.
.
Raihan mengedip-ngedipkan matanya setelah meneteskan obat tetes mata dari Zeno. Saat itu mereka sudah ada di rumah Kevin, belajar bersama.
Rumahnya sangat besar, bukan rumah Zeno, tapi rumah orang yang menolongnya, begitu kata Zeno. Raihan pikir, Zeno sangat beruntung, dia juga sangat baik. Masih dia ingat bagaimana dulu Zeno menolongnya dari pembully. Raihan sempat cemas karena takut Zeno yang disalahkan setelah menghajar pembully. Tapi setelah Arthur datang, ketakutan itu sirna. Raihan pikir, Zeno adik dari Arthur, seorang selebriti, idol sekaligus produser lagu yang ternama.
Setelah mendengar cerita bagaimana Zeno bisa tinggal di rumah itu, Raihan dan yang lain jadi iba. Tapi setelah mengingat keadaan Zeno yang sekarang, mereka berpikir, Zeno sangat beruntung.
Zeno juga menyuguhkan beberapa camilan mewah pada mereka, yang Zeno bilang, dia membeli di suatu tempat dengan harga yang murah.
Raihan jadi berpikir, apakah Zeno bekerja di suatu tempat? Sepertinya dia mendapatkan banyak uang. Raihan juga membutuhkan uang, untuk membayar hutang ibunya.
Raihan memang pintar dari segi akademik, tapi mungkin dia tidak seberuntung itu. Dia sudah mencoba berbagai cara, seperti menjadi freelancer, tapi tidak semudah itu, banyak yang meragukan dia yang masih SMA.
Untuk bekerja paruh waktu di cafe atau toko, itu juga tidak mudah, Raihan nanti tidak ada waktu untuk belajar. Diterima sebagai murid beasiswa di sekolahan elit adalah sebuah keberuntungan besar, Raihan tidak mau melepasnya.
Jadi, setelah berdebat sendiri dengan pikirannya, akhirnya memutuskan untuk mengatakan kesulitannya pada Zeno, mungkin dia bisa membantu.
Sementara itu, Zeno sedang berada di dapur, mengeluarkan gorengan ayam bumbu yang dia goreng di air fryer.
Itu adalah air fryer yang dia beli sendiri di toko sistem, karena memang Kevin tidak memiliki passion terhadap memasak, jadi di dapur Kevin juga tidak selengkap itu. Hanya ada kompor dan oven, bahkan alat-alat memasak lain juga tidak lengkap.
Zeno membeli air fryer, standing mixer, set pisau berlian, dan lain-lain selama Kevin tidak ada. Kevin bahkan tidak tahu bedanya dapur dia yang sebelumnya dengan yang sekarang, saking cueknya dengan dapur dia sendiri.
Tapi yah, dapur adalah wilayah Zeno, Kevin tidak boleh ikut campur, meski itu adalah rumah Kevin sendiri. Seperti sudah ada perjanjian tidak tertulis.
“Mau kami bantu?” Bella dan Sellya masuk ke dapur karena bosan, Raihan masih ada di kamar tamu, memakai toilet, jadi hanya ada Bella dan Sellya saja di ruang tengah. memang ada televisi, tapi mereka sungkan juga jika tidak melakukan apapun, sedangkan Zeno bilang akan menyiapkan makan malam untuk mereka.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri, kalian tunggu saja di luar ya? Nonton film atau drama” ucap Zeno.
“Serius?” tanya Bella lagi.
“Iya, kalian tunggu di luar saja.”
Zeno hanya tidak mau mereka melihat Zeno yang memasak, karena Zeno malu, dia juga tidak mau mereka melihat saat Zeno nanti membeli di toko sistem. Karena saat Zeno memasak, dia kadang tiba-tiba membeli sesuatu yang dia butuhkan tanpa sadar jika ada orang lain. Itulah kenapa Zeno selalu masak sendirian, kecuali dia minta diajari memasak, oleh Travis misalnya.
Selama ada toko sistem, Zeno tidak perlu susah payah mencari bahan apapun, karena semuanya tersedia. Bahkan semua camilan yang dia sajikan selama belajar juga dia beli di toko sistem. Karena sudah di diskon 70%, jadinya semua murah bagi Zeno.
Zeno agak terkejut saat teman-temannya bilang camilan itu mahal. Seharusnya mereka tidak curiga karena Zeno saja ikut Kevin yang merupakan selebriti, yang tentu saja banyak uangnya.
Untuk makan malam, Zeno membuat ayam goreng bumbu pedas manis, yang baru saja dia keluarkan dari air fryer. Kemudian dia juga memasak daging sapi hanwoo kualitas A++ yang ada di kulkas kemudian dilumuri saus teriyaki yang Zeno beli kalengan di toko sistem.
