.
.
Toko ajaib menjual berbagai barang yang tidak biasa, Zeno sampai bengong membaca satu persatu barang yang ada disana. Dia bingung, tidak percaya dan juga terkesima.
Barang yang dijual pun bermacam-macam, dan sebagian rasanya tidak cocok untuk dunia ini. Misalnya saja, pedang sihir es, belati beracun, busur panah cahaya dan juga ramuan.
Tapi ramuan masih cocok sebagian, seperti ramuan tanpa mimpi, ramuan penyembuh, ramuan penghilang bulu, ramuan penumbuh rambut, ramuan pelangsing – eh? Ternyata betulan ada! Bahkan ramuan peninggi badan pun ada!
Tanpa pikir panjang, Zeno membeli satu ramuan pelangsing.
Di dalam penjelasannya, ramuan itu akan bekerja secara alami, mengeluarkan lemak lewat keringat atau kotoran, jadi proses untuk menghilangkan lemak yang tidak dibutuhkan bisa sampai satu mingguan. Itu memang ramuan tingkat rendah, ada tingkat medium yang bisa melangsingkan dalam waktu tiga hari. Ada pula yang tingkat tinggi, bisa melangsingkan dalam semalam.
Tapi tentu saja tingkat rendah yang lebih cocok untuk dunia moderen.
Zeno kembali melihat-lihat toko, dia sampai pada produk kecantikan. Disana terdapat lotion pencerah kulit, yang dapat mencerahkan sekaligus menyehatkan kulit, cocok untuk semua jenis kulit.
Ada pula krim wajah untuk mencerahkan dan mengatasi masalah di wajah.
Hmm?
Zeno kembali mengingat Sellya yang wajahnya penuh jerawat, entah itu normal atau tidak. tapi biasanya remaja yang baru puber akan mengalaminya, terutama jika dia memiliki stress.
Mungkin Sellya stress karena memikirkan bisnis ayahnya, dia sepertinya putri yang berbakti. Tapi ya, ayahnya Sellya memang baik dan ramah, seperti tipe ayah yang baik dan penyayang. Ayah Bella juga baik, ibunya juga baik... Zeno jadi iri.
Dia juga ingin punya orangtua.
“Apakah aku masih punya orangtua ya? Atau mereka memang sudah meninggal? Kenapa juga aku ada di panti asuhan ya dulu?”
Seingat Zeno, ibu panti pernah bilang orangtuanya meninggal, tapi entah kenapa Zeno tidak bisa mempercayainya. Zeno ingin percaya dia masih punya orangtua, dia ingin kasih sayang orangtua.
Setelah melihat ayah Sellya atau orangtua Bella, Zeno sangat iri, dia juga ingin punya keluarga seperti itu.
(Sistem tidak mengetahuinya)
“Ah, tidak apa, aku tidak bertanya padamu, aku hanya... berusaha menghibur diri, sudahlah, aku membeli krim yang tadi, dengan lotionnya sekalian ya.”
(Akan dikirimkan...)
(Apa Zeno ingin menjadi putih?)
“Hah? Apa maksudmu? Siapa juga yang gak mau ganteng! Aku sadar kulitku kusam dan berminyak, kulit tangan dan kakiku juga kering, melihat kak Kevin dan temen-temennya yang putih-putih, bersih, ganteng, aku kan jadi minder!”
(Kamu tampan alami kok, tapi merawat diri lebih bagus!)
(Kami juga memiliki pemutih dan pembersih gigi instan, hanya perlu berkumur dan masalah gigi selesai!)
“Bahkan untuk gigi berlubang?”
Sistem kemudian menunjukkan produk yang dimaksud, itu seperti obat kumur gigi, tapi ajaib. Bisa memutihkan gigi, membantu masalah gigi seperti gigi berlubang, gusi bengkak, bau mulut, sariawan, dan lain-lain.
Canggih sekali.
“Oke aku beli!”
Harga-harga barang ajaib cukup normal, karena baru dibuka, Zeno memiliki diskon 50%, jadi terasa lebih murah, padahal tidak diberi diskon juga murah. Kecuali barang yang level tinggi, bisa sangat mahal.
Tapi barang yang paling mahal seperti pedang sihir es saja harganya satu jutaan.
Akhirnya Zeno membeli ramuan pelangsing, krim wajah, lotion pencerah, ramuan tanpa mimpi, obat kumur, ramuan penyembuh tingkat rendah, ramuan penghilang bulu, dan ramuan peninggi badan.
“Tunggu! Kenapa aku membeli ramuan penghilang bulu ya?” Zeno bingung sendiri setelah membuka kotak paket dari sistem, sepertinya dia tidak membeli barang itu.
(Itu bonus untukmu! Selamat ya.)
