.
.
Sampai di rumah Bella, Zeno dibantu pelayan di rumah itu untuk mengangkut pesanan, tapi entah kenapa Zeno disuruh ke pintu samping rumah, yang lebih dekat ke dapur. setelah Zeno bertanya kenapa, pelayan bilang jika di ruang tamu sedang ada pertengkaran antara tuan rumah dan tamu.
“Pertengkaran? Apa yang terjadi?” tanya Zeno.
“Itu... katanya nona Bella telah mencemarkan nama baik gitu, terus mau dilaporin polisi juga” ucap pelayan rumah.
Zeno langsung paham saat itu jika yang dimaksud adalah Damian. Zeno tidak mengerti kenapa Damian seperti itu, dia yang jahat, Bella yang jadi korban, kenapa malah Bella yang mau dilaporkan? Lagipula, vidio itu sudah viral dan cukup menjadi barang bukti, jika yang salah adalah Damian.
“Lalu, Bella gimana?” tanya Zeno.
“Non Bella menangis di kamarnya, mama dan papa nya berusaha menenangkan si tamu, minta jalur damai saja katanya, tapi si tamu malah minta uang ganti rugi” ucap pelayan lagi, jelas pelayan sangat khawatir dengan Bella.
“Tapi yang salah itu bukan Bella....”
“Saya juga yakin non Bella gak salah, aden mau minum dulu?”
Zeno menggeleng, “aku akan meluruskan kesalah pahaman mereka, Bi.”
“Eh? Den! Jangan!”
Zeno tahu mencampuri urusan orang lain itu tidak benar, dan hal itu bukanlah urusan Zenosama sekali. Bahkan, meski sistem tidak membuat hal itu sebagai sebuah misi sekalipun, Zeno tidak mau tinggal diam.
Zeno tidak suka jika ada orang yang semena-mena seperti itu.
Dan benar saja, setelah sampai ruang tamu, sudah ada Damian dengan seorang pria yang entah siapa, mungkin ayahnya, atau orang suruhannya, Zeno juga tidak peduli.
“Kalian tahu sendiri putri kalian itu gendut dan jelek, mana mungkin aku menyukainya, dia duluan yang mengejarku! Aku ini selebgram, banyak gadis yang menyukaiku! Tapi putri kalian Bella itu malah memfitnahku!” ucap Damian.
“Kami minta maaf atas nama putri kami... uang seratus juta akan kami kirimkan sebagai permintaan maaf, apa itu cukup?” sahut ayahnya Bella.
“Sebenarnya tidak cukup mengingat namaku sudah dicoreng oleh putri kalian, tapi aku akan menerimanya.”
Damian sudah merasa diatas awan, untunglah orangtua Bella tidak tahu menahu soal media sosial. Kedua orangtua Bella itu sangat menyayangi putri mereka, keduanya memiliki pekerjaan yang membuat mereka sibuk, jelas tidak tahu menahu jika putri mereka viral. Tahu-tahu ada orang datang dan ingin menuntut putri mereka, jelas mereka panik sekali, mengira putri mereka telah berbuat buruk.
Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah samping, Damian terkejut melihat ada cowok ganteng tidak dikenal tiba-tiba berdiri disana.
“Bagus sekali, kamu Damian yang sudah membuat Bella menangis itu kan? aku sudah merekam kejadian tadi, gimana jika netizen tahu ya? Ups! Jariku kegedean, jadi kepencet deh!” ucap Zeno, dia sengaja merekan Cuplikan Damian memeras keluarga Bella, lalu menguploadnya dengan akun anonim.
“Kau siapa brengsek!” Damian pun maju lalu berusaha memukul Zeno, tapi kalian masih ingat jika Zeno pernah belajar bela diri kan? jadi dengan mudah dia menghindar lalu memukul Damian balik hingga tersungkur.
“Nak Zeno, apa yang kamu lakukan?” tanya papanya Bella, dia kebingungan dengan apa yang terjadi.
Kemudian Zeno menunjukkan vidio viral saat Damian mempermalukan Bella.
“Ini vidio yang Damian maksud, dia yang jahat disini, mempermainkan putri kalian lalu mempermalukannya, kemudian yang menyebar vidio tersebut juga bukan akunnya Bella tapi orang tidak dikenal, dia yang salah dan berbuat jahat, tapi malah memeras kalian, jika dia melaporkan Bella pun, semua orang sudah tahu siapa yang salah disini” ucap Zeno.
Ayahnya Bella menatap Damian tidak percaya, “kau telah menipu kami! Pergi dari sini sebelum kamu menjebloskanmu ke penjara!” ucap ayahnya Bella.
Damian pun buru-buru kabur, tapi sebelumnya dia menoleh pada Zeno.
‘Lihat saja, akan ku beri kau perhitungan! Zeno atau siapalah namamu!’
“Untung ada nak Zeno, jika tidak, kami sudah tertipu dan menganggap putri kami berbuat buruk pada orang lain” ucap mamanya Bella, dia sudah berderai air mata dan sesenggukan.