Zeno tidak pernah melihat saus tersebut dijual dimana pun, bahkan saat Zeno lihat di marketplace manapun, ternyata hanya dijual di Jepang. Produk asli Jepang, kalau ada di marketplace, sudah dari tangan ke dua atau ketiga, tidak langsung dari toko resminya. Itupun ternyata harganya lumayan mahal. Paling murah satu botol kecil ukuran 100ml harganya 150 ribuan.
Selain saus teriyaki, ada pula saus lainnya, taburan emas pun juga ada. Tapi Zeno tidak yakin dengan taburan itu, meski tahu emas yang digunakan bisa dimakan, rasanya aneh saja memakan emas. Bagi anak kampung seperti dia, memakan emas itu – gimana ya? Aneh lah pokoknya.
Masakan ketiga adalah sup daging sapi.
Zeno sedang ingin makan daging, karena di panti dia jarang makan daging, sekali makan daging biasanya menunggu jatah dari hari kurban. Saat hari kurban datang, anak-anak panti bisa makan daging sampai muak.
Setelah semua makanan selesai, Zeno menatanya di atas meja makan, lalu memanggil yang lainnya.
Ternyata mereka sedang nonton televisi, yang menayangkan drama terbaru yang dibintangi salah satu teman Kevin, yaitu John. Menurut Kevin, dari kecil John itu sudah sering menjadi model anak-anak atau bermain drama, jadi beberapa tahun belakangan John mulai kembali karirnya menjadi aktor. Selain John, masih ada Sam yang berbakat dengan akting, ada pula David dan Travis, tapi kedua pria itu lebih suka menjadi mafia sepertinya. Paling tidak menurut Zeno seperti itu.
“Ayo kita makan malam, aku hanya memasak seadanya, jadi mohon dimaklumi ya?” begitu ucapan Zeno.
Tapi ternyata, setelah ketiga teman Zeno itu sampai di meja makan, makanan yang tersedia tidak terlihat seperti makanan seadanya.
“Zeno benar-benar bisa masak ya ternyata!” ucap Bella kagum, sore itu dia sengaja tinggal untuk mencicipi masakan Zeno. Tapi, Bella tidak berharap banyak, dia pikir, Zeno hanya sekedar bisa masak, tapi ternyata penampilan masakannya saja luar biasa seperti itu.
Sudah seperti di restoran saja, ada garnish juga.
Totalitas sekali.
Tidak hanya itu, Zeno juga menyediakan air lemon dingin dan air mineral, entah maksudnya apa.
“Zeno, coba ku lihat bill-nya?” ucap Sellya.
“Ini bukan restoran, sudah kita makan saja!”
“Ini kamu semua yang masak?” tanya Raihan tidak percaya, masakan ibunya sendiri saja tidak pernah seheboh itu, biasa saja.
“Hehe, aku sedang belajar masak juga, sering nonton tiktak juga konten masak-masak, jadi... gitu deh, kalian jangan gitu dong, aku jadi malu nih!”
“Zeno, ayo kita buat akun juga, aku akan membantu mengedit dan lain-lain, menjadi konten kreator, kamu kan juga jualan, kita bisa jualan disana” ucap Raihan.
Zeno mengerti ucapan Raihan, dia juga mau menjadi konten kreator, tapi tahu sendiri dia dari kampung, jadi masih kudet. Kadang Zeno sangat takjub melihat konten tiktak orang melakukan transisi-transisi, dia tahu juga itu diedit – tapi bagaimana mengeditnya? Zeno bingung.
“Sungguhan?” tanya Zeno, dia senang sekali jika Raihan mau membantunya.
“Menjadi konten kreator bisa mendapatkan uang lho, apalagi jika mendapat endorse” sahut Sellya.
“Endorse itu apa?” tanya Zeno.
“Itu seperti kamu diminta untuk mempromosikan produk dari suatu brand, dengan konten mu, lalu kamu akan diberi bayaran, pokoknya gitu lah” jawab Bella.
“Wah, aku mau! Kalian juga ikutan ya? Nanti uangnya kita bagi-bagi jika ada keuntungan” ucap Zeno.
“Tapi aku jelek sekali untuk ikut di vidio, biar kamu sama Bella aja lah” ucap Sellya.
“Iya, aku dan Sellya biar di belakang saja mengatur semua” sahut Raihan, Sellya mengangguk setuju.
“Kenapa memangnya?” tanya Zeno bingung, “Sellya cantik kok” lanjutnya, yang membuat Sellya terkejut.
