Belanja hanya 30% harga

.

.

“Maaf, bocah kumal sepertimu tidak bisa masuk hotel sembarangan!” seorang satpam hotel mengusir Zeno saat dia bahkan baru saja sampai dan bertanya dimana letak resepsionisnya.

Memang penampilan Zeno lusuh sekali, bajunya hanyalah kemeja biru lusuh, dengan jaket abu-abu dan juga celana hitam. Sudah dua hari Zeno berada di jalanan, mandi pun sekali dan itupun apa adanya.

“Gimana kalo dia emang mau mesen hotel, lihat itu ganteng banget bocahnya” bisik satpam lainnya, membuat satpam yang mengusir jadi kepikiran.

Namun melihat Zeno hanya diam karena lemas, satpam pertama itu kembali mendorong Zeno, “kalo gak punya uang buat mesen hotel, mending pergi! Gak mungkin lah dia anak orang kaya, lusuh banget gini, kayak anak jalanan, kamar paling murah disini itu dua jutaan, gak mungkinlah dia bisa bayar, punya uang gak?”

Zeno menggeleng lemas, kemudian menunjukkan kertas yang dia dapat dari hotel, tapi satpam yang tidak mengerti kembali mendorong tubuh Zeno, sampai Zeno oleng dan pingsan.

Bocah itu sudah lelah terus berjalan dengan perut kosong, jadi dia pingsan begitu saja.

“Tuh kan! dia pura-pura pingsan biar kita kasihan aja ini!”

Tiin tiin!

Sebuah mobil mewah ingin lewat, satpam kedua pun buru-buru menghampiri tubuh Zeno, lalu mengangkat si bocah dan menyeretnya ke tepi agar tidak menghalangi mobil.

“Dia pingsan beneran!” ujar satpam kedua.

“Ah, dikasih minyak kayu putih juga sadar lagi pasti, jangan lebay!” sahut satpam pertama.

Satpam kedua pun menepuk-nepuk pipi Zeno, “heh, beneran pingsan ini anaknya, mana pucet banget.”

Mobil yang tadi lewat sudah berhenti, kemudian seorang pria keluar dari dalam mobil.

Satpam pertama pun menghormat pada pria itu.

Dia adalah pewaris satu-satunya pemilik hotel, anak tunggal tuan Choi, yaitu Choi Kevin. Tuan Choi menikah dengan seorang wanita sunda dan kini menetap di Jakarta serta mendirikan bisnis keluarga berupa hotel dan resort.

Kevin sangat tampan, masih muda dan sangat ramah, dia menghampiri satpam kedua dan Zeno.

“Kenapa dia? Kenapa tidak dibawa ke dalam saja?” tanya Kevin, dia sungguhan khawatir, membuat satpam pertama panas dingin, takut disalahkan padahal memang dia yang salah.

“Bocah ini baru masuk tuan muda, tapi keadaannya sudah lemas dan pucat, kemudian tiba-tiba pingsan” ucap satpam kedua.

“Benar itu, tuan muda!” satpam pertama pun turut membenarkan seolah itu bukan kesalahannya.

“Tunggu!” Kevin melihat sesuatu dipegang Zeno erat-erat, dia berusaha mengambilnya, “ini kan voucher menginap di hotel selama tiga hari, bahkan kamarnya sudah dibooking sejak beberapa jam lalu, cepat bawa dia ke kamarnya!” perintah Kevin.

“Baik tuan!”

Kevin pun turut panik, dia mengambilkan kunci kamar, berpesan pada staff hotel untuk membawakan makan malam ke kamar Zeno, kemudian membantu satpam kedua membawa Zeno ke kamarnya.

Saat Zeno membuka mata, sudah ada wajah tampan seseorang yang tersenyum padanya.

Zeno yang tidak pernah melihat orang tampan menjadi bengong sesaat, sampai dia tersadar kembali.

“Aku Kevin, pegawai hotel ini, minum ini ya... ini juga, suplemen untukmu, lalu – lebih baik kamu segera makan” ucap Kevin, sambil menunjuk minuman, suplemen dan juga makanan yang telah tersedia untuk Zeno.

“Terimakasih...”

“Sama-sama, ini kunci kamarmu, kamu bisa tinggal disini selama tiga hari, kamar mandinya ada disana, jika ada sesuatu, panggil saja pegawai – oh kamu sudah bisa memanggil?” tanya Kevin.

Dengan polosnya Zeno menggeleng, dia pun tidak tahu cara menelfon orang.

Kevin tersenyum, “sini aku tunjukkan.”

Kevin pun mengajari pada Zeno cara memanggil pegawai hotel, atau cara memesan pelayanan hotel dan lain-lain. Zeno yang takjub hanya mengangguk-angguk saja.

“Terima kasih kak... aku lapar, mau makan dulu.”

“Oh iya, maaf mengganggu, kalau ada apa-apa kamu bisa memanggilku ya? Apa kamu datang sendiri kemari? Sepertinya kamu masih dibawah umur” ucap Kevin.

“Aku sendirian kak.”

“Baiklah, kamu bisa makan, mandi lalu istirahat ya... aku pergi dulu.”

Zeno mengangguk, kemudian memperhatikan Kevin yang beranjak dari kamar hotelnya.

