Positif

Seorang anak kecil laki-laki terus berlari menaiki tangga menuju kamarnya, dia begitu ketakutan, entah apa salahnya, hingga dia dikejar oleh sang ibu dengan wajah murkanya, tangan mungilnya coba menarik slot kunci kamarnya, karena rasa takut, ia merasa kesulitan, hingga sang ibu dapat mengejarnya dan masuk kekamarnya.

Matanya terbelalak, dia mencoba menghindar tapi sang ibu menarik tanganya, dan mulai memukul bagian tangan, wajah dan kaki yang menjadi sasaran amarah sang ibu tanpa mendengarkan teriakan kesakitan dari suaranya yang memohon.

"Kamu tahu, Alex. Ayah mu menikah lagi? padahal aku sudah melahirkan anak laki-laki untuknya, tapi kenapa dia masih mengkhianati ku. Apa kurangnya aku? Apa? Aku sudah menurut dan patuh padanya, melahirkan kamu dengan susah payah hingga tubuhku berubah, tapi dia masih main di belakang ku, mengkhianati ku" ucapnya terus meluapkan kekesalanya pada Alex.

Padahal diusia Alex yang baru memasuki enam tahun itu tak mengerti apa yang dikatakan ibunya itu, dan dia tak tahu permasalahan orang dewasa, tapi dia menjadi tempat melampiaskan semua kekesalan para orang dewasa. Bahkan dia yang merasakan rindu pada ayahnya yang tak pulang berhari-hari, tak tahu kemana ayahnya pergi, tapi ibunya selalu mengatakan ayahnya pergi karena dia, karena ibunya melahirkanya, membuat tubuh ibunya berubah, dan sang ayah memilih wanita yang memiliki tubuh lebih seksi.

"Kenapa kau harus hadir jika hanya membuat aku terluka, Alex? Bukan membuatnya bertahan dengan ku, tapi membuatnya menjauh dari ku."

PLAKKKK

PPALKKK

"Ampun Ibu ..."

"Ampun ... "

"Sakiiiit Bu. Sudahhh."

Hiks hiks

"Ampun katamu, Alex? Kenapa kau tak musnah saja dari muka bumi ini, hah? Kenapa kamu harus hadir diantara kamu, jalau kehadiran mu membuat orang lain menderita," cercanya menarik telinga Alex membawa keluar kamar dan turun dari tangga.

Akhhhh.

Alex bangun dari tidurnya dengan keringat telah membasahi pelipisnya. Nafasnya putus-putus, ia segera menenggak air putih yang selalu tersedia didekat tempat tidurnya.

"Sial, mimpi itu lagi," umpatnya kesal mengusap mulutnya yang basah karena air putih.

Akhhhhhh

Alex menjadi kesal, iapun melempar semua benda yang ada disekitarnya untuk melampiaskan kekesalanya pada bayang-bayang masa lalunya yang kerap datang menghantuinya, bahkan seprei tempat tidurnya menjadi sasaran Alex melampiaskan amarahnya, Alex bahkan menjambak kuat rambutnya hingga wajahnya memerah, badanya kembali menggigil, dia kesal dan benci jika teringat dengan wajah marah wanita yang telah melahirkanya kedunia itu, tapi tak ada wanita satupun disisinya saat ini tempat ia melampiaskan amarahnya.

Arum sudah tak ada, dan dengan Siska, dia tak terlalu menyukai menyiksa wanita itu, sebab tak ada wajah takut dan penolakan seperti saat dia menyiksa Arum, wajahnya ketakutan Arum, dan penolakan Arum membuat Alex semakin suka menyiksa Arum.

"AARUMMM, dimana kamu Arum? Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada orang tua mu jika kamu terus bersembunyi."

Pranggggg.

Alex melempar gelas pada kaca yang tertempel didinding kamarnya.

* * *

Dua orang pemuda berjalan dengan gagah dengan seragam putihnya dan menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung bandara. Mata para kaum hawa dibuat tak berkedip melihat indahnya dan sempurnanya ciptaan Tuhan itu, bahkan ada diantara mereka yang berharap menjadi pasangan dari salah satunya.

"Ya ampun gantengnya, dijadikan simpananya juga aku rela."

"Ya Tuhan, kirimkan satu untuk ku yang seperti itu."

"Beruntung sekali ya yang menjadi istrinya."

