikit meredakan perasaan cemas itu.

Nina menggigit bibir bawahnya, ia pun menoleh pada Eric dan bertanya. "Ke mana kita akan mencarinya, Tuan? Apa benar Nona Evelyn pergi ke tempat berbahaya?"

Eric mendengus kesal dan berkata, "Panggil aku, Eric, Nina. Aku tidak suka kau memanggilku seolah kita tidak pernah sedekat itu." Eric bisa melihat perasaan bersalah Nina dan melanjutkan berbicaranya, "Kau tenang saja, aku yakin Nona Evelyn tidak akan kenapa-kenapa."

"Jika terjadi sesuatu pada Nona Evelyn. Aku akan menjadi orang nomor satu yang mengadu pada Nyonya Irish dan Tuan Luise! Sekaligus mengatakan jika kekasih Tuan Josh sudah lama tinggal di rumah itu!" tegas Nina dengan menggenggam erat tangan Eric.

Eric menoleh menatap wanita itu dengan tajam dan kening yang mengerut. Lalu berbicara, "aku tidak mungkin membiarkanmu disalahkan oleh Tuan Muda. Jadi, aku yang akan berbicara pada Tuan Luise nanti jika benar terjadi sesuatu pada Nona Evelyn."

"Tapi aku ingin memberitahu mereka tentang Sarah! Aku tidak mau ada wanita itu di rumah Tuan Josh, karena dia akan semakin menyakiti Nona Evelyn!" timpal Nina yang semakin kesal.

"Jangan terlalu jauh mencampuri urusan orang kaya, Nina. Nyawamu bisa melayang jika kau bersikeras seperti itu. Kau tenang saja, aku juga tidak mungkin menuruti semua perintah Tuan Josh jika itu tidak baik," jawab Eric dengan menenangkan Nina.

Kini, mobil itu telah sampai di kawasan terpencil yang menurut sebagian orang sangat berbahaya jika berjalan di sana sendirian. Eric mengendarai mobil itu masuk ke gang sempit dan menjalankannya sepelan mungkin.

"Perhatikan setiap gang itu, Nina. Katakan jika kau menemukan sesuatu," ucapnya sembari fokus melihat ke depan.

Nina mengangguk paham dan segera melihat ke arah gang-gang yang di lewati. Beberapa menit, mereka tidak menemuka keanehan apapun dan tidak menemukan seorang pun yang berkeliaran, mungkin karena sudah malam.

Hingga manik mata Nina membulat kala melihat seseorang yang tampak familiar.

"Stop!" pekik Nina dengan menepuk bahu Eric.

Eric menghentikan laju mobilnya dan segera bertanya, "ada apa? Apa kau melihat sesuatu?"

"Nona! Itu Nona Evelyn!" tunjuk Nina ke arah sebuah gang yang tampak gelap.

Melihat itu, dengan cepat Eric pun segera membuka pintu dan melarang Nina agar tidak keluar. Eric berlari kecil memasuki gang dan menemukan Evelyn yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.

Tanpa berlama-lama ia pun mengangkat tubuh Evelyn dan membawanya masuk ke dalam mobil. Nina segera berpindah ke kursi belakang untuk memeriksa sang nona.

Alis Nina terangkat setelah lengannya ditempelkan pada kening Evelyn. "Nona Evelyn sepertinya demam. Ayo cepat kita bawa ke rumah sakit, Eric!"

Mendengar itu, Eric pun segera menghidupkan mobil dan menancapkan gasnya menuju rumah sakit dengan cepat.

***

"Apa?! Evelyn masuk rumah sakit? Apa yang terjadi, Eric?!"

Nyonya Irish tersentak saat mendapat kabar dari Eric tentang menantunya yang dilarikan ke rumah sakit.

"Saya akan menjelaskannya di sini, Nyonya. Anda sudah bisa datang ke sini, karena Nona Evelyn sudah ditangani dan akan segera dipindahkan ke ruangan VIP," jelas Eric di seberang sana.

Tanpa berlama-lama, Nyonya Irish pun memberitahu sang suami. Keduanya segera menuju rumah sakit dari tempat yang berbeda. Nyonya Irish tengah berada di rumah, sedangkan Tuan Luise masih berada di kantornya.

