Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya

.

.

Zeno merasa puas setelah paket untuk ke panti telah diserahkan kepada pihak pengiriman. Kevin tidak tahu apa saja yang Zeno kirimkan, tapi yang pasti Kevin mengirimkan beberapa bahan pangan, ada susu bubuk, mie instan bagus yang jika di minimarket harga satuannya mencapai sekitar tujuh ribuan, beberapa selimut, teh, kopi... entah apa lagi, paketnya lebih besar dari punya Zeno.

“Kamu senang?” tanya Kevin.

Zeno mengangguk pelan, “iya, aku senang!”

Kevin tersenyum, mereka sedang berada dalam perjalanan pulang. Meski tempat pengiriman tidak jauh, mereka menggunakan mobil, agar mudah untuk membawa paketnya. Karena paketnya besar, mereka mengirim dengan kargo. Kevin menjelaskan sedikit tentang pengiriman paket.

“Oh, mau beli burger gak?” tanya Kevin, dia menepikan mobilnya di tempat drive thru.

“Mau kak! Aku mau yang burger hitam itu!”

“Itu pedes lho, kamu yakin?”

“Yakin!”

Kevin hanya tersenyum, akhirnya dia memesan dua burger, satu untuknya, satu lagi untuk Zeno. Tapi setelah pesanan hampir selesai, Zeno memesan lagi dua burger yang biasa.

Itu karena....

(Di depan sana ada dua anak jalanan yang kelaparan, sistem menyarankan memberikan makanan.)

(Mereka meminta-minta karena suruhan preman, jadi lebih baik memberi makanan saja.)

(Tapi mungkin Zeno tidak akan mendapatkan saldo.)

Tentu saja Zeno kebingungan. Sistem menyarankan untuk memberi makan, tapi sistem juga tidak tahu apakah Zeno akan mendapat saldo atau tidak.

Apa karena yang mereka butuhkan sebenarnya bukan makanan? Sistem mengatakan jika mereka disuruh oleh preman, apa karena mereka terikat dengan preman, dan yang mereka inginkan itu kebebasan?

Zeno pusing memikirkannya sampai pesanan selesai.

“Buat apa dua burger ini?” tanya Kevin.

“Kak, biar aku yang membayar semua pesanannya ya?”

“Tapi...”

“Please?”

Kevin terkekeh mendengar Zeno mengucapkan bahasa Inggris, lucu saja terdengar di telinganya.

“Iya deh iya... kamu yang bayar!”

Zeno pun membayar burgernya lalu turun dari mobil, Kevin hanya memperhatikan gerak-gerik Zeno di dalam mobil.

Ternyata Zeno memberikan burgernya pada dua anak jalanan yang sedang mengemis atau mengamen, Kevin juga tidak tahu. Tapi ada banyak anak-anak seperti itu. Apa jika Kevin tidak bertemu dengan Zeno, Zeno akan berakhir seperti itu?

Apalagi, Zeno bilang, dia mau dijual.

Jika Zeno tertangkap, mungkin hidup Zeno masih enak, menjadi simpanan tante-tante, tapi itu ilegal dan akan menimbulkan trauma mendalam bagi Zeno. Bagaimanapun juga, seumuran Zeno itu tidak ada bedanya dengan anak-anak, apalagi Zeno dari desa, pikirannya masih polos dan belum terkontaminasi.

Seandainya Zeno tidak tertangkap tapi tidak pergi ke hotel, mungkin saja Zeno ditangkap preman, kemudian menjadi seperti anak-anak itu.

“Sudah selesai?” tanya Kevin setelah Zeno kembali lagi.

“Mereka diawasi oleh preman kak, katanya mereka ditangkap dan diculik gitu, kasihan banget gak sih?” Zeno sungguh terlihat iba dengan anak-anak itu.

Kevin tersenyum kecil, “mau menolong mereka? Tapi jika mereka sudah bebas lagi, mereka akan kemana?” tanya Kevin. Dia sengaja bertanya begitu hanya ingin tahu reaksi Zeno.

“Di masukkan panti asuhan saja kak! Ada panti asuhan yang mengajari anak-anak berbagai ketrampilan, mereka pasti lebih aman disana kan? mereka juga bilang, kebanyakan dari mereka memang sudah tidak memiliki orangtua.”

“Apa panti asuhan seaman itu?”