Memangnya bulu apa yang harus Zeno hilangkan? Zeno sendiri memiliki kondisi tubuh yang cukup aneh, tidak banyak bulu di tubuhnya, di bagian-bagian tertentu yang akan tumbuh setelah puber juga tidak ada. Zeno pikir dirinya kelainan, tapi ternyata beberapa orang ada yang seperti itu juga. Rambut hanya tumbuh di kepala dan alis.
“Mungkin aku kasih kak Kevin aja kali ya?” meski Zeno tidak yakin Kevin ingin menghilangkan bulu, karena kelihatannya kulit Kevin pun juga mulus.
(Saran ku jika tidak butuh, diberikan pada perempuan saja)
“Eh? Aku malu...”
Ceklek!
Zeno terperanjat saat mendengar pintu kamarnya dibuka.
“Zeno, kenapa berisik banget? Belum tidur?” keluh John, dia pun berjalan mendekati Zeno yang sedang membuka paket.
“Kamu buka paket? Beli online ya? Beli apa aja?” tanya John, dia berjongkok di depan Zeno, lalu melihat ramuan yang Zeno pegang.
“Ramuan penghilang bulu? Apa ini?” tanya John.
“Eum, it-itu... aku belanja online dan dapat barang itu gratis, jika kakak mau....”
“Kita coba dulu ya!” John menarik kaki Zeno, tapi dia malah terkejut karena Zeno tidak memiliki bulu di kakinya.
“Kamu sering waxing apa gimana Zen?”
“Waxing itu apa kak?”
“Nyabut bulu gitu...”
“Ah, aku dari lahir udah gini, bawaan gitu.”
John mengangguk mengerti, dia sendiri pernah tahu seseorang yang memiliki tubuh seperti itu, tidak memiliki bulu di tubuhnya.
“Ya udah, kita coba di kakiku aja ya? Tapi, eum – kok aku takut ya?”
“Itu tidak ada efek sampingnya kok!”
“Apa akan tumbuh lagi?”
“Iy-iya... tapi mungkin lama...”
“Aku beli aja deh, buat adik sepupuku, dia takut waxing” ucap John, sambil memperhatikan botol ramuan tersebut.
“Oh, ba-baiklah... harganya 10 ribu.”
“Hah? Masa cuma segitu sih?”
Tapi memang harganya segitu, apa itu terlalu murah?
“Gratis aja lah kak, aku juga dapat gratis, gak enak kalo aku jual.”
“Oke deh, kalo bagus nanti aku beli lagi ya?”
John pun pergi lagi, tapi sebelum menutup pintu, dia meminta Zeno untuk segera tidur.
“Apa aku boleh jual? Misalnya di toko online gitu?”
(Belum boleh sampai level tujuh)
(Untuk sementara, bisa dijual pada orang terdekat, tidak dijual bebas dalam jumlah banyak)
“Ah, baiklah...”
(Kamu bisa menaikkan harganya sendiri juga, seharusnya barang itu memiliki nilai jual lebih tinggi lagi)
Ah, pantas saja John terkejut karena harganya murah.
Setelah itu, Zeno membereskan kekacauan yang dia buat, menata barang baru di atas meja nakas, kemudian pergi ke toilet untuk membersihkan muka dan gosok gigi, tidak lupa menggunakan obat kumur yang baru. Untuk obat kumur, dia letakkan di kamar mandinya.
Ternyata rasanya sangat segar setelah berkumur, seakan semua beban terangkat juga.
Sebelum tidur, Zeno menggunakan krim wajah dan lotion, dia ingin tahu efeknya seperti apa. Zeno juga meminum ramuan peninggi badan. Menurut penjelasan, ramuan peninggi badan hanya boleh diminum sekali seminggu, lalu tinggi badan akan menyesuaikan dengan alami.
Saat ini, tinggi Zeno sekitar 175 cm, cukup tinggi jika dibandingkan teman-teman sekelasnya, tapi setelah sampai rumah dan bertemu teman-teman Kevin, terutama Travis, John dan Justin yang tingginya mulai dari 180 cm sampai 187 cm... Zeno merasa kerdil. Belum lagi jika bersanding dengan David, yang bukan hanya tinggi, badannya juga kekar, makin mungil lah Zeno.
Di desa, Zeno paling tinggi, tapi tidak jika di kota.
Setelah semua selesai, dia meminum ramuan tanpa mimpi dan tertidur pulas.
Krieekk!
“Ze-zeno? Udah tidur kah? Aku tidur disini ya?”
Zeno yang sudah tertidur lelap, tidak tahu jika Justin masuk dengan raut ketakutan. Dia baru melihat film horror dengan yang lainnya, John malah semakin menakutinya, jadi Justin kabur ke kamar Zeno, dan tidur di sebelahnya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
SweetiePancake
/Doubt/
2024-02-29
2
Gabutdramon
100jt pun masih murah, secara pedang biasa tanpa sihir saja ada 300jtan
2024-01-15
0
Gabutdramon
boleh inih
2024-01-15
0