Seorang wanita paruh baya berjalan dengan cepat menuju sebuah kamar apartemen. Dari raut wajahnya, bisa dipastikan jika dia tengah menahan amarah. Wanita itu berjalan ditemani oleh dua orang pria bertubuh tegap dan tinggi tampak sangar.
Setelah beberapa kali menekan bel, akhirnya sang pemilik apartemen membukakan pintu dan memberikan ekspresi terkejut.
"Nyo–nyonya Irish? Ke–kenapa Anda bisa datang ke sini?"
Plak!
Wanita itu meringis kesakitan setelah mendapat tamparan dari Nyonya Irish. Kini, ia menatap nanar wanita yang adalah ibu dari sang kekasih. Ya, Sarah sendiri tahu, jika ibu Josh sudah pasti akan mendatanginya.
"Wanita jal*ng! Berani sekali kau menggoda anakku, dan tinggal di rumah itu tanpa sepengetahuanku! Dasar wanita sundal!" teriak Nyonya Irish yang terus memaki Sarah.
"Apa sudah turun harga dirimu sebagai wanita, Sarah?! Apa kata penggemarmu jika mereka tahu kau hanya seorang wanita simpanan suami orang! Ckh! Murahan sekali!" cecar Nyonya Irish lagi.
Mendengar itu, tentu Sarah tidak terima. Ia merasa sangat dipermalukan, apalagi wanita paruh baya itu berbicara dengan nada tinggi. Bisa-bisa semua penghuni apartemen mengetahui identitasnya.
"Apa perlu aku mempermalukanmu di depan publik? Aku bisa saja menyebarkan gosip tentangmu di media, agar karirmu hancur seketika!"
Manik mata Sarah membulat. Ia tentu merasa takut dengan ancaman Nyonya Irish. Ia takut jika karirnya akan hancur jika media tahu status dirinya yang saat ini memang adalah simpanan suami orang. Meski pada kenyataannya Josh adalah kekasihnya sendiri. Dengan berusaha menurunkan ego–nya, Sarah pun mulai bersimpuh di hadapan Nyonya Irish dan meminta maaf padanya, "maafkan, Saya, Nyonya. Saya benar-benar lancang telah masuk ke dalam rumah itu. Tapi saya benar-benar mencintai putra Anda."
Nyonya Irish terkekeh, dengan menatap sinis Sarah. "Apa aku terlihat peduli dengan itu? Bahkan, meskipun kau model terkenal yang sudah mempunyai banyak penggemar, aku tidak peduli! Yang pasti, menurutku kau sangat jauh dari kriteria seorang menantu!"
"Mom, tap–"
"Lancang sekali kau memanggilku seperti itu! Kau bukan anakku, juga bukan menantuku! Huh! Dengan melihat wajahmu saja rasanya membuatku mual," sela Nyonya Irish dengan ketus.
"Besok. Jika masih kulihat atau kudengar kau mendekati anakku, maka yang akan menanggung akibatnya bukan hanya kau saja, Sarah! Kami bahkan akan menghapus Josh dari keluarga besar!" sambungnya dengan nada meninggi.
"Aku salah apa, Nyonya? Aku dan Josh saling mencintai, kami hanya ingin hidup bersama. Tidak lebih dari itu." Sarah mulai mengeluarkan air mata buayanya. Sejujurnya, ia ingin sekali menampar mulut Nyonya Irish jika wanita itu bukan ibu sang kekasih. Tapi ia berusaha menahan emosinya.
Nyonya Irish mengamati wanita itu dari bawah sampai atas. "Seorang model sepertimu tidak cocok dengan anakku! Anakku harus mendapat wanita yang jauh lebih baik darimu!"
"Apakah wanita miskin yang dijual oleh orang tuanya adalah pilihan terbaik? Bukankah Evelyn lebih rendah dariku, Nyonya?!"
Plak!
"Lancang sekali kau, Sarah!" Murka Nyonya Irish yang tidak terima menantunya dihina rendahan. "Dengarkan ini, Sarah! Aku mengetahui mana wanita baik-baik dan mana wanita ular sepertimu!" sambung Nyonya Irish dengan tegas setelah menampar Sarah untuk kedua kalinya.
Setelah itu, Nyonya Irish pun melenggang pergi tanpa menghiraukan Sarah yang menangis tersedu. Ia juga tahu jika tangisan wanita itu adalah tangisan palsu. "Tetap awasi wanita itu. Jangan sampai kalian lengah," ucap Nyonya Irish pada kedua bodyguard–nya.
Sarah yang tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Nyonya Irish, dengan amarah yang sedari tadi dia tahan. Kini ia mulai mengamuk membantingkan segala barang yang ada di dalam apartemennya. Hingga semua ruangan itu berantakan, barang-barang sudah tidak pada tempatnya lagi dan sebagian barang terlihat pecah berserakan.