Zeno mengangguk, “tentu saja!”

“Oke, aku akan panggil temanku untuk membantu, kita tidak perlu menangani langsung, karena kita tidak sekuat itu, preman biasanya ada banyak orang, jadi yang perlu kita lakukan adalah memanggil mafia untuk membantu, oke?”

“Ma-mafia? Ta-ta-tapi... bukankah mereka juga jahat?”

Kevin tersenyum kecil, “tidak semuanya jahat – maksudku, iya sih jahat... tapi yang satu ini bisa membantu kita, kamu diam saja ya?”

Zeno mengangguk takut-takut.

Kemudian Kevin menelfon seseorang, “Halo, David? Bisakah kamu membantuku? Kemarilah dengan Travis... oke... aku tunggu!”

Kevin menyudahi panggilannya, “Nah, sudah selesai, kita tinggal menunggu dan mengawasi anak-anak itu dari sini, biasanya jika sudah selesai, mereka akan muncul – oh itu mereka muncul! Mereka merebut burger darimu!”

Sekarang Zeno mengerti kenapa sistem tidak memberinya saldo, itu karena sistem tahu pasti burgernya akan direbut tanpa anak-anak itu memakan sedikitpun.

Kejam sekali.

Kenapa mereka melakukan seperti itu pada anak-anak?

Lalu, bukankah David dan Travis adalah member grupnya Kevin? Apakah mereka itu mafia? Banyak pertanyaan yang berputar di kepala Zeno, sampai David dan Travis benar-benar datang.

Mengetahui David dan Travis itu baik sekali, tapi Kevin menyebutnya mafia, membuat Zeno merasa aneh. Orang-orang bilang, orang baik akan bertemu orang baik.

Tapi kenapa Zeno bertemu selebriti berkedok mafia?

Kevin menoleh pada Zeno yang hanya melamun, tidak mendengar panggilannya. Jadi dia memutuskan untuk keluar menemui David dan Travis, membicarakan apa yang Zeno katakan. Setelah David mengangguk pelan, Kevin kembali lagi ke dalam mobil, mengatakan jika mereka akan pulang pada Zeno.

“Ke-kenapa pulang?”

“Menyelamatkan anak-anak dari preman itu biar urusan mereka, kita lebih baik pulang” ucap Kevin.

“Tapi aku ingin membantu!”

Kevin hanya tersenyum lalu melajukan mobilnya, dia baru menjawab setelah satu menit.

“Zeno, yang seperti itu pasti tidak bergerak sendirian, mereka memiliki organisasi tertentu, bisa jadi atasan mereka adalah mafia, belum saatnya bagimu ikutan yang seperti itu, kita punya David dan Travis yang bisa menyelesaikan semuanya, lagipula, kita akan mendapatkan kabarnya besok, kamu tunggu saja ya?” ucap Kevin.

Zeno mengangguk pelan, dia memang tidak tahu menahu tentang kehidupan gelap di perkotaan. Kevin benar, sebaiknya Zeno tidak ikut campur urusan berbahaya, Zeno juga bukan pahlawan, karena dia lemah saat ini.

“Kak Kevin, aku membuka toko online tidak apa-apa?” tanya Zeno.

“Apa yang kamu jual?” Kevin balik bertanya.

“Eum – ponsel?”

Kevin mengernyitkan dahinya, “barangnya?”

“Aku tidak memiliki barangnya....”

“Ah, maksudmu dropshipper? Kamu sudah mempelajarinya dengan baik? Jika sudah, aku akan mendukungmu, jika memiliki kesulitan, aku akan siap membantu.”

“Terimakasih kak, aku pikir kak Kevin akan melarang ku.”

“Untuk apa? Kamu berhak melakukan sesuatu sebagai pengalaman, semoga sukses ya?”

“Kalau aku sukses dan banyak uang, aku akan mentraktir kak Kevin!”

Kevin tertawa mendengarnya, “bukankah tadi saja kau sudah membayar burgernya? Kamu sudah mentraktir!”

“Tidak, itu kecil sekali... maksudku, sesuatu yang besar, misalnya makan mewah!”

“Haha, iya-iya...”

***

(Dua paket ponsel berhasil dikirim ke pihak pengiriman!)

(Tambahkan produk agar lebih banyak pesanan!)

