Aku bisa berubah

.

.

“Si jelek udah pulang nih! Malem banget pulangnya, habis ngapain aja? Jual diri? Ups – kayaknya jual diri pun gak bakal ada yang mau sih, hahahahah!”

Sellya menatap sepupunya yang menyebalkan dengan tatapan datar. Itu adalah sepupu, anak dari kakak ayahnya Sellya, yang selalu berusaha bersaing dengan keluarga Sellya, meskipun keluarga Sellya tidak pernah mau bersaing dengan mereka.

Bisnis keluarga mereka jauh berbeda dari keluarga Sellya yang menjual buah-buahan. Sejak toko ayah Sellya hampir bangkrut, mereka orang pertama yang mengetahuinya, padahal ayah Sellya belum mengatakan pada siapapun, bahkan pada ibunya Sellya dan Sellya sekalipun, itu aneh sekali.

Mereka curiga jika pemasok yang pergi itu ada hubungannya dengan keluarga itu, tapi tidak mungkin untuk menuduh sembarangan tanpa adanya bukti. Sellya hanya bisa diam, dia juga tidak ingin membalas mereka, biar mereka kapok sendiri.

Awalnya dia berpikir begitu, dihina dan difitnah menjual diri pun Sellya hanya diam saja, tapi berbeda lagi jika sepupunya yang bernama Lena itu tiba-tiba menarik rambutnya dari belakang kemudian memukulnya tanpa sebab.

Sellya menatap Lena dengan tatapan tajamnya, “apa yang kau inginkan?”

“Tidak ada, kerjakan semua PR ku, atau akan ku sebarkan jika keluargamu akan bangkrut sebentar lagi!” ucap Lena, dia terlihat sangat yakin saat itu.

“Jika kami bangkrut apa urusannya denganmu?”

“Jika kalian bangkrut, kami akan bahagia, kamu tidak akan bisa sekolah di sekolahan elit lagi, kamu kan bodoh! Tidak bisa mengejar beasiswa, haruskah ku sebarkan juga jika kau pernah ikut beasiswa tapi nilai mu memalukan? Hahaha!”

Lena, dia suka sekali datang ke Rumah Sellya hanya untuk mengejeknya. Jika di depan orangtua Sellya, dia bertingkah manis seolah dia adalah anak yang baik dan alim, padahal yang terjadi malah sebaliknya.

“Sini, foto denganku!” Lena pun memaksa Sellya untuk berselfie dengannya, Karena Sellya jelek dan banyak jerawat, hal itu akan membuat Lena menjadi lebih cantik.

“Sudah selesai! Dadah jelek! Besok lagi ya?”

Sellya mendengus kesal, lalu kembali memasuki kamarnya.

“Dia sudah keterlaluan, aku sudah muak dengannya!”

BRUK

Sellya menutup pintu dengan keras, sampai ibunya berteriak agar Sellya tidak berisik, gadis itu hanya menanggapi ibunya dengan jawaban ‘Iya’ saja.

Kemudian Sellya mengeluarkan semua produk yang dia beli dari Zeno. Sellya ingin percaya pada Zeno, karena Zeno sendiri pagi ini datang ke kelas membuat semua orang pangling.

Zeno terlihat berbeda, lebih cerah, lebih tampan dan lebih tinggi.

Anak-anak di kelas mulai menyukai Zeno, Sellya berpikir jika sudah seperti itu, Zeno akan melupakannya. Tapi ternyata Zeno mengajaknya istirahat bersama, mengenalkannya pada Bella.

Bella itu anak orang kaya, jauh lebih kaya dari keluarga Sellya atau Lena jika digabungkan. Orang-orang mendekati Bella hanya untuk memanfaatkannya. Bella itu cantik, tapi chubby. Di depan Bella mereka memujinya, tapi dibelakang menjatuhkannya.

Orang-orang munafik.

Sellya tidak percaya Zeno mengenalkannya pada Bella, dan juga pada anak orang biasa yang berhasil mendapatkan beasiswa SMA Nusantara.

Raihan itu dulu menjadi buah bibir karena berhasil dapat beasiswa, tapi karena dia anak orang biasa, dia dipandang sebelah mata dan sering dibully.

Sellya mengangkat krim wajah yang dia beli dari Zeno, “apa jika aku memakai ini, aku bisa berubah? Haha – bagaimana jika tidak?”

Sellya menghela nafas berat, “sudahlah, lebih baik mencoba daripada hanya mengeluh tidak jelas. Aku sudah mengeluarkan banyak uang, jika gagal tinggal menuntut Zeno saja, iya kan?”

Gadis itu mengedikkan bahunya, lalu meletakkan kembali krim wajah dan bersiap untuk mandi.

***

Zeno kebingungan, karena di pagi hari teman-teman Kevin datang semua, bahkan Travis yang katanya ke Jepang sudah ada di rumah Kevin.

Mereka semua saat Zeno baru bangun datang dan langsung tidur dimana saja.

Sepertinya mereka capek.

Kata Kevin, memang rumahnya jauh lebih dekat dari gedung agensi, jadi mereka memilih pergi ke rumah Kevin saja. lalu, di rumah Kevin kan ada Zeno yang bisa memasak.

Zeno merasa dimanfaatkan, tapi tidak masalah karena memang itu adalah tugasnya. Lagipula memberi makan satu orang akan memberikan saldo masing-masing satu sampai dua juta, tergantung tingkat kebutuhan terhadap makanan.

