Bisnis dimulai!

.

.

Bella menatapi strawberry yang diberikan oleh Zeno, itu adalah buah yang mendapatkannya cukup sulit dan harganya juga cukup mahal. Apalagi setelah di makan, itu adalah strawberry Korea, Bella yakin itu karena dia sangat menyukai Strawberry Korea, karena sangat manis. Di Korea strawberry di produksi di musim dingin, karena memiliki tingkat keasaman yang rendah, jadi rasa buah lebih manis, tidak perlu ditambahi gula.

Bukan hanya Bella, Zeno juga memberikannya pada Raihan, Zeno harus pergi ke perpustakaan karena Raihan berdiam diri disana, membaca berbagai buku pelajaran yang membuat Zeno pusing.

Zeno juga suka membaca, tapi untuk buku pelajaran agak membosankan. Jika itu novel, terutama novel fantasi, Zeno sangat menyukainya. Zeno juga suka membaca buku resep masakan, novel detektif seperti Sherlock Holmes atau Agata Christie, atau manga.

Jika buku pelajaran yang berat, rasanya bosan saja, Zeno membaca buku pelajaran jika dia butuh saja.

Tapi, bisa-bisanya Raihan mengatakan jika dia suka sekali membaca buku-buku pelajaran. Zeno dan Bella jadi ikut makan di perpustakaan, karena disana ada tempat khusus bagi mereka yang ingin makan sambil membaca buku. Tempatnya juga sangat menyenangkan, ada di balkon, dengan sofa dan meja, juga tersedia pemandangan kota.

Zeno agak heran kenapa tempat itu sepi, padahal suasananya sangat menyenangkan, pantas saja Raihan suka sekali berada disana saat istirahat.

“Ini manis banget, kamu beli dimana Zen?” tanya Raihan. Bella lega karena Raihan menanyakannya, Bella juga ingin bertanya tapi entah kenapa dia jadi sungkan.

Berhubung Zeno tinggal bersama Kevin, yang notabene adalah keturunan Korea, jadi kemungkinan besar Zeno mendapat strawberry dari rumahnya. Karena itu hal yang sudah pasti, Bella takut dianggap cerewet jika bertanya.

Bella sangat hati-hati dalam berbicara pada orang lain, karena dia selalu di latih seperti itu. Menjadi sopan, tidak banyak bertanya, dan tidak memalukan keluarga. Tapi karena itu juga, Bella jadi banyak berpikir dan takut untuk bertindak.

Padahal Bella tahu, Zeno orang yang baik dan santai.

“Aku membeli dari suatu tempat, yang pasti perantara pertama, jika kamu membelinya padaku, aku bisa memberi diskon yang banyak!” ucap Zeno dengan gembira. Bella mulai tersenyum mendengarnya, Zeno itu ternyata selalu berjualan pada siapa saja, tapi justru karena itu Bella suka, Zeno tidak jaim.

“Memangnya satu kilo berapa harganya?” tanya Raihan.

“Sekilo? Ini strawberry khusus, belinya satu wadah gitu, isinya ada empat, harga aslinya itu satu juta sampai satu setengah jutaan” jawab Zeno, yang membuat Raihan gemetar seketika, ternyata buah yang dia makan itu buah mahal!

“ke-kenapa kau memberi buah semahal itu untukku!”

“Eh? Aku ingin kau merasakannya, soalnya enak banget, itulah kenapa aku jauh-jauh kesini buat nemuin kamu, kita kan teman...”

“I-iya, tap-tapi kan ini mahal!”

Zeno tersenyum lalu menepuk bahu Raihan, “aku kan udah bilang, aku dapat dari perantara pertama, jadi aku membeli dengan harga miring, kalau kamu mau beli dariku nanti aku kasih potongan harga” ucap Zeno.

“Heh? Potongan harga palingan 500 ribu! Beli strawberry biasa aja dapet banyak!”

“Iya, tapi kan rasanya beda, yang biasa ada kecut-kecutnya!”

“I-iya sih...”

“Aku akan membelinya!”

Zeno menoleh pada Bella, “eh? Serius Bel? Tadi mau beli permen, sekarang buah juga?”

Bella mengangguk semangat “iya! Aku suka buah! Kamu punya buah apa saja?”

Zeno sekarang berpikir, apakah dia benar akan membuka toko online untuk buah? Sepertinya akan sulit dengan modal yang Zeno miliki saat ini. Dari mulut ke mulut saja Zeno sudah mendapat toko ayahnya Sellya, belum lagi Bella.

Mungkin untuk sementara Zeno hanya akan menjualnya ke toko ayahnya Sellya dulu, takut modalnya kurang. Zeno harus memikirkan rencana matang-matang terlebih dahulu.

“Oke, nanti aku tunjukkan buah apa saja yang bisa kamu beli, setelah uangnya sampai, aku akan mengirimnya ke rumahmu, senang berbisnis denganmu, Bella!”

Zeno mengulurkan tangannya, yang kemudian ditepis oleh Bella, “apaan sih! Aku jadi malu tahu!”

