.
.
BRUK!
Akhirnya Zeno bisa menghela nafas lega, dia sudah sampai di rumah dengan selamat setelah semua proses dengan toko buah selesai.
Untungnya semua berjalan dengan lancar.
Zeno tidak percaya dia akan membuka bisnis seperti itu, terlebih dia dipercaya oleh orang lain, itu membuatnya senang.
Sambil rebahan diatas ranjang, Zeno memeriksa ponselnya, ada dua pesanan ponsel lagi, jadi Zeno harus mengirimkan pesanannya segera.
Uang yang datang, cepat sekali perginya, semua uang itu berputar datang dan pergi, namun semakin lama jumlahnya semakin besar.
Kini saldo yang ada di kantong Zeno hanya ada sekitar 70 jutaan.
Zeno berharap bisnisnya cepat memberikan untung. Lalu, meski riskan, Zeno juga ingin mencoba berinvestasi. Tujuan Zeno adalah menjadi kaya raya atau paling tidak dia memiliki cukup uang untuk bertahan hidup ditengah gempuran zaman yang semakin lama semuanya semakin mahal. Apalagi, untuk hidup di kota besar seperti jakarta, semuanya serba mahal.
Nasi bungkus di desa lima ribu dapat banyak sekali, bisa untuk makan dua atau tiga orang, sedangkan di kota besar nasi bungkus palingan sepuluh ribu sampai lima belas ribu paling murah, itupun isinya tidak sebanyak itu.
Jika di desa uang saku sepuluh ribu saja bisa mendapat banyak jajan, maka di kota besar untuk membeli satu jajan saja, tergantung apa yang dibeli juga sih.
Untuk anak-anak baru puber seperti Zeno itu sungguh sulit. Jika tidak ada sistem mungkin Zeno sudah mengamen di jalanan.
Zeno harus banyak bersyukur.
“Hmm? Ini vidio Bella kan ya?” gumam Zeno, dia scroll-scroll medsos dan menemukan vidio Bella yang viral, dengan likes sebanyak seratus ribu dan mendapat komen sebanyak seribu. Tapi itu postingan ulang, bukan vidio di akun Bella sendiri.
Beberapa orang membela Bella dan menghujat Damian, ada juga yang mengatakan tidak peduli, ada pula yang mengatakan pantas saja Damian seperti itu, karena Bella saja tidak merawat diri dengan baik.
Namun, lebih banyak yang menghujat Damian dan berada di pihak Bella.
Berita itu sepertinya viral dimana-mana.
Tapi bagi Zeno, Bella itu tidak jelek, tidak juga kurang merawat diri.
Bella sangat cantik, dia bersih, dia juga dandan dengan baik, mungkin kekurangannya hanya dia sedikit montok. Bayangkan saja tinggi badan Bella itu sekitar 160 cm dengan berat badan sekitar 60-65 kg. Begi Zeno itu tidak parah, masih bagus juga bentuk badan Bella, lemaknya juga ada di bagian-bagian yang pas, seperti dada dan pinggul.
Kenapa Bella dikatakan gendut? Zeno tidak mengerti.
Mungkin orang-orang kota memiliki standar kecantikan sendiri yang menyakitkan.
“Apa ada obat penurun berat badan yang aman dapat menurunkan berat badan dengan cepat?” tanya Zeno pada sistemnya.
(Tidak ada, semuanya ada efek samping)
(Untuk menurunkan berat badan butuh memperhatikan makanan dan olah raga yang tepat)
“Tidak ada semacam obat ajaib? Kamu kan sistem...”
(Oh, jika obat ajaib ada, tapi harus naik ke level empat terlebih dahulu)
Zeno menghela nafas berat.
Untuk naik ke level empat membutuhkan belanja sampai seratus juta, sedangkan Zeno masih belanja empat puluh juta sejak naik level tiga, itu artinya kurang enam puluh jutaan.
Ada saldo 70 juta juga buat jaga-jaga jika ada ponsel yang dipesan.
Beberapa menit Zeno berpikir sendiri, sampai kemudian dia mengingat sesuatu.
“Bisakah aku membeli saham darimu?” tanya Zeno.
(Tentu saja bisa!)
Raut wajah Zeno menjadi sangat cerah.
(Zeno ingin membeli saham dari perusahaan yang seperti apa? Kami akan mengelompokkan menjadi beberapa kategori)
Kemudian layar sistem berubah menjadi pilihan saham-saham yang sedang dijual di pasaran, hebatnya, sistem memberikan harga diskon untuk Zeno, tetap 70%, jadi Zeno bisa membayar 30%.
Uang untuk memasok buah akan sampai besok sesuai perjanjian, jadi Zeno bisa memakai 60 juta saat itu. Tapi untuk hanya menyisakan 10 juta saja itu sangat riskan. Zeno tidak tenang jika uangnya hanya 10 juta.
Sayang sekali membantu menjadi pemasok buah di toko buah ayahnya Sellya tidak menjadi misi mendapatkan saldo. Yah, memang mereka tidak benar-benar bangkrut, jadi tentu saja bukan misi.
“Aku menyerah, lebih baik ditunda dulu membeli sahamnya, aku mau mandi dulu lah, penat sekali....”
(Sistem sarankan membeli bath bomb untuk berendam, agar Zeno merasa lebih rileks)
“Oh? Kalo gitu, aku beli satu lah, yang pikachu ya?”