Sesampainya di rumah sakit. Kedua orang tua Josh segera menghubungi Eric untuk menanyakan di mana kamar Evelyn. Tidak lama kemudian, pria itu menjemput keduanya dan segera berjalan menuju ruangan VIP.

Nyonya Irish menatap sendu ke arah wanita yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu. Meski dirinya selalu bersikap dingin, tapi melihat Evelyn ia selalu merasa kasihan. Wanita itu pun segera mendekati sang menantu dan duduk di sebelah ranjangnya dengan memegang tangan Evelyn.

Tuan Luise berjalan mendekati Eric yang berada di dekat Nina. Ia memicingkan matanya dan bertanya, "apa yang sebenarnya terjadi, Eric? Kenapa malam-malam seperti ini Evelyn dilarikan ke rumah sakit? Lalu, di mana Josh? Kenapa dia tidak ada di sini?"

Eric memegang tangan Nina yang sedikit gemetar karena melihat tatapan tajam Tuan Luise yang menurutnya menakutkan. Eric mencoba menghela napasnya sebelum menjawab, "ada yang ingin saya bicarakan, Tuan. Tapi, sepertinya tidak di sini, mari kita berbicara di luar, Tuan."

Mendengar itu Tuan Luise pun menyetujui dan keduanya berlalu pergi meninggalkan Nina dan Nyonya Irish yang tengah menjaga Evelyn.

Sedangkan di rumah mewah yang bernuansa kelam itu. Sarah tengah makan malam mewah bersama dengan Josh. Keduanya merayakan kemenangan atas keberhasilannya mengerjai Evelyn untuk mendatangi tempat itu. Tempat yang memang direkomendasikan oleh Sarah sendiri.

"Bagaimana, Sayang? Apa ide–ku cemerlang mengerjai wanita miskin itu agar keluar dari rumah ini dan tidak menjadi benalu dalam hubungan kita. Paling-paling dia sudah jadi santapan pria hidung belang di sana," ucap Sarah sembari terkekeh.

Josh tidak bergeming, ia kembali menenggak segelas alkohol yang entah ke berapa kali sudah dirinya minum. Yang pasti, ia tengah merasa gelisah, jadi memilih melampiaskannya pada minuman keras itu.

Melihat Josh dengan keadaan seperti itu, Sarah tersenyum menyeringai. Ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa tidur bersama kekasihnya dan membuat mereka ketahuan oleh orang tua Josh.

Josh tiba-tiba berdiri, jalannya sudah sempoyongan. Sarah segera meraih tubuh sang kekasih dan membawanya ke kamar utama. "Ini saatnya," gumamnya menyeringai.

Di atas ranjang berukuran king size itu, Sarah merebahkan tubuh Josh. Pria yang kini tengah merasa kepanasan itu segera membuka bajunya tanpa ragu.

"Josh," bisik Sarah berusaha memancing kekasihnya dengan suara paling lembut.

Mendengar itu, Josh sedikit terangsang, ia dengan cepat membalikan tubuh Sarah hingga wanita itu berada di bawahnya.

Sarah tersenyum, karena memang ini yang dirinya inginkan. "Lakukan, Josh," ucapnya dengan mengecup bibir pria itu.

Dengan bringas Josh pun mulai menciumi setiap inci kulit mulut Sarah. Dari mulai bibir, pipi, telinga hingga leher wanita itu Josh lahap dengan penuh nafsu.

Suara ******* itu mulai terdengar memenuhi kamar, saat Josh mulai menelusuri tubuh Sarah yang sudah tidak memakai sehelai benang pun.

"Auchh.." Bibir wanita itu terus mendesah menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Josh.

Brak!

"Sial!" umpat Sarah saat mendengar suara pintu dibanting dengan keras.

