Menolong seorang gadis

.

.

Salah satu gadis mendorong gadis yang mereka rundung, kemudian menoleh pada Zeno.

“Kenapa? Kamu pacarnya?”

“Kamu ganteng juga, follow ig aku dong!”

Zeno tidak memedulikan gadi-gadis itu, dia langsung menatap seseorang yang dibully, “kenapa mereka memukulimu seperti itu? Lihat bajumu sampai robek begini, apa ulah mereka?” tanya Zeno.

Gadis yang dirundung menatap Zeno, lalu membuang mukanya ke arah lain sambil menghapus air matanya.

“Kami hanya memberinya sedikit pelajaran!” ucap salah satu gadis yang merundung.

“Oh, begitu? Kalau begitu aku akan memanggil polisi, dipenjara satu hari itu pelajaran yang bagus bagi gadis-gadis jahat seperti kalian” ucap Zeno dengan santainya.

Gadis-gadis itu segera kabur dan berlari menjauh dari mereka.

Zeno bingung, haruskah dia sungguhan memanggil polisi untuk mereka? Karena jika dibiarkan, pasti mereka akan mencari korban yang selanjutnya.

(Tolong Bella saja dulu)

Zeno kembali menatap gadis yang dirundung, sepertinya dia memang Bella yang dimaksud.

“Hei, kau baik-baik saja?” tanya Zeno.

“Te-terima... kasih....”

Kemudian Zeno melepaskan jaket denim yang dia kenakan, lalu memakaikannya pada si gadis.

“Bajumu robek, sebaiknya kamu pulang saja” ucap Zeno.

Gadis itu malah menangis semakin kencang, membuat Zeno jadi panik, takutnya ada yang melihat dan mengira Zeno yang jahat.

“Hei, ja-jangan nagis dong!”

“Aku... hiks – harus pergi ke sebuah acara, tapi... hiks....”

“Tenang dulu ya? Emangnya acara apa? Aku anterin,” ucap Zeno, meski dia sendiri tidak yakin bisa mengantar. Ini semua demi saldonya yang sudah menipis. Mungkin salah Zeno karena memutuskan untuk menjual barang-barang mewah berharga puluhan juta, meski Zeno hanya membayar 30% saja, tetap itu uang yang sangat banyak.

Menunggu uang ditransfer juga lama sekali.

“Aku harus pergi kencan dengan Damian.”

Zeno membulatkan mulutnya, dia baru ingat gadis-gadis tadi juga menyebutkan nama Damian. Mungkin gadis-gadis itu iri si Bella bisa berkencan dengan Damian.

“Kalau begitu, kamu ganti baju saja dulu, di sana ada toilet perempuan” ucap Zeno.

“Ganti dengan apa?” Bella menangis semakin kencang.

“Aku coba cariin baju deh buat kamu... ukuran bajumu apa?”

“L? Tapi, bajunya yang agak bagus ya?”

Zeno berdecak malas, si Bella ini sudah ditolong tapi minta yang bagusan. Zeno mengatur nafasnya agar lebih tenang, dia tidak boleh mengeluh, jika dia tidak tulus, maka saldonya jadi sedikit.

Oke, kamu bisa, Zeno!

“Oke, kamu tunggu disana saja, aku cariin bajunya.”

Zeno pun pergi lagi dengan sepedanya, pergi ke tempat yang tidak ada orang untuk membelikan Bella baju di toko sistem.

“Tolong carikan baju yang bagus untuk berkencan, yang ukurannya L, sesuai dengan kulit putih” ucap Zeno.

(Berikut ini baju yang sesuai dengan kriteria yang anda maksudkan)

Sistem menunjukkan berbagai gaun yang cantik.

Zeno yang tidak begitu mengerti fashion hanya mencocokkannya dengan sosok Bella.

Bella itu tidak gendut seperti yang perundung katakan, tapi sedikit lebih berisi, atau bisa dikatakan montok? Wajahnya cantik, kulitnya putih, sebelumnya dia juga memakai pakaian yang bagus.

Dengan membayangkan sosok Bella, akhirnya Zeno memilih satu pakaian bagus warna baby pink, yang menurut bayangan Zeno cocok dengan gadis itu.

“Hah? 300 ribu? Ini sudah didiskon kan?”

(Itu harga 30%)

“Berarti harga asli satu juta?” Zeno tidak percaya melihat harganya, tapi itu tergolong lebih murah dari beberapa pilihan lain sih. Ya sudahlah, anggap saja bersedekah.

Setelah selesai membeli baju, Zeno kembali pada Bella, lalu memberikan baju tersebut.

“Kamu dapat dari mana baju ini? Ini kan keluaran terbaru yang limited edition?” ucap Bella tidak percaya.

“Udah, cepetan dipake, keburu teman kencanmu kabur lho!”

“Iy-iya! Tungguin ya!”

“Cepetan!”

Zeno tidak pernah mengantar orang kencan, tapi dia tahu pasti pasangannya kesal jika Bella terlambat. Zeno juga baru sadar, jika dia tidak pernah merasakan perasaan yang romantis terhadap siapapun. Tapi dia juga masih terlalu muda untuk itu, jadi tidak masalah.