Pagi-pagi hari Zeno sudah cerah karena notifikasi sistemnya, dua paket pesanan orang sudah terkirim, Zeno harus sabar menunggu hasilnya, karena ternyata tidak instan, uang jika sudah di dapat, masih menunggu hari gajian dulu baru bisa ditarik ke rekening. Ternyata lama, tapi tidak masalah, semua bisnis butuh proses.

Mungkin jika Zeno tidak sekolah, dia akan memilih membuka toko offline. Tapi di jaman sekarang, orang-orang lebih suka berbelanja online karena malas keluar rumah. Ada pula sistem COD yang agaknya memberatkan penjual.

Zeno sudah melihat di beberapa vidio viral orang mengembalikan paket COD, jadi Zeno takut sekali. Tapi dia bisa menonaktifkan pilihan tersebut, jadi orang yang pesan harus mengirim uang dahulu.

Tidak bisa bayangkan jika paket dikembalikan, tapi barangnya rusak, atau lebih parahnya diganti sesuatu yang lain, batu misalnya.

Oh iya, hal lain yang membuat Zeno senang adalah dia mulai masuk sekolah sekarang, walau dia terlambat dan tidak mengikuti masa orientasi dan juga pembukaan. Zeno tidak peduli meski dia masuk karena Kevin, yang penting dia bisa sekolah lagi. Lagipula Zeno berjanji pada diri sendiri untuk membayar semua yang Kevin keluarkan untuknya jika dia sudah banyak uang.

“Kamu bahagia banget kelihatannya, masak apa untuk sarapan?” tanya Kevin yang baru bangun, dia hanya mencuci muka saja, belum siap-siap, padahal Zeno sudah berseragam lengkap.

“Nasi goreng, aku berangkat sendiri ya kak?”

“Emang mau naik apa?” tanya Kevin, yang belum sadar sepenuhnya. Kevin semalam lembur mengerjakan beberapa pekerjaannya bersama Arthur, bahkan Arthurnya saja masih melingkar di atas ranjang.

“Bisa pesen taxi online, mereka juga tahu alamat sekolahnya kan? atau bisa juga memakai map” sahut Zeno.

“Yakin? Aku khawatir tahu.”

“Jangan khawatir kak, aku pergi dulu!”

“Iya, hati-hati!”

Zeno memesan taxi online lewat sistem saja, karena lebih terpercaya.

Selama naik taxi, Zeno juga menambah barang-barang untuk dimasukkan ke dalam produk toko. Ada ponsel z-fold yang harganya 25 jutaan, ada juga S22 ultra seharga 19 jutaan, uphone 14 dengan harga 18-22 jutaan, uphone 14 pro max dengan harga 20-40 jutaan.

Zeno baru tahu ada versi ponselnya yang lebih mahal, tapi ternyata yang beda hanya penyimpanannya. Entah kenapa, Zeno jadi tergoda membelinya, padahal sama saja.

“Tidak, kamu tidak punya uang sekarang... harus hemat dan menabung” gumam Zeno galau.

Beginilah jika orang yang tidak pernah punya uang, sekali punya uang ingin membeli segala hal.

“Sudah sampai di tempat tujuan” ucap pak supir.

“Ah, ini uangnya, terimakasih pak!” Zeno pun keluar dari mobil taxi yang mengantarnya, kemudian menatap sekolahnya yang ternyata sangat mewah, jauh sekali dengan sekolahan bahkan di kota tempat Zeno tinggal dulu.

Senyuman Zeno merekah melihat teman-teman sebayanya mengenakan seragam yang sama dengannya.

Akhirnya Zeno sekolah!

.

.

Terpopuler

Comments

Gabutdramon

Gabutdramon

hanya di novel" mafia di anggap penolong, jangan coba di dunia nyata.