“Cantik darimana? Aku jelek gini, jerawat banyak banget, kulit kusam....”
“Kamu kan udah beli lotion dan krim wajah dariku, nanti sebelum tidur dipakai, boleh pakai rutin kok, lihat saja kalau sudah bersih pasti cantik, oh iya, jika mau membeli make up, bisa beli di aku aja ya?”
Sellya, Bella dan Raihan hanya tersenyum antara kesal dan juga gemas karena Zeno lagi-lagi berjualan. Tapi justru itu yang mereka suka dari Zeno, anaknya tidak jaim atau malu untuk berjualan.
Selesai makan malam, Bella dan Sellya pun pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput supir mereka. Zeno heran melihat mobil menjemput Bella, padahal tinggal jalan saja sebentar.
Sedangkan Raihan tetap tinggal, karena kebetulan ibunya juga sedang pergi ke luar kota untuk pekerjaannya.
Raihan membantu Zeno mencuci piring, dia memaksa juga karena Zeno tidak membolehkannya.
“Zeno?”
“Hmm?”
“Aku butuh banyak uang....”
Zeno segera menoleh pada Raihan, “oh ya? Buat apa? Aku bisa minjemin kok kalo gak banyak.”
Raihan menggeleng, dia membersihkan tangannya lalu mengeringkan dengan handuk kering khusus untuk cuci piring, cucian sudah selesai, jadi dia bergabung dengan Zeno yang sedang makan strawberry besar sambil melihat ponsel.
“Aku gak mau dipinjemin... aku hanya berpikir, bagaimana caranya mendapatkan banyak uang, dan aku lihat kamu juga sedang berusaha mendapatkan banyak uang kan? aku hanya ingin diberi pekerjaan saja, ibuku bekerja apa saja sampai lembur demi melunasi hutang, aku sebagai anak, tidak enak hati dengan ibuku” ucap Raihan.
“Apa kamu ikut beasiswa karena itu juga?” tanya Zeno.
Raihan mengangguk, “iya, beasiswa di SMA Nusantara sangat sulit, tapi setelah dapat, aku harus mempertahankan nilaiku, mereka membeli uang saku juga satu bulan satu juta, jika butuh buku atau apa, mereka akan memberikannya padaku secara gratis, jika ada biaya praktik atau semacamnya juga mereka akan menanggung, jadi, aku pun tidak bisa bekerja paruh waktu di cafe atau minimarket.”
Zeno mengangguk mengerti, “pekerjaan ya? Hmm, aku bisa aja sih ngasih pekerjaan, kamu juga cuma butuh ngerjain di rumah” ucap Zeno.
“Oh ya? Pekerjaan apa itu?”
“Jualan online! Saat ini aku membuka toko online di salah satu marketplace, tidak bisa banyak-banyak karena aku masih belajar juga dan tidak bisa mengaturnya dengan baik, aku hanya ingin kamu mengawasinya, mengaturnya... dan untuk pesanan, biar menjadi urusanku, bagaimana?”
“Apa kau percaya padaku, Zeno?”
Zeno mengangguk, “iya, aku percaya padamu! Jadi, jangan mengkhianati kepercayaan ku ya?”
Raihan tersenyum lalu mengangguk, “kamu baik sekali, makasih ya?”
Malam itu, Zeno membelikan satu ponsel yang bagus untuk Raihan, agar Raihan bisa bekerja dengan baik, karena ponsel lama Raihan sangat memprihatinkan. Karena Raihan tidak enak hati, jadi Zeno mengatakan ponsel itu akan dipotong dari gaji Raihan nantinya.
Setelah ponsel selesai, Raihan membantu Zeno mengatur toko online yang sudah ada, kemudian membuka toko di marketplace yang lain lagi.
Dari Raihan, Zeno juga belajar banyak hal, seperti fitur-fitur di ponselnya yang tidak dia pahami, caranya membuat akun sosmed, caranya mengedit foto, vidio dan lain-lain.
(Karena Zeno membantu Raihan mendapatkan pekerjaan, Zeno mendapatkan tambahan saldo sebesar 15.000.000!)
Zeno tersenyum melihat pemberitahuan sistemnya, sekarang, uang yang Zeno miliki ada 235.000.000 di tabungan. Tapi, itu akan berputar kembali menjadi modal berdagang. Meski uang itu terus berputar, tapi jumlahnya semakin bertambah. Semoga dengan bantuan Raihan, bisnisnya makin berkembang.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Riana bell Natasya
DBAM
2024-05-01
0
ateu kraken
kek nya zeno ini masuk tim marketing y 😭
2024-04-08
0
SweetiePancake
TicTac?
2024-02-29
1