TUK!
Sebuah kotak kecil muncul di depan Zeno, setelah dibuka, ternyata berisi bath bomb bentuk karakter pikachu. Harumnya seperti jeruk, segar sekali.
***
“TADAIMA!”
Zeno terlonjak saat mendengar teriakan Arthur.
Saat itu Zeno sudah masak makan malam, tapi sebelum makan, dia memutuskan untuk mengerjakan PR terlebih dahulu, sebelum materi yang dijelaskan menghilang dari otaknya.
Zeno tidak terlalu pintar, tapi dia juga tidak terlalu bodoh. Namun, jika disandingkan dengan anak-anak kota, Zeno merasa sangat tertinggal. Entah apa karena bergaul dengan Raihan yang notabene anak beasiswa atau apa, tapi dia kesulitan mengejar pelajaran.
Pelajaran di desa dulu dengan di kota jauh berbeda, ada beberapa materi yang belum Zeno ketahui, jadi dia harus mencari sendiri. Belum lagi dia memikirkan bisnisnya.
Ternyata tidak mudah, Zeno merasa kepalanya bisa meledak kapan saja.
“Zeno masak apa malam ini?” tanya Kevin, kali ini dia pulang bersama Arthur, Justin, Travis dan John.
Travis dan Justin segera duduk di dekat Zeno untuk melihat apa yang bocah itu kerjakan, sedangkan John dan Arthur sudah melipir ke dapur untuk mencari makanan.
“Aku memasak sambal terong, perkedel jagung, sayur bayam, tempe, tahu... aku tidak tahu jika kalian pulang, jadinya aku memasak masakan desa, entah kalian suka atau tidak – oh! Aku masak lagi saja untuk kalian deh!”
Zeno sudah berdiri untuk memasak kembali.
“Gak perlu Zen, kita makan itu aja, aku juga pengen tahu rasanya sambel terong” ucap Kevin.
“Wah kelihatannya enak nih!” teriak John dari arah dapur.
“Ayo makan! Aku laper!” Arthur pun ikut berteriak.
“Tuh kan, mereka gak masalah, ayo kita makan malam dulu, nanti PR-nya aku bantuin” ucap Justin.
Zeno mengangguk senang, lebih baik dibantu mengerjakan PR, mengerjakan sendiri sangat sulit.
Mereka pun makan masakan Zeno dengan lahap, bahkan mereka sampai menambah nasi dan kehabisan sambal, jadi Zeno membuat sambal untuk kedua kalinya.
Zeno tidak percaya selebriti seperti mereka bisa makan masakan kampung, tapi Zeno senang juga karena mereka menyukainya.
“Ini sambel terasi kan? kenapa rasanya beda ya?” tanya Kevin.
“Gak ada sesuatu yang spesial kok, cuma bawang putih, bawang merah, cabe rawit, tomat dan terasi... digoreng sebentar lalu diberi garam sedikit dan agak banyak gula, lalu diulek, udah gitu aja” ucap Zeno.
“Mungkin tangan yang buat beda, Zeno ada bakat masak ya?” sahut Travis.
“Kayak kamu Vis, ajarin gih, siapa tahu Zeno bisa jadi chef!” ujar Justin.
“Pas banget, bisa buka restoran di hotelku, kamu bisa jadi chef” ucap Kevin.
“Perusahaan keluargaku pemasok daging sapi kualitas tinggi dan susu sapi, juga punya peternakan, kalo buka restoran bisa kerjasama kita” sahut John.
Zeno hanya tertawa canggung, dia jadi bingung jika mereka sangat bersemangat seperti itu.
“Aku gak yakin mau jadi chef, tapi untuk membuka restoran sih gak tahu juga ya...” ucap Zeno.
“Memangnya kamu mau jadi apa Zen? Kita bisa bantu, meski kamu masih kelas satu, harus sudah bisa menghasilkan uang, hidup itu kejam” sahut Arthur.
Zeno berpikir sejenak, “Hmm, saat ini aku ada bisnis toko online, keuntungannya lumayan, mungkin untuk saat ini aku akan meneruskannya, sepertinya aku suka berbisnis jual menjual barang, apalagi jika online jauh lebih mudah” ucap Zeno.
“Kita akan mendukungmu, apa kamu memiliki kesulitan?” tanya Kevin.
Zeno menggeleng pelan, “untuk saat ini aku baik-baik saja, semua berjalan dengan lancar, tapi... sepertinya aku melupakan sesuatu, apa ya?”
Zeno terus berpikir, seperti ada yang mengganjal, seperti ada yang dia lupakan.
“Kamu ada janji sama temenmu?” tanya Travis.
“Janji? OH!”
Zeno baru ingat, Bella memesan permen dan juga buah.
“Aku sudah dulu makannya, mau mengantar sesuatu untuk temanku!” Zeno pun buru-buru menaruh piringnya di tempat cucian, dia pikir untuk mencucinya nanti saja. setelah mencuci tangan, dia buru-buru kembali ke kamarnya.
“Pesanan Bella apa aja tadi ya?”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Nurmiahana Nana
kata riskn lagi
2023-02-11
1
Nurmiahana Nana
meski riskn apa ya 🤔
2023-02-11
0
Taaku
𝓶𝓪𝓷𝓽𝓪𝓹 𝓽𝓱𝓸𝓻
2023-02-09
0