.
.
Hari itu hari libur sekolah, Zeno dan Raihan menyelesaikan toko mereka sekaligus memasang iklan akun sosmed toko mereka yang baru dibuka.
Bella datang sekitar jam sembilan siang, Zeno dan Raihan melongo melihat perubahan Bella yang signifikan. Bella mengatakan berat badannya turun dua kilogram saja, tapi tubuh Bella terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.
Bella sendiri membantu agar tampilan akun sosmed atau toko terlihat jauh lebih cantik, karena lelaki seperti Zeno dan Raihan tidak tahu nilai seni dan keindahan, paling tidak, menurut Bella seperti itu.
Zeno cukup senang, dengan bantuan kedua temannya, pesanan bertambah lebih banyak lagi. Oh iya, barang juga bertambah, ada beberapa ponsel dengan harga asli sekitar 5-8 jutaan yang sedang digandrungi kalangan anak muda.
Pengikut akun juga semakin bertambah, saldo pun semakin bertambah.
Hingga layar sistem sudah terlihat ganti level menjadi level lima.
Untuk menjual barang di toko ajaib, perlu naik ke level tujuh, itu agak lama tapi tidak masalah. Lagipula Zeno belum belajar untuk mengelola toko dengan baik, pegawainya saja hanya ada Raihan, dan tambahan Bella.
Karena naik level, ada pop-up muncul di layar sistem, yang mengatakan properti sedang diskon besar-besaran sampai 90% dan itu hanya untuk dua hari saja.
Zeno memang tidak butuh tempat tinggal, tapi jujur saja dia butuh tempat untuk menjadi gudang. Karena jika bisnisnya semakin berkembang orang-orang akan mulai menanyakan barang aslinya disimpan dimana, orang juga butuh melihat barang terlebih dahulu. Terutama jika Zeno memutuskan untuk menjual produk toko ajaib.
Lagipula, tidak akan rugi membeli properti diskonan sebesar itu. Kesempatan tidak datang dua kali.
Setelah melihat-lihat semua properti yang dijual di sekitar sana, ada satu properti yang harga diskonnya 100 juta. Itu apartemen, cukup bagus, dekat dengan rumah Kevin, dekat pusat perbelanjaan, dekat jalanan ramai, dekat sekolah juga.
Sangat strategis.
Harga asli sekitar sepuluh miliaran.
Beberapa jam Zeno berpikir sambil nyemil puding yang dia beli di toko sistem, akhirnya dia memutuskan untuk membelinya.
Sudah sore, saatnya pergi untuk bertemu seseorang yang memulai bisnis start up, jika ada waktu sekalian Zeno juga ingin melihat-lihat apartemen yang dia beli.
Bisnis start up yang sedang dikembangkan adalah sebuah aplikasi. Zeno tidak mengerti banyak, tapi penjelasannya adalah aplikasi tersebut akan menjadi marketplace.
Setahu Zeno, marketplace dalam negri sudah banyak, seperti shopedia, tokoda, dan goshop.
Jika membuat aplikasi serupa akan ada banyak saingan, Zeno tidak yakin, tapi dia juga tidak mengerti banyak. Apakah dia harus percaya dengan sistem yang mengatakan start up tersebut akan sukses?
(Jangan galau, Zeno)
Sistem yang naik level, makin lama, makin cerdas saja, dia bisa berbicara pada Zeno meski tidak diminta, dia juga bisa menghibur Zeno segala.
Zeno mengenakan hoodie yang merupakan hadiah dari Arthur, tulisannya ‘i love Osaka’ warna biru. Arthur bilang, dia puas dengan barang yang dia beli dari Zeno, orang yang dia beri hadiah juga puas.
Berhubung Zeno tidak tahu apa-apa tentang fashion, jadi dia pakai saja apa yang ada, yang kira-kira bagus dan tidak memalukan. Penampilan Zeno simple, hanya hoodie dan celana panjang hitam, dia juga memakai tas kecil, dan tentu saja sepatu.
