Sejak saat itu Ana sulit untuk menemui anak kandungnya, walaupun sudah berbagai cara ia lakukan. Hingga pada akhirnya Ana menyerah di usia anak masuk sekolah dasar.
Namun pada saat anak masuk sekolah SLTP, pihak mantan suami datang untuk meminta bantuan biaya sekolah Yunus.
Karena demi anak, Ana pun membantunya. Walaupun ia sama sekali tidak bisa bertemu dengan sang anak, hingga anak masuk SLTA dan lulus. Ana yang membiayai.
Tetapi Ana mulai sadar setelah anaknya lulus SLTA jika dirinya hanya di perala oleh keluarga mantan. Apalagi setiap Yunus datang untuk menemuinya, pasti embahnya selalu datang menyusul tidak diberi kesempatan untuk bisa mengobrol hanya berdua dengan Yunus.
bahkan selalu memaksa Yunus untuk segera pulang.
Kadang Ana merasa heran dengan sikap keluarga mantan suami yang begitu sombong dan angkuh nya, seolah tidak membutuhkan dirinya. Tetapi pada kenyataannya mereka membutuhkan biaya yang banyak untuk sekolah Yunus. Dan mereka tak mampu hingga minta bantuan Ana.
Ana tulus ikhlas membantu dari Yunus masuk SLTP hingga SLTA dan lulus, walaupun ia tak bisa bebas untuk bercengkrama dengan Yunus. Tetapi setelah Yunus masuk kuliah, ia mulai sadar jika hanya di peralat saja.
Hingga ia memberanikan diri mengatakan banyak hal pada saat Yunus datang lagi meminta uang dengan di temani oleh embahnya.
Begitulah sepenggal kisah masa lalu Ana yang tidak indah tetapi justru menyakitkan. Bertahun-tahun lamanya, Ana bekerja banting tulang untuk membiayai sekolah Yunus, sampai ia tidak memikirkan dirinya sendiri.
Semua uang ia berikan demi masa depan anaknya, tanpa ia merasa curiga jika dirinya hanya di peralat saja. Karena pihak keluarga mantan suaminya, sama sekali tidak mengizinkan Ana bertemu lama dengan Yunus.
Paling hanya bertatap muka bawang sejenak saja.
Hingga Ana mulai menata hidupnya lagi dan ia menikah dengan pria asal kita Depok. Seorang yatim piatu, dan hidup sebatang kara, hanya punya dua saudara satu kakak dan satu adik yang tinggal di kota Indramayu karena mereka telah berumah tangga.
Sejak Ana menikah, Yunus hilang kontek dengannya. Sampai akhirnya pihak keluarga mantan suami tahu jika Ana sudah kembali ke kampung. Mulailah lagi mereka merongrong Ana, dengan sesekali sang mantan ayah mertua datang membawa Yunus untuk minta uang dengan alasan untuk biaya kuliah Yunus.
Beberapa Hari kemudian....
Pada saat ada waktu luang, Ana pun berniat datang menyambangi rumah mantan mertua. Ia menitipkan Fani pada kedua orang tuanya. Sementara ia pergi di temani oleh Ika, adik iparnya.
Kebetulan saat itu mantan suaminya ada di rumah mantan mertuanya dan bersama istri serta empat anaknya.
"Heh, untuk apa kamu datang lagi kemari?" hardik sang mantan dengan lantang.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Yunus, masa iya ingin bertemu dengan anak saja nggak boleh? lantas kamu hanya butuh uangku saja?" ejek Ana kesal.
Sang mantan suami memicingkan alisnya," heh, kalau bicara itu yang sopan dan jangan asal bicara ya!"
"Aku tidak asal bicara, aku bicara fakta! ayahmu dulu memintaku untuk membantu biaya sekolah Yunus. Bahkan segala kebutuhan Yunus dari SLTP hingga lulus SLTA aku semua yang memberikan. Lantas apa aku salah jika ingin bertemu dengan anak?" ucap lantang Ana.