"Setelah semalam si tua bangka Luise mengusirku! Sekarang si tua bangka Irish dengan berani menamparku! Sialan kalian! Kalau saja bukan karena harta, aku tidak sudi mendekati anak kalian yang terlalu gampang dikelabui itu!" racau Sarah dengan mengacak rambutnya.
Beberapa menit kemudian, setelah emosinya stabil. Kini, Sarah tersenyum menyeringai menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. "Satu-satunya yang harus aku lakukan adalah menemui orang tua Evelyn. Mereka harus aku manfaatkan," gumamnya menyeringai.
***
"Daddy! Apa Daddy tega pada anakmu hanya karena wanita miskin itu!" sentak Josh saat sang ayah menggertak dengan berbicara akan mencabut namanya dari perusahaan Dexter Corporation.
"Perusahaan itu masih milikku, Joshi! Jadi Daddy bebas untuk menurunkan jabatan, bahkan mengeluarkan kau dari perusahaan!"
"Tapi, Dad! Kenapa hanya gara-gara Evelyn, Daddy seperti ini?! Aku dan Sarah saling mencintai, Dad! Kami hanya ingin hidup bersama." Josh mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan keluarganya, kenapa sampai memperlakukan Evelyn seperti itu.
"Keputusanku sudah tidak bisa dibantah lagi, Josh! Kau mau mendengarkan ucapan Daddy, atau keluar dari rumah ini?!"
"Daddy!"
"Apa? Masih mau bersama Sarah?" tanya Tuan Luise dengan alis yang terangkat sebelah. Ia menatap sang anak dengan tajam. "Jika kau mau menuruti ucapanku, kau ikut dengan Daddy sekarang ke rumah sakit!" lanjutnya dengan tegas.
Josh mengerutkan keningnya, bingung. "Rumah sakit? Siapa yang sakit, Dad? Apa penyakit Mommy kambuh kembali?"
"Evelyn. Kau yang membuatnya masuk ke rumah sakit, jadi Daddy akan memberi pelajaran padamu! 5 casino itu tidak akan Daddy berikan untuk saat ini!"
Manik mata Josh membulat. Ia tidak menyangka jika wanita itu sampai masuk ke rumah sakit. Ia juga tidak tahu apa yang terjadi pada Evelyn. Ia pun bertanya dengan rasa penasarannya, "Evelyn kenapa? Apa yang terjadi padanya?"
"Kau bertanya dia kenapa? Ikut Daddy sekarang!"
Josh dan Tuan Luise segera menuju rumah sakit untuk menemui Evelyn yang masih terbaring lemah. Sedangkan di tempat lain, Sarah tengah dalam perjalanan menuju suatu tempat.
Beberapa menit kemudian, Sarah telah sampai di sebuah rumah di kawasan padat penduduk. Ia mengendap-endap masuk ke pekarangan rumah yang sederhana itu. Beberapa kali Sarah mengetuk pintu yang jika dilihat dari dekat nampak penuh debu.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya seseorang membukakan pintu dan sedikit terkejut melihat Sarah.
Seorang wanita mengerutkan keningnya menatap bingung pada seseorang yang baru saja mengetuk pintu rumahnya. Ia pun segera bertanya, "Maaf, Anda siapa ya? Ada perlu apa datang ke sini?"
"Apa benar, ini rumah orang tua Evelyn? Ah, Saya lupa nama panjangnya. Intinya, wanita itu sekarang ada di kota dan menikah dengan pria kaya."
Kening Maria—Ibu Evelyn—mengerut. Ia tidak tahu siapa wanita yang datang menanyakan orang tua Evelyn. Apakah wanita itu salah alamat? Evelyn siapa yang dia maksud?
"Maaf, mungkin Anda salah orang," ucap Maria hendak menutup pintu. Tapi, segera ditahan oleh Sarah.
"Saya Sarah, dan saya benar-benar tengah membutuhkan bantuan Anda. Apakah Anda Ibu Evelyn?"
"Saya tidak tahu Evelyn siapa yang Anda maksud. Jadi jangan menggangguku lagi, permisi."
"Tunggu!" cegah Sarah berusaha susah payah menahan pintu. "Saya akan menawarkan sejumlah uang untuk Anda, asal Anda bisa membantu Saya!" sambungnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Biduri Aura
sarah ini memang ular yg penuh bisa😤😤😤
2023-04-28
0
Lily
mana bodyguard yang mengawasi sarah? apa tindakan sarah akan di ketahui nyonya Irish?
2023-01-29
1
Lily
dengan sikapmu itu kau akan hancur sarah. tunggulah kehancuranmu
2023-01-29
0