"Kenapa aku tidak berjodoh saja dengan pilot yang ganteng itu?"

Itulah kira-kira yang ada didalam pikiran para wanita yang melihat kehadiran Angkasa dan Alex.

Berpapasan diruang floops, Angkasa dan Alex tak saling bertegur sapa, tapi dari sorot mata mereka menyiratkan jika keduanya dalam persaingan dingin.

"Apa kucing temahal milik nenek anda itu masih ada, Captain?" berdiri dimeja tinggi sambil mengisi dokumen, Alex tak tahan sendiri untuk tak bertanya, mengorek keberadaan Arum.

"Masih, apa anda tertarik, Capt?" Sahut Angkasa tanpa mengalihkan tatapanya dari dokumen miliknya.

"Sangat tertarik, setelah mendengar cerita anda tentang kucing termahal itu, saya mencari tahu lewat sosial media, dan kucing itu nampaknya memang unik. Jarang ditemukan di tanah air, kan?" Alex menatap Angkasa, "aku memiliki dua ekor tikus dirumah, tikus got yang tidak berguna sebenarnya, tapi aku rasa kucing mu suka dengan tikus yang aku miliki."

Dada Angkasa bergemuruh mendengar ucapan Alex yang mengatakan kedua orang tua Arum adalah tikus got, tidak semestinya Alex mengatakan itu. Tapi Angkasa memilih diam, tak ingin menanggapi lagi ucapan Alex, dia tahu Alex hanya akan memancingnya, yang pasti, saat ini Angkasa tahu, jika orang tua Arum bersama Alex, dan Alex coba menggunakan kedua orang tua Arum untuk mendapatkan Arum lagi.

Benar saja, saat Angkasa melangkah keluar hendak mencari tahu tentang ayah Alex, Alex menahan pundak Angkasa. Dan tanpa ragu, Alex menunjukkan video yang memperlihatkan kedua orang tua Arum yang diikat di gudang kosong, dengan mulut, tangan, dan kaki yang terikat.

"Captain anda tahu apa yang anda tunjukkan padaku itu adalah tindakan kriminal?"

"Serahkan Arum padaku jika kamu ingin kedua nyawa yang tidak berguna ini selamat." Alex memasukkan ponsel kedalam saku seragamnya.

"Apa anda sedang mengancam ku?"

"Aku hanya membuat penawaran, serahkan Arum padaku, maka dua nyawa orang tidak berguna ini akan selamat, tapi jika kamu tidak menyerahkan Arum padaku, engakulah penyebab hilangnya nyawa kedua manusia ini? Dan aku pastikan bisa menemukan Arum, dengan caraku sendiri. Maka serahkan Arum, atau orang tuamu akan ikut menanggung malu atas kelakuan putra kebanggaanya."

Alex tersenyum menyeringai.

Angkasa sempat terkejut karena pada kenyataannya Alex sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya, tapi Angkasa cepat mengalihkan itu.

"Lakukan apa yang ingin anda lakukan Captain. Aku tidak masalah apa yang anda ketahui tentang saya, tapi jika memang anda lelaki sejati, anda tidak akan menindas orang yang lemah dan tak berdaya."

Merasa dia memang lelaki sejati yang tidak ingin banyak berdebat, Angkasa pergi meninggalkan Alex yang kesal dengan sifat santai Angkasa menghadapinya, gertakannya seakan tak mempan bagi Angkasa.

Alex tak tahu saja jika Angkasa juga sudah memegang kartu as keluarganya yang ia dapat dari seorang pengkhianat ayahnya.

Namun tanpa Angkasa sadari, jika Reini melihat perdebatan keduanya, Reini pun curiga, jika Alex dan Angkasa tengah terlibat masalah serius.

* * *

Angkasa dan Alex sama-sama menutupi ketidak aktifan Arum sebagai pramugari di Airlangga Airlines. Sehingga gosip yang beredar, jika Arum sudah resign dari profesinya itu walau tanpa diketahui alasannya.

Setelah mendarat, Angkasa langsung memastikan jika keberadaan Arum aman. Meski sempat kesal dengan Arum karena membela Alex, tapi nyatanya Angkasa tak bisa jika harus abai pada wanita itu.

Hari ini Edward tak pulang, Angkasa pun tak bisa jika harus sering datang keapartemen Edward, karena Angkasa merasa anak buah Alex terus mengikutinya.

