"Saya akan menawarkan sejumlah uang untuk Anda, asal Anda bisa membantu Saya!"
Mendengar ucapan wanita yang adi di hadapannya, Maria terlihat mengulas senyuman. Wanita ini sangat bagus jika dimanfaatkan, pikirnya.
"Apa? Siapa sebenarnya kau? Ada hubungan apa dengan Evelyn?" tanya Maria dengan penasaran.
"Aku kekasih suami Evelyn. Kau pasti tahu Tuan Luise Dexter, bukan? Anaknya adalah kekasihku, sekaligus suami anakmu."
Manik mata Maria membulat. Ia terkejut karena wanita di hadapannya bisa mengetahui tentang keluarga Dexter dan keluarganya.
"Sudah jelas kan, aku sedang mencari orang yang tepat dan tidak salah alamat?" Sarah menaikan sebelah alisnya. Ia kembali memasang wajah angkuh di hadapan wanita paruh baya yang terlihat lusuh itu.
"Ya. Kau memang tidak salah alamat. Tapi, apa yang akan kau tanyakan? Karena semua rahasia tentang putriku tidaklah gratis."
Sarah menarik sudut bibirnya. Menyeringai. Ia sudah menduga jika wanita itu akan tertarik dengan uang, dan tidak akan begitu saja memberi informasi secara percuma.
"Tidak banyak yang ingin aku ketahui, tapi yang aku inginkan adalah kau menuruti perintahku!" tegas Sarah. Ia sudah tidak berbicara sopan seperti tadi, karena baginya berurusan dengan orang miskin tidak banyak menguntungkan.
Kening Maria mengerut. Ia mengangkat sebelah alisnya, tidak mau kalah angkuh dari wanita muda yang ada di hadapannya. "Berapa yang akan kau berikan jika aku menuruti perintahmu? Lagipula aku tidak mau rugi."
"5000 dolar, apa kau sanggup untuk membuat Evelyn tidak sadarkan diri di rumah sakit? Oh, bahkan seharusnya dia mati."
Manik mata Maria membulat, ia tentu sangat terkejut dengan apa yang diucapkan wanita ini. Bagaimana bisa anak itu masuk rumah sakit? Apa yang terjadi? Pikirnya.
"Evelyn masuk rumah sakit? Apa yang terjadi pada putriku? Apa kau berusaha mencelakainya?" cecar Maria dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya penasaran.
"Hanya insiden kecil dan tidak membuatnya kehilangan nyawa. Jadi bagaimana dengan tawaranku? Apa kau mau menerimanya?"
"Hanya 5000 dolar? Ckh! Itu terlalu kecil. Apalagi jika aku ketahuan, bagaimana dengan nyawaku nantinya?" Maria tidak mungkin mengambil langkah tergesa dengan hanya uang lima ribu dolar itu. Apalagi harus sampai mencelakai Evelyn.
"10.000 dolar? Apa masih kurang?" tanya Sarah dengan menaikan sebelah alisnya kembali. Ia menatap wanita itu dengan tegas.
"Tidak. Masih kurang. Bagaimana kalau 20.000 dolar?" tawar Maria dengan tersenyum menyeringai. Tentu dua puluh ribu dolar masih terbilang kecil jika nyawa seseorang sampai hilang, tapi baginya tidak masalah karena kesempatan mendapatkan uang secara percuma itu tidak gampang.
"Oke, deal! Aku akan mentransfer 5000 sekarang. Sisanya akan aku kirim setelah tugasmu selesai."
"Oke. Jadi, apa yang akan kau tanyakan tentang Evelyn? Dan apa yang harus aku lakukan padanya?"
***
Eric membuka pintu mobil. Josh menatapnya tajam, karena masih tidak terima pria itu sudah mengadu pada sang ayah.
"Minggir!" sentak Josh dengan mendorong Eric hingga mundur.
Tuan Luise menatap jengah sang anak. Ia segera menyentaknya. "Cepat, Josh! Sebelum Daddy menghapus kesempatanmu!"
Ketiga pria itu pun segera berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Mereka menuju lantai dua, di mana kamar rawat Evelyn berada.
Menurut Nina saat memberitahu Eric tadi, Evelyn sudah sadar beberapa jam lalu saat Nyonya Irish pergi.
Sesampainya di depan ruangan. Nina sudah berada di sana karena Nyonya Irish baru saja tiba dan sedang berada di dalam. Tuan Luise dan Josh pun segera masuk, sedangkan Eric dan Nina diam di luar.
Josh melihat wanita itu tengah terbaring di atas ranjang dengan keadaan lemah dan jarum infusan di tangannya. Nyonya Irish menyilangkan tangannya dengan menatap kedatangan sang anak.
"Ada keberanian juga kau datang, Joshi! Bukankah kau ingin hidup bersama jal*ng itu?!"
"Mom!"
"Apa? Mommy tahu wanita seperti apa yang kau bawa ke rumah itu. Memang wanita murahan dan rendahan yang merangkak naik dengan menjilat keluarga kita. Mommy sudah menemuinya!"
Manik mata Josh membulat. Ia segera mendekat dan memastikan, "maksud Mommy? Apa Mommy mendatangi Sarah? Apa yang Mommy lakukan padanya?"
