"Jika kau masih mau mencari wanita itu, carilah! Aku tidak peduli!" sentak Josh pada Eric.
Terlihat sudut bibir Sarah mulai terangkat. Ia tersenyum menyeringai sembari merangkul kekasihnya. Nina yang melihatnya pun merasa kesal, ia segera menghampiri Eric dan menarik tangannya.
"Ayo kita cari, Nona Evelyn!" ajaknya dengan bibir yang mengerucut. Eric bisa merasakan bagaimana kesalnya wanita itu.
"Kau menatap Nona Sarah seperti ingin memangsanya. Kenapa?" tanya Eric yang kini tangannya mulai Nina lepaskan.
"Apa kau tidak merasa kasihan pada Nona Evelyn? Dia bahkan dijual keluarganya sendiri dan dipaksa menikah oleh Tuan Luise, sekarang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Tuan Josh dan kekasihnya!"
Eric tahu apa yang sedang Nina rasakan, karena dia juga merasa kasihan pada wanita itu. Sudah menjadi barang yang dijadikan alat melunasi kedua orang tuanya, kini harus terpaksa menikah dengan pria dingin nan kejam seperti Josh. Kedua telapak tangannya ia letakan di pipi Nina. Eric menghela napas dan berbicara, "kau tenang saja, Nina. Kita pasti akan menemukan Nona Evelyn. Ayo kita berangkat."
Nina mengangguk, dan segera menyeka air matanya. Ia benar-benar khawatir dan takut terjadi sesuatu pada nona mudanya.
Keduanya segera berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun meninggalkan halaman rumah megah bernuansa kelam itu. Eric mengendarainya dengan cepat, ia terus menelusuri jalanan lengang yang minim kendaraan karena hari sudah gelap.
Eric menoleh pada Nina yang ada di sampingnya. Ia bisa melihat wajah cemas itu bercampur khawatir. Dengan segera ia meraih tangan Nina dan menggenggamnya berharap bisa sedikit meredakan perasaan cemas itu.
Nina menggigit bibir bawahnya, ia pun menoleh pada Eric dan bertanya. "Ke mana kita akan mencarinya, Tuan? Apa benar Nona Evelyn pergi ke tempat berbahaya?"
Eric mendengus kesal dan berkata, "Panggil aku, Eric, Nina. Aku tidak suka kau memanggilku seolah kita tidak pernah sedekat itu." Eric bisa melihat perasaan bersalah Nina dan melanjutkan berbicaranya, "Kau tenang saja, aku yakin Nona Evelyn tidak akan kenapa-kenapa."
"Jika terjadi sesuatu pada Nona Evelyn. Aku akan menjadi orang nomor satu yang mengadu pada Nyonya Irish dan Tuan Luise! Sekaligus mengatakan jika kekasih Tuan Josh sudah lama tinggal di rumah itu!" tegas Nina dengan menggenggam erat tangan Eric.
Eric menoleh menatap wanita itu dengan tajam dan kening yang mengerut. Lalu berbicara, "aku tidak mungkin membiarkanmu disalahkan oleh Tuan Muda. Jadi, aku yang akan berbicara pada Tuan Luise nanti jika benar terjadi sesuatu pada Nona Evelyn."
"Tapi aku ingin memberitahu mereka tentang Sarah! Aku tidak mau ada wanita itu di rumah Tuan Josh, karena dia akan semakin menyakiti Nona Evelyn!" timpal Nina yang semakin kesal.
"Jangan terlalu jauh mencampuri urusan orang kaya, Nina. Nyawamu bisa melayang jika kau bersikeras seperti itu. Kau tenang saja, aku juga tidak mungkin menuruti semua perintah Tuan Josh jika itu tidak baik," jawab Eric dengan menenangkan Nina.
Kini, mobil itu telah sampai di kawasan terpencil yang menurut sebagian orang sangat berbahaya jika berjalan di sana sendirian. Eric mengendarai mobil itu masuk ke gang sempit dan menjalankannya sepelan mungkin.
"Perhatikan setiap gang itu, Nina. Katakan jika kau menemukan sesuatu," ucapnya sembari fokus melihat ke depan.
Nina mengangguk paham dan segera melihat ke arah gang-gang yang di lewati. Beberapa menit, mereka tidak menemuka keanehan apapun dan tidak menemukan seorang pun yang berkeliaran, mungkin karena sudah malam.
Hingga manik mata Nina membulat kala melihat seseorang yang tampak familiar.
"Stop!" pekik Nina dengan menepuk bahu Eric.
Eric menghentikan laju mobilnya dan segera bertanya, "ada apa? Apa kau melihat sesuatu?"
"Nona! Itu Nona Evelyn!" tunjuk Nina ke arah sebuah gang yang tampak gelap.
Melihat itu, dengan cepat Eric pun segera membuka pintu dan melarang Nina agar tidak keluar. Eric berlari kecil memasuki gang dan menemukan Evelyn yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Tanpa berlama-lama ia pun mengangkat tubuh Evelyn dan membawanya masuk ke dalam mobil. Nina segera berpindah ke kursi belakang untuk memeriksa sang nona.