Sang mantan celingukan tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia mati kutu, dan Ana tak membiarkan kesempatan ini begitu saja. ia sengaja menyerang mantan suaminya dengan segala perkataan. Ia sengaja melakukan itu untuk membersihkan namanya di muka umum. Karena kebetulan saat ini posisi Ana ada di depan rumah mantan mertuanya.
"Apa kamu lupa, jika masa kecil Yunus, kamu selalu menolak pemberian dariku dengan alasan kamu sanggup membiayai Yunus."
"Tapi buktinya mana? di saat Yunus akan masuk SLTA, ayahmu datang mengemis minta bantuan dariku untuk biaya sekolah Yunus. Dan tanpa ada rasa bersalah mengatakan jika Yunus anak berdua bukan hanya anakmu tetapi juga anakku. Jadi harus di urus berdua."
"Aku sudah mengalah dan aku turuti apa mau ayahmu. Aku yang memberikan biaya sekolah Yunus dari SLTP hingga lulus SLTA. Tetapi seperti ini balasan kalian?"
"Masih saja tak mengizinkan aku untuk bebas bertemu dengan anak kandungku sendiri. Dasar aneh, tak mampu merawat dan memberikan biaya untuk Yunus, tapi memaksa meminta hak asuh Yunus."
"Jelas saja kamu nggak bisa memberikan biaya untuk Yunus. Secara ksni saja sudah pusing kan, untuk biaya ke empat anakmu itu? kasihan juga Yunus, kamu pisahkan aku dengannya. Tetapi kamu tidak merawatnya."
"Kamu hanya sibuk dengan keluarga barumu saja. Seharusnya tak usah sombong jika tak mampu!"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ana, pihak keluarga mantan suami merasa malu. Karena para tetangga langsung mencemooh dan menghakimi.
Ana pun tersenyum sinis, dan ia berlalu pergi begitu saja.
"Sedikit pembalasan dariku, untuk apa yang kalian telah lakukan. Dan untuk Yunus, aku yakin suatu saat nanti pasti ia akan menemui diriku. Aku serahkan semua ini hanya pada yang Maha Kuasa. Yang penting aku sudah sangat puas memberikan pelajaran kepada mereka yang sombong!" batin Ana sumringah.
'Mba, kenapa tadi kita tak geledah saja rumah mantan mertua, mba?"
Pertanyaan dari Ika, mengagetkan lamunan Ana. Dimana saat ini mereka sudah berboncengan motor.
"Percuma, pasti ya sudah di sembunyikan. Atau di ancam macam-macam untuk tidak menemuiku," ucap Ana.
"Oh ya ya mba, seperti tempo dulu. Setiap kita kemari pasti tidak bertemu dengan Yunus," timpal Ika seraya ia mengemudikan motornya.
Ana adalah wanita yang sangat tegar di tempa beribu cobaan hidup. Ia sama sekali tidak pernah berkeluh kesah pada saat dirinya dulu di pisahkan dengan anak kandungnya. Bahkan berbagai macam cara ia lakukan untuk bisa bertemu dengan Yunus.
Kini di pernikahan ke duanya, ia harus mengalami serangkaian permasalahan kembali. Ia juga sedang berusaha untuk tetap berdiri tegak dan tegar.
Ana seorang wanita multi talenta atau serba bisa. Pendidikan memang tidak tinggi, SLTA saja nggak lulus.
Tetapi ia sudah merambah berbagai pekerjaan..Yah walaupun pekerjaan yang kasar seperti pelayan di toko sembako, di toko baju, merawat oma-oma di yayasan panti jompo, membuat Wig atau rambut palsu di sebuah PT, menjsfu baby sister. Dan ia juga pernah berdagang sendiri membuat beberapa macam jenis kue.
Ana wanita yang pekerja keras. Beberapa tahun lamanya, ia abdikan hasil kerih payah kerjanya hanya untuk Yunus dan orang tuanya. Tanpa ia memikirkan untuk menikah lagi.
Dari dirinya menjanfa di usia dua puluh tiga tahun hingga umur tiga puluh lima tahun, barulah ia menikah lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments