Menjadi pahlawan?

.

.

“Cuma segini? Pasti disembunyiin kan? cepet keluarin!”

Zeno menatap datar para preman yang sedang mengambil uang anak-anak yang terlihat lebih lemah dari mereka, rata-rata mereka itu senior, antara kelas dua atau tiga. Lalu yang dirundung itu kebanyakan anak kelas satu, atau kelas dua yang lemah.

Di desa, tidak banyak hal seperti itu terjadi, tapi tentu ada.

Padahal itu sekolah elit yang hanya bisa dimasuki oleh anak-anak orang kaya, biaya sekolah satu tahun bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta, karena fasilitas sekolah juga tidak main-main, semuanya elit kelas VIP.

Namun, ternyata masih ada tukang bully, lebih parahnya lagi mengambil uang.

Maksudnya – apa mereka tidak diberi uang jajan oleh orangtua mereka? Atau mereka melakukannya hanya karena otak mereka yang kriminal? Atau... mereka hanya ingin perhatian?

Benar-benar tidak bisa dipercaya.

Pertama-tama, Zeno merekam kejadian tersebut, setelah bukti cukup, dia pun mendekati mereka dan memperingati mereka.

“Berhenti kalian! Kalau tidak, akan ku laporkan pada guru!”

Para preman itu malah tergelak dengan ucapan Zeno seakan Zeno sedang stand up comedy.

“Jangan konyol, bocah! Kau tidak takut pada kami, hah? Bocah kecil sepertimu palingan langsung merengek minta tolong!”

BRUK!

Preman itu melempar anak kelas satu yang habis mereka poroti uangnya.

“Jika tidak ingin tulangmu remuk, lebih baik kau beri semua uangmu, bukankah kau membeli sandwich mahal tadi? Dimana juga Ardi, kenapa kau bisa lolos?”

“Aku membuatnya babak belur” jawab Zeno.

Para preman itu tertawa lagi, tentu saja mereka tidak percaya jika Zeno bisa mengalahkan Ardi, ketua mereka.

“Jangan konyol, tidak mungkin – lho, boss, kenapa?”

Para preman melotot tidak percaya melihat Ardi kembali lagi dengan keadaan kusut dan ssedikit kotor.

“Bocah itu berani melawanku, kalian pukuli dia!” perintah Ardi.

Zeno menghela nafas lelah, terpaksa dia melawan mereka.

Hanya butuh kurang dari satu menit, mereka semua sudah tersungkur sama seperti Ardi sebelumnya.

Zeno pikir semua sudah selesai sampai disana, tapi ternyata tidak, dia malah dipanggil ke ruang guru. Bukan mereka yang diadili, tapi Zeno juga.

Para wali pun dipanggil ke sekolah karena pertengkaran itu. Meski Zeno sudah menjelaskan berkali-kali, anehnya para guru tetap condong dengan Ardi.

Ada yang aneh.

Mereka membela Ardi.

Kepala sekolah macam apa dia itu? Malah menyalahkan Zeno, padahal Zeno sudah membawa korban yang bukan hanya dipukuli, tapi uangnya juga diperas.

Zeno pun hanya diam sampai walinya datang.

Tapi bukan Kevin, yang datang malah temannya, Arthur.

Melihat Arthur datang, kepala sekolah, guru, bahkan orangtua Ardi dan kawan-kawannya juga ketar-ketir. Maklum saja, Arthur itu termasuk selebriti, dia juga aktif menulis lagu bagi penyanyi terkenal lainnya, belum lagi dia juga menjual lukisan yang berharga jutaan.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Arthur.

Tidak ada yang berani bicara, padahal tadinya mereka memojokkan Zeno dan korban yang dibully. Orangtua korban yang datang pun hanya bisa diam karena dia hanya orang kecil, anaknya bisa masuk sekolah elit itu berkat beasiswa.

“Kak, para preman ini merundung dan memukuli siswa lain, lalu uangnya juga diambil semua” ucap Zeno.

“Oh ya? Ada buktinya gak?” tanya Arthur dengan santainya, dia juga langsung duduk tanpa dipersilahkan, lagipula kepala sekolah dan guru-guru terlalu sibuk karena shock melihat Arthur datang sebagai wali dari Zeno.

Zeno pikir, mereka tahu jika wali Zeno itu Kevin, yang juga selebriti, tapi melihat reaksi mereka yang malah memojokkan Zeno, sepertinya tidak tahu.

Zeno benci orang-orang yang membela siapapun yang lebih memiliki kekuasaan, padahal mereka lebih salah. Tidak ada pilihan lain, Zeno harus membalas dengan kekuasaan juga, karena kerja dunia seperti itu.

Menyebalkan sekali.

Mereka mungkin mau membela yang lebih kecil jika sudah viral saja, mereka beruntung karena Zeno tidak sempat merekam ketidak adilan yang mereka tunjukkan sebelumnya.

Zeno memberikan ponselnya, menunjukkan rekaman korban yang dibully preman itu.

Orangtua korban menangis sambil memeluk putranya, ngomong-ngomong itu yang datang ibunya. Zeno jadi tidak tega melihat si ibu, pasti rasanya sakit mengetahui putranya dirudung seperti itu.

“Ini sudah keterlaluan bukan? Lalu, sangsi apa yang diberikan pada perundung?” tanya Arthur pada kepala sekolahnya.