Hanya perlu menata rambut saja, dia sudah selesai.
Dia pun berangkat, memakai sepeda yang dia beli sendiri tanpa sepengetahuan Kevin. Beruntung sekali karena Kevin orangnya cuek. Jika dia bertemu orang yang jahat, bisa saja rumah Kevin dirampok. Tapi mungkin Kevin memiliki keberuntungan yang baik, pelayan, satpam, dan Zeno baik serta terpercaya.
“Aku tidak galau, hanya pusing saja, apakah keputusan membeli saham itu benar? Meski aku mendapat diskon saat membelinya... oh iya, apakah uang yang mereka terima akan diskon juga?”
(Tentu tidak, uang yang mereka terima seharga uang asli)
“Bagaimana itu bisa terjadi?”
(Sistem ada saja sudah tidak biasa, kenapa Zeno bertanya seperti itu?)
“Iya juga, ya?”
Zeno tidak bertanya lagi, fokus mengendarai sepedanya, yang dia beli dengan harga tiga juta, itu harga diskonnya.
“Apa sistem bisa membaca pikiranku?” bisik Zeno.
(Bisa)
“Kalau begitu, bagaimana menurutmu tentang pikiranku tadi?”
(Yang takut jika aplikasi tersebut tidak bisa bersaing? Menurutku itu tidak benar, aplikasi yang ada memiliki campur tangan negara lain, tidak murni dari dalam negeri, yang murni hanya tokoda dan itu memiliki investor asing)
(Zeno bisa menilai mereka sendiri setelah bertemu dengan mereka)
“Aku jadi merasa kamu hanya ingin aku bertemu mereka saja....”
Lampu merah telah menyala, jadi Zeno memilih berbelok arah.
Untung ada map genius yang bisa membantu dia mengatasi jalanan yang ramai dan rawan macet. Jauh lebih berguna dari gogsmap di internet yang kadang malah menyesatkan.
Setelah bertarung dengan jalanan, akhirnya Zeno pun sampai di sebuah cafe yang cukup besar.
Sweet peach cafe, tempatnya terlihat sangat nyaman, cukup menyenangkan dan ramai. Orang yang akan Zeno temui ada di lantai dua, katanya Zeno hanya perlu pergi ke lantai dua atas nama Xeon atau Aslan.
“Permisi, saya –”
“Lho, Aslan?”
Zeno terdiam di tempatnya sambil mengernyitkan dahinya, tapi beberapa detik kemudian dia pun tersadar, “maaf, saya bukan Aslan, tapi saya ingin tahu dimana meja atas nama Xeon dan Aslan?”
Pegawai yang sepertinya manager cafe makin bingung dengan ucapan Zeno, dia terlihat linglung, “Oh eum... disana, mari saya antar.”
Zeno pikir, orang-orang yang dia temui akan jauh lebih tua, atau paling tidak anak kuliahan, dia juga berpikir akan sangat canggung.
Tapi yang terjadi diluar nalar.
Bukan hanya orang yang harus dia temui itu masih sangat muda, seumuran dengannya, tapi juga salah satunya mirip sekali dengan Zeno, hanya bedanya dia lebih besar, dengan dandanan mewah ala anak konglomerat, seperti Kevin dan teman-temannya lah. Yang satunya juga penampilannya sama, dari ujung kepala hingga kaki bermerek semua.
Yang jika Zeno melihat harga diskonnya saja masih satu jutaan ke atas.
Mereka serius membutuhkan investor?
Sama seperti Zeno, mereka juga sama terkejutnya.
“Anu – anda Zeno yang membeli saham kami?” tanya salah satunya, yang tidak mirip dengan Zeno.
“Iya, saya Zeno....”
Suasana canggung pun mulai muncul dan merebak, hingga manager juga ikutan canggung.
“Mau pesan apa?” tanya manager.