Alis Nina terangkat setelah lengannya ditempelkan pada kening Evelyn. "Nona Evelyn sepertinya demam. Ayo cepat kita bawa ke rumah sakit, Eric!"
Mendengar itu, Eric pun segera menghidupkan mobil dan menancapkan gasnya menuju rumah sakit dengan cepat.
***
"Apa?! Evelyn masuk rumah sakit? Apa yang terjadi, Eric?!"
Nyonya Irish tersentak saat mendapat kabar dari Eric tentang menantunya yang dilarikan ke rumah sakit.
"Saya akan menjelaskannya di sini, Nyonya. Anda sudah bisa datang ke sini, karena Nona Evelyn sudah ditangani dan akan segera dipindahkan ke ruangan VIP," jelas Eric di seberang sana.
Tanpa berlama-lama, Nyonya Irish pun memberitahu sang suami. Keduanya segera menuju rumah sakit dari tempat yang berbeda. Nyonya Irish tengah berada di rumah, sedangkan Tuan Luise masih berada di kantornya.
Sesampainya di rumah sakit. Kedua orang tua Josh segera menghubungi Eric untuk menanyakan di mana kamar Evelyn. Tidak lama kemudian, pria itu menjemput keduanya dan segera berjalan menuju ruangan VIP.
Nyonya Irish menatap sendu ke arah wanita yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu. Meski dirinya selalu bersikap dingin, tapi melihat Evelyn ia selalu merasa kasihan. Wanita itu pun segera mendekati sang menantu dan duduk di sebelah ranjangnya dengan memegang tangan Evelyn.
Tuan Luise berjalan mendekati Eric yang berada di dekat Nina. Ia memicingkan matanya dan bertanya, "apa yang sebenarnya terjadi, Eric? Kenapa malam-malam seperti ini Evelyn dilarikan ke rumah sakit? Lalu, di mana Josh? Kenapa dia tidak ada di sini?"
Eric memegang tangan Nina yang sedikit gemetar karena melihat tatapan tajam Tuan Luise yang menurutnya menakutkan. Eric mencoba menghela napasnya sebelum menjawab, "ada yang ingin saya bicarakan, Tuan. Tapi, sepertinya tidak di sini, mari kita berbicara di luar, Tuan."
Mendengar itu Tuan Luise pun menyetujui dan keduanya berlalu pergi meninggalkan Nina dan Nyonya Irish yang tengah menjaga Evelyn.
Sedangkan di rumah mewah yang bernuansa kelam itu. Sarah tengah makan malam mewah bersama dengan Josh. Keduanya merayakan kemenangan atas keberhasilannya mengerjai Evelyn untuk mendatangi tempat itu. Tempat yang memang direkomendasikan oleh Sarah sendiri.
"Bagaimana, Sayang? Apa ide–ku cemerlang mengerjai wanita miskin itu agar keluar dari rumah ini dan tidak menjadi benalu dalam hubungan kita. Paling-paling dia sudah jadi santapan pria hidung belang di sana," ucap Sarah sembari terkekeh.
Josh tidak bergeming, ia kembali menenggak segelas alkohol yang entah ke berapa kali sudah dirinya minum. Yang pasti, ia tengah merasa gelisah, jadi memilih melampiaskannya pada minuman keras itu.
Melihat Josh dengan keadaan seperti itu, Sarah tersenyum menyeringai. Ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa tidur bersama kekasihnya dan membuat mereka ketahuan oleh orang tua Josh.
Josh tiba-tiba berdiri, jalannya sudah sempoyongan. Sarah segera meraih tubuh sang kekasih dan membawanya ke kamar utama. "Ini saatnya," gumamnya menyeringai.
Di atas ranjang berukuran king size itu, Sarah merebahkan tubuh Josh. Pria yang kini tengah merasa kepanasan itu segera membuka bajunya tanpa ragu.
"Josh," bisik Sarah berusaha memancing kekasihnya dengan suara paling lembut.
Mendengar itu, Josh sedikit terangsang, ia dengan cepat membalikan tubuh Sarah hingga wanita itu berada di bawahnya.
Sarah tersenyum, karena memang ini yang dirinya inginkan. "Lakukan, Josh," ucapnya dengan mengecup bibir pria itu.
Dengan bringas Josh pun mulai menciumi setiap inci kulit mulut Sarah. Dari mulai bibir, pipi, telinga hingga leher wanita itu Josh lahap dengan penuh nafsu.
Suara ******* itu mulai terdengar memenuhi kamar, saat Josh mulai menelusuri tubuh Sarah yang sudah tidak memakai sehelai benang pun.
"Auchh.." Bibir wanita itu terus mendesah menikmati setiap sentuhan yang dilakukan Josh.
Brak!
"Sial!" umpat Sarah saat mendengar suara pintu dibanting dengan keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Abis kamu Sarah dan Josh sudah ketahuan kalian,apalagi Eric sudah melaporkan semuanya😡😡😡
2023-01-29
0
Sri Lestari
mamvus kau joshi
2023-01-29
0
Lily
koq lama² jadi kayak sinetron indosiar yaa
2023-01-29
0