“Gi-gimana?” tanya Bella yang sudah berganti pakaian, dia terlihat gugup saat ini. Penampilan Bella sudah lebih baik, make upnya juga sudah dibenarkan.

“Bagus banget! Cantik kok!” Zeno menunjukkan dua jempolnya.

“Ayo anter aku!”

Karena sistem belum memberikan pemberitahuan jika misinya berhasil, maka Zeno mengiyakan saja untuk mengantar Bella ke cafe terdekat.

Itu adalah cafe yang cukup elit, tempatnya juga bagus sekali.

Bella menemui seorang lelaki yang sepertinya itu Damian yang dimaksud.

Padahal biasa saja, tidak terlalu ganteng, bagi Zeno dia lebih ganteng dari si Damian. Tapi memang soal penampilan Damian itu totalitas, terlihat sekali seperti orang kaya.

Zeno sendiri duduk agak jauh sambil mengawasi, dia juga memesan satu minuman.

“Kamu itu cuma taruhanku aja! Gak mungkin aku suka sama kamu! Cewek gendut gini!”

Zeno terkejut si Damian teriak-teriak sambil berdiri menunjuk Bella. Pengunjung cafe lain memperhatikan mereka dan menatap Bella dengan tatapan iba.

“Tapi... kamu bilang kamu menyukaiku kan? itu semua bohong?”

“Bohong! Gila aja, aku cuma manfaatin kamu biar kamu beliin aku motor itu, karena udah jadi milikku, aku menang taruhan, jadi sekarang kita cukup sampai disini, bye!”

Damian pun pergi begitu saja.

Bella juga berdiri setelah Damian pergi, kemudian menghampiri Zeno.

“Sudah kamu rekam?” tanya Bella.

Zeno mengangguk, lalu memberikan ponsel Bella.

Sebelum masuk cafe, Bella memberikan ponselnya, agar Zeno bisa merekam dengan vidio. Awalnya Zeno bingung kenapa Bella minta direkam segala.

“Sepertinya kamu udah tahu kalau dia menfaatin kamu aja kan?” tanya Zeno.

Bella mengangguk, “gitu deh, aku udah nyangka ini, tapi aku bodoh karena menaruh harapan tinggi, gak mungkin ada cowo yang gak brengsek kan? apalagi aku gak cantik, gendut pula...”

“Kamu cantik kok, dan gak gendut-gendut amat, tubuhmu masih bagus” ucap Zeno.

Bella tersenyum, “cuma kamu cowo aneh yang aku temui.”

“Aku? Aneh kenapa?”

“Kamu bilang aku cantik dan mau bantuin aku, haha, bahkan orangtuaku aja bilang aku jelek kok... gak ada yang peduli sama aku.”

Zeno tidak tahu bagaimana kehidupan Bella, tapi sepertinya dia mengalami hal-hal buruk.

“Kamu harus bersyukur karena masih memiliki orangtua” ucap Zeno.

“Untuk apa? Mereka tidak pernah memperhatikanku, mereka pikir dengan mereka memberiku banyak harta aku akan bahagia, kenyataannya, aku kesepian...”

“Tapi tetap saja, kamu harus bersyukur, tidak bahagia tapi punya banyak uang itu lebih baik daripada tidak bahagia tapi miskin” ucap Zeno.

Bella terkekeh mendengarnya, “iya juga ya? Kalau kamu, apa kamu bahagia?” tanya Bella.

“Aku tipe yang bahagia tapi tidak punya apapun, orangtua, harta... tidak punya semuanya” ucap Zeno.

“Ah, begitu ya? Maaf deh... tapi kalau kamu gak punya uang, gimana caranya kamu beli baju ini?”

“Oh, sekarang sih aku sedikit punya uang, jadi, ambil aja, aku gak masalah kok...”

Bella mengangguk, “oke, tapi kasih aku nomormu ya?”

Pada akhirnya, malam itu Zeno tidak jadi membeli makanan jalanan. Tapi paling tidak, saldonya bertambah.

(Kamu mendapatkan 8.000.000 saldo tambahan karena menolong Bella!)

Teman Zeno menambah lagi satu, yaitu Bella. Dia juga mengantar Bella pulang dengan sepedanya, mendapat tatapan heran pembantu rumah Bella juga. Mungkin mereka bingung karena Bella pulang dengan pemuda yang mengendarai sepeda butut.

Rumah Bella ada di perumahan yang sama dengan rumah Kevin, hanya beda block saja, jadi Zeno langsung pulang juga. Dengan tangan kosong.

“Padahal aku mau beli martabak manis...” keluh Zeno.

.

.

Terpopuler

Comments

SweetiePancake

SweetiePancake

Punya Sistem yang bisa dijadikan keluarga, Harta? Sistem bagaikan seorang ayah yang akan berusaha semaksimal mungkin agar memenuhi keinginan anaknya.

2024-02-29

0

SweetiePancake

SweetiePancake

Sempat sempatnya

2024-02-29

0

Gabutdramon

Gabutdramon

typical mc yang pengen di hajar, punya system merasa gak punya semuanya.

2024-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!