Nyonya Irish terkekeh, "tidak ada yang Mommy lakukan selain menyentuh pipinya. Seharusnya kau sadar, siapa istrimu dan tinggalkan wanita itu!"
"Mom, aku sudah bilang pada Daddy kalau aku mencintai Sarah. Kami hanya ingin hidup bersama, kenapa kalian melarangnya?" Josh memohon pada sang ibu.
Pria polos yang baru pertama kali jatuh cinta setelah trauma masa lalunya. Itulah Josh.
Nyonya Irish tahu mana yang terbaik untuk anaknya, apalagi ia tidak mau Josh mengalami hal-hal yang membuatnya terpuruk lagi. "Kau hanya belum tahu saja siapa dia, Josh! Buka matamu, dia itu bukan wanita baik!"
"Aku yang mengenal Sarah, Mom. Dia baik, dia pengertian, dia sayang padaku. Aku tidak mau berpisah dengannya. Hari itu, hari di mana kalian membawa wanita miskin ini, aku ingin jujur tentang Sarah!" ungkap Josh dengan menghela napas. Ia berusaha menahan amarahnya di depan sang ibu.
"Sudahlah, Josh. Pilihanmu hanya dua, melanjutkan pernikahan dengan Evelyn atau kehilangan harta kami," ucap Nyonya Irish dingin. Ia kembali duduk di kursi samping ranjang Evelyn.
Wanita yang masih terbaring di ranjang rumah sakit itu hanya menatap sayu ke arah Josh yang sekarang tengah menatapnya tajam.
"Minta maaf pada Evelyn!" titah Tuan Luise yang kini sudah berdiri di dekat Josh.
"Dad?!"
"Ayolah, Josh. Minta maaf pada Evelyn dan tinggalkan wanita itu," desak Tuan Luise.
Josh menelan paksa saliva–nya. Demi tidak dicoret dalam harta warisan kedua orang tuanya, ia menurunkan egonya dan mencoba menerima apa yang orang tuanya mau.
Ia berjalan mendekat pada Evelyn dan mengulurkan tangannya. "Maaf, Eve. Aku telah memperlakukanmu dengan buruk. Maaf karena telah memperbudak dan menyuruhmu untuk pergi ke tempat itu sendirian. Aku benar-benar minta maaf."
Evelyn menoleh pada Nyonya Irish. Wanita paruh baya itu mengangguk dan tersenyum. "Keputusan ada padamu, Evelyn," ucapnya.
Evelyn tentu merasa tidak enak pada Josh. Kedua orang tuanya menekan Josh karena dirinya. Ia menatap Josh yang masih menunduk dengan raut wajah frustasi. Lalu, meraih tangan Josh dengan sekuat tenaga meski masih lemah. "Aku sudah memaafkanmu, Josh."
Josh segera menarik tangannya dan kembali memasukannya ke dalam saku celana. Ia tersenyum kecut dan kembali mundur, "sudah, Dad. Aku sudah meminta maaf padanya," ucap Josh tanpa ekspresi dan segera duduk di sofa.
Keesokannya.
Nyonya Irish tiba-tiba diundang ke acara peluncuran produk kecantikan milik sahabatnya dan Tuan Luise harus memantau proyek pembangunan hotel bersama Josh juga Eric.
Kini, yang berjaga di dalam ruangan hanya ada Nina. Wanita itu terlihat tertidur di sofa dengan majalah di tangannya.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar masuk setelah menggeser kan pintu kamar VIP. Seseorang memakai seragam perawat dengan masker menutupi wajahnya itu mendorong troli dan berhenti di depan sofa.
Ia mendekati Nina dan membuat wanita itu tersentak, dengan cepat Nina pun dilumpuhkan memakai sapu tangan yang sudah disemprotkan obat bius.
Setelah melumpuhkan Nina. Perawat itu mulai mendekati Evelyn yang tengah tertidur, ia mengamati sekitar dan melihat situasi. Lalu, mengeluarkan jarum suntikan dari sakunya dan mulai menyuntikan cairan putih itu ke dalam infusan Evelyn. Kemudian, dengan cepat perawat itu keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.
Eric yang tiba-tiba diperintahkan untuk kembali ke rumah sakit itu, tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perawat yang baru saja berjalan dari lorong kamar tempat Evelyn di rawat. Merasa ada yang tidak beres, Eric pun berlari cepat menghampiri kamar VIP dan mendapati Nina yang pingsan dan Evelyn yang tengah kejang-kejang.
Suara alarm rumah sakit berbunyi setelah Eric menekan tombolnya. Pria itu dengan cepat berusaha melepaskan infusan dan beberapa perawat dengan seorang dokter berlari masuk ke ruangan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Ibu macam apa yg tega ingin membunuh anak kandungnya sendiri hanya karena uang bikin emosi saja ibunya Evelyn😡😡😡
2023-01-29
0
Sri Lestari
tuan luise harusnya cabut semua hak haknya josh biar kapok
2023-01-29
0
Lily
lagian untuk apa kamu menyentuh tangan Josh Evelyn? huhhh kamu ada² aja🙄
2023-01-29
0