2024-01-15

4

Diah Susanti

Diah Susanti

kebalik thor, seharusnya mafia berkedok selebriti

2023-12-13

1

THE BEGINER

THE BEGINER

Lah ini namanya kok pada sama ya kayak nama dari novel sistem menjadi bintang :v

2023-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Layar yang aneh
2 Belanja hanya 30% harga
3 Kevin yang baik hati
4 Memasak untuk orang lain
5 Boneka untuk adik kecil
6 Membuat toko online
7 Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8 Masuk ke sekolah baru
9 Menjadi pahlawan?
10 Menolong seorang gadis
11 Niat dan ketulusan lebih penting
12 Memperluas bisnis
13 Bisnis dimulai!
14 Rencana masa depan
15 Menolong tanpa pamrih
16 Membeli di toko ajaib
17 Efek barang-barang ajaib
18 Memberi Raihan pekerjaan
19 Aku bisa berubah
20 Bertemu rekan bisnis
21 Main ke apartemen baru
22 Mulai timbul kecurigaan
23 Anak yang aneh
24 Kenapa semirip itu?
25 Ada yang mencurigakan
26 Membeli informasi pada sistem
27 350 juta dalam semalam
28 Persiapan untuk festival
29 Andi yang menyebalkan
30 Memukuli preman amatir
31 Pesta besar
32 Tes DNA
33 Mencari kebenaran
34 Membasmi maling, dapatkan saldo!
35 Kebenaran terungkap
36 Membeli 10% saham
37 Lomba memancing di laut
38 Festival membuat lelah
39 Wanita tidak waras
40 Orang yang lebih berkuasa
41 Siapa itu HR group?
42 Kerjasama yang baik
43 Melakukan kesepakatan
44 Uang tak menjamin kebahagiaan
45 Semuanya jadi kacau
46 Rencana Zeno
47 Toko dunia lain
48 Undangan makan malam
49 Hari yang normal
50 Menghibur Aslan
51 Jalan-jalan di Yogyakarta
52 Ciuman pertama
53 Sampai di panti
54 Kelaparan tengah malam
55 Sepeda gunung 100 juta
56 Kebun milik teman
57 Membeli gedung untuk toko
58 Pendapat orang awam
59 Zeno yang salah
60 Aplikasi pengukur ketulusan
61 Permainan basket
62 Martabak manis
63 Menjauh dan menghindar
64 Pergi ke dunia lain
65 Uang emas
66 Asal usul Carl
67 Penculikan
68 Rencana ke depan
69 Kastil Floutessia
70 Kejadian masa lalu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Layar yang aneh
2
Belanja hanya 30% harga
3
Kevin yang baik hati
4
Memasak untuk orang lain
5
Boneka untuk adik kecil
6
Membuat toko online
7
Jangan terlibat sesuatu yang berbahaya
8
Masuk ke sekolah baru
9
Menjadi pahlawan?
10
Menolong seorang gadis
11
Niat dan ketulusan lebih penting
12
Memperluas bisnis
13
Bisnis dimulai!
14
Rencana masa depan
15
Menolong tanpa pamrih
16
Membeli di toko ajaib
17
Efek barang-barang ajaib
18
Memberi Raihan pekerjaan
19
Aku bisa berubah
20
Bertemu rekan bisnis
21
Main ke apartemen baru
22
Mulai timbul kecurigaan
23
Anak yang aneh
24
Kenapa semirip itu?
25
Ada yang mencurigakan
26
Membeli informasi pada sistem
27
350 juta dalam semalam
28
Persiapan untuk festival
29
Andi yang menyebalkan
30
Memukuli preman amatir
31
Pesta besar
32
Tes DNA
33
Mencari kebenaran
34
Membasmi maling, dapatkan saldo!
35
Kebenaran terungkap
36
Membeli 10% saham
37
Lomba memancing di laut
38
Festival membuat lelah
39
Wanita tidak waras
40
Orang yang lebih berkuasa
41
Siapa itu HR group?
42
Kerjasama yang baik
43
Melakukan kesepakatan
44
Uang tak menjamin kebahagiaan
45
Semuanya jadi kacau
46
Rencana Zeno
47
Toko dunia lain
48
Undangan makan malam
49
Hari yang normal
50
Menghibur Aslan
51
Jalan-jalan di Yogyakarta
52
Ciuman pertama
53
Sampai di panti
54
Kelaparan tengah malam
55
Sepeda gunung 100 juta
56
Kebun milik teman
57
Membeli gedung untuk toko
58
Pendapat orang awam
59
Zeno yang salah
60
Aplikasi pengukur ketulusan
61
Permainan basket
62
Martabak manis
63
Menjauh dan menghindar
64
Pergi ke dunia lain
65
Uang emas
66
Asal usul Carl
67
Penculikan
68
Rencana ke depan
69
Kastil Floutessia
70
Kejadian masa lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!