“Zeno silahkan duduk dulu, mari kita pesan” ucap yang tidak mirip dengan Zeno.
Mereka pun memesan apapun yang mereka inginkan, Zeno memesan tiramisu dan capuccino, sedangkan kedua yang lain memesan banyak hal, Zeno lupa apa saja namanya saking banyaknya.
Setelah manager pergi, terjadi keheningan diantara mereka, sampai kemudian yang mirip Zeno mendekat, hingga wajah mereka sangat dekat, mungkin berjarak sekitar lima centi meter.
Zeno jadi takut ditatap sedekat itu, dia jadi menciut seketika.
“Kok kamu mirip aku sih? Kamu oplas ya?” tanya lelaki itu.
Jika dilihat-lihat, yang mirip Zeno sangat tampan, Zeno penasaran, apakah dia setampan itu juga? Jika iya... WOW!
“Jangan bengong! Namaku Aslan, lalu ini sepupuku, Xavier Leonnard, panggil aja Xeon” ucap Aslan.
“Heh, gak perlu sebut nama lengkap juga kan!” sahut Xeon kesal.
“Gak lengkap, aku belum nyebut marga tuh!” timpal Aslan tidak terima.
“Tunggu, kalian ini umur berapa? Kelihatannya masih muda, tapi sudah berbisnis start up” tanya Zeno.
Aslan tersenyum bangga juga terlihat sombong, “jelas dong! Aku ini anak jenius, aku masih umur 16 tahunan, tapi sudah lulus SMA dan sekarang – aku menunda kuliah, jadi nganggur, males banget nganggur gitu, jadi iseng aja buat bisnis ini, tapi ternyata ditentang orangtuaku, padahal aku sudah mengajak Xeon juga – orangtua memang seenaknya sendiri, padahal aku ini sangat genius, masa gak boleh bikin bisnis sendiri sih? Mereka selalu aja nganggep aku masih bayi, nyebelin kan?”
“Zeno, maklum ya, Aslan emang cerewet” bisik Xeon.
“Hey, aku bisa mendengar mu, Xeon!” sahut Aslan kesal.
“Jelas, kau punya telinga! Tapi, Zeno mirip banget sama kamu lho, mata, hidung, bibir, bahkan pipinya juga lentur” Xeon mencubit pipi Zeno, membuat Zeno tersadar dari lamunannya.
PLAK!
Aslan menepis tangan sepupunya dari pipi Zeno, “jangan cubit-cubit anak orang sembarangan! Dia ini investor kita! Sampai mana ceritaku tadi ya? Oh iya – akhirnya orangtuaku mau membiarkanku memulai bisnis dengan syarat mendapat investor tanpa menggunakan nama keluarga, tidak boleh orang yang dikenal juga, kami frustasi tapi kemudian ada kamu! Hehe, makasih ya... bantuan mu sangat berharga!” ucap Aslan.
“Kami sampai menurunkan harga saham agar ada yang melirik, tapi tentu saja tidak mudah mengingat kami melepas semua pengaruh keluarga” sahut Xeon.
Kemudian Aslan mengulurkan tangannya pada Zeno, “Mohon kerja samanya mulai sekarang!”
Zeno tersenyum lalu menyambut uluran tangan Aslan, “saya juga, mohon kerja samanya!”
Setelah itu Xeon mengajak bersalaman juga.
Zeno pikir, keduanya bukan orang yang jahat, mereka juga terlihat tulus.
(Zeno membantu Aslan dan Xavier membuka bisnis!)
(Saldo 100.000.000 berhasil didapatkan!)
APA? Kenapa bonus saldo banyak sekali? Ini tidak salah kan?
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Jung kookie😘😘🥰
abg nya kali atau mngkin kmbaran nya..
2024-05-16
0
Gabutdramon
ada namanya xeon
2024-01-15
1
Taaku
𝓶𝓪𝓷𝓽𝓪𝓹
2023-02-09
0