“Kita sedang berbisnis, kenapa mau sih?”

“Udahlah, kita makan dulu aja, ini sandwich buatan pelayan ku, enak banget lho!” Bella membagikan satu kotak besar berisi lima sandwich, masing-masing satu untuk Zeno dan Raihan. Karena ada bu guru lewat dan menyapa Bella, Bella juga menawari bu guru sandwichnya. Jadinya Bella siang itu makan dua sandwich.

Saat makan saja, Bella tidak sadar dan mau melahap semuanya. Tapi setelah kekenyangan, dia baru sadar, jika tubuhnya makin membengkak.

“Enak banget, makasih ya Bella!” ucap Raihan.

“Iya, enak banget, aku minta resepnya dong Bel!”

Bella pikir, Zeno ini agak lain, dia malah minta resepnya.

“Emang Zeno bisa masak?” tanya Bella.

“Bisa dong! Aku juga selalu masak di rumah, kak Kevin bilang masakan ku enak!”

“Aku penasaran dengan masakan mu, Zen!” ujar Raihan.

“Oke, besok aku aku bawa bekal deh.”

***

Sesuai rencana, Zeno mengikuti Sellya untuk menemui ayahnya.

Mereka menaiki taxi untuk berangkat. Sellya membawa Zeno ke toko yang jauh sekali dari bayangan Zeno.

Karena awalnya Zeno pikir itu adalah toko buah biasa, tapi ternyata itu adalah toko yang besar, lebih besar dari mini market, pokoknya sangat besar! Beberapa buah-buahan lokal dijual disana dan terlihat segar.

Zeno tidak berpikir toko itu bisa bangkrut hanya karena tidak memasok buah impor, awalnya begitu, tapi setelah masuk toko, beberapa pelanggan komplain karena buah yang mereka cari tidak ada, dan mereka mencari buah impor.

Sepertinya toko tersebut sudah terkenal menjual buah impor terbaik.

Kira-kira kenapa pemasok sebelumnya menghentikan kerjasama ya?

“Papa, ini Zeno yang aku bilang, Pa!”

Ayah Sellya menatap Zeno dengan tatapan ragu, tapi kemudian dia tersenyum pada Zeno dan mempersilahkan Zeno masuk di ruangan yang berada di lantai dua.

“Apakah benar nak Zeno ini bisa memasok buah impor untuk toko kami?”

Zeno mengangguk pelan, keuntungannya dari menjual ponsel mahal bisa untuk modal awal, lagipula saldo Zeno masih banyak, jika hanya untuk satu toko sebesar itu tidak masalah.

“Bisa pak, jangan khawatir, tapi untuk sementara tidak bisa banyak-banyak...”

“Tapi saya memerlukan bukti jika memang nak Zeno bisa memasok buah untuk toko kami” ucap ayahnya Sellya.

Zeno tersenyum dan mengangguk sebentar, “anak anda sudah mengatakan pada saya sebelumnya, jadi sebelum kemari saya sudah memesankan beberapa sample produk, akan datang sebentar lagi –”

Tok tok tok!

“Iya, masuk!” teriak ayahnya Sellya.

Sellya membukakan pintu, kemudian karyawan masuk.

“Boss, ada sebuah kiriman besar untuk toko kita, dari seseorang bernama Zeno” ucap karyawan tersebut.

Ayahnya Sellya kembali menatap Zeno, dengan tatapan tidak percaya.

“Anda bisa memeriksa contoh tersebut, saya memasukkan contoh buah yang terbaik dan saya jamin untuk ke depannya semua buah kualitasnya akan sama seperti itu” ucap Zeno yakin.

Akhirnya mereka turun ke bawah untuk memeriksa paket.

Sellya dan ayahnya terkagum-kagum dengan kualitas buah yang Zeno kirimkan, karena diluar ekspektasi mereka.

“Baiklah, kita langsung tandatangani kontrak saja” ucap ayahnya Sellya yang sedang bahagia.

“Dengan senang hati, saya akan memberikan diskon 25% harga asli untuk anda, apakah anda setuju?” tanya Zeno.

Ayahnya Sellya sudah melihat semua daftar harga asli setiap buah yang sampelnya dikirim, karena memang Zeno meminta sistem melakukannya. Dan semua harga asli buah itu jauh berada dibawah harga yang ditawarkan pemasok sebelumnya, itupun Zeno memberi diskon yang cukup besar.

“Saya setuju! Senang bekerjasama dengan nak Zeno.”

“Saya juga senang, ini pertama kalinya bagi saya!”

.

.

Terpopuler

Comments

Adha_00

Adha_00

kalau dari awal mc kita suka membaca berbagai cerita novel spt ini, knpa dia gak ngerti soal sistem dahulunya dan masih polos???????

2024-02-21

0

amore💞💞

amore💞💞

lanjut

2023-07-09

0

Taaku

Taaku

𝓶𝓪𝓷𝓽𝓪𝓹

2023-02-09

1

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!