Namun ada hal yang mengejutkan Angkasa, didepan ada pemeriksaan tehadap awak kabin yang baru saja mendarat.

"Ada pemeriksaan apa?" Tanya Angkasa pada co-pilot yang terbang bersamanya hari ini.

"Biasa Capt, habis gajian Airlangga Airlines rutin melakukan tes urine ditempat. Suka ada awak kabin yang nakal buat doping, alasan mereka."

Angkasa sampai tak ingat, saking sibuknya memikirkan Arum, jika Airlangga Airlines rutin melakukan tes urine pada para pegawainya untuk memastikan jika para awak kabin atau atau para kru lain terbebas dari hal-hal yang bisa merugikan perusahaan.

Angkasa telah selesai dites, dan sedang menunggu hasil tes bersama dengan para awak kabin lainnya. Hampir kurang lebih dua jam menunggu, hasil tes Angkasa keluar, dan betapa terkejutnya, bukan hanya Angkasa, tapi juga para kru lain, termasuk Reini dan Abian yang ada dilokasi mendapati hasil urine Angkasa yang ternyata positif menggunakan obat terlarang itu.

"Apa anda tidak salah Dok? Pilot baru itu positif? Apa anda sudah memastikan jika ini tidak salah dan tertukar?" cecar Abian tak percaya.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

bisa ditest ulang lah dengan dokter yang lain

2024-04-15

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

ulahnya Alex itu😠

2024-04-15

0

Lina Susilo

Lina Susilo

pasti itu lah nya alek, atau jangan2 dari makanan yg diberikan siska pada angkasa kemaren