Zeno juga merasa bersyukur karena dia melupakan pesanan Bella dan datang tepat waktu.
“Menurut saya, sebaiknya kalian lebih mempercayai Bella, dia bukan seseorang yang akan berbuat buruk pada orang lain, dia sangat baik, lagipula menurut saya Bella itu cantik, tidak segendut itu juga... jadi dia tidak berhak mendapat perlakuan dan hinaan dari Damian” ucap Zeno.
Orangtua Bella terharu mendengar ucapan Zeno, mereka juga berpikir putri mereka itu cantik meski sedikit gemuk, tapi orang-orang selalu menghina Bella yang berat badannya mulai naik, jadi mereka ikut merasa insecure.
Setelah itu, Zeno pamit pada mereka, mengatakan dia banyak PR yang harus dikerjakan, jadi tidak bisa berlama-lama.
(Zeno telah menolong keluarga Bella dengan tulus!)
(Karena sistem menyukainya, Zeno mendapat saldo 50 juta!)
Mata Zeno membelalak melihat pengumuman di layar sistem tersebut.
Tentu saja Zeno sangat bahagia, dengan ini dia memiliki modal untuk naik level 4 dan melihat-lihat toko ajaib!
Tapi dia harus membeli apa?
Sebelum itu, Zeno memilih untuk mengerjakan PR terlebih dahulu sambil memikirkan untuk membeli apa dengan uang 60 juta. Ada Justin dan Travis yang membantu Zeno mengerjakan PR, ada juga John dan Arthur yang ngemil di depan mereka sambil main game.
Lama-lama, Zeno melupakan harus menaikkan level, itu karena Arthur mengusulkan untuk menonton anime. Zeno suka membaca manga atau komik, satu-satunya anime yang pernah dia lihat adalah doraemon, itupun di TV tetangga saat hari minggu.
Jadi baru kali itu Zeno melihat anime rating 13+, dan dia menyukainya.
“Oh iya Vis, kamu jadi pergi ke Nagoya?” tanya Justin tiba-tiba ditengah menonton anime.
“Jadi dong, aku juga akan bertemu seseorang besok, aku berinvestasi di salah satu start up yang menjanjikan.”
Mendengar obrolan keduanya, Zeno jadi ingat, dia kan mau membeli saham tadinya.
Zeno pun berdiri dari duduknya.
“Mau kemana cil?” tanya John.
“Mau ke kamar, dan namaku Zeno!” protes Zeno.
“Cepet tidur ya, besok masih sekolah....” ucap Kevin.
Zeno mengangguk pelan kemudian buru-buru pergi ke kamarnya sendiri, lalu dia terenyum lebar.
“Saatnya membeli saham!”
Zeno pun duduk bersila di atas ranjangnya, kemudian membuka toko sistem di layar hologram di depannya.
Sistem memberikan berbagai pilihan saham yang menurut sistem akan memberikan keuntungan besar nantinya.
“Ini kenapa murah sekali? 60 juta untuk saham 10%?” tanya Zeno bingung.
(60.000.000 adalah 30% harganya)
“Iya, tapi tetap murah banget gak sih? Yang lain 60 juta aja 2% atau 5% gitu...”
(Itu adalah start up yang tidak banyak dilirik investor, karena dianggap tidak menjanjikan)
“Eh? Kalau aku investasi disana nanti gimana?”
(Mereka akan mendapat dana darimu dan mengembangkan start up lebih baik lagi)
(Mereka akan sukses, percayalah!)
Zeno menghela nafas, dia khawatir untuk berinvestasi disana, tapi dia ingin percaya pada sistem.
“Baiklah, aku membelinya.”
(Saham berhasil dibeli!)
(Kamu akan mendapat telfon setelah ini.)
Benar saja, seseorang menelfon Zeno.
[Halo, apa benar ini atas nama tuan Zeno?]
“Iya, benar sekali.”
[Anda telah membeli saham kami, kami sangat berterimakasih dan ingin bertemu langsung dengan anda!]
“Eh? A-anu... saya sibuk, jadi tidak bisa bertemu langsung.”
Sebisa mungkin, Zeno menghindari bertemu mereka, tapi Zeno mengerti, mereka pasti sangat senang karena ada yang berinvestasi pada mereka.
Namun pada akhirnya, setelah pihak sana memohon-mohon, Zeno pun akhirnya mau juga bertemu karena dia tidak enak hati.
Susah juga jadi Zeno yang sulit untuk menolak permintaan orang.
Tapi tidak apa, yang penting sekarang dia sudah naik level empat!
Pilihan toko ajaib muncul begitu saja, jadi Zeno membukanya.
“Woah!”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
SweetiePancake
Obat Ajaib peningkat IQ biar pemikirannya ga pusing belajar lagi, dengan ini dia bisa lebih mudah dalam belajar sesuatu atau mengambil tindakan yang sesuai tanpa harus berpikir lebih banyak
2024-02-29
6
Gabutdramon
laj klo pr dikerjakan orang lain, gak dapat ilmunya.
2024-01-15
0
Gabutdramon
good aidea
2024-01-15
0