Oh iya, Raihan juga membantu Zeno memasak.

“Omurice tabetai!” teriak Arthur yang sedang rebahan di sofa ruang tengah, karena dekat dengan dapur, jadi Zeno bisa mendengarnya dengan jelas.

“Aku mau kaarage!” Jaden ikutan berteriak.

Zeno kini kebingungan, apa maksud mereka, tapi untungnya ada Raihan yang mengetahui banyak hal.

“Omurice itu makanan Jepang, kayak nasi goreng gitu, diatasnya ada telurnya, coba lihat di internet deh, terus kaarage itu ayam goreng” ucap Raihan.

Zeno buru-buru melihat di internet.

Di bisa membuat omurice yang dimaksud, tapi untuk ayam gorengnya akan lama, karena kaarage ada bumbu-bumbu yang sulit.

“Kita pesan saja untuk ayam gorengnya, sekarang kita buat nasi gorengnya aja” ucap Zeno.

“Aku akan siapkan telurnya, aku bisa membuat telur dadarnya kok!”

“Oh ya? Makasih ya Han!”

“Sama-sama, ngomong-ngomong, kayaknya minus ku berkurang deh, meski masih blur, tapi udah lebih jelas lihat tanpa kacamata” ucap Raihan.

Saat itu Zeno baru sadar jika temannya itu sudah tidak mengenakan kacamata, Raihan juga mencoba lotion dan krim wajah, karena dipaksa oleh Zeno, jadinya dia lebih kinclong pagi ini.

Zeno jadi khawatir ibunya Raihan tidak bisa mengenali anaknya lagi, apalagi Raihan juga meminum ramuan peninggi badan, dia pikir itu ramuan tanpa mimpi.

Zeno jadi merasa bersalah, tapi melihat temannya jadi ganteng dan tinggi, dia senang juga, tapi juga takut ibunya marah.

Maafkan Zeno yang ceroboh ya ibunya Raihan.

Sedangkan Raihan sendiri, dia penglihatannya masih blur, meski dia mengatakan sudah bisa melihat dengan baik meski tidak memakai kacamata.

“Berarti kamu harus beli kacamata lagi dong Han?”

“Iya kayaknya...”

“Beli yang murah aja, takutnya nanti juga cepet berubah, ada yang tiga puluh ribuan lho, beli di aku aja ya?”

Raihan tersenyum antara kesal dan juga lucu karena Zeno selalu memanfaatkan segala situasi untuk menjual apapun.

“Boleh deh, tapi pilihan framenya apa saja?” tanya Raihan.

“Oh, nanti aja setelah masak ya?”

“Oke!”

Tidak lama kemudian, masakan selesai, kaarage dan tatsutage yang Zeno beli juga sudah sampai.

Kevin dan teman-temannya pun bangun dan sarapan, mereka memuji masakan Zeno lagi.

Ada 11 orang yang memakan masakan Zeno, dia telah berbuat baik dengan memberi mereka makanan, 11 juta pun dia kantongi.

Setelah sarapan, Zeno memberikan ponselnya, yang terdapat berbagai pilihan kacamata untuk Raihan. Ada yang photo chromic segala, semuanya lengkap.

Raihan tentu memilih yang 30 ribuan, yang sebenarnya itu 100 ribu, kacamata paling murah. Tapi tidak masalah karena minus di mata Raihan akan berkurang setiap kali pemakaian.

“Kenapa bisa berkurang dengan cepat? Minus mu berapa bocah?”

Zeno dan Raihan terkejut karena tiba-tiba si mafia muncul, yaitu David. Raihan sudah gemetar di tempatnya duduk, tapi Zeno malah tersenyum lebar, karena David bisa menjadi ladang uang baginya.

“Karena Raihan memakai obat tetes mata yang bisa mengurangi minus dengan cepat kak, obatnya aman banget kok!” ucap Zeno semangat.

“Oh ya?”

“Aku sebelumnya minus enam kak, sekarang jadi lima” sahut Raihan.

David mengangguk mengerti, “Aku minus sembilan, bisa aku beli obatnya juga? Awas kalo bahaya ya!”

Zeno melongo, “kak David minus? Tapi gak pernah pake kacamata tuh!”

David tertawa mendengarnya, “astaga, kamu gak pernah denger kontak lens? Aku make kontak lens, kalo kerja di dalam ruangan baru aku make kacamata, tapi kacamata itu gak keren, kelihatan cupu, ya gak sih?”

Zeno menoleh pada Raihan, “kok kamu gak pake kontak lens?” tanya Zeno.

Raihan menggeleng kuat-kuat, “gak mau! Aku gak bisa makenya dan lebih nyaman kacamata.”

“Terserahlah, aku beli obatnya dua ya? Berapaan?” tanya David.

“Oke, buat kak David satu juta aja kak” jawab Zeno.

Raihan melotot mendengarnya, tapi David hanya biasa saja.

“Oh murah banget ya? Kalo gitu tiga aja deh, papa ku juga punya masalah mata tuh.”

“Gimana kalo empat kak?” tawar Zeno.

“Oh, boleh juga...”

Bagus, bisnis berjalan dengan lancar.

.

.

Terpopuler

Comments

Independent 2020

Independent 2020

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-06-16

0

Taaku

Taaku

𝓶𝓪𝓷𝓽𝓪𝓹 𝓽𝓱𝓸𝓻

2023-02-09

1

Tyas

Tyas

mantap..., lanjut thor💪💪

2023-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!