2023-04-12

1

lihat semua
Episodes
1 Pilot Baru
2 Ada Apa Dengan Arum?
3 Pesan Untuk Arum
4 Calon Istri
5 Jangan Ikut Campur
6 Sebotol Kecap
7 Pengepul Sampah
8 Mencari Tahu
9 Sengaja Menjebak
10 Aku Mencintaimu Alex
11 Arum Yang Malang
12 Akhir Yang Menakutkan
13 The Ashera
14 Rahwana
15 Ucapan Terima Kasih
16 Jujur
17 Alex Dan Masa Lalunya
18 Positif
19 Barang Bukti
20 Hasilnya Sama
21 Bebas
22 Jalan Yang Arum Pilih
23 Meminta Tolong
24 Jebakan Tikus
25 Sebuah Rahasia
26 Sudah Selesai
27 Rencana Daniel
28 Calon Istri Awan
29 Perang Saudara
30 Persidangan
31 Akhirnya
32 Masa Lalu Yang Terungkap
33 Saling Tipu
34 Sensitif
35 Ajaran Yang Manjur
36 Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37 Sarapan Bersama
38 Panggilan Sayang
39 Kumpul Keluarga
40 Dua Calon Istri
41 Ungkapan Hati Angkasa
42 Isi Surat
43 Meluluhkan Hati Mama
44 Tinggal Bersama
45 Penagih Hutang
46 Tertipu
47 Pemandangan Panas
48 Sama-sama Emosi
49 Cobaan Terberat
50 Proses Penyerbukan Bunga
51 Melamar
52 Hukuman Buat Angkasa
53 Senyum Mengandung Luka
54 Melaporkan
55 Mendapat Restu
56 Dikdik Bereaksi
57 Kisah Yang Berbeda
58 Buntut Masalah Lama
59 Skenario Angkasa
60 Apa Itu?
61 Permintaan Nining
62 Hutang Janji
63 Masih Menagih Hutang Janji
64 Membuat Kecewa
65 Perhatian Awan
66 Diterima Dengan Baik
67 Keputusan
68 Peringatan Reini
69 Tak Tertolong
70 Pengurusan Kepulangan
71 Siapa Arum?
72 Sepasang Sayap Angkasa
73 Melepas Rindu
74 Kehilangan
75 Keputusan Awan
76 Season 2. Awan.
77 Season 2. Awan
78 Season 2. Awan
79 Seasion 2. Awan
80 Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81 Seasion 2. Awan
82 Seasion 2. Awan
83 Seasion 2. Awan
84 Seasion 2. Awan
85 Seasion 2. Awan
86 Seasion 2. Awan
87 Seasion 2. Awan
88 Seasion 2. Awan
89 Seasion 2. Awan
90 Seasion 2. Awan
91 Seasion 2. Awan
92 Seasion 2. Awan
93 Seasion 2. Awan
94 Seasion 2. Awan
95 Seasion 2. Awan
96 Seasion 2. Awan
97 Seasion 2. Awan
98 Seasion 2. Awan
99 Seasion 2. Awan
100 Seasion 2. Awan
101 Seasion 2. Awan
102 Seasion 2. Awan
103 Seasion 2. Awan
104 Seasion 2. Awan
105 Seasion 2. Awan
106 Seasion 2. Awan
107 Seasion 2. Awan
108 Seasion 2. Awan
109 Seasion 2 . Awan
110 Seasion 2. Awan
111 Seasion 2. Awan. The End
112 Ekstra Chapter
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Pilot Baru
2
Ada Apa Dengan Arum?
3
Pesan Untuk Arum
4
Calon Istri
5
Jangan Ikut Campur
6
Sebotol Kecap
7
Pengepul Sampah
8
Mencari Tahu
9
Sengaja Menjebak
10
Aku Mencintaimu Alex
11
Arum Yang Malang
12
Akhir Yang Menakutkan
13
The Ashera
14
Rahwana
15
Ucapan Terima Kasih
16
Jujur
17
Alex Dan Masa Lalunya
18
Positif
19
Barang Bukti
20
Hasilnya Sama
21
Bebas
22
Jalan Yang Arum Pilih
23
Meminta Tolong
24
Jebakan Tikus
25
Sebuah Rahasia
26
Sudah Selesai
27
Rencana Daniel
28
Calon Istri Awan
29
Perang Saudara
30
Persidangan
31
Akhirnya
32
Masa Lalu Yang Terungkap
33
Saling Tipu
34
Sensitif
35
Ajaran Yang Manjur
36
Jangan Melakukan Kesalahan Yang Sama
37
Sarapan Bersama
38
Panggilan Sayang
39
Kumpul Keluarga
40
Dua Calon Istri
41
Ungkapan Hati Angkasa
42
Isi Surat
43
Meluluhkan Hati Mama
44
Tinggal Bersama
45
Penagih Hutang
46
Tertipu
47
Pemandangan Panas
48
Sama-sama Emosi
49
Cobaan Terberat
50
Proses Penyerbukan Bunga
51
Melamar
52
Hukuman Buat Angkasa
53
Senyum Mengandung Luka
54
Melaporkan
55
Mendapat Restu
56
Dikdik Bereaksi
57
Kisah Yang Berbeda
58
Buntut Masalah Lama
59
Skenario Angkasa
60
Apa Itu?
61
Permintaan Nining
62
Hutang Janji
63
Masih Menagih Hutang Janji
64
Membuat Kecewa
65
Perhatian Awan
66
Diterima Dengan Baik
67
Keputusan
68
Peringatan Reini
69
Tak Tertolong
70
Pengurusan Kepulangan
71
Siapa Arum?
72
Sepasang Sayap Angkasa
73
Melepas Rindu
74
Kehilangan
75
Keputusan Awan
76
Season 2. Awan.
77
Season 2. Awan
78
Season 2. Awan
79
Seasion 2. Awan
80
Seasion 2. Awan (Saling Menghargai)
81
Seasion 2. Awan
82
Seasion 2. Awan
83
Seasion 2. Awan
84
Seasion 2. Awan
85
Seasion 2. Awan
86
Seasion 2. Awan
87
Seasion 2. Awan
88
Seasion 2. Awan
89
Seasion 2. Awan
90
Seasion 2. Awan
91
Seasion 2. Awan
92
Seasion 2. Awan
93
Seasion 2. Awan
94
Seasion 2. Awan
95
Seasion 2. Awan
96
Seasion 2. Awan
97
Seasion 2. Awan
98
Seasion 2. Awan
99
Seasion 2. Awan
100
Seasion 2. Awan
101
Seasion 2. Awan
102
Seasion 2. Awan
103
Seasion 2. Awan
104
Seasion 2. Awan
105
Seasion 2. Awan
106
Seasion 2. Awan
107
Seasion 2. Awan
108
Seasion 2. Awan
109
Seasion 2 . Awan
110
Seasion 2. Awan
111
Seasion 2. Awan. The End
112
Ekstra Chapter

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!