“A-anu... itu, kami belum memutuskan” ucap kepala sekolah dengan wajah pucat.

“Kalian tidak ingin memaksakan jalur damai kan? jika iya, maka aku akan memberitahu pada media jika –”

“Jangan! Saya mohon jangan, tuan Arthur... kami tidak tahu jika dia adik anda, kami minta maaf.”

Arthur mengernyitkan dahinya, “jadi jika Zeno bukan adik ku, anda akan memaksa Zeno dan temannya itu untuk merelakan apa yang terjadi? Tidak bisa dipercaya!”

Setelah itu Arthur mengeluarkan ponselnya sendiri, kemudian menelfon seseorang.

“Halo? David? Cepat ganti kepala sekolah SMA Nusantara – iya, nanti ku jelaskan, cari orang yang lebih jujur! Oke!”

Kepala sekolah pun menurunkan egonya dan berlutut di depan Arthur, “tuan Arthur, ku mohon jangan pecat saya...”

“Terlambat, anda membuat saya marah, pokoknya anak-anak yang membully harus diberi sangsi, saya tidak mengatakan mereka harus dikeluarkan, yang pasti, mereka harus minta maaf pada semua orang yang pernah mereka rundung dan tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi, ayo Zeno keluar!”

Zeno tidak menyangka Arthur yang biasanya terlihat lemas tidak berdaya seakan tidak punya semangat hidup itu kini bisa jadi pria tegas juga. Malah, dia terlihat lebih menakutkan.

Arthur mengajak Zeno, korban dan ibunya korban untuk makan di restoran terdekat.

Zeno jadi tahu jika nama korban adalah Raihan, dia anak yang pandai dan pernah menjuarai olimpiade matematika saat SMP. Anaknya baik tapi tidak bisa melawan sama sekali, dia pun tidak tahu caranya melawan.

Raihan berterimakasih karena Zeno menolongnya.

Akhirnya, kontak teman Zeno bertambah juga dengan kontak milik Raihan.

Teman baru!

Kebetulan Zeno tidak pandai matematika, jadi dia mengajak Raihan belajar bersama.

***

(Semua pesanan telah terkirim!)

Zeno menghela nafas lega.

Ada tiga pesanan di tokonya, dua ponsel Z fold, satu ponsel uphone 14.

“Haruskah aku menambah barang lagi? Kenapa pesanan sedikit sekali sih?” keluh Zeno, dia pikir toko online nya sangat sepi.

(Anda bisa mempromosikannya)

(Tapi jika pesanan banyak, anda harus membeli banyak juga, apa saldo anda akan cukup?)

(Gaji anda untuk pesanan sebelumnya juga belum sampai kan?)

Zeno ingin menangis mendengarnya.

Saldonya sekarang hanya 10 jutaan, padahal tadi setelah menolong Raihan, dia mendapatkan saldo 15 juta untuk bonus. Tentu saja habis untuk membeli pesanan.

“Jadi aku harus sabar ya?”

Zeno pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Hari sudah malam, dia merasa senang sudah mulai masuk sekolah, dia juga senang karena punya teman baru, yaitu Raihan, yang ternyata beda kelas, tapi kelasnya ada di sebelah kelas Zeno, jadi tidak masalah.

Zeno jadi ingin punya teman satu kelas dengannya.

Waktu masih menunjukkan pukul tujuh malam, tiba-tiba saja Zeno ingin jalan-jalan.

Karena Kevin belum pulang, jadi dia menghubungi Kevin, dan mengatakan dia akan pergi jalan-jalan di sekitar sana. Setelah Kevin mengijinkan, dia baru berangkat.

Di rumah Kevin ada satu pembantu dan satu satpam, mereka juga sudah akrab dengan Zeno, bahkan pak satpam meminjamkan sepedanya untuk dipakai Zeno.

Dulu di panti, Zeno sering bersepeda untuk pergi ke pasar, itupun sepeda tetangga yang baik.

“Aku mau beli sepeda, tapi nanti saja lah.”

Di dekat perumahan ada jalanan yang penuh dengan penjual makanan jalanan atau street food, cafe-cafe juga banyak disana.

(Anda bisa mendapatkan saldo tambahan!)

(Menolong seorang gadis yang malang bernama Bella)

Zeno membuka ponselnya, lalu melihat dimana keberadaan Bella di map genius, setelah tahu Bella tidak jauh, dia kembali mengayuh sepedanya.

PLAK!

“Jangan nagis! Kau pikir kami akan kasihan, hah?”

“Dasar cewek gendut! Udah gendut! Jelek! Genit lagi!”

“Jangan ganggu Damian!”

Beberapa gadis terlihat memukuli seorang gadis yang menangis. Mereka berada di sebuah gang yang sepi, jadi tidak heran jika tidak ada yang menolong.

Zeno pun memarkir sepedanya lalu menghampiri mereka.

“Apa yang kalian lakukan?”

.

.

Terpopuler

Comments

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor, Tetap Semangat... 😄💪👍👍👍

2023-05-15

0

Taaku

Taaku

𝓶𝓪𝓷𝓽𝓪𝓹

2023-02-09

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

wuiihh...si Arthur kuereenn tindakannya, kepala sekolah model getooo...mang harus dipecat....🤔🙄😄💪👍👍

2023-02-06

4

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!