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Abis kamu Sarah dan Josh sudah ketahuan kalian,apalagi Eric sudah melaporkan semuanya😡😡😡

2023-01-29

0

Sri Lestari

Sri Lestari

mamvus kau joshi

2023-01-29

0

Lily

Lily

koq lama² jadi kayak sinetron indosiar yaa

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Hutang Milyaran
2 Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3 Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4 Bab 4 : Kekasih Suamiku
5 Bab 5 : Mencurigakan
6 Bab 6 : Perlakuan Josh
7 Bab 7 : Mencari Evelyn
8 Bab 8 : Murka Tuan Luise
9 Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10 Bab 10 : Permintaan Maaf
11 Bab 11 : Keresahan Sarah
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Hukuman Josh
14 Bab 14 : Mengejutkan
15 Bab 15 : Permintaan Josh
16 Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17 Bab 17 : Kotak Misterius
18 Bab 18 : Skandal Sarah
19 Bab 19 : Karir Yang Hancur
20 Bab 20 : Flashback
21 Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22 Bab 22 : Terluka
23 Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24 Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25 Bab 25 : Rooftop
26 Bab 26 : Jabatan Sementara
27 Bab 27 : Mulai Terbiasa
28 Bab 28 : Salah Tingkah
29 Bab 29 : Meresahkan
30 Bab 30 : Diam-Diam
31 Bab 31 : Sama-sama Aneh
32 Bab 32 : Menuju Roma
33 Bab 33 : Makan Malam
34 Bab 34 : Rencana Nina
35 Bab 35 : Jalan-jalan
36 Bab 36 : Kembali ke Malta
37 Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38 Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39 Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40 Bab 40 : Evelyn Pingsan
41 Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42 Bab 42 : Berita Membahagiakan
43 Bab 43 : Hadiah
44 Bab 44 : Keterkejutan Josh
45 Bab 45 : Evelyn Pergi
46 Bab 46 : Musuh Lama
47 Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48 Bab 48 : Evelyn Histeris
49 Bab 49 : Keadaan Josh
50 Bab 50 : Janji Josh
51 Bab 51 : Kehamilan Simpatik?
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 1 : Hutang Milyaran
2
Bab 2 : Menjadi Pelunas Hutang
3
Bab 3 : Bukan Pernikahan Impian
4
Bab 4 : Kekasih Suamiku
5
Bab 5 : Mencurigakan
6
Bab 6 : Perlakuan Josh
7
Bab 7 : Mencari Evelyn
8
Bab 8 : Murka Tuan Luise
9
Bab 9 : Tamparan Nyonya Irish
10
Bab 10 : Permintaan Maaf
11
Bab 11 : Keresahan Sarah
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Hukuman Josh
14
Bab 14 : Mengejutkan
15
Bab 15 : Permintaan Josh
16
Bab 16 : Memberitahu Tuan Luise
17
Bab 17 : Kotak Misterius
18
Bab 18 : Skandal Sarah
19
Bab 19 : Karir Yang Hancur
20
Bab 20 : Flashback
21
Bab 21 : Syarat Untuk Josh
22
Bab 22 : Terluka
23
Bab 23 : Kondisi Tuan Luise
24
Bab 24 : Kegelisahan Evelyn
25
Bab 25 : Rooftop
26
Bab 26 : Jabatan Sementara
27
Bab 27 : Mulai Terbiasa
28
Bab 28 : Salah Tingkah
29
Bab 29 : Meresahkan
30
Bab 30 : Diam-Diam
31
Bab 31 : Sama-sama Aneh
32
Bab 32 : Menuju Roma
33
Bab 33 : Makan Malam
34
Bab 34 : Rencana Nina
35
Bab 35 : Jalan-jalan
36
Bab 36 : Kembali ke Malta
37
Bab 37 : Keputusan Tuan Luise
38
Bab 38 : Datang Untuk Berdebat
39
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise
40
Bab 40 : Evelyn Pingsan
41
Bab 41 : Rencana Pembangunan Hotel
42
Bab 42 : Berita Membahagiakan
43
Bab 43 : Hadiah
44
Bab 44 : Keterkejutan Josh
45
Bab 45 : Evelyn Pergi
46
Bab 46 : Musuh Lama
47
Bab 47 : Dendam Masa Lalu
48
Bab 48 : Evelyn Histeris
49
Bab 49 : Keadaan Josh
50
Bab 50 : Janji Josh
51
Bab 51 : Kehamilan Simpatik?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!