“Orang kota ganteng-ganteng semuanya, keren!” gumam Zeno, kemudian dia pun makan semua makanan yang hotel siapkan.

Semuanya menakjubkan.

Kamarnya, ranjang empuknya, Televisi, telfon, kamar mandi, makanan, ada juga kulkas yang berisi minuman dingin.

Semuanya luar biasa bagi Zeno.

Setelah kenyang, dia pun pergi ke kamar mandi.

Kamar mandinya agak lain.

Tidak.

Jauuuuuuuuhhhhhh sekali jika dibandingkan di panti.

Sangat jauh.

Toiletnya berbeda, pancurannya, bak mandinya...

Setelah beberapa lama berkutat disana, akhirnya Zeno pun bisa mandi dengan shower.

Memang Zeno itu udik, tapi dia itu pintar mempelajari sesuatu.

Setelah mandi dia membalut tubuhnya dengan bathrobe putih yang disediakan hotel, kemudian Zeno mematut dirinya di depan cermin.

Zeno tidak pernah benar-benar memperhatikan wajahnya.

Mungkin itu karena cermin di panti asuhan itu buram, jadi baru kali itu Zeno bisa melihat wajah dan tubuhnya dengan jelas.

“Sejak kapan aku ganteng banget ya? Apa ini karena air di hotel? Jangan-jangan aku ganteng karena mandi di sini? Aku jadi ganteng kayak kakak yang tadi!” ucap Zeno pada cermin.

Biarkan seorang bocah berkhayal, dia hanya belum tahu jika itu wajah aslinya, selama ini dia berpikir wajahnya biasa saja seperti anak yang lainnya. Cuek sekali dia dengan dirinya dan penampilannya, karena baginya itu tidak penting.

“Ehem! Aku bisa belanja apa lagi?”  tanya Zeno pada layar yang mengikutinya.

(Apapun yang kau inginkan bisa kami siapkan dan kirimkan padamu)

“Aku ingin benda seperti – apa ya?  Kotak gitu, banyak orang yang punya, mereka bisa menelfon dan mendapat informasi dari sana, bermain tik tok dan sebagainya.”

(Sistem mencerna informasi dari Zeno... 90%... 100%)

(Mungkin yang anda maksud adalah ponsel genggam, berikut ini adalah pilihan ponsel terbaik yang bisa anda miliki dengan hanya membayar 30% dari harga aslinya)

Layar berubah menjadi beberapa gambar ponsel.

Ada ponsel lipat, ada ponsel warna ungu, pink, dengan bentuk berbeda-beda.

Zeno yang bingung akhirnya memilih ponsel yang menurutnya paling bagus, berwarna putih, namanya Uphone 14 pro max. Dari harga asli 22.999.000 rupiah, Zeno membayarnya dengan harga 6.899.700 rupiah. Masih mahal bagi Zeno, tapi yang penting adalah dia bisa menggunakan internet, agar dia tidak bodoh dan mengetahui banyak hal di dunia ini.

Zeno juga ingin mengetahui bagaimana caranya dia mendapatkan uang.

Karena dia tidak punya rekening dan tidak bisa membuatnya di bank, maka dia akan kesulitan.

Sepertinya satu-satunya cara adalah menggunakan sistemnya untuk berbelanja. Namun, dia tetap butuh uang fisik.

“Aku mau beli ponsel yang ini!”

(Kami sarankan untuk membeli kartu sim juga, sistem akan memprosesnya untuk Zeno agar Zeno bisa langsung menggunakannya)

“Oke!”

(Loading...)

(Pengiriman selesai!)

BRUK!

Zeno terkejut, ada suara box di sebelahnya.

Mata Zeno berkedip-kedip melihat box tersebut, dia pun membukanya, karena sulit, dia meraih pisau kecil dari tempat dia tadi makan, untuk mengupas buah. Dia pun menggunakan pisau tersebut untuk merobek box.

Dan benar saja, ponselnya ada disana, lengkap dengan semua surat-surat resminya. Sim card juga sudah terpasang di dalam ponsel.

Zeno pun menyalakan ponsel tersebut.

“Woah! Akhirnya aku punya ponsel!”

Malam itu, bocah kampung yang tidak tahu apa-apa itu berselancar di internet, dia mempelajari banyak hal. Dia pun tersadar, jika kemungkinan besar hanya dirinya yang memiliki sistem dan ternyata sistem sangat menguntungkan baginya.

“Aku bisa membeli ponsel dari sistem dan menjualnya pada orang kan? berarti... aku dapat untung berapa?” gumam Zeno sambil memandangi ponselnya sendiri.

“Jika aku saja membelinya dengan harga hampir 7 juta, lalu ku jual dengan harga 20 juta saja, aku sudah mendapat 13 juta? Wah! Aku bisa kaya raya!”

Banyak sekali ide memanfaatkan sistem yang muncul di otaknya, sampai dia kelelahan sendiri dan ketiduran.

.

.

Terpopuler

Comments

Riana bell Natasya

Riana bell Natasya

polos banget nih orang/Doubt/

2024-05-01

0

Paulina Alfathir

Paulina Alfathir

Wes terserah authornya aja deh gimana ceritanya ak cuma bisa bc sj tetap semangat ya💪💪👍👍

2024-04-13

0

Gabutdramon

Gabutdramon